Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : maximal

Struktur Kekerabatan Dan Hukum Adat Minangkabau: Tinjauan Terhadap Peran Mamak, Harta Pusaka, Dan Sistem Perkawinan Aldo Saputra; Rona Seroja Siregar; Yopi Ahmad Tohari; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kekerabatan merupakan salah satu unsur fundamental dalam struktur sosial suatu masyarakat. Minangkabau dikenal sebagai salah satu masyarakat matrilineal terbesar di dunia yang masih mempertahankan sistem kekerabatan berdasarkan garis keturunan ibu hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kekerabatan di Minangkabau, mencakup struktur suku dan kaum, peran mamak dan kemenakan, sistem pewarisan harta pusaka, serta dinamika perkawinan adat. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kekerabatan Minangkabau bersifat unik karena menempatkan perempuan sebagai poros utama dalam garis keturunan dan kepemilikan harta pusaka, sementara laki-laki menjalankan peran kepemimpinan adat melalui posisi mamak. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan urbanisasi, sistem ini terbukti adaptif dan tetap relevan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau kontemporer. Diperlukan upaya pelestarian yang sistematis agar nilai-nilai kekerabatan ini tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Eksistensi Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Dalam Menghadapi Modernisasi Masyarakat Minangkabau Nabila Zahira Bashiiroh; Dhini Destia; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan landasan hidup masyarakat Minangkabau yang mengintegrasikan nilai-nilai adat dengan ajaran Islam. Namun, arus modernisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi informasi mengancam eksistensi falsafah ini, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi ABS-SBK di tengah modernisasi, mengidentifikasi tantangannya, serta mengeksplorasi strategi adaptasi dan pelestarian masyarakat Minangkabau. Metode yang digunakan adalah literature review kualitatif dengan menganalisis 23 sumber yang terbit pada 2000–2025. Hasil menunjukkan eksistensi ABS-SBK bersifat dialektis: mengalami erosi akibat melemahnya pemahaman generasi muda, terbatasnya pedoman operasional, dan pengaruh budaya asing yang individualistis-hedonistis; namun di sisi lain masyarakat Minangkabau adaptif melalui integrasi ABS-SBK dalam kurikulum (PKBAM dan PUPB), revitalisasi surau, platform digital (model Flatfom ABS-SBK), penguatan lembaga adat (KAN dan LKAAM), serta pewarisan nilai melalui diaspora. Keberlanjutan ABS-SBK memerlukan sinergi tungku tigo sajarangan (ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai), peran aktif bundo kanduang dan generasi muda, serta pedoman operasional yang jelas agar falsafah ini benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Konflik Islam, Adat, dan Modernitas dalam Budaya Minangkabau di Era Digital Frizti Mayendi; Yusfita Sari; Ahmad Rafiky; Fathoni Hidayatulloh; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 5 (2026): Juni
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) mencerminkan identitas budaya yang kuat dari masyarakat Minangkabau, yang berasal dari perpaduan antara Islam dengan ritual-ritual kuno. Namun, kehidupan masyarakat Minangkabau telah dipengaruhi oleh sejumlah perubahan sosial yang ditimbulkan oleh kemunculan modernitas dan era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ketegangan yang muncul antara Islam, adat, dan modernitas dalam budaya Minangkabau serta mengidentifikasi upaya masyarakat dalam melestarikan identitas budayanya di tengah perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian pustaka dan metodologi kualitatif. Informasi mengenai budaya Minangkabau, Islam, adat, dan modernitas dikumpulkan dari berbagai buku, artikel jurnal, dan sumber akademis. Melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, data dianalisis menggunakan metodologi deskriptif-kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya konflik antara Islam, adat, dan modernitas dalam sejumlah aspek kehidupan masyarakat, termasuk penggunaan media digital, sistem kekerabatan, perkawinan, peran mamak, gaya hidup generasi muda, serta adat istiadat. Di satu sisi, modernitas dapat mengikis signifikansi lembaga-lembaga adat dan menggantikan nilai-nilai tradisional. Namun, era digital juga menciptakan peluang baru bagi budaya Minangkabau untuk dilestarikan dan diperkenalkan secara lebih luas. Oleh karena itu, agar Islam, adat istiadat tradisional, dan modernitas dapat hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat Minangkabau modern, diperlukan upaya integratif melalui penguatan prinsip-prinsip ABS-SBK.
Sejarah Alam Minangkabau: Dari Kerajaan Pagaruyung Hingga Terbentuknya Luhak Nan Tigo Sebagai Pusat Peradaban Adat Sopeli Arsad; Umi Kasum Fitri; Ismi Fahrunisa; Nadia Talisa Nainggolan; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 6 (2026): Agustus
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minangkabau merupakan salah satu peradaban adat terbesar di Nusantara yang memiliki akar sejarah panjang dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah alam Minangkabau, khususnya terkait asal-usul Kerajaan Pagaruyung sebagai pusat kekuasaan politik dan legitimasi adat, serta proses historis terbentuknya Luhak Nan Tigo sebagai pusat peradaban adat Minangkabau. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui telaah berbagai sumber literatur relevan, meliputi tambo, dokumen adat, dan kajian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Pagaruyung memainkan peran sentral sebagai pusat legitimasi adat dan kekuasaan politik sejak abad ke-14, sementara Luhak Nan Tigo — yang terdiri atas Luhak Tanah Datar, Luhak Agam, dan Luhak Lima Puluh Kota — berkembang sebagai pusat peradaban adat yang mengatur kehidupan sosial, budaya, dan hukum masyarakat Minangkabau. Pembentukan Luhak Nan Tigo bukan semata proses geografis, melainkan merupakan proses peradaban yang melibatkan penyebaran nilai-nilai adat, sistem nagari, dan struktur kepemimpinan matrilineal. Meskipun menghadapi tekanan kolonialisme dan modernisasi, warisan sejarah Luhak Nan Tigo tetap relevan sebagai fondasi identitas budaya Minangkabau hingga kini.
Eksistensi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Di Era Digital: Tantangan Dan Peluang Bagi Generasi Z Minangkabau Adelia Ramadhani; Meisha Faradiba; Cherry Auralia; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 6 (2026): Agustus
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan masyarakat telah berubah secara signifikan akibat kemajuan teknologi digital, termasuk dalam hal pelestarian nilai-nilai budaya daerah. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), sebuah filosofi yang memandang adat sebagai sesuatu yang berakar pada ajaran Islam, merupakan salah satu unsur budaya yang membentuk identitas masyarakat Minangkabau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki keberadaan ABS-SBK di era digital, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Generasi Z Minangkabau dalam menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, serta mengeksplorasi cara-cara untuk memperkuatnya di tengah kemajuan teknologi. Penelitian ini menggunakan penelitian pustaka dan metodologi kualitatif. Data dikumpulkan dari sumber-sumber literer seperti buku, jurnal ilmiah, esai, dan publikasi akademis yang relevan dengan topik penelitian. Metode deskriptif-kualitatif digunakan untuk menganalisis data pada seluruh tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan penelitian, masyarakat Minangkabau tetap hidup sesuai dengan prinsip-prinsip ABS-SBK, namun mereka menghadapi sejumlah kesulitan akibat globalisasi, perkembangan media digital, serta perubahan dalam pola interaksi sosial, serta menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Namun, era digital juga membuka peluang bagi pelestarian budaya melalui penggunaan media sosial, digitalisasi budaya, komunitas daring, pengintegrasian nilai-nilai budaya ke dalam pendidikan, komunitas digital, dan digitalisasi budaya. Untuk memperkuat penerapan prinsip-prinsip ABS-SBK serta memastikan relevansi dan keberlanjutannya di era digital, keluarga, lembaga pendidikan, pemimpin adat, pemimpin agama, pemerintah, dan generasi muda harus bekerja sama.
Integrasi Nilai Islam dalam Budaya Minangkabau melalui Konsep Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah Fathoni Hidayatulloh; Ahmad Rafiky; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai Islam dalam budaya Minangkabau melalui konsep Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah sebagai landasan normatif kehidupan masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui penelaahan berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi antara adat dan Islam di Minangkabau terbentuk melalui proses historis yang panjang dan dialogis, sehingga menghasilkan sintesis nilai yang harmonis dan adaptif. Konsep tersebut tidak hanya memiliki dimensi filosofis yang kuat, tetapi juga terimplementasi secara konkret dalam struktur sosial, norma kehidupan, serta praktik pendidikan masyarakat. Pendidikan berperan strategis dalam mentransmisikan nilai-nilai tersebut melalui jalur keluarga, surau, dan lembaga formal, sehingga terbentuk karakter masyarakat yang religius dan berbudaya. Tantangan pada era kontemporer yang ditandai oleh globalisasi dan perubahan sosial menuntut adanya upaya revitalisasi nilai agar tetap relevan tanpa kehilangan substansi. Temuan ini menegaskan bahwa konsep Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah tetap memiliki signifikansi sebagai model integrasi nilai yang mampu menjawab dinamika zaman.