Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Tingkat Perhatian Guru Sekolah Dasar terhadap Kebutuhan Aspek Psikologis Siswa dalam Pembelajaran Astuti, Ni Putu Eni; Purnama Sari, Ni Putu Ari
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6437

Abstract

Kondisi psikologis siswa sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan produktif, hal ini harus menjadi perhatian guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perhatian guru sekolah dasar terhadap kebutuhan aspek psikologis siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang melibatkan para guru di SDN 3 Kawan Bangli, Provinsi Bali dengan menggunakan teknik observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian guru di Sekolah Dasar Negeri 3 Kawan berada pada katagori baik dalam memberikan perhatian terhadap kebutuhan fisik, dukungan sosial, pengembangan kemampuan berpikir kritis, dan mengasah kecerdasan emosional siswa. Pada aspek kebutuhan fisik, sebesar 71,5% telah mampu memberikan perhatian terhadap makanan siswa selama disekolah, memberikan saran tentang makanan apa yang baik untuk konsentrasi dan kesehatan, waktu istirahat dan berolahraga siswa tetap bugar dan bersemangat. Pada aspek dukungan sosial sebesar 79,6% guru telah mampu memberi motivasi dan dukungan sosial dalam keterlibatan positif pada  interaksi sosial peserta didik.Pada aspek pengembangan kemampuan berpikir kritis sebesar 79,5% guru telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan dalam pembelajaran. Pada aspek mengasah kecerdasan emosional, sebesar 76% guru telah mampu meningkatkan kemampuan siswa untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi sendiri dan orang lain serta menyesuaikan metode mengajar dengan kebutuhan tersebut.
Evaluasi Program Pendidikan Karakter pada Elemen Bernalar Kritis di Sekolah Dasar Yuliantari, Ni Komang Ayu; Astuti, Ni Putu Eni
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.8891

Abstract

Program profil pelajar pancasila pada elemen bernalar kritis merupakan hal paling penting dalam pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan berpikir kritis siswa kelas III SD Negeri 1 Gelgel berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan observasi langsung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan obervasi partisipatif. Subjek penelitian ini terdiri dari guru wali dan siswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya kesenjangan antara persepsi guru dan realitas kemampuan berpikir kritis siswa kelas III SD. Meskipun 70% siswa dinilai mampu menarik kesimpulan, namun observasi menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan dalam mengevaluasi informasi secara kritis dan cenderung menerima pendapat tanpa mempertanyakannya. Faktor-faktor seperti rasa takut akan kesalahan dan kurangnya latihan dalam menerapkan keterampilan berpikir kritis menjadi tantangan utama. Pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keberanian siswa untuk berpikir kritis. Penelitian ini mengindikasikan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih sistematis untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sejak dini.
Analisis Kesulitan Guru Sekola Dasar dalam Pembuatan Media Pembelajaran Mahardika, Pande Komang Yogi; Astuti, Ni Putu Eni; Numertayasa, I Wayan
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10311

Abstract

Media pembelajaran berperan penting dalam menciptakan proses belajar yang menarik, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesulitan guru SD Negeri 2 Sumita dalam membuat media pembelajaran, mencakup persepsi, hambatan internal dan eksternal, serta strategi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik triangulasi digunakan untuk meningkatkan keabsahan data melalui kombinasi observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi positif terhadap media pembelajaran, namun implementasinya terhambat oleh keterbatasan keterampilan teknologi, rendahnya kreativitas, beban administrasi, serta minimnya fasilitas dan pelatihan. Strategi yang dilakukan guru antara lain belajar mandiri, berkolaborasi, serta memanfaatkan bahan lokal dan media sederhana. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatannya yang holistik, karena mengkaji kesulitan guru lintas mata pelajaran dan berbagai jenis media pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan institusional dan pelatihan berkelanjutan agar guru mampu menjadi inovator dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan adaptif terhadap tuntutan abad ke-21
Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS di Sekolah Dasar Andika, I Putu Bayu; Astuti, Ni Putu Eni; Darmayanti, Ni Wayan Sri
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10323

Abstract

Kesulitan belajar merupakan salah satu tantangan utama dalam proses pendidikan, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di SD Negeri 3 Bangbang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Partisipan terdiri atas seluruh siswa dan wali kelas dari kelas I hingga VI, serta enam orang tua siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Sampel siswa ditentukan berdasarkan peringkat akademik, yaitu dua siswa dengan capaian tertinggi dan dua dengan capaian terendah di setiap kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar disebabkan oleh kombinasi faktor internal, seperti rendahnya motivasi, kurangnya kepercayaan diri, serta kebiasaan dan kesiapan belajar yang belum optimal; dan faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang monoton, keterbatasan sarana, minimnya dukungan orang tua, dan pengaruh negatif teknologi. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pendekatan holistik yang menganalisis faktor internal dan eksternal secara terpadu serta meninjau dampaknya terhadap prestasi dan dinamika belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penanganan kesulitan belajar memerlukan kerja sama antara guru, sekolah, orang tua, dan siswa.