Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI USIA REMAJA Rezkillah, Inang Irma; Ramdhan, Saidah; Kasturi, Kasturi; Komalasari, Ayu; Julianti, Julianti; Azizah, Fadila; Nurfadillah, Nurfadillah; Riansyah, Riansyah
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2081

Abstract

Early marriage in Indonesia, especially in rural areas, is a serious issue that negatively affects the health and education of the younger generation. The government's free education program aims to create a golden generation, but the high rate of early marriage hinders the achievement of this goal. This study identifies factors that influence early marriage, such as knowledge, education level and family economic conditions. Through socialization activities at Darul Hamidin Junior High School in Padamara, East Lombok, the author sought to increase students' understanding of the dangers of early marriage. Lecture and discussion methods were used to deliver material related to the negative impact of early marriage, with the aim of raising awareness and motivating adolescents to stay away from the practice. The results of the socialization showed an increase in students' understanding after the activity. This research emphasizes the need for collaborative efforts from various elements of society to reduce the number of early marriages and support a more qualified generation to achieve national education goals.
ANALISIS AKTIVITAS BELAJAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LAYANG-LAYANG PADA MATERI BANGUN DATAR LAYANG-LAYANG Riansyah, Riansyah; Sarassanti, Yumi
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v1i1.3509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas belajar siswa kelas VII C di Mts. Negeri 1 Pontianak melalui penggunaan permainan tradisional layang-layang dalam pembelajaran materi bangun datar layang-layang. Metode yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif  dengan  pendekatan  deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni dalam bentuk angket dengan pernyataan iya atau tidak. Sampel penelitian ini terdiri dari 33 siswa kelas VII C yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan penelitian dalam bentuk angket sebagai pendekatan pembelajaran dalam melakukan sebuah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan tradisional layang-layang dalam pembelajaran bangun datar layang-layang mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa. Dalam hal akitivitas belajar, mayoritas siswa menyatakan bahwa permainan tradisional layang-layang membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan, dengan bukti 76,75% presentase dari 33 siswa. Dalam hal memahami bangun datar layang-layang hanya sebagian  siswa saja dengan bukti 52,52% presentase dari 33 siswa. Dan dalam hal memahami permainan tradisonal layang-layang pada bangun datar layang-layang mayoritas siswa memahaminya dengan bukti 72,72% presentase dari 33 siswa. Dari data tersebut bahwa aktivitas belajar siswa lebih efektif ketika bangun datar layang-layang dihubungkan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan hanya fokus dengan materi.
TRADISI SAPRAHAN BENTUK DARI KESETARAAN DALAM MASYARAKAT MELAYU SAMBAS Riansyah, Riansyah
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2822

Abstract

Berbicara mengenai keragaman suku bangsa, di Kalimantan Barat terdapat suku bangsa Melayu yang diantaranya tersebar di berbagai daerah, salah satunya adalah suku Melayu di Kabupaten Sambas yang dikenal dengan sebutan suku Melayu Sambas.Menurut masyarakat setempat, Saprahan berarti tingkah laku yang baik atau kebersamaan yang tinggi. berdasarkan keyakinan warga tempatan, yang berarti sopan santun atau kebersamaan yang tinggi. Tradisi ini mewujudkan semangat "duduk sama rendah, berdiri sama tinggi". Saprah sendiri berarti ''berhampar'', yaitu. budaya makan bersama, duduk bersila atau bersila berkelompok dalam barisan yang sama.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara, studi kepustakaan, dokumen dan arsip yang berkaitan dengan obyek kajian. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga alat pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data pada riset ini menerapkan analisis data berupa data kualitatif. Analisis data kualitatif ini dapat bersifat induktif, yaitu. analisis berdasarkan informasi yang diperoleh baik dari wawancara atau pengamatan penelitian yang dilakukan. Sebagaimana tradisi Saprahan yang masih di jaga dan dilaksanakan hingga saat ini. Tradisi Saprahan adalah semacam akulturasi budaya lokal dan budaya Islam di Kalimantan Barat.Kesadaran akan konten dalam hal pemahaman budaya lokal yang memiliki nilai utama untuk memperkuat kearifan lokal dengan berbalut kebudayaan Islam yang disesuaikan dengan adat dan tradisi lokal dalam tingkat kesetaraan yang tumbuh berkembang pada masyarakat melayu Sambas di Kalimantan Barat. Nilai budaya dalam kearifan lokal ini tampak jelas tergambarkan pada kegiatan tradisi Saprahan yang masih ada hingga saat ini di wilayah Kalimantan Barat, terutama di desa Teluk Keramat Kabupaten Sambas.
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN RANAH AFEKTIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Riansyah, Riansyah; Risnawati, Risnawati; Rizqa, Miftahir; Azizah, Nur; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 01 (2025): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/tabyin.v1i01.941

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk membahas dan mengkaji bagaimana mengetahui evaluasi Dan Pengembangan Ranah Afektif Dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menggunakan penelitian kepustakaan (Library research), yakni dengan membaca, menelaah dan mengkaji buku-buku dan sumber tulisan yang erat kaitannya dengan masalah yang dibahas. Adapun hasil pembahasan yaitu evaluasi pada hakikatnya adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Tujuan evaluasi adalah untuk menentukan kualitas daripada sesuatu, terutama yang berkenaan dengan nilai dan arti. Evaluasi meliputi semua aspek pembelajaran, baik kemampuan intelektual (kognitif), kemampuan rasa dan sikap/perilaku (afektif) serta kemampuan keterampilan (psikomotor). Dalam konteks pembelajaran PAI, maka pengembangan evaluasi belajar diarahkan pada pengembangan moral Islam (akhlaq) dalam kerangka pengembangan fitrah penciptaan manusia. Dalam hal ini pembelajaran PAI harus menempatkan ajaran Islam sebagai suatu obyek kajian yang melihat Islam sebagai sebuah sistem nilai dan sistem moral yang tidak hanya diketahui dan dipahami, tapi juga dirasakan serta dijadikan sebuah aksi dalam kehidupan anak didik
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN PENGENTASAN KEMISKINAN INKLUSIF Samunawardi, Muhamad; Riansyah, Riansyah; Samring, Firmansyah
JURNAL ILMIAH DETUBUYA Vol. 1 No. 3 (2024): June
Publisher : Visi Pencerah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the strategy of the West Nusa Tenggara Regional Government in realizing inclusive poverty alleviation through a qualitative approach based on the Systematic Literature Review (SLR). This study reviews scientific literature from the Dimensions and Scopus databases in the period 2015–2024, with strict selection criteria to ensure data relevance and quality. The findings show that although various studies have discussed social assistance innovation, collaborative governance, and the role of local governments, there are still gaps in the overall integration strategy. This study finds that the success of an inclusive poverty alleviation strategy is highly dependent on the synergy between policy, technology, and community participation. Data visualization through VOSviewer reveals a close relationship between institutional aspects, digitalization services, and empowerment communities in driving equitable economic transformation. The results of this study recommend strengthening regional policies based on collaborative ecosystems and placing women's and children's issues in structural development priorities. Thus, this study contributes to the formulation of a more adaptive, participatory, and sustainable poverty alleviation strategy in a region with social complexity such as NTB.
ANALISIS IMPLEMENTASI FUNGSI PENCEGAHAN POLITIK UANG OLEH LEMBAGA PENGAWAS PEMILU DALAM PEMILU LEGISLATIF Hadi, Ayatullah; Riansyah, Riansyah; aslan, Muhamad; karma saputra, Sigit; Samring, Firmansyah
JURNAL ILMIAH DETUBUYA Vol. 1 No. 2 (2024): March
Publisher : Visi Pencerah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the implementation of preventive functions by election supervisory bodies in tackling money politics during legislative elections in Indonesia. Money politics, involving the distribution of goods, cash, or services to influence voter choice, remains a persistent issue that undermines democratic integrity. The research adopts a descriptive qualitative approach with data collected through in-depth interviews, document reviews, and direct observations involving election supervisors, candidates, and the public. Findings reveal that institutions like Bawaslu have implemented various strategies—public education campaigns, anti-money politics villages, social media utilization, and monitoring operations. However, these efforts face numerous challenges, including limited resources, weak legal frameworks, low public participation, and entrenched political transactional culture. Despite these obstacles, strengthening political literacy, enhancing campaign finance transparency, and fostering community involvement are recognized as crucial elements for future improvements. The study concludes that effective money politics prevention requires cross-sector collaboration and institutional reforms to ensure clean, fair, and dignified elections.