Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA Ni Luh Budiani .; Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd .; Drs. I Wayan Landrawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i1.7450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui seberapa tinggi peningkatan aktivitas belajar yang akan dicapai siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, (2) untuk mengetahui seberapa tinggi peningkatan hasil belajar yang dicapai setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran. dan (3) untuk mengetahui kendala-kendala dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw beserta alternatif pemecahan masalahnya. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus yaitu : tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi/observasi, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI AP A SMK Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 42 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : observasi, test objectif, wawancara dan pencatatan dokumen. Data dianalisis menggunakan menggunakan metode kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan : (1) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas XI AP A SMK Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 yaitu pada siklus I hanya sebesar 18,76 kemudian di siklus II meningkat menjadi 24,31. (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 71,9 kemudian pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 85,2 yang berada pada kategori aktif. (3) kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran ini yaitu siswa masih belum terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw karena pembelajaran seperti ini baru pertama kali diterapkan di kelas tersebut.Kata Kunci : Kooperatif Tipe Jigsaw, Aktivitas, Hasil Belajar This research purpose for: (1) to know how high increase of activity the students will reach after applying learning models cooperative jigsaw type, (2) to know how high increase of learning results will reach after applying learning models jigsaw type inside study. and (3) to find out a problems after applying learning models cooperative jigsaw type with alternative solutions problems.This research is classified in research of class action ( PTK ).The research will do with 2 ciclus,a ciclus design consist of step action plan,the implementstion of action,evaluation/observation,reflection.subject of this research is a studens XI AP A class at SMK Negeri 1 Singaraja period 2015/2016 with totals 42 students.Data collected with technic as follows : observation guide,objective test,interview,and recorded document. The analysis data will use quantitative. Analysis results showed : (1) increased of students learning activity happen in XI AP A class at SMK Negeri 1 Singaraja period 2015/2016 ciclus I only 18,76 then in ciclus II increase to 24,31. (2) increased of students learning results in ciclus I only 71,9 andthen in ciclus II a students leaning results increased to be 85,2 that is stand on active category. (3) problems faced when applying this leaning models is students still cannot adapted with leaning models cooperative jigsaw type because this leaning models is first times applied in this class. keyword : cooperative jigsaw type , activity , learning results
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AP A DI SMK NEGERI 1 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2015/2016 Ni Luh Budiani; I Made Yudana; I Wayan Landrawan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 3 No. 2 (2015): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i2.20780

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui seberapa tinggi peningkatan aktivitas belajar yang akan dicapai siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, (2) untuk mengetahui seberapa tinggi peningkatan hasil belajar yang dicapai setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran. dan (3) untuk mengetahui kendala-kendala dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw beserta alternatif pemecahan masalahnya. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus yaitu : tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi/observasi, refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI AP A SMK Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 42 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : observasi, test objectif, wawancara dan pencatatan dokumen. Data dianalisis menggunakan menggunakan metode  kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan : (1) terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas XI AP A SMK Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 yaitu pada siklus I hanya sebesar 18,76 kemudian di siklus II meningkat menjadi 24,31. (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 71,9 kemudian  pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 85,2 yang berada pada kategori aktif. (3) kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran ini yaitu siswa masih belum terbiasa dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw karena pembelajaran seperti ini baru pertama kali diterapkan di kelas tersebut. Kata Kunci : Kooperatif Tipe Jigsaw, Aktivitas, Hasil Belajar  Abstract This research purpose for: (1) to know how high increase of activity the students will reach after applying learning models cooperative jigsaw type, (2) to know how high increase of learning results will reach after applying learning models jigsaw type inside study. and (3) to find out a problems after applying learning models cooperative jigsaw type with alternative solutions problems.This research is classified in research of class action ( PTK ).The research will do with 2 ciclus,a ciclus design consist of step action plan,the implementstion of action,evaluation/observation,reflection.subject of this research is a studens XI AP A class at SMK Negeri 1 Singaraja period 2015/2016 with totals 42 students.Data collected with technic as follows : observation guide,objective test,interview,and recorded document. The analysis data will use quantitative. Analysis results showed : (1) increased of students learning activity happen in XI AP A class at SMK Negeri 1 Singaraja period 2015/2016 ciclus I only 18,76 then in ciclus II increase to 24,31. (2) increased of students learning results in ciclus I only  71,9 andthen in ciclus II a students leaning results increased to be  85,2 that is stand on active category. (3) problems faced when applying this leaning models is students still cannot adapted with leaning models cooperative jigsaw type because this leaning models is first times applied in this class.   Keywords : cooperative jigsaw type , activity , learning results
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn I Made Sudana; I Made Yudana; I Gusti Ketut Arya Sunu
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v7i3.22169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) pada siswa kelas VII SMP Katolik Santo Paulus Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian menggunakan 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Selanjutnya data yang dikumpulkan dari metode observasi, wawancara dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dan data yang diperoleh dari metode tes dianalisis dengan tehnik deskriptif kuantitatif. Hasil pada siklus I, persentase aktivitas belajar siswa secara klasikal 64% (cukup aktif) dan tingkat ketuntasan hasil belajar 74,28% (cukup). Data siklus II, persentase aktivitas belajar siswa secara klasikal sebesar 8,06% (aktif) dan tingkat ketuntasan hasil belajar sebesar 91,43% (Sangat baik). Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar 16,6% dan hasil belajar 17,15% dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn pada siswa kelas VII SMP Katolik Santo Paulus Singaraja tahun pelajaran 2012/2013. Disarankan kepada guru PKn untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN TEKNO-HUMANISTIK (Reinventing Pasraman for Next-Century School) I Made Yudana
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v8i1.23543

Abstract

Mengawali paparan ijinkan saya mengajak Ibu dan Bapak peserta orientasi untuk membaca cukilan dua artikel yang ditulis penulis kondang J. Sumardianta dalam buku berjudul Guru Gokil Murid Unyuk, terbitan Bentang Pustaka Tahun 2013. Artikel pertama yang, mengisahkan dialog orang tua murid dan guru yang selengkapnya seperti kisah berikut : “Bu Nadia melihat putrinya Muriel, menangis sepulang sekolah sambil menenteng tas biola. Anak berumur 8 tahun itu sedih karena gurunya meniadakan pelajaran musik di kelas. Semalaman Bu Nadia (begitu Ibu muda ini biasa disapa oleh koleganya) merasa dongkol , sewot, dan memendam marah. Ia tidak bisa tidur memikirkan kekecewaan putrinya. Bu Nadia bertekad berdiskusi dengan guru agar mereka paham makna dan dampak kekecewaan bagi murid yang diasuhnya.Keesokan harinya, Bu Nadia berusaha menenangkan diri. Ia memutuskan untuk mencari tahu apa persisnya yang terjadi di sekolah sebelum berdiskusi dengan guru. Bu Nadia menemui guru sebelum pelajaran dimulai. "Putri saya mencintai biola . Saya ingin tahu mengapa anak-anak tidak boleh lagi berlatih biola di sekolah?" ujar Bu Nadia.
Studi Evaluasi Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam Rangka Mewujudkan Budaya Mutu I Made Pater; I Made Yudana; Nyoman Natajaya
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v3i1.24364

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) efektivitas implementasi SPMI ditinjau dari komponen contex (X1) di SMKN 3 Singaraja; (2) efektivitas pelaksanaan implementasi SPMI ditinjau dari komponen input di SMKN 3 Singaraja; (3) efektivitas implementasi SPMI ditinjau dari komponen process di SMKN 3 Singaraja: (4) efektivitas implementasi SPMI di ditinjau dari komponen product SMKN 3 Singaraja; (5) efektivitas implementasi SPMI ditinjau dari komponen contex (X1), input, process, dan product di SMKN 3 Singaraja; (6) kendala yang menjadi penghambat pelaksanaan implementasi SPMI di SMKN 3 Singaraja; (7) solusi yang dilakukan sehingga implementasi SPMI di SMKN 3 Singaraja dapat lebih efektif. Penelitian dilaksanakan di SMKN 3 Singaraja menggunakan metode evaluasi CIPP. Pengambilan data dengan kuesioner yang diisi oleh 129 responden. Hasil penelitan menunjukkan: (1) efektivitas implementasi SPMI Singaraja ditinjau dari komponen contex (X1) di SMKN 3 Singaraja, masuk skor T positif; (2) efektivitas pelaksanaan implementasi SPMI ditinjau dari komponen input di SMKN 3 Singaraja, masuk skor T negatif; (3) efektivitas implementasi SPMI ditinjau dari komponen process di SMKN 3 Singaraja, masuk skor T positif: (4) efektivitas implementasi SPMI di ditinjau dari komponen product SMKN 3 Singaraja, masuk skor T positif; (5) efektivitas implementasi SPMI ditinjau dari komponen contex (X1), input, process, dan product di SMKN 3 Singaraja berdasarkan skor T pada kuadran Glickman masuk kategori efektif; (6) Kendala yang menjadi penghambat pelaksanaan implementasi SPMI di SMKN 3 Singaraja adalah: (a) belum adanya alokasi dana pasti untuk pelaksanaan PPEPP SPMI yang dikelola mandiri oleh TPMPS dan belum adanya ruang, alat, serta bahan pendukung pelaksanaan PPEPP; (7) Solusi yang dilakukan sehingga implementasi SPMI di SMKN 3 Singaraja dapat lebih efektif adalah: (1) mengalokasikan anggaran khusus untuk pelaksanaan PPEPP SPMI di SMKN 3 Singaraja yang dapat dikelola secara mandiri oleh TPMPS dan Menyediakan ruang, alat, dan bahan yang mendukung pelaksanaan PPEPP oleh TPMPS
Pengaruh Bimbingan Berkelanjutan Terhadap Kemampuan Melaksanakan Asesmen Autentik pada Guru Ni Nyoman Srinadi; .A. Gede Agung; I Made Yudana
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v3i1.24365

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan berkelanjutan terhadap kemampuan melaksanakan penilaian autentik pada guru TK di Kecamatan Banjar. Metode penelitian menggunakan Nonequivalen Post Test Only control group design. Populasi penelitian sebanyak 77 guru PAUD yang tersebar dalam 23 PAUD yang ada di Kecamatan Banjar. Pengambilan sampel dilakukan secara acak 38 nama pertama sebagai kelompok eksperimen dan 38 sisanya sebagai kelompok kontrol. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah diklat  bimbingan berkelanjutan sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan melaksanakan asesemen autentik yang mengukur langsung prilaku peserta didik. Data penelitian dikomputasi analisis statistik deskriptif dan uji t menggunakan software  IBM SPSS 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan bimbingan berkelanjutan terhadap kemampuan melaksanakan penilaian autentik pada guru TK di Kecamatan Banjar (t hitung 15,447; P 0,000<0,05). Nilai rerata kemampuan melaksanakan asesmen autentik kelompok eksperimen (81,16) jauh lebih baik dibandingkan kelompok kontrol (40,00). Berdasarkan hal tersebut disarankan guru PAUD sebaiknya diberikan bimbingan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan asesmen autentik. Peneliti selanjutnya dapat mengimplementasikan bimbingan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan gurun lainya misalnya kompetensi prosesional, social, pribadi, dan pedagogik guru untuk PAUD maupun sekolah pada level lainnya.
MENGGUGAH PERILAKU TELADAN POLITISI DALAM RANGKA MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA BERDEMOKRASI SECARA ELEGAN Prof. Dr. Made Yudana, M.Pd.
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2020): April
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpppkn.v2i1.80

Abstract

Mengutip Nabi Besar Muhammad SAW, Eep Saefulloh Fatah (1999) menyatakan “Jihad yang paling utama adalah mengucapkan kata-kata yang benar kepada penguasa yang zalim”. Kalimat sufi bertabur kebajikan ini, barangkali sangat layak untuk kita simak dan renungkan di tengah hingar-bingar negeri menyongsong Pemilu Serentak April 2019 yang akan datang.Sebagai masyarakat, tentu kita berdoa dan bermohon kepada Tuhan, agar Presiden dan Wakil Presiden serta para wakil rakyat (DPR-DPD-DPRD)yang terpilih adalah mereka putra terbaik Bangsayang memiliki kemampuan dan kemauan serta kapasitas untuk memimpin Indonesia di semua levelke depan dengan mempertontokan kultur politik yang elegan, hanif dan bijak, sehingga menebar lebih banyak maslahat bagi Bangsa dan Negara. Seturut dengan ekspektasi ideal tersebut, berharap agar pemimpin ke depan mampu menebar kebajikan demi maslahat orang banyak, tanpa peduli dengan proses bagaimana perhelatan pemiluserentakini dilaksanakan, tentu tidak adil. Presiden dan Wakil Presiden serta para legislator serta senatorsebagai produk tidak akan dapat memberi maslahat yang kita harapkan, jika proses pemilu yang kita gelar tidak steril dari praktik-praktik kotor, sesat dan membodohkanyang sering disebut sebagai praktik mobokrasi. Atas dasar itu, dalam konteks pemiluserentak kali ini, proses sebagai entry point harus dapat kita kontrol, demi terjadinya rivalitas yang dilandasi semangat toleransi. Perhelatan ini disamping harus melahirkan produk yang baik (para pemimpin yang legitimate dan mengabdi kepentingan rakyat), juga yang tidak kalah penting adalah mampu melahirkan sistem politik yang dinamis, dan mampu meletakkan landasan kultural yang bernas.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN SIKAP SOSIAL DALAM MATA PELAJARAN PPKn PADA SISWA KELAS VIIIB DI SMP NEGERI 5 SINGARAJA Ida Ayu Putu Yuni Pramita Dewi; I Made Yudana; Dewa Bagus Sanjaya
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui hasil belajar PPKn setelah penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Singaraja, 2) Untuk mengetahui sikap sosial siswa setelah penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 5 Singaraja, 3) Untuk mengetahui Kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar dan sikap sosial siswa di kelas VIII B SMP Negeri 5 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB di SMP Negeri 5 Singaraja dengan jumlah siswa 32 orang. Prosedur kerja tindakan dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dibagi menjadi empat tahap kegiatan yaitu : perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan tes hasil belajar siswa. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan hasil belajar PPKn pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 5 Singaraja. Hal ini dapat dilihat berdasarkan skor rata-rata hasil belajar PPKn pada siklus I sebesar 70,75% dengan presentase ketuntasan belajar siswa 59,375% sedangkan skor rata-rata hasil belajar PPKn pada siklus II sebesar 79,375% dengan presentase ketuntasan belajar siswa 100%. Dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan hasil belajar PPKn pada siswa dan dari hasil observasi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan sikap sosial pada siswa kelas VIIIB SMP Negeri 5 Singaraja
Studi Evaluatif Pelaksanaan Program Pendidikan TAMAN Kanak-Kanak (TK) I Gede Nuarta; I Made Yudana; Nyoman Natajaya
Mimbar Ilmu Vol. 25 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v25i1.24481

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pelaksanaan program Pendidikan di Taman Kanak-Kanak (TK) yang ditinjau dari konteks, input, proses, dan produk. Penelitian ini adalah penelitian ekspost facto dengan menggunakan metode evaluasi CIPP. Pengambilan data dengan kuesioner yang diisi oleh 105 responden guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Seririt. Analisis data menggunakan uji T. Hasil analisis menunjukkan dintinjau dari: (1 contex menunjukkan hasil positif (+); (2) input menunjukkan hasil negatif (-); (3) proses menunjukkan hasil positif (+); (4) produk menunjukkan hasil positif (+); (5) konteks, input, proses, dan produk pada Kuadran Glickman menunjukkan implementasi program pendidikan termasuk ke dalam kategori efektif; dan (6) Kendala-perpindahan yang terlibat dalam pelaksanaan program Pendidikan antara lain: (a (b) Masih terbatas fasilitas kesenian yang memadai untuk melaksanakan kegiatan kesenian; (c) Standar sanitasi lingkungan masih rendah, misalnya tempat sampah yang digunakan tanpa tutup, sehingga aroma sampah dibuang sesuai kebutuhan ; (d) Pelatihan kurang terkait buku panduan pelaksanaan pendidikan dan persiapan dokumen hasil pengawasan pelaksanaan kegiatan TK; (e) Pelatihan guru terkait kurang terkait RPPM dan RPPH; (f) Masih rendahnya jumlah dan Keragaman jenis bahan ajar serta alat permainan edukatif; (g) Kurangnya keterampilan guru menerapkan pembelajaran saintifik dan kontekstual untuk pembelajaran TK.
PERAN GURU PPKN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 CIBAL, KEC CIBAL, KAB MANGGARAI) Verasiana Murni; I Wayan Kertih; I Made Yudana
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2022): April, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the role of Civics Teachers in Efforts to Improve Student Discipline. The location of this research was carried out at SMA N 1 Cibal. This study uses a case study design with the Miles and Huberman qualitative model method. The subjects in this study were school principals, students, PPKn teachers, and students. The data collection method used the instruments of observation, interviews, and documentation, then the data analysis method was through: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show: (1) where SMA N 1 Cibal has strict rules and sanctions consisting of 10 regulations that have their own points. (2) Efforts made by PPKn teachers in an effort to improve student discipline have been good through: enforcement of strict rules and sanctions, instilling awareness in students, exemplary teachers, through socialization, giving punishment, teachers always reminding students about discipline. (3) Supporting and inhibiting factors for PPKn teachers in an effort to improve student discipline: a) supporting factors for the existence of strict rules and sanctions, good physical condition of students, awareness from within students, teachers always reflect a disciplined attitude, the establishment of good relationships between teachers and students. b) Inhibiting factors for the diverse student environment, stubborn students, lack of parental support, lack of parental supervision, student association.
Co-Authors ., I KOMANG AGUS KARIASA ., I PUTU AGUS PUTRA APRIANA ., Ida Ayu Putu Sri Utari ., Ni Luh Budiani .A. Gede Agung A.A.I.N. Marhaeni Adiningsih, Ni Komang Ayu Trianita Afisal, Rendi Afriani, Desak Agung, .A. Gede AGUS BUDI YULIANTO . Ahmad Fanani ANAK AGUNG GDE SAYANG DWIJA . Anak Agung Gede Agung Anak Agung Gede Agung, Anak Agung Gede ANAK AGUNG MAS PUTRI KUSUMAWATI . ANAK AGUNG SAGUNG ISTRI DESSY ARYANI . Andani, Ketut Tya Angga Wiratama Aprilianti, Devi Apriyani, Maulidah Ardita, I Made Ardiyasa, I Made Peri Ari Wahyu Ningrat Karang Ariyasa, I Putu AYU NOVITA TRESIA DIRKS . Benediktus Feliks Hatam BUDI SETIADI DARYONO Budiani, Ni Luh Cok Agus Ady Putra D.M. Meranggi DA Ningrum Desak Afriani DESAK MADE SUKERTHI . DEWA AYU OKA SRI ASTUTI . Dewa Bagus Sanjaya Dewa Gde Rudy Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewi, Ni Kadek Yuliana Sintya Diah K. Wardhani Diantara, I Putu Indra Artha Diska Subina , Diska DWI MEGA WIRAWAN . Enik Puji Lestari Enik Puji Lestari Farani, Sabrina Febriani, I Dewa Ayu Gede Rasben Dantes Gusti Ayu Indira Syahrani Putri GUSTI AYU SAMIASIH . Gusti Ketut Yasnawati HASTIN MURTININGRUM . Hatam, Benediktus Feliks I DEWA AYU AGUNG ISTRI MAYUN . I Dewa Ayu Febriani I DEWA AYU NYOMAN RINYANI . I DEWA GEDE ANTARGA . I Gd. Anggan S I Gede Nuarta I GEDE PUTU ARNAWA . I GEDE PUTU SUCITA YOGANTHARA . I GST. NGURAH NYOMAN PUTRAJAYA . I GUSTI AYU TAMAN SUASTITI . I Gusti Ketut Arya Sunu I GUSTI NGURAH YUDA . I K. Rinu I K. Sukada I KADEK WIDYA WIRAWAN . I KETUT HARTAWAN . I KETUT MADER . I Ketut Suada I KOMANG AGUS KARIASA . I KT GD ADI TRISNA SUGARA . I M.S. Kurniawan I Made Ardana I Made Ardika Yasa I Made Ardita I Made Candiasa I MADE KARBA DARMIKA . I Made Pater I Made Peri Ardiyasa I MADE SANDIARTHA . I Made Sudana I Made Sudana I Nyoman Natajaya I NYOMAN OKA SEPRI YASA . I NYOMAN RAUH . I NYOMAN RINALA . I Nyoman Werna I PUTU AGUS PUTRA APRIANA . I Putu Ariyasa I PUTU GEDE SUKABRATA . I Putu Windu Mertha Sujana I Putu Wisna Ariawan I W Karya I W. Rembun I W. Warta I WAYAN ANANDA . I WAYAN CENIK . I WAYAN GEDE AGASTYA PUTRA . I WAYAN JUMATRA . I WAYAN KENENG . I Wayan Kertih I Wayan Landrawan I Wayan Lasmawan I WAYAN MERTA JIWA . I Wayan Sadia I Wayan Sucipta, I Wayan I WAYAN SUNARSA . I.G.A Suhandana IDA AYU GEDE ASTITI . IDA AYU KARTIKA SURYA DEWI . Ida Ayu Putu Sri Utari . Ida Ayu Putu Yuni Pramita Dewi IDA BAGUS SURYANA . IGK. A. Sunu Ika Pramita Rusadi Dawolo Ika Pramita Rusadi Dawolo Juliani, Ni Kd Manis Jumari . Kadek Rihendra Dantes Komang Trisna Kusuma Dewi Krisna, Iwan LESTARI BUDI UTAMI . Lestari, Deah Tri Librawati . Luh Intan Purnama Dewi LUH PUTU SUSY IRMAYANTI KUSUMA . Lusevia, Easy Born M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . MADE SRI ARISNA . MARIA FRANSISKA . Mayuni, Ni Putu Wiwik NGAKAN PUTU SUDIARTA . Ni Kadek Yuliana Sintya Dewi Ni Ketut Sari Adnyani Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd., M.Hum. . Ni Ketut Suarni NI KOMANG DEWI MURNIATI . NI KOMANG RAIYANTI . Ni Komang Theda Febrina Subagia Ni Luh Budiani Ni Luh Budiani . Ni Luh Gede Erni Sulindawati NI LUH MAHADEWI . NI LUH PUTU SRI EKA PURWANI ASTITI . NI LUH PUTU SUASTINI . NI LUH SUSILAWATI . Ni Luh Yuni Ekawati NI MADE ARINI DWIJAYANTI . NI MADE AYU DWI ANGGRENI . Ni Made Sri Mertasari NI MADE SUNARTI . NI NYM DHESY ARIYATI . NI NYOM. MARTINI . NI NYOMAN AYU SUNIADI . NI NYOMAN NGERTINI . Ni Nyoman Srinadi Ni Nyoman Srinadi, Ni Nyoman NI NYOMAN SUCI ARTHINI . NI PT VINA FRISTYA PRIMANDARI . Ni Putu Ayu Yuliantini . NI WAYAN ARIANI . NI WAYAN IKA SETYAWATI . NI WAYAN KRISTIANTI . NI WAYAN PARWATI ASIH . NI WAYAN RIANI . Ni Wy Ariyathi Dhiatmika Nuarta, I Gede NYOMAN ARIANI SRIWULAN . Nyoman Dantes NYOMAN GEDE PUTRAWAN . Nyoman Natajaya Oka Mahendra, Ida Bagus Oktavia Fairy, Siluh Nyoman Princes Pater, I Made PAULUS TNUNAY . PENI SETIYOWATI . Pratiwi, Ni Luh Putu Ayu Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Prof. Dr. Gde Anggan Suhandana . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Pt. Mangku Purnamasari, I Gusti Dian Ayu Putra, Cok Agus Ady Putri, Nia Kharisma Putu Ayu Nadya Mahaswari Putu Ayu Nadya Mahaswari Putu Dita PUTU PRAYANTO . Putu Sri Haryati Putu Supartini . Putu Yuni Pramita Dewi, Ida Ayu Ramadhani, Muhammad Raditya Ratna Artha Windari Rima Dinawati Rosini, Ni Made Segantara, I Gede Mahendra Siden Sudaryana, I Gede Siti Suantari, Ni Putu Sudirman Sudirman Sudirman, Sudirma Suhandana, Gede Anggan Sukadi Sukadi Sukayana, I Wayan Sumerta, Gusti Putu susanti , kadek TITIN HERAWATI . Verasiana Murni Verasiana Murni VINSENSIUS SUMARDI . W. Sadia Werna, I Nyoman Widiartana, Gede Wirayanti , Ni Kadek Ana Wirayuda, I Komang Aldi Wy Trisna Mirah Yanti Yanti, Putu Risma Yuniarika Parwati ZAKKIYAH .