Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Living Tawhid in Academic Work: An Ethnographic Study of Spiritual Embodiment in HR Practices at Pesantren-Based Universities Muhammad Khoirul Muttaqin; Siti Aimah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian etnografi ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana prinsip Tawhid (ke Esaan Ilahi) dioperasionalisasikan dan menjadi paradigma inti dalam praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di lingkungan Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA), yang merupakan ekosistem unik berbasis nilai pesantren. Melalui pengamatan partisipan selama 12 bulan, wawancara mendalam dengan 32 informan (dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan), serta analisis dokumen internal, studi ini mengungkap bahwa nilai tauhid tidak hanya menjadi fondasi filosofis, tetapi termanifestasi dalam tiga bentuk praktik SDM yang khas: (1) Sistem rekrutmen dan seleksi yang mengintegrasikan penilaian fit spiritual dan akademik, (2) Mekanisme pengembangan karir berbasis konsep amal jariyah dan pelayanan, serta (3) Pola kepemimpinan dan pengambilan keputusan kolegial yang berporos pada musyawarah dan prinsip kemaslahatan umat. Temuan ini berkontribusi signifikan terhadap pengembangan teori Islamic Human Resource Management dengan memperkenalkan model "Tawhidic HRM Embodiment", yang menawarkan perspektif indigenous sebagai alternatif kritis terhadap pendekatan MSDM Barat yang sekuler. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa keselarasan antara nilai transendental dan sistem SDM operasional menjadi kunci daya tahan dan identitas institusi pendidikan Islam, sekaligus membuka wacana baru tentang integrasi spiritualitas-autentik dalam literatur manajemen sumber daya manusia kontemporer.
PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN DAN KINERJA GURU DI SEKOLAH-SEKOLAH ISLAM: ANALISIS LINTAS SEKTORAL Alaika Fuad Muzaki; Siti Aimah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Continuous Professional Development (CPD) dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah Islam, khususnya pada aspek kompetensi pedagogik, motivasi kerja, dan profesionalisme guru. Urgensi penelitian ini didasarkan pada masih terbatasnya bukti empiris yang mengkaji efektivitas CPD dalam konteks pendidikan Islam, serta kecenderungan implementasi CPD yang bersifat administratif dan kurang berorientasi pada kebutuhan nyata guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian dipilih secara purposif, melibatkan guru dan pimpinan sekolah Islam yang memiliki pengalaman langsung dalam pelaksanaan CPD. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CPD berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, terutama dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik pembelajaran. Selain itu, CPD berperan dalam memperkuat motivasi kerja, kepercayaan diri, dan tanggung jawab profesional guru. Namun, efektivitas CPD masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti ketidaksesuaian materi dengan kebutuhan guru, dominasi pendekatan teoretis, serta keterbatasan partisipasi dan interaksi selama pelatihan. Temuan ini menegaskan urgensi perancangan program CPD yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan guru agar mampu berfungsi secara optimal sebagai strategi pengembangan profesional berkelanjutan di sekolah Islam.
STRATEGI PEREKRUTAN DAN RETENSI SUMBER DAYA MANUSIA MILENIAL BERBASIS KEPEMIMPINAN KOLEGIAL DI MADRASAH ALIYAH AL AMIRIYYAH Bagas Bima Sena; Siti Aimah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi perekrutan dan retensi sumber daya manusia (SDM) milenial di MA Al Amiriyyah melalui perspektif kepemimpinan kolegial sebagai fondasi budaya organisasi, dengan menelaah kesesuaian nilai, mekanisme kolaborasi, serta faktor-faktor yang memengaruhi keterikatan dan loyalitas kerja guru milenial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan analisis dokumen kelembagaan; data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui proses reduksi, pengkodean, dan kategorisasi, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekrutan guru milenial tidak hanya didasarkan pada kompetensi akademik, tetapi juga pada kesesuaian nilai, kesiapan berkolaborasi, dan orientasi terhadap budaya kolegial, sementara retensi diperkuat melalui pengembangan karier, mekanisme apresiasi kolegial, ruang inovasi pedagogik, dan kepercayaan kepemimpinan. Praktik kepemimpinan kolegial terbukti berkontribusi pada pembentukan rasa memiliki, komitmen afektif, dan stabilitas organisasi. Kesimpulannya, integrasi antara perekrutan berbasis nilai dan retensi melalui pemberdayaan kolegial mampu menciptakan budaya kerja inklusif dan berkelanjutan, dengan kontribusi penelitian pada pengembangan model pengelolaan SDM milenial di lembaga pendidikan Islam yang adaptif dan relevan dengan dinamika organisasi era digital.
Akhir Politik Perkantoran: Menata Ulang Ekosistem Sumber Daya Manusia yang Adil dan Meritokratis di Era Terpencil Muhammad Faiz Hakim; Siti Aimah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi paradigma politik kantor tradisional yang kerap menjadi patologi organisasi, serta menguji efektivitas model kerja jarak jauh (remote work) dalam menginkubasi sistem meritokrasi di lingkungan pendidikan pesantren. Menggunakan pendekatan kualitatif-eksplanatori, penelitian ini membedah bagaimana struktur kerja yang tersebar secara geografis di SMA Darussalam Blokagung mampu memitigasi perilaku oportunistik dan bias subjektivitas yang sering muncul dalam interaksi fisik konvensional. Hasil penelitian mengungkap bahwa transparansi radikal dalam ekosistem digital secara otomatis mematikan ruang gerak manipulasi informasi, sehingga kontribusi setiap pendidik tervalidasi murni berdasarkan data performa objektif. Lebih jauh lagi, penelitian ini membuktikan bahwa integrasi antara nilai spiritual pesantren dengan evaluasi berbasis nilai tambah (value-added) merupakan katalis utama dalam menciptakan keadilan organisasional. Temuan ini menawarkan strategi pragmatis bagi institusi pendidikan untuk mengeliminasi toksisitas politik kantor demi membangun keunggulan kompetitif yang transparan dan berbasis prestasi.
INTEGRASI DAN SOLIDARITAS SANTRI MULTIETNIS: STUDI KASUS DI PESANTREN DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI Qoimatul Laili; Siti Aimah; Rois Mahmudi; Ana Kurnia Azhari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/2vcag705

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses integrasi dan pembentukan solidaritas santri multietnis di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memahami fenomena sosial secara mendalam dan kontekstual. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus, santri, dan wali santri, observasi partisipan dalam kehidupan berasrama, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan mengikuti model interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi santri multietnis terbentuk secara organik melalui praktik sosial sehari-hari, kebersamaan dalam kehidupan berasrama, serta penggunaan bahasa yang adaptif sebagai jembatan komunikasi lintas etnis. Pengalaman hidup kolektif tersebut melahirkan solidaritas emosional yang berkelanjutan dan memperkuat kohesi sosial di kalangan santri. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian integrasi multietnis di pesantren melalui perspektif mikro-sosiologis yang berbasis pada pengalaman langsung santri, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pengelolaan pesantren multikultural
MODEL KEPEMIMPINAN ISLAM BERBASIS INTEGRASI NILAI AMANAH, KEADILAN, DAN TANGGUNG JAWAB Atik Iza Kumalasari; Siti Aimah; Rois Mahmudi; Ana Kurnia Azhari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/5t121g22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model konseptual kepemimpinan Islam melalui integrasi nilai-nilai amanah (kepercayaan), keadilan, dan tanggung jawab sebagai kerangka etis-operasional dalam konteks kepemimpinan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SMA Darussalam Blokagung, Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, observasi partisipan terhadap praktik kepemimpinan sehari-hari, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan dan program sekolah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amanah berperan sebagai fondasi kepercayaan organisasi, keadilan diwujudkan melalui pendekatan prosedural dan relasional yang dialogis, serta tanggung jawab dimaknai sebagai bentuk akuntabilitas spiritual dan sosial. Integrasi ketiga nilai tersebut menghasilkan model kepemimpinan Islam yang kontekstual, berkelanjutan, dan aplikatif dalam menjawab tantangan kepemimpinan pendidikan modern. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian kepemimpinan Islam yang integratif serta kontribusi praktis sebagai pedoman etis bagi pemimpin Muslim di era kontemporer
DIGITAL LEADERSHIP DI PESANTREN: NEGOISASI OTORITAS KIAI DAN TRANSFORMASI BUDAYA ORGANISASI DI ERA DISRUPSI Mutohhar; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/1va69d29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi digital leadership di lingkungan pesantren, khususnya dalam membedah bagaimana negosiasi otoritas karismatik Kiai berlangsung di tengah tuntutan transformasi budaya organisasi pada era disrupsi. Fokus utama kajian ini adalah memahami strategi kepemimpinan dalam menyelaraskan tradisi pesantren yang hierarkis dengan karakteristik teknologi digital yang demokratis dan transparan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus jamak di beberapa pesantren yang telah mengadopsi ekosistem digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pengasuh dan manajer pesantren, observasi partisipatif terhadap pola komunikasi digital, serta analisis dokumen kebijakan lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital leadership di pesantren bermanifestasi dalam bentuk kepemimpinan hibrida, di mana otoritas Kiai tetap menjadi poros utama namun mengalami renegosiasi melalui digitalisasi instruksi (e-dawuh) yang lebih terukur. Transformasi budaya organisasi terlihat pada pergeseran tata kelola dari sistem manual-sentralistik menuju manajemen berbasis data yang lebih akuntabel, yang secara efektif mereduksi hambatan birokrasi tradisional. Meskipun muncul kontroversi terkait pergeseran nilai sakralitas, solusi yang diambil adalah dengan memposisikan teknologi sebagai instrumen pendukung, bukan pengganti esensi spiritualitas. Kontribusi penelitian ini secara teoretis menawarkan model baru manajemen kepemimpinan Islam yang mampu mengintegrasikan aspek teosentris dengan kebutuhan teknosentris. Secara praktis, artikel ini menjadi rujukan strategis bagi pembuat kebijakan di pesantren dalam mengelola perubahan budaya organisasi agar tetap kompetitif tanpa kehilangan identitas aslinya di tengah arus disrupsi global
DIGITALISASI KURIKULUM TERSEMBUNYI(HIDDEN CURRICULUM):TRANSFORMASI MANAJEMEN KEDISIPLINAN SANTRI DI TENGAH TREN ARUS INFORMASI GLOBAL Dania Rahmatia Kamala; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/8spnx518

Abstract

Transformasi digital telah memengaruhi hampir seluruh aspek pengelolaan pendidikan, termasuk praktik manajemen kedisiplinan di lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren. Di tengah arus informasi global yang cepat dan terbuka, pesantren tidak hanya menghadapi tantangan pada kurikulum formal, tetapi juga pada kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yang selama ini berperan penting dalam membentuk karakter dan kedisiplinan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana digitalisasi kurikulum tersembunyi berkontribusi terhadap transformasi manajemen kedisiplinan santri serta implikasinya terhadap budaya pendidikan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi hidden curriculum tidak menghilangkan nilai-nilai tradisional pesantren, melainkan merekonstruksinya ke dalam bentuk disiplin yang lebih sistematis, terukur, dan adaptif terhadap era digital. Pemanfaatan teknologi seperti sistem presensi digital, pengawasan berbasis aplikasi, dan komunikasi daring antara pengasuh dan santri memperkuat internalisasi nilai kedisiplinan. Transformasi ini menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi instrumen pedagogis dan kultural dalam membangun kedisiplinan santri yang berkelanjutan tanpa menghilangkan identitas khas pesantren.
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM INTEGRASI BUDAYA PESANTREN: NEGOISASI NILAI TRADISI DAN DINAMIKA MODERNITAS Aprilia Jilan Maulida; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/f74zjz31

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional menghadapi tantangan signifikan dalam mempertahankan nilai-nilai budaya khasnya di tengah arus modernitas dan globalisasi informasi. Perubahan sistem pendidikan, penetrasi teknologi digital, serta transformasi manajemen kelembagaan menuntut pesantren untuk melakukan adaptasi tanpa kehilangan identitas budaya. Artikel ini bertujuan menganalisis pola komunikasi organisasional dalam pesantren sebagai instrumen strategis integrasi budaya, khususnya dalam proses negosiasi antara nilai tradisi pesantren dan dinamika modernitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis tematik dengan pendekatan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya pesantren dibangun melalui kombinasi pola komunikasi vertikal, horizontal, dan kultural-simbolik yang dijalankan secara adaptif. Komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai mekanisme reproduksi nilai, legitimasi otoritas, serta negosiasi makna antara tradisi dan modernitas. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi budaya pesantren sangat ditentukan oleh kemampuan aktor organisasi dalam mengelola komunikasi secara kontekstual, dialogis, dan berorientasi nilai.
MODEL KEPEMIMPINAN ISLAM HUMARISTIK: STUDI IMPLEMENTASI NILAI RAHMATAN LIL ‘ALAMIN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN Ribhil Mafatih; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/kee2hn55

Abstract

Kepemimpinan pendidikan di era kontemporer menghadapi tantangan kompleks berupa krisis nilai, menurunnya kualitas relasi kemanusiaan, serta tuntutan efektivitas manajerial yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut hadirnya model kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja organisasi, tetapi juga berlandaskan nilai moral dan kemanusiaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan mengonstruksi model kepemimpinan Islam humanistik melalui studi implementasi nilai Rahmatan lil ‘Alamin dalam manajemen pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan menelaah buku-buku akademik terbitan sepuluh tahun terakhir serta artikel jurnal ilmiah lima tahun terakhir yang relevan dengan kepemimpinan Islam, humanisme, dan manajemen pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan Islam humanistik merupakan integrasi antara prinsip kepemimpinan Islam dan nilai-nilai humanistik universal yang menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam proses manajemen pendidikan. Nilai Rahmatan lil ‘Alamin terimplementasi melalui dimensi keadilan, kasih sayang, toleransi, dan tanggung jawab sosial yang secara signifikan membentuk pola kepemimpinan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Model kepemimpinan ini berkontribusi pada terciptanya iklim organisasi pendidikan yang kondusif, penguatan budaya kerja kolaboratif, serta peningkatan kualitas tata kelola lembaga pendidikan secara berkelanjutan. Temuan ini memperkuat argumentasi bahwa kepemimpinan berbasis nilai spiritual dan humanistik memiliki relevansi strategis dalam menjawab tantangan manajemen pendidikan modern. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan kepemimpinan pendidikan Islam serta menjadi rujukan konseptual dan praktis bagi pimpinan lembaga pendidikan dalam mengembangkan model kepemimpinan yang berorientasi pada nilai Rahmatan lil ‘Alamin.