Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

TREN KEPEMIMPINAN KOLABORATIF SEBAGAI SOLUSI ATAS KRISIS KEPERCAYAAN PUBLIK: PERUBAHAN TEORI DAN KONTROVERSI PRAKTIK DI LEMBAGA PENDIDIKAN Ahnaf Humam Aziziy; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/99q9wd54

Abstract

Krisis kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan menjadi fenomena global yang ditandai oleh melemahnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Model kepemimpinan tradisional yang bersifat hierarkis dan sentralistik dinilai tidak lagi mampu menjawab kompleksitas tuntutan tata kelola pendidikan di era keterbukaan informasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tren kepemimpinan kolaboratif sebagai alternatif strategis dalam merespons krisis kepercayaan publik, dengan menelaah perubahan paradigma teoretis serta kontroversi praktik implementasinya di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan menelaah buku akademik terbitan sepuluh tahun terakhir dan artikel jurnal ilmiah lima tahun terakhir yang relevan dengan kepemimpinan pendidikan, kolaborasi organisasi, dan tata kelola publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif menekankan distribusi otoritas, keterlibatan multipemangku kepentingan, serta pengambilan keputusan berbasis dialog dan konsensus. Secara teoretis, model ini merepresentasikan pergeseran dari paradigma kepemimpinan individual menuju kepemimpinan kolektif yang lebih demokratis dan partisipatif. Namun, dalam praktiknya, implementasi kepemimpinan kolaboratif di lembaga pendidikan masih menghadapi berbagai kontroversi, seperti resistensi budaya organisasi, ketimpangan relasi kuasa, serta lemahnya kapasitas kepemimpinan partisipatif. Meskipun demikian, kepemimpinan kolaboratif memiliki potensi signifikan dalam membangun kembali kepercayaan publik melalui penguatan transparansi, akuntabilitas, dan legitimasi kelembagaan. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya diskursus kepemimpinan pendidikan serta menjadi rujukan konseptual bagi pengelola lembaga pendidikan dalam merumuskan strategi kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi pada kepercayaan publik
KEPEMIMPINAN HIBRIDA PESANTREN: INTEGRASI KHARISMA KIAI DAN MANAJEMEN PARTISIPATIF DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI MILENIAL Muh. Dwi Ramandhani; Siti Aimah; Rois Mahmudi; Ana Kurnia Azhari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/z7e81104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan hibrida di pesantren yang mengintegrasikan kharisma kiai dengan sistem manajemen partisipatif dalam membentuk karakter santri milenial secara berkelanjutan. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus di Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan kiai, pengurus, asatidz, wali santri, dan santri. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan keabsahan data diverifikasi melalui triangulasi sumber, metode, dan pengamat. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pergeseran dari kepemimpinan sentralistik berbasis figur menuju model hibrida yang terdistribusi melalui peran middle-layer leaders. Desentralisasi keteladanan, penerapan ekosistem partisipatif, dan adaptasi komunikasi dialogis terbukti efektif dalam menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, dan resiliensi karakter santri. Studi ini memberikan kontribusi dengan menempatkan santri tidak hanya sebagai objek pembinaan, tetapi sebagai subjek aktif dalam ekosistem kepemimpinan, sehingga memperkuat efektivitas pendidikan karakter yang adaptif dan berkelanjutan di era kontemporer.
EROSI NILAI KEPEMIMPINAN SPRITUAL DI LINGKUNGAN KERJA DIGITAL DALAM TANTANGAN INTEGRITAS DAN KESEHATAN MENTAL Ana Restiana Dewi; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/hep7wc91

Abstract

Era digital telah membawa perubahan fundamental pada dinamika organisasi modern, termasuk cara individu berinteraksi, cara bekerja, serta pola kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kinerja organisasi. Namun, disrupsi digital juga mengikis nilai-nilai kepemimpinan spiritual yang selama ini diyakini mampu menguatkan integritas pemimpin dan kesejahteraan mental karyawan. Kepemimpinan spiritual menekankan dimensi transendental, seperti makna pekerjaan, empati, altruism, serta kesadaran moral dan spiritual yang mendalam, yang terbukti meningkatkan komitmen, produktivitas, sertamoral kerja dalam berbagai studi organisasi kontemporer. Di tengah dominasi teknologi digital, tekanan perubahan cepat dan ekspektasi hasil yang tinggi sering kali menyebabkan konflik nilai, ketidakseimbangan kerja–kehidupan, serta stres digital yang memengaruhi kesehatan mental pekerja. Secara paralel, nilai kepemimpinan spiritual yang seharusnya menjadi basis integritas pemimpin mengalami degradasi karena tekanan target, dominasi KPI, dan budaya kerja hiper-digital yang mendorong optimasi kuantitas di atas kualitas hubungan interpersonal. Fenomena ini berdampak pada meningkatnya tingkat burnout, tekno-stres, dan penurunan kepuasan kerja, yang memperlihatkan kebutuhan kuat akan model kepemimpinan yang mengintegrasikan dimensi spiritual, etika kerja, dan kesejahteraan psikologis. Artikel ini mengkaji bukti empiris hubungan antara kepemimpinan spiritual, integritas pemimpin, dan kesehatan mental di lingkungan kerja digital melalui kajian terhadap literatur jurnal dan buku teori kepemimpinan terkini. Rangkuman temuan menunjukkan bahwa menguatkan spiritualitas dalam gaya kepemimpinan dapat memperbaiki kualitas lingkungan kerja digital yang sehat secara psikologis serta meneguhkan integritas pemimpin sebagai fondasi keberlanjutan organisasi di era digital.
KIPRAH KIAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER AKHLAKUL KARIMAH DI PONDOK PESANTREN Mustofa; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/61ddnn28

Abstract

Artikel ini menganalisis kiprah strategis kiai sebagai figur sentral dalam pembentukan karakter akhlakul karimah santri di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur yang diperkaya dengan kerangka teoritis pendidikan pesantren dan kepemimpinan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi karakter santri berlangsung melalui tiga pilar utama, yaitu keteladanan (uswatun hasanah), internalisasi prinsip adab sebelum ilmu, serta sistem pengabdian (khidmah) yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari pesantren. Kiai berperan sebagai living curriculum yang memadukan otoritas keilmuan, spiritualitas, dan kepemimpinan karismatik dalam membentuk integritas moral santri. Di era disrupsi digital, kiai juga menjalankan fungsi strategis sebagai kurator kebenaran dengan menanamkan budaya tabayyun, literasi digital berbasis akhlak, serta penguatan riyadhah untuk merespons tantangan dekadensi moral, hoaks, dan hedonisme digital. Sinergi antara tradisi spiritual pesantren, kewibawaan kiai, dan kemampuan adaptasi terhadap modernitas menghasilkan santri berkarakter moderat, berintegritas, dan berdaya tahan tinggi sebagai modal sosial penting bagi pembangunan karakter bangsa.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM: STUDI KASUS TRANSFORMASI KURIKULUM MERDEKA DAN PEMBERDAYAAN SDM GURU DI SMAN 1 GAMBIRAN BANYUWANGI Muhammad Salman Alfarisi; Siti Aimah; Ana Kurnia Azhari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/gs59w233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kepemimpinan transformasional dalam perspektif Islam yang diterapkan oleh kepala sekolah SMAN 1 Gambiran Banyuwangi dalam mengelola transformasi Kurikulum Merdeka dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, berbasis pada analisis dokumen resmi sekolah, meliputi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), visi dan misi sekolah, struktur organisasi, serta dokumentasi kegiatan pengembangan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan transformasional yang selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti amanah, fathanah, syura, dan uswah hasanah, dalam mengarahkan perubahan kurikulum, membangun kolaborasi antar guru, melaksanakan supervisi akademik, serta menanamkan budaya kerja yang religius, partisipatif, dan profesional. Integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik kepemimpinan transformasional tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi dan motivasi guru, serta menciptakan budaya sekolah yang adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan kebijakan pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan model kepemimpinan pendidikan Islam yang relevan dengan konteks sekolah menengah di Indonesia.
MODEL KEPEMIMPINAN PROGRESIF: AKTUALISASI NILAI HUMANISME ISLAM DALAM TATA KELOLA PENDIDIKAN MODERN Bisri Mustofa; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/rrhzh961

Abstract

Perkembangan pendidikan modern di tengah arus globalisasi, digitalisasi, dan kompetisi institusional yang semakin ketat menuntut hadirnya model kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada efektivitas manajerial, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas. Dalam konteks ini, kepemimpinan pendidikan menghadapi berbagai tantangan krusial, seperti degradasi nilai humanistik, melemahnya relasi etis antaraktor pendidikan, serta kecenderungan praktik tata kelola yang bersifat teknokratis dan pragmatis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis sekaligus mengonstruksi Model Kepemimpinan Progresif melalui aktualisasi nilai-nilai Humanisme Islam dalam tata kelola pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, melalui analisis kritis terhadap buku akademik, artikel jurnal bereputasi, serta sumber-sumber ilmiah yang relevan dengan tema kepemimpinan, humanisme Islam, dan manajemen pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan progresif dalam perspektif Islam merupakan sintesis antara orientasi kemajuan (at-taqaddum), inovasi berkelanjutan, dan nilai humanistik yang menempatkan manusia sebagai subjek utama pembangunan pendidikan dan peradaban. Aktualisasi nilai Humanisme Islam tercermin dalam praktik tata kelola pendidikan yang menekankan prinsip keadilan, amanah, transparansi, akuntabilitas, partisipasi, serta empati terhadap seluruh pemangku kepentingan. Model kepemimpinan ini tidak hanya mampu meningkatkan efektivitas organisasi pendidikan, tetapi juga memperkuat budaya kerja kolaboratif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi manusia secara holistik. Dengan demikian, Model Kepemimpinan Progresif berbasis Humanisme Islam menawarkan kerangka konseptual yang relevan dan kontekstual bagi pengembangan tata kelola pendidikan modern yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan zaman, serta berlandaskan nilai-nilai etis dan kemanusiaan.
KEPEMIMPINAN ISLAM DI TENGAH KONTROVERSI POLITIK DAN PERUBAHAN ZAMAN: TREN KEPEMIMPINAN ETIS, KONDISI DARURAT SOSIAL, DAN SOLUSI NILAI KEPEMIMPINAN NABI Imam Mahfudli; Siti Aimah; Ana Kurnia Azhari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/km055e72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Islam di tengah kontroversi politik dan perubahan zaman dengan menelaah tren kepemimpinan etis, kondisi darurat sosial, serta merumuskan nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai solusi kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Puncak Banyuwangi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, studi dokumentasi, dan analisis audio terhadap data wawancara. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, metode, dan pengamat untuk menjamin kredibilitas dan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma kepemimpinan Islam dari legitimasi simbolik menuju legitimasi etis dan moral, munculnya kondisi darurat sosial akibat rendahnya internalisasi nilai kepemimpinan profetik, serta relevansi nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai solusi kepemimpinan modern yang etis, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Kontribusi penelitian ini bersifat akademik dan praktis, yaitu memperkuat kerangka konseptual kepemimpinan Islam yang integratif dan aplikatif serta menjadi rujukan etis bagi pemimpin Muslim dalam menghadapi tantangan kepemimpinan kontemporer
KEPEMIMPINAN DIGITAL DALAM SITUASI DARURAT: KONTROVERSI ADAPTASI PEMIMPIN TRADISIONAL TERHADAP PERUBAHAN DAN TREN TEKNOLOGI SEBAGAI SOLUSI ORGANISASI M. Kamal Pasha; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/6n7yh335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kepemimpinan digital dalam situasi darurat dengan fokus pada kontroversi adaptasi pemimpin tradisional terhadap perubahan dan tren teknologi sebagai solusi organisasi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dokumentasi, dan analisis audio. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi/penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin tradisional mengalami resistensi terhadap perubahan digital, digitalisasi menjadi solusi praktis dalam situasi krisis, serta terdapat kesulitan transisi dari pola komunikasi hierarkis menuju model kolaboratif digital. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai kepemimpinan digital dalam konteks darurat, sekaligus menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya merupakan proses teknis tetapi juga transformasi budaya, paradigma kepemimpinan, dan sistem komunikasi organisasi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi adaptasi digital yang lebih responsif dan kontekstual.
Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Nilai Kepesantrenan dalam Lembaga Pendidikan: Penguatan Profesionalisme dan Keberlanjutan Kinerja Akademik Minanulloh Muhtadi; Siti Aimah
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v4i1.1796

Abstract

This study aims to analyze human resource management (HRM) based on Islamic boarding school values ​​in strengthening educator professionalism and sustaining academic performance at MA Al-Amiriyyah Blokagung. The study focuses on the process of internalizing Islamic boarding school values ​​in HRM policies and practices and their implications for educator professionalism and the sustainability of the institution's academic quality. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data collection was conducted through in-depth interviews with madrasah leaders and educators, observations of institutional practices, and documentation studies of policies and human resource development programs. Data analysis was conducted thematically through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that Islamic boarding school values ​​such as sincerity, service, discipline, exemplary behavior, and moral responsibility have been internalized normatively and practically in HRM policies, particularly in aspects of human resource planning, recruitment, coaching, and evaluation of educator performance. These values ​​shape educator professionalism that is not only based on pedagogical competence, but also an ethos of devotion and moral integrity. The human resource development and coaching system contributes to maintaining work motivation and consistent academic performance among educators. However, the internalization of Islamic boarding school values ​​still tends to be cultural and person-centered, and has not been fully institutionalized in written policies, standard procedures, and long-term strategic planning. Therefore, its sustainability remains dependent on leadership figures. The implications of this research emphasize the importance of strengthening the institutionalization of Islamic boarding school value-based human resource management (HRM) through formal policies, a sustainable human resource development system, and systematic managerial governance to ensure the sustainable maintenance of educator professionalism and the institution's academic performance.
The Agile Management Paradigm in Quality-Based Curriculum Development in Integrated Islamic Schools Kholil Bisyri; Siti Aimah
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i1.1785

Abstract

The purpose of this study is to examine the application of the Agile Management paradigm in quality-based curriculum development, with particular attention to how adaptive, collaborative, and iterative principles enhance curriculum relevance and educational quality holistically. This study employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, and document analysis involving key educational stakeholders, and were analyzed thematically through open, axial, and selective coding. The findings indicate that Agile Management contributes significantly to curriculum flexibility, stakeholder engagement, and continuous improvement. Adaptive practices enable curriculum adjustments aligned with students’ needs, collaborative processes strengthen shared ownership among stakeholders, and iterative cycles support ongoing refinement and integration of learning innovations. These results demonstrate that Agile-based curriculum management fosters a responsive and sustainable educational framework. The study implies that integrating Agile Management principles into curriculum governance can strengthen quality assurance systems, support contextualized learning, and enhance institutional capacity for continuous improvement in integrated Islamic education.