Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Efektivitas Adsorben Alofan-Kelor dalam Pengurangan Bakteri Coliform dan Escherichia Coli Limbah Cair Domestik Rois, Ibnu; Pranoto, P
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.257 KB)

Abstract

Limbah cair domestik dari instalasi pengolahan air limbah tidak dilakukan desinfeksi. Limbah cair ini mengandung ekskreta, sehingga terdapat bakteri Coliform dan Escherichia Coli yang dapat mencemari lingkungan dan sumber air bersih yang digunakan masyarakat. Teknologi sederhana untuk mengurangi pencemaran bakteri Coliform dan E. Coli dilakukan dengan adsorben Alofan dan biji kelor. Alofan merupakan bagian dari mineral amorf Andisols yang dapat mengalami peningkatan pH setelah bereaksi (menyerap) asam humat maupun asam silikat. Biji kelor memiliki senyawa 4-(α-L-Rhamnosyloxy) benzyl isothiocyanate dan 4-(4’-O-acetyl-α-L-rhamnosyloxy)-benzyl isothiocyanate. Selain itu biji kelor juga mengandung fenol, hidrokuinin, flavonoid steroid, triterpenoid, tanin alkaloid dan saponin yang merupakan bahan aktif anti bakteri. Karakteristik alofan dilakukan dengan metode analisis NaF, FT-IR, XRD dan SAA. Hasil kolaborasi adsorben alofan-kelor (perbandingan alofan 25% dengan kelor 75%) dapat menurunkan bakteri Coliform sebanyak 70,11% dan E. Coli sebanyak 67,64%. Sedangkan adsorben alofan dapat menurunkan bakteri Coliform sebanyak 60,93% dan E. Coli sebanyak 44,11%, serta biji kelor dapat menurunkan bakteri Coliform sebanyak 77,29% dan E. Coli sebanyak 70,58%. Berdasarkan hasil ini maka untuk menurunkan bakteri Coliform dan E. Coli pada limbah cair domestik dapat menggunakan adsorben biji kelor.
Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pembuatan Komposter Di Dusun Randubelang, Bangunharjo Fauzana, Fiony; Taskiah, Lissaumi; Ryan F, Muhamad; Shufa Hidayah, Muha; Muhja, Naila Mauhibatul; Rois, Ibnu; Kasjono, Heru Subaris
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v3i1.176

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini sedang mengalami situasi darurat sampah yang disebabkan karena ditutupnya Tempat Pembuagan Sampah Terpadu (TPSP) Piyungan, Bantul akibat sudah tidak mampu menampung lagi tumpukan sampah. Belum adanya kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah secara mandiri menjadikan masyarakat sangat bergantung pada TPST Piyungan untuk membuang sampah rumah tangga. Darurat sampah berpotensi menyebabkan masalah kesehatan lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat.Upaya pemberdayaan masyarakat tentang pengolahan sampah bertujuan memicu kesadaran, kemauan, potensi, dan kemampuan masyarakat. Langkah pemberdayaan terdiri dari kegiatan pemapaparn masalah kesehatan, Community Self Survey (CSS), pelatihan kader, dan desiminasi kader. Pemberdayaan dilakukan dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan pemilahan sampah dan pembuatan kompos dari embert bekas. Hasil dari pemberdayaan masyarakat menunjukan bahwa kader kesehatan dapat melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat. Sejalan dengan hasil kegiatan, upaya pemberdayaan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk mengolah sampah secara mandiri dimulai dari tingkat rumah tangga.
Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pembuatan Biopori Media Galon Di Padukuhan Widoro, Bangunharjo Sisgasari, Nabila Anugrah; Tullazulfa, Fadila; Sari, Devi Ayu Prima; Salsabilla, Lusy Loria Stefani; ‘Aisy, Rona Rohadatul; Kasjono, Heru Subaris; Rois, Ibnu
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v3i1.185

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya meningkatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki masyarakat sehingga masyarakat dapat mewujudkan jati diri harkat dan martabatnya secara maksimal untuk bertahan dan mengembangkan diri secara mandiri baik di bidang ekonomi, sosial, agama dan budaya. Kondisi persampahan di Yogyakarta memasuki tingkat darurat sampah. Sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan, banyaknya sampah yang tertumpuk dapat dikurangi dengan membuat biopori. Biopori merupakan ruang atau pori dalam tanah, bentuk biopori menyerupai liang dan bercabang-cabang sehingga sangat efektif dalam menyalurkan air dan udara ke dan di dalam tanah. Pembuatan biopori sisa sampah organik dipilih untuk pemberdayaan masyarakat melalui hasil diskusi prioritas masalah tertinggi oleh warga Dukuh Widoro. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat mengetahui cara menangani masalah darurat sampah. Kegiatan ini menggunakan metode yang terdiri dari Community Self Survey (CSS), pelatihan kader dan diseminasi kader. Dalam kegiatan ini mahasiswa sebagai fasilitator memberikan pelatihan kepada kader sehingga kader dapat menyampaikan mengenai biopori kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat
Intervensi Booklet Bermarkah terhadap Peningkatan Perilaku Pencegahan Leptospirosis pada Ibu Rumah Tangga Nurmalytasari, Na'wa; Kasjono, Heru Subaris; Rois, Ibnu; Sugianto, Sugianto
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptospirosis remains a public health concern in Indonesia, including in Bantul Regency. Data from Sewon I Public Health Center (Puskesmas) indicate a high incidence of cases, particularly among housewives who are considered a high-risk group. Effective education is essential to improve leptospirosis prevention behavior. This study aimed to determine the effect of a marked booklet as an innovative health education medium on improving knowledge, attitudes, and preventive actions against leptospirosis among housewives. The study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group approach. A total of 60 respondents were divided into two groups, namely the experimental group, which received education using the marked booklet, and the control group, which received education through lectures. Instruments used included questionnaires and checklists. The results showed no significant differences in baseline characteristics between the two groups (p > 0.05). After the intervention, the experimental group showed significant improvements in knowledge (100% in the good category), attitude (increased to 70% in the good category), and preventive action (100% in the good category), with p-values < 0.05. In conclusion, the marked booklet was effective in improving leptospirosis prevention behavior and is recommended as an effective educational medium. Keywords : Marked Booklet, Health Education, Leptospirosis Prevention
Pengaruh Variasi Ukuran Media Arang Aktif Cangkang Kelapa Sawit terhadap Penurunan Kadar Besi dan Kekeruhan pada Air Sumur Sani, Fajar Mavira; Haryono, Haryono; Rois, Ibnu; Mulyaningsih, Tri
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 6 No 02 (2025): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water is a fundamental necessity for human life and is required to comply with both quality and quantity standards. Excessive iron (Fe) content and turbidity can negatively impact life. An alternative effort to reduce Fe and turbidity levels exceeding quality standards is filtration using palm shell activated carbon. This study aims to investigate the effect of varying particle sizes of activated carbon made from oil palm shell on the reduction of iron (Fe) content and turbidity in well water. This study employed a quasi-experimental design with a Pre-Test – Post-Test Without Control Group. The research object was well, located in Ngumbul, Tamanan, Bantul. Three variations of palm shell activated carbon media were used: Filter A: 1 cm, Filter B: 0.5 cm, Filter C: 0.2 cm, each with three repetitions per variation, which was then followed by inferential analysis. Descriptive analysis showed reductions in Fe and turbidity as follows: Filter A – Fe 1.22 mg/L and turbidity 43.97 NTU, Filter B – Fe 1.15 mg/L and turbidity 38.22 NTU, Filter C – Fe 1.27 mg/L and turbidity 43.97 NTU. The result of the One-Way ANOVA test showed that there was no significant effect of the variation in the particle size of activated carbon made from oil palm shell on the reduction of iron content and turbidity. Palm shell activated carbon is effective in reducing iron (Fe) content and turbidity in well water.
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Kepada Kader Kesehatan di Desa Sambungrejo, Grabag, Magelang Nurkhasanah, Eny; Diantoro, Lukman Heru; Haryantin, Nada Shafa Nur; Suwerda, Bambang; Haryono, Haryono; Ganefati, Sri Puji; Rois, Ibnu
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3199

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi permasalahan utama di Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Berdasarkan hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) pada 16 Juni 2025, diketahui bahwa 50% warga masih membakar sampah dan 36% lainnya membuangnya ke sungai. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah yang ramah lingkungan masih rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan yang diikuti oleh 18 kader kesehatan. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi, disertai evaluasi melalui pretest dan post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,001), yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan setelah penyuluhan. Materi yang diberikan mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos, serta pengelolaan melalui bank sampah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan untuk menjadi role model dalam penerapan pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan.
Edukasi Rumah Sehat melalui SKK Krida Bina Lingkungan Sehat bagi Anggota SBH Kapanewon Bambanglipuro Kurnia, Selvia Tri; Pangarsa, Darum Sidiq Setya; Nadifa, Afrizal Safrin; Rois, Ibnu; Astuti, Yunita Dwi; Astuti, Ambarwati Widadaning
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v8i1.1067

Abstract

A healthy home is a living environment that supports occupants’ health through clean surroundings, adequate ventilation and lighting, and proper sanitation. In contrast, unhealthy housing conditions often fail to meet health standards and may increase the risk of environment-related diseases. One effort to address this issue is through the role of Saka Bakti Husada as a form of Community-Based Health Effort that focuses on improving health knowledge and awareness. This community service activity aimed to measure the level of knowledge of Saka Bakti Husada members regarding the concept of a healthy home after a socialization program conducted at SMA Negeri 1 Bambanglipuro. The activity was implemented using an educational approach through counseling methods, accompanied by knowledge assessment using pre-test and post-test. The evaluation involved 20 respondents out of a total of 33 participants. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with an average pre-test score of 11.80 and a post-test score of 18.25 (p < 0.05). These findings indicate that the socialization activity was effective in increasing participants’ understanding of the healthy home concept. Therefore, schools are encouraged to strengthen the guidance of Saka Bakti Husada by integrating this activity into regular scouting programs, with support from community health centers in providing educational materials and technical assistance in environmental health.
Co-Authors Adzani, Vinda Mefa Agus Kharmayana Rubaya Alfran, Muhammad Novian Amalia Hapsari, Citra Ananda, Dilla Sekar Andani, Maulina Dwi Anisatur, Rifka Anzukri, Syafira Karin Arif, Wahyu Ahmad Astrinadia, Dena Astuti, Ambarwati Widadaning Astuti, Yunita Dwi Azillia Prameswara, Kirana Noor Bambang Suwerda, Bambang Cahyani, Latifa Dian Chasanah, Munifatul Choirul Amri Daffa, Muhammad Dany, Muhammad Daffa De Yarist, Fhilomena Grace Desta, Nabila Dewanti, Feby Sukma Diantoro, Lukman Heru Dimasadra, Waldana Dwi, Dela Dwisukmana, Ismy Putri Fauzana, Fiony Fitria, Adinda Yolan Haryantin, Nada Shafa Nur Haryono Haryono Herman Santjoko, Herman Heru Subaris Kasjono, Heru Subaris Istighfaroh, Annisa Setyaji K, Heru Subaris Kamila, Salsabila Syifa Kurnia, Selvia Tri Kurniani, Icha Intan Larasati, Yolanda Lucky Herawati Maghfiroh, Dessy Lailatul Mareta, Melinda Ayu Maulinda Rahmawati Muhja, Naila Mauhibatul Mukarromah, Fitri Isti 'Anatul Murti, Aliya Nugrafitra Mutiara, Tintin N. Putri, Ajeng Ramadanti Nadifa, Afrizal Safrin Narto Narto, Narto Nugraha, Cahyani Puspita Nugraheni, Ratih Mutiara Nurkhasanah, Eny Nurmalytasari, Na'wa Palaastita, Nurma Febriani Pangarsa, Darum Sidiq Setya Permata Putri, Bunga Arya Pranoto, P Pratama, Fauzan Pratama, Ibnu Aldi Pratiwi, Elsa Ena Rahmasari, Anindya ramadhani, fadhila veby Rizki Amalia Rosadianty, Debriela Salvarina Ryan F, Muhamad Safitri, Alysa Nazwa Salsabilla, Lusy Loria Stefani Sani, Fajar Mavira Sari, Devi Ayu Prima Shufa Hidayah, Muha Sisgasari, Nabila Anugrah Siti Hani Istiqomah Sri Muryani, Sri Sri Puji Ganefati Sugianto Sugianto Taskiah, Lissaumi Tri Mulyaningsih Tullazulfa, Fadila Umami, Lutfa Yamtana Yamtana, Yamtana Yuniati, Walim Regita ‘Aisy, Rona Rohadatul