Claim Missing Document
Check
Articles

Permukiman Kumuh Di Kota Makassar: Sebuah Tinjauan Sosiologis Ulfa Utami Mappe; Umy Qalzum Hafid; Riri Amandaria
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 No.1 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v4i1.85555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permukiman kumuh di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan denga mencari data yang telah terdokumentasi terkait pemukiman kumuh di Kota Makassar. Analisis data dilakukan melalui tahap; reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat miskin di Kota Makassar masih tinggal di permukiman kumuh. Data dianalisis dengan teori kemiskinan John Friedman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persoalan utama yang perlu diselesaikan berkaitan dengan permukiman kumuh di Kota Makassar adalah kemiskinan. Akses yang setara pada basis kekuatan sosial merupakan cara untuk menyelesaikan fenomena kemiskinan ini. Karena ketika secara masyarakat dapat mengakses basis kekuatan sosial secara merata, maka kemiskinan dapat menurun dan masyarakat miskin dapat meningkatkan taraf hidupnya. Dengan begitu, kemungkinan meluasnya permukiman kumuh pun semakin kecil.
Pemberdayaan Kelompok Nelayan: Optimalisasi Modal Sosial dan Penerapan Teknologi Penangkapan Ikan di Pulau Barrang Lompo Idham Irwansyah Idrus; Ulfa Utami Mappe; Muhammad Alkhahfi Akhmad; Arisnawawi Arisnawawi; Sunaniah Sunaniah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26292

Abstract

ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan nelayan di Pulau Barrang Lompo, utamanya pada Kelompok Nelayan Sipakainga, melalui optimalisasi modal sosial dan integrasi kearifan lokal dengan teknologi penangkapan ikan modern, khususnya penggunaan alat fish finder. Topik ini dipilih karena modal sosial yang dimiliki belum dikembangkan sebagai kekuatan untuk peningkatan kesejahteraan, juga pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan dengan pendekatan yang berkelanjutan. Metode pengabdian meliputi sosialisasi berupa penyuluhan mengenai modal sosial, penangkapan ikan berbasis kearifan lokal dan pelatihan langsung penggunaan teknologi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 55% dan keterampilan berupa implementasi strategi mengoptimalkan modal sosial menjadi modal ekonomi, serta kemampuan mengintegrasikan kearifan lokal dengan penggunaan teknologi fish finder dalam upaya penangkapan ikan.  Temuan ini menegaskan bahwa penggabungan pendekatan tradisional dan modern dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan secara signifikan dan mendukung pengelolaan sumber daya laut yang lestari. Kata Kunci: Modal Sosial, Modal Ekonomi, Kearifan Lokal, Teknologi, Fish Finder.  ABSTRACT This community service focuses on empowering fishermen on Barrang Lompo Island, particularly the Sipakainga Fishermen Group, through the optimization of social capital and the integration of local wisdom with modern fishing technology, especially the use of fish finder devices. This topic was chosen because the existing social capital has not been fully developed as a strength for improving welfare, as well as the importance of preserving marine resources while increasing fishermen's productivity through a sustainable approach. The methodology includes outreach in the form of socialization about social capital, fishing based on local wisdom, and hands-on training in using the technology. The results show a 55% increase in knowledge and skills, including the implementation of strategies to optimize social capital into economic capital and the ability to integrate local wisdom with the use of fish finder technology in fishing efforts. These findings confirm that combining traditional and modern approaches can significantly improve fishermen's welfare and support sustainable marine resource management. Keywords: Social Capital, Economic Capital, Local Wisdom, Technology, Fish Finder.
PENGEMBANGAN DASAWISMA MELALUI PENGOLAHAN HASIL LAUT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA NELAYAN PULAU BARRANG LOMPO Idham Irwansyah Idrus; Agus Syam; Haerani Haerani; Ulfa Utami Mappe; Sunaniah Sunaniah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37177

Abstract

Abstrak: Ketahanan keluarga berkaitan langsung dengan permasalahan sosial kemasyarakatan di sebuah wilayah, termasuk di Pulau Barrang Lompo yang dihadapkan dengan tingginya angka prevalensi stunting serta permasalahan lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah setempat, yaitu melalui kelompok Dasawisma. Kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Dasawisma Sukun 04 dalam pengolahan hasil laut, utamanya Ikan Layang (Decapterus Spp) yang umumnya mudah diperoleh, namun memiliki kadar gizi, protein, nutrisi dan Omega-3 yang tinggi. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode pemberdayaan yang melibatkan 11 orang anggota mitra, melalui sosialisasi berupa penyuluhan potensi gizi dan potensi ekonomi Ikan Layang, serta pelatihan pengolahan Ikan Layang menjadi Abon Ikan, Bakso Ikan dan Nugget Ikan menggunakan alat-teknologi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 39%, serta meningkatnya keterampilan, mulai dari tahap dressing hingga pengemasan. Bahkan dalam tahap pendampingan setelah pelatihan, mitra sudah mampu memproduksi dan memasarkan produk olahan Ikan Layang meskipun masih dalam skala kecil. Hasil PKM menunjukkan bahwa, kelompok masyarakat marginal, dalam hal ini perempuan nelayan, memiliki potensi untuk terus berkembang dan berperan serta dalam pembangunan, melalui keterlibatan dalam kelompok sosial mereka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan akhirnya meningkatkan ketahanan keluarga.Abstract: Family resilience is directly related to social community issues in a region, including in Pulau Barrang Lompo, which faces high stunting prevalence rates and other problems. One of the local government's efforts is through the Dasawisma group. This PKM (Community Partnership Program) activity aims to enhance the knowledge and skills of Dasawisma Sukun 04 in processing marine products, primarily Layang Fish (Decapterus spp.), which is generally easy to obtain but has high levels of nutrition, protein, nutrients, and Omega-3. The mentoring activity is conducted using an empowerment method involving 11 partner members, through socialization in the form of counseling on the nutritional and economic potential of Layang Fish, as well as training on processing Layang Fish into fish floss (abon ikan), fish balls (bakso ikan), and fish nuggets using tools and technology. The mentoring results show a 39% increase in partners' knowledge, along with improved skills from the dressing stage to packaging. Even in the post-training mentoring phase, partners are already capable of producing and marketing Layang Fish processed products, albeit on a small scale. The PKM results indicate that marginal community groups, in this case, fisherwomen, have the potential to continue developing and participating in development; through involvement in their social groups, they can improve family welfare and ultimately strengthen family resilience.