Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN MODUL EDUKASI TENTANG PERAWATAN LUKA MODERN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA DI AKPER KESDAM ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE Phonna, Liza; Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.173

Abstract

Perawatan luka modern merupakan pendekatan berbasis bukti yang menekankan prinsip moist wound healing untuk mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi risiko infeksi, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Namun, penerapan konsep ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang perawatan luka modern. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir Program Diploma III Keperawatan di salah satu institusi pendidikan keperawatan di Lhokseumawe, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang dikembangkan berdasarkan teori Knowledge, Attitude, and Practice (KAP), meliputi 20 item pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (63,3%), sedangkan kategori cukup sebesar 30%, dan kurang sebesar 6,7%. Faktor yang paling memengaruhi tingkat pengetahuan adalah pengalaman praktik klinik dan paparan edukasi tentang perawatan luka modern. Hasil ini mengindikasikan bahwa pembelajaran dan praktik klinik yang berfokus pada evidence-based wound care mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Peneliti merekomendasikan agar materi tentang perawatan luka modern diperkuat dalam kurikulum keperawatan serta disertai pelatihan praktik langsung menggunakan berbagai jenis balutan modern. Dengan demikian, mahasiswa keperawatan diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing dalam memberikan asuhan keperawatan luka yang aman, efektif, dan sesuai standar internasional.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PASIR KINETIK (KINETIC SAND) TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH Roslaini; Suriani, Suriani; Phonna, Liza
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.177

Abstract

Perkembangan motorik halus Adalah bertambahnya kemampuan atas koordinasi yang melibatkan otot-otot kecil yang dipengaruhi oleh kematangan fungsi motorik, fungsi pengliahatan, dan kecerdasan nonverbal. Keterlambatan perkembangan mototrik halus pada anak patut ditrliti karena berdampak negative serta mempengaruhi aspek perkembangan lainnya. Tujuan penelitian ini Adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain pasir kinetic terhadap perkembangan motorik halus anak pra sekolah usia 3-4 tahun di TK Ar Rahman  dan TK Cut Mutia. Penelitian ini menggunakan desain Pre_Eksperiment two group pretes posstes with control group desain. Tehnik sampling menggunakan Tehnik total sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh populasi anak prasekolahpada TK Ar Rahman usia 3-4 tahun TK Ar-rahman sebanayk 18 anak dan TK Cut Mutia  sebanyak 18 anak. Hasil penelitian pemberian terapi ini dapat diketahui sebelum dilakukan terapi bermain pasir kinetic pada TK Ar Rahman  yaitu 5 anaak normal  pada sedangkan TK Cut Mutia yaitu 10 anak normal. Sesudah diberikan terapi bermain pasir kinetic pada TK Ar Rahman yaitu 16 anak normal sedangkan pada TK Cut Mutia yaitu 17 anak normal. Hasil uji statistic menggunakan uji Wilcoxon dengan menunjukkan ada pengaruh terapi bermain pasir kinetic sebelum diberikan terapi dan sesudah diberikan terapi dengan p-value 0,01<0,005 pada TK Ar Rahman dan p-value 0,003 <0,05 pada TK Cut Mutia dengan adanya terapi bermain pasir kinetic yaitu menggenggam, mencetak, menjumput, menekan dan meremas didapatkan pengaruh berupa peningkatan perkembangan motorik halus anak prasekolah. Maka dari itu, pasir kinetic dapat dijadikan terapi untuk meningkatkan perkembangan mototrik halus anak prasekolah.
Exploring Nuances of EFL Student Engagement in Game-Based English Learning: A Qualitative Case Study Israfil, Muhammad; Roslaini
SALEE: Study of Applied Linguistics and English Education Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/salee.v6i2.2073

Abstract

English language learning plays an important role in developing EFL students' competencies in the era of globalization, yet low student engagement remains a major challenge due to monotonous learning methods. This study aims to investigate how Game-Based Learning (GBL) enhances students' engagement as well as explore their experiences during the learning process. Using thematic analysis, the findings show that GBL encourages behavioural engagement through active participation, collaboration, and adherence to game rules; emotional engagement through fun, enthusiasm in group learning, and excitement during competition; and cognitive engagement through increased curiosity, use of strategies, and reflection on self-development. The implications of this study suggest that teachers need to integrate game elements that support peer teaching, emotional safety and strategic thinking - such as time-based group games or language puzzles - tailored to students' ability levels to create more inclusive, fun and meaningful learning.
HUBUNGAN KEPATUHAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Junaedy; Suriani; Roslaini; br Karo, Dina Andriani; Fatmawati
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 5 No 1 (2026): EDISI APRIL 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v5i1.227

Abstract

Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus tipe 2) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas akibat komplikasi kronis. Di Indonesia, prevalensi Diabetes Mellitus tipe 2 dilaporkan mencapai 11,7% pada tahun 2023. Di Kabupaten Aceh Utara, pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 masih menjadi tantangan, terutama akibat rendahnya kepatuhan terhadap pola makan sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di desa bukit hagu Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai pola makan dan aktivitas fisik, serta observasi kadar gula darah sewaktu (Gula Darah Sewaktu). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik variabel penelitian dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak patuh terhadap diet memiliki risiko 3,1 kali lebih besar mengalami hiperglikemia dibandingkan responden yang patuh terhadap diet. Selain itu, aktivitas fisik rutin terbukti memiliki hubungan signifikan dengan pengendalian kadar Gula Darah Sewaktu <200 mg/dL dengan nilai p=0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan dan aktivitas fisik berperan penting dalam pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan pengendalian kadar gula darah. Modifikasi gaya hidup mandiri melalui kepatuhan diet dan aktivitas fisik teratur perlu diperkuat sebagai strategi utama dalam manajemen Diabetes Mellitus tipe 2 di desa bukit hagu Kabupaten Aceh Utara.