Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Formulasi sediaan sabun padat ekstrak Wuru Ketek (Myrica javanica Reinw. ex Bl) dengan basis minyak nabati dan minyak hewani Ardiyansyah, Muhamad; Adrianto, Dimas; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1611

Abstract

Tanaman Wuru Ketek (Myrica javanica reinw. ex. Bl) berpotensi menghambat Pertumbuhan bakteri serta dapat digunakan untuk pembuatan beberapa sediaan Untuk kehidupan sehari-hari, salah satunya sediaan sabun padat. Tujuan penelitian Ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan sabun padat Ekstrak Wuru Ketek (Myrica Javanica Reinw. ex. Bl.) menggunakan metode eksperimental dengan Desain trial. F0 tidak mengandung Ekstrak Wuru Ketek, sedangkan F1, F2, dan F3 Masing-masing mengandung Ekstrak Wuru Ketek sebesar 5%, 7,5%, dan 10% serta Melakukan uji skrining dan evaluasi fisik sediaan sabun padat yang mencakup uji Organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji stabilitas busa, dan uji aktivitas Antibakteri. Formulasi tersebut menunjukan bahwa tidak terjadi perubahan Organoleptik dan homogenitas, serta memenuhi standar pH 9-11 dan tinggi busa 1,3 Cm – 22 cm serta hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh hasil diameter zona hambat 5 – 19 mm (sedang) hingga ≥20 mm (sangat kuat) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Identifikasi senyawa Asam Askorbat dan evaluasi formulasi sediaan Sheet Mask sari buah jambu biji merah (Psidium Guajava Var. Pomifera) Handayani, Yulin Tristi; Adrianto, Dimas; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i5.1722

Abstract

Perawatan kulit wajah dengan menggunakan kosmetik khususnya masker wajah, salah satunya jenis masker yang populer saat ini adalah masker sheet. Masker sheet semakin populer karena kemampuannya dalam menyalurkan bahan aktif dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan asam askorbat dalam sari buah jambu biji merah (Psidium guajava var. pomifera) serta mengevaluasi stabilitas masker sheet berbahan aktif sari buah tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menguji empat formulasi (F0–F3) secara organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas pada suhu ruang, dingin, dan hangat selama 4 minggu. Hasil menunjukkan bahwa sari jambu biji merah mengandung asam askorbat, dan formula F3 paling stabil pada suhu ruang dan dingin, dengan viskositas (230-1,150 cPs) dan pH (4,5-8,0) sesuai standar SNI. Kesimpulannya, sari buah jambu biji merah berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam sheet mask, dengan penyimpanan suhu rendah untuk menjaga kestabilan.
Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik di wilayah Kober Kecil Kecamatan Jatinegara Kota Jakarta Timur Shafira, Intan; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1752

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, terutama di negara –negara berkembang. Penggunaan antibiotik Secara self-medication pada masyarakat Kober Kecil masih banyak ditemukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Berdasarkan hasil analisis dari 35 responden mayoritas berusia 36-45 tahun (22,71%), pendidikan SMA/ SMK sederajat (71,43%), dan Bekerja sebagai ibu rumah tangga (40%). Tingkat Pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik berada pada kategori cukup dengan hasil nilai rata-rata 59,28%. Hasil ini menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan mengenai antibiotik untuk mencegah resistensi bakteri.
Evaluasi penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika di instalasi farmasi rumah sakit x Tangerang Rahmawati, Selly; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1764

Abstract

Latar Belakang : Penyimpanan obat narkotika dan psikotropika wajib dilakukan secara terpisah dalam lemari khusus untuk menghindari pencampuran serta mencegah penyalahgunaan. Pelaporannya harus dilakukan setiap bulan melalui sistem elektronik kepada Kementerian Kesehatan, sesuai regulasi yang berlaku. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Hermina Tangerang. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif observasional, melalui observasi prospektif untuk penyimpanan dan analisis retrospektif untuk pelaporan. Kesimpulan : Hasil menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penyimpanan sebesar 79% (kategori baik) sesuai Peraturan BPOM No. 24 Tahun 2021, sementara pelaporan mencapai 97% (kategori sangat baik) sesuai Permenkes No. 5 Tahun 2023. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Hermina Tangerang telah berjalan sesuai ketentuan,namun peningkatan mutu penyimpanan tetap perlu dilakukan.
Tingkat kepuasan pasien terhadap waktu tunggu di poli anak eksekutif rumah sakit x Jatinegara Febrian, Amzah; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1773

Abstract

Kepuasan pasien merupakan respons emosional terhadap kualitas layanan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap waktu tunggu di poli anak eksekutif Rumah Sakit X Jatinegara, berdasarkan lima dimensi kepuasan yaitu berwujud (Tangible), dimensi kehandalan (Reliability), dimensi daya tanggap (Responsiveness), dimensi jaminan (Assurance), dan dimensi empati (Empathy). Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang berupa kuesioner berdasarkan penelitian prospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi yaitu dimensi berwujud (tangible) sebesar  78,8% kategori puas, dimensi kehandalan (Realibility) sebesar 68,8% kategori puas, dimensi daya tanggap (Responsiveness) sebesar 72% kategori puas, dimensi jaminan (Assurance) 79,4% kategori puas, dimensi empati (Empathy) sebesar  73,2% kategori puas.  
Perbandingan aktivitas antibakteri Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Staphylococcus aureus menggunakan dua pelarut Prianti, Rahmania; Arianti, Varda; Fakhriah, Amalina; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1786

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu penyebab infeksi paling umum. Infeksi akibat S. aureus menjadi tantangan kesehatan serius, terutama karena meningkatnya resistensi terhadap antibiotik. Oleh karena itu, eksplorasi bahan alam sebagai agen antibakteri alternatif sangat diperlukan. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun salam (Syzygium polyanthum), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antibakteri ekstrak daun salam dengan dua pelarut (etanol 96% dan aquadest) terhadap S.aureus. Uji dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak (80%, 60%, 40%, 20%), serta klindamisin 0,1% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% menghasilkan zona hambat rentang rata-rata sebesar 5,830,87 mm s.d. 10,661,12 mm, sedangkan ekstrak aquadest menghasilkan zona hambat 5,150,07 mm s.d. 10,610,97 mm. Meskipun tidak menunjukkan hubungan linier terhadap konsentrasi, kedua ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Dengan demikian, daun salam berpotensi dikembangkan sebagai sumber agen antibakteri alami untuk mengatasi resistensi antibiotik.
Uji aktivitas antibakteri sediaan masker bubuk ekstrak etanol Daun Pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Propionibacterium Acne Fakhriah, Amalina; Nurjannah, Selfia Irma; Adrianto, Dimas; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1812

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri sediaan masker serbuk dari ekstrak etanol daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Propionibacterium acnes, bakteri utama penyebab jerawat. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diuji selama 24 jam aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa sediaan masker bubuk ekstrak etanol daun pepaya memiliki konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80%. Aktivitas antibakteri dengan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 80% sebesar 18.57 mm, yang tergolong dalam kategori kuat. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan, yakni menggunakan uji normalitas dan uji kruskal-wallis. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan steroid yang berkontribusi terhadap aktivitas antibakteri. Meskipun daya hambatnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif (klindamisin), hasil ini menunjukkan potensi penggunaan ekstrak daun pepaya dalam formulasi produk kosmetik alami untuk perawatan kulit berjerawat.
Phytochemical screening and standardization of ethanol extract of Guava Leaves (Psidium guajava L.) with specific and non-spesific parameters Biadi, Sukma Dwyastati; Arianti, Varda; Adrianto, Dimas; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.1837

Abstract

This study aims to conduct phytochemical screening and standardization of guava leaf ethanol extract (Psidium guajava L.) originating from Gunung Putri, Bogor Regency, West Java. The extract was derived by means of maceration procedure utilizing 96% ethanol as the extraction medium, and phytochemical analysis confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, terpenoid/steroid compounds, as well as glycosides. Quality evaluation based on specific and non-specific parameters showed results that met the standards: drying loss of  (<10%), total ash content of (<8,4%), specific gravity of 0.99 g/mL, water content of 5.2% (<10%), and negative heavy metal contamination. These results indicate that guava leaves from the Gunung Putri area have a phytochemical profile and extract quality that are suitable for the development of standardized herbal preparation raw materials. Geographical aspects also contribute to the validity of the results and can be a reference for standardization based on plant growing areas.
Level of knowledge of the Menteng community RT 010 RW 009 Menteng Village regarding the use of mefenamic acid tablets as an NSAID analgesic Rahmadani, Azrizah; Fakhriah, Amalina; Arianti, Varda; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.1969

Abstract

Mefenamic acid, a meclofenamate derivative, is a type of NSAID that inhibits the formation of the cyclooxygenase enzyme. This cyclooxygenase enzyme converts arachidonic acid into prostaglandins. Therefore, if this drug is given as a pain reliever to children or adolescents during their growth period, it will disrupt the longitudinal growth process of their bones. This study aims to evaluate the level of public knowledge in RT 010 RW 009, Menteng Village, Central Jakarta, regarding the use of mefenamic acid tablets as an NSAID analgesic. The method used is descriptive with a quantitative approach and involved 64 respondents selected based on inclusion criteria. The results show that the average level of public knowledge is in the sufficient category (63,20%). Respondents are predominantly in the 17–25 year age group with a vocational high school education level. Only 35.90% of respondents have received direct education from health workers. This finding emphasizes the importance of more intensive educational interventions from health institutions so that the public uses drugs appropriately and wisely.
Skrining fitokimia dan standarisasi ekstrak etanol pada Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) dengan parameter spesifik dan non spesifik asal Bogor Anaswa, Zahra; Arianti, Varda; Adrianto, Dimas; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dan standarisasi ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) (Moringa oleifera L.) dengan parameter spesifik dan non spesifik asal Bogor, Jawa Barat. Dengan mengetahui kandungan metabolit sekunder dan parameter standar yang dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) memiliki kandungan metabolit sekunder yang lengkap, seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan glikosida. Parameter standar yang diperoleh adalah rendemen 18,1%, kadar sari larut etanol 24,4%, kadar air 5,2%, kadar abu 6,05%, susut pengeringan 5,2%, bobot jenis 0,94 g/ml, cemaran logam tidak terdeteksi dan cemaran mikroba hasilnya negatif. Perbedaan kuantitatif dengan studi di wilayah lain seperti India dan Afrika dapat dipengaruhi oleh iklim, tanah, dan varietas lokal. Kondisi agroklimat tropis basah di Bogor, Indonesia, dapat memengaruhi kadar senyawa aktif dalam Daun Kelor (Moringa oleifera L.) . Penelitian ini berkontribusi pada data fitokimia Daun Kelor (Moringa oleifera L.) asal Bogor, Indonesia, yang belum banyak dieksplorasi dalam studi terdahulu.