Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peran Sanitasi dalam Proses Produksi dan Penyajian Makanan Mecca, Alleyda Audia; Dalimunthe, Randy Syafaat; Ginting, Laurena; Ingtyas, Fatma Tresno
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Vision and Ideas (VISA)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v5i1.6126

Abstract

In daily life, we often overlook cleanliness and sanitation aspects, both in household environments and industrial settings, including food production and service. However, poor sanitation can lead to serious negative impacts, such as foodborne illnesses. Several cases of food poisoning involving pathogenic bacteria such as Salmonella, Escherichia coli, and Listeria are frequently associated with insufficient attention to sanitation in food handling. A lack of understanding or awareness about the importance of hygiene can exacerbate this situation, increasing public health risks. This study aims to examine the role of sanitation in maintaining the quality of food ingredients, the impact of sanitation implementation on food safety, and effective sanitation practices in food production and service processes. Proper sanitation at every stage of food production is crucial to prevent microbial contamination that can degrade quality and endanger consumer health. The study employs a qualitative method, using in-depth interviews with 10 culinary arts students from the 2022 cohort. The findings indicate that sanitation in production processes, such as cleaning raw materials and cooking utensils, significantly affects the quality of the food produced. Good sanitation practices can prevent cross-contamination, enhance food hygiene, and ensure safe consumption. Effective sanitation practices include thorough cleaning procedures for equipment and proper management of raw materials at every stage of production to serving. This research recommends that the food industry strengthen knowledge and implementation of sanitation practices, improve hygiene monitoring, and invest in better sanitation equipment to maintain food quality and safety.
PERANAN ORANG TUA DALAM MENCEGAH TAWURAN ANTAR PELAJAR Ingtyas, Fatma Tresno
JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA Vol 15 No 2 (2017): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jkss.v15i2.8769

Abstract

Brawl is a negative interaction and has fatal consequences. Brawl between students nowadays is a very annoying problem of order and security in the surrounding environment. Interschool student brawls seem to have become a black spot in the world of education in Indonesia. According to the records of the National Commission for Child Protection (Komnas PA), the incidence of fights during the year 2011 has claimed 82 lives, not including the wounded. Each year the fight was not the case on the wane, but it is growing. Brawl  between students arise as a result of excessive solidarity , as a result of mental thuggery, internal factors ( lack of religious upbringing, the influence of friends), and external factors (lack of parental and economic factors), are all factors brawl between students. Education in the family (parents) are very important as a basic foundation that forms the character of the child from the beginning. The role of parents is not only limited to instill norms of early life. They should continue to play an active role, especially when the children hit their teens, where these kids started looking for identity. 1) Building the Moral Development of the Child, 2) Parents follow the development of children's moral behavior, 3) Establish good communication with children, 4)  Keeping family harmony, 5) Giving the correct approach to religion, and 6) As a true Mediator.
The Correlation of Learning Motivation and Conventional Learning Methods with Civic Education Learning Outcomes Maharani, Indah; Dabutar, Nabila Febriyanti; Ingtyas, Fatma Tresno; Ginting, Laurena
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v6i1.1096

Abstract

This study examines the relationship between learning Motivation and conventional teaching methods on students' learning outcomes in Civic Education. The research employed a quantitative approach with a correlational design. Data were collected through questionnaires designed to measure learning motivation, applying conventional teaching methods, and students' learning outcomes. Data analysis was conducted using simple linear regression and correlation analysis. The results revealed a significant positive relationship between learning Motivation and students' learning outcomes and a significant relationship between conventional teaching methods and students' outcomes. Learning Motivation enhances student engagement, enthusiasm, and overall learning quality. Meanwhile, while effective, conventional teaching methods can be further enhanced by integrating interactive approaches such as group discussions or visual media. The implications of this study highlight the need for teachers to design teaching strategies that are relevant to students' needs and capable of continuously motivating them. A combination of strong learning motivation and optimal implementation of conventional teaching methods is believed to effectively support students' academic success. Therefore, these factors should primarily focus on developing school learning strategies for better outcomes.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Mpasi dan Pemberian Mpasi Dini dengan Kejadian Diare Pada Bayi 0-6 Bulan di Desa Rumah Berastagi Supma, Adinda; Ingtyas, Fatma Tresno; Juliarti, Juliarti; Rukmana, Erni; Firmansyah, Hardi
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 4 No. 2 (2024): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v4i2.63128

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Bayi yang mendapat MPASI sebelum usia 6 bulan lebih banyak terserang diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang MPASI dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare. Desain penelitian Cross Sectional, penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Desa Rumah Berastagi. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan sampel penelitian yaitu ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan yang rutin ke Posyandu selama 2 bulan sebanyak 42 orang. Instrumen data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang MPASI dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di Desa Rumah Berastagi dengan nilai  p-value <0,05 dan variabel pemberian MPASI dini menjadi variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan dimana nilai OR 23,895 (95% CI 1.717 “ 332.585) artinya ibu yang memberikan MPASI dini dapat menyebabkan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan 23,895 kali dibandingkan dengan  ibu yang tidak memberikan MPASI dini kepada bayinya. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di Desa Rumah Berastagi. Kata Kunci: Diare, MPASI Dini, Pengetahuan
Hubungan Asupan Protein dan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Keluarga Nelayan Salsabila, Salsabila; Ingtyas, Fatma Tresno; Rosmiati, Risti; Emilia, Esi; Haryana, Nila Reswari
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4002

Abstract

Anak usia sekolah mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan masa depan bangsa namun kelompok ini merupakan salah satu kelompok rentan masalah gizi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di desa Bagan Asahan Pekan, status gizi kurang pada anak sekolah dasar sebesar 11% dan diatas rata-rata nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan protein dan pola makan dengan status gizi anak keluarga nelayan. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dan dilakukan di Desa Bagan Asahan Pekan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sampel sebanyak 73 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Semi Quantitativ Food Frequency Questionnaire, status gizi dengan mengukur berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji rank spearman dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan asupan protein siswa baik sebesar 31.5%. Pola makan yang terbentuk adalah pola makan prudent dan western. Status gizi baik sebesar 79.5%. Uji rank spearman menunjukkan ada hubungan signikan antara asupan protein, pola makan prudent, dan pola makan western dengan status gizi. Analisis uji regresi linear berganda terdapat hubungan signikan antara asupan protein dan pola makan dengan status gizi anak sekolah. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,639 menunjukkan asupan protein dan pola makan mempengaruhi status gizi sebesar 63.9%.
Peran Ganda Wanita Karier Dalam Kehidupan Rumah Tangga: Tantangan, Kontribusi, dan Strategi Siregar, Asma Fadhilah; Damanik, Nur Asyiah; Ingtyas, Fatma Tresno; Ginting, Laurena
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7380

Abstract

Fenomena peran ganda wanita karier menjadi salah satu isu penting dalam kajian kontemporer, khususnya terkait keseimbangan antara kariernya dan tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga. Berdasarkan data pada Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya Sumatera Utara keikutsertaan wanita sebagai tenaga profesional pada tahun 2024 mengalami peningkatan yaitu sejumlah 54,40% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 53,95% (Badan Pusat Statistik, 2025). Penelitian ini mengkaji fenomena peran ganda wanita karier yang sekaligus menjadi ibu rumah tangga dengan fokus pada kontribusi, tantangan, dan strategi keseimbangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur lima tahun terakhir yang diperkaya data primer dari kuesioner terbuka kepada lima responden wanita karier berkeluarga. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa wanita karier memberikan kontribusi signifikan, baik ranah domestik sebagai pengasuh, pendidik, dan pengelola rumah tangga maupun di ranah publik melalui peningkatan pendapatan keluarga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penguatan kesetaraan gender. Tantangan utama yang dihadapi meliputi konflik waktu, tekanan peran, dan perbedaan tuntutan sikap antara pekerjaan dan keluarga, meskipun tekanan emosional dan stigma sosial relatif rendah berkat dukungan pasangan dan keluarga besar. Strategi yang ditempuh mencakup manajemen waktu yang ketat, pemisahan urusan kerja dan rumah, pemanfaatan fasilitas cuti atau penitipan anak, serta penguatan mental melalui pola pikir positif dan rasa syukur. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan wanita dalam menjalankan peran ganda sangat bergantung pada kombinasi ketahanan pribadi, dukungan sosial keluarga, dan kebijakan institusional yang ramah gender.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha pada Mahasiswa Tata Boga Padang, Aulia Rahma Keke Nola; Alma, Satria Miftah; Ingtyas, Fatma Tresno; Ginting, Laurena
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nvtrt869

Abstract

Minat berwirausaha pada mahasiswa Tata Boga dipengaruhi oleh beragam faktor internal dan eksternal yang membentuk motivasi, keyakinan diri, serta kesiapan memulai usaha. Namun, literatur sebelumnya umumnya membahas mahasiswa secara umum dan masih terbatas kajian yang secara sistematis menyintesiskan bukti khusus pada mahasiswa Tata Boga dalam konteks pendidikan vokasi, termasuk pengaruh ekosistem kampus dan dinamika kewirausahaan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat berwirausaha mahasiswa Tata Boga melalui kajian literatur terstruktur. Penelusuran dilakukan melalui Google Scholar untuk artikel periode 2018–2024 dan diseleksi mengikuti alur PRISMA. Dari 87 artikel teridentifikasi, 55 tersisa setelah penghapusan duplikasi; 32 artikel lolos skrining judul–abstrak; 14 artikel ditelaah penuh; dan 10 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk disintesis. Analisis dilakukan menggunakan analisis isi dan sintesis tematik, kemudian disajikan melalui sintesis naratif-komparatif. Hasil sintesis menunjukkan faktor internal dominan meliputi motivasi intrinsik, efikasi diri, kreativitas/inovasi, dan keberanian mengambil risiko. Faktor eksternal yang konsisten berpengaruh meliputi pendidikan kewirausahaan, lingkungan kampus, dukungan keluarga, program inkubasi, serta paparan media sosial/digital entrepreneurship. Temuan menegaskan bahwa penguatan minat wirausaha akan lebih efektif bila pembelajaran bersifat pengalaman (experiential), memperkuat efikasi diri, memberi ruang kreativitas produk kuliner, serta didukung ekosistem kampus dan literasi pemasaran digital. Factors Influencing Entrepreneurial Interest Among Culinary Arts Students Abstract Entrepreneurial interest among culinary arts students is shaped by multiple internal and external factors that influence motivation, self-belief, and readiness to start a business. However, prior studies largely focus on university students in general, and systematic evidence syntheses specifically addressing culinary arts students in vocational education—particularly in relation to campus ecosystems and digital entrepreneurship—remain limited. This study aims to examine determinants of entrepreneurial interest among culinary arts students through a structured literature review. A Google Scholar search covering 2018–2024 was conducted and reported using a PRISMA-guided selection process. Of 87 records identified, 55 remained after duplicate removal; 32 records passed title–abstract screening; 14 full texts were assessed; and 10 studies met the inclusion criteria for synthesis. Data were analyzed using content analysis and thematic synthesis, and findings were integrated through narrative–comparative synthesis. Results indicate that key internal determinants include intrinsic motivation, self-efficacy, creativity/innovation, and risk-taking propensity. Consistent external determinants include entrepreneurship education, supportive campus environments, family support, business incubation programs, and social media/digital entrepreneurship exposure. The synthesis suggests that entrepreneurial interest is more likely to develop when experiential entrepreneurship education strengthens self-efficacy, supports culinary product innovation, and is reinforced by institutional ecosystems and digital marketing literacy.
Pemberdayaan PKK dan Kader Posyandu melalui Pengolahan Ikan Lele untuk Pencegahan Stunting Rahmi , Ana; Ingtyas, Fatma Tresno; Sari W, Mawaddah Azizah; Anugerah, Ajeng Inggit; Agustina, Dian
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.775

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar usia. Rendahnya asupan protein pada anak dan ibu hamil menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting, terutama di wilayah pedesaan. Desa Sukarame memiliki prevalensi stunting sebesar 30%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung pencegahan dan penurunan stunting melalui pemberdayaan kader PKK dan Posyandu dengan memanfaatkan ikan lele (Clarias sp.) sebagai sumber protein lokal. Kegiatan dilakukan melalui isartikanovasi pengolahan ikan lele menjadi produk bakery berupa roti goreng, mini pizza, dan kukis yang bergizi dan bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi, pelatihan pengolahan pangan, pendampingan, serta pelatihan pengemasan dan pemasaran. Kegiatan diikuti oleh 25 kader PKK dan Posyandu. Program meningkatkan pengetahuan gizi sebesar 76%, keterampilan pengolahan pangan sebesar 65%, konsumsi pangan berbasis ikan lele sebesar 45%, serta indikator pertumbuhan anak sebesar 15%.