Claim Missing Document
Check
Articles

PENGATUR NUTRISI PADA SISTEM NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) MODEL TANAM HYDROPONIC TENAGA SURYA NIKEN PRAMUDITA SARI; ACHMAD IMAM AGUNG
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v8n3.p%p

Abstract

Abstrak Perkembangan Teknologi saat ini sangatlah pesat, sehingga banyak teknologi-teknologi baru yang bermunculan disekitar kita, salah satunya yaitu hydroponic. Hydroponic sendiri yaitu model tanam yang tanpa mengguna tanah sebagai media tanamnya. Pada hydroponic sistem yang mudah dijumpai adalah nutrient film technique (nft). Dalam pembuatan rangkaian hydroponic nft ini untuk mengalirkan nutrisi yang di alirkan oleh pompa membutuhkan energi listrik yang besar, karena nutrisi mengalir secara terus-menerus. Tujuan dari pembuatan alat tersebut yaitu untuk mengatasi penggunaan listrik yang besar sehingga diinovasikan dengan pemaikaian solar cell sebagai sumber energi listrik, pemakaian sensor YL69 sebagai pengontrol pada nyala pompa dan DHT 11 sebagai pengukur suhu ruang disekitar dan mengetahui cara kerja dari alat tersebut. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu eksperimen bagaimana cara kerja pompa dan kapasitas sollar cell yang digunakan mampu mecukupi kebutuhan beban pemakaian. Hasil dari penelitian ini pompa dapat menyala secara otomatis sesuai dengan pembacaan sensor YL69 dibawah nilai yang ditetapkan seber 450, jika sensor membaca sebesar 420 maka pompa akan menyala dan akan menyiram selama 4 menit. Panel surya yang direncanakan sebesar 50Wp dan baterai 35 Ah mampu mensuplai total bebas sebesar 68,556 Wh dengan kapasitas baterai sebesar 420 Ah. Sehingga baterai yang terpakai sebesar 16,32%. Kata Kunci: Hydroponic, Nutrient Film Technique (NFT), Energi surya, Arduino UNO, DHT11, Sensor YL69.
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI SUHU DAN KELEMBABAN SEBAGAI PENCEGAHAN KEGAGALAN ISOLASI PADA KUBIKEL ANNISA AFDILAH; ACHMAD IMAM AGUNG
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v8n3.p%p

Abstract

Kubikel merupakan suatu peralatan listrik yang terdapat pada gardu hubung. Semakin meningkatnya kinerja kubikel maka semakin besar nilai suhu yang dihasilkan oleh komponen pada kubikel. Suhu dan kelembaban yang ada pada kubikel harus terjaga pada keadaan yang telah ditentukan agar tidak mempengaruhi kinerja peralatan yang ada pada kubikel. Hal yang menjadi kekurangan dalam metode untuk mengetahui keadaan suhu kubikel adalah kurangnya efisiensi dalam proses pengecekkan, dimana petugas harus melakukan pengecekkan secara langsung dan pengecekkan dilakukan setiap hari sesuai dengan standart pemeliharaan peralatan. Tujuan pada penelitian ini yaitu menerapkan sistem monitoring untuk mempermudah kerja petugas dalam melakukan pengecekan suhu dan kondisi dalam kubikel. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, rancang bangun alat pendeteksi suhu dan kelembaban sebagai pencegahan kegagalan isolasi pada kubikel berhasil dibuat dengan hasil berupa nilai suhu yang akan dijadikan notifikasi keadaan kubikel. Kondisi kubikel dikatakan dalam keadaan baik ketika suhu yang dideteksi kurang dari 25 derajat, ketika suhu kurang dari 40 derajat maka kondisi kubikel dinyatakan dalam keadaan rencana perbaikan dan ketika suhu mencapai 70 derajat maka kubikel dinyatakan dalam kondisi segera perbaikan.
RANCANG BANGUN HYBRID ENERGY SOLAR CELL DAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU BERBASIS MICROCONTROLLER AULIA RANDY PERMADI; ACHMAD IMAM AGUNG
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n1.p%p

Abstract

Abstrak Konsumsi listrik di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Dinas Perencanaan Sistem PT. PLN (Persero) dan Tim Energi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memproyeksikan kebutuhan listrik di Indonesia selama kurun waktu 2003-2020 mengalami kenaikan 6,5% setiap tahunnya. Pertambahan ini harus diimbangi dengan penambahan sumber-sumber energi baru. Sebagian besar energi yang digunakan sekarang berasal dari fosil, tidak bisa diperbaharui dan habis jika digunakan secara terus menerus. Sehingga manusia dituntut untuk mencari sumber energi yang dapat diperbahurui atau terbarukan.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui cara merancang alat hybrid energy solar cell dan pembangkit listrik tenaga bayu berbasis microcontroller, selain itu juga mengetahui kinerja dari alat hybrid energy solar cell dan pembangkit listrik tenaga bayu berbasis microcontroller. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan solar cell dapat bekerja secara secara maksimal pada pukul 12.00 dengan menghasilkan tegangan sebesar 19,45 volt dan arus sebesar 0,56 ampere dan pembangkit listrik tenaga bayu bekerja secara secara maksimal pada pukul 14.00 dengan menghasilkan tegangan sebesar 5 sampai 7 volt , arus sebesar 0,40 sampai 0,60 ampere, dan kecepatan angin sebesar 4 sampai 6 m/s. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa lama pengisan aki lebih cepat dibandingkan dengan lama pemakaian beban yaitu pengisian aki selama 7 jam dan lama waktu pemakaian beban selama 12 jam. Kata Kunci: Hybrid Energy,Solar Cell, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, Microcontroller.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Konsumsi Daya Listrik Dan Pemutus Daya Otomatis Berbasis Internet HAQQU MAKHABBAH; ACHMAD IMAM AGUNG
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n1.p%p

Abstract

AbstrakPerkembangan tipe hunian modern di sekitar kampus telah menimbulkan permasalahan dalam tagihan listrik bulanan. Pada umumnya biaya tagihan listrik kamar ditentukan berdasarkan total tagihan pada rekening listrik meteran hunian dibagi dengan jumlah kamar. Cara penentuan biaya tagihan listrik untuk setiap kamar dirasakan tidak adil. Dari permasalahan tersebut diatas maka penulis merancang sebuah prototipe sistem pengukuran konsumsi daya listrik pada setiap kamar dalam satu hunian secara spesifik yang hasil pengukurannya dapat diakses melalui smartphone atau PC pengguna listrik dengan menggunakan web.Tujuan dari penelitian ini untuk mengaplikasikan serta merangcang alat pengukuran konsumsi daya listrik dan pemutus daya otomatis berbasis internet dengan metode penelitian pengembangan untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Dari hasil penelitian prototipe ini dapat diaplikasikan untuk mengetahui monitoring tegangan (V), Arus (A), Daya (W), pemakaian daya dalam waktu sekian jam (kWh), Faktor Daya (cos π), Frekuensi (Hz). Selain itu prototipe ini juga dapat memutus daya secara otomatis ketika pengguna belum membayar tagihan pada tanggal yang sudah ditentukan.Kata Kunci : sensor PZEM-004T, modul wifi ESP8266, Relay, WEB.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGISIAN PAKAN DAN MINUM BURUNG OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO TUBAGUS HELMI NASHRUDDIN SANDI; ACHMAD IMAM AGUNG
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n1.p%p

Abstract

Abstrak Perancangan alat pemberi pakan burung otomatis melalui beberapa mekanisme diantaranya pembuatan rangka, pemasangan komponen bahan serta pembuatan sistem Arduino Uno yang meliputi pembuatan jalur rangkaian, pemasangan komponen dan pengimputan bahasa program pada sistem Arduino Uno. Rumusan masalah dari penelitian ini merancang sistem pengisian pakan dan minum burung secara otomatis menggunakan Arduino Uno kemudian mengimplementasikan dari hasil uji kontroler Arduino Uno untuk mengatasi pengisian pakan dan minum burung secara otomatis ketika habis. Dengan tujuan menghasilkan sitem pengisian pakan burung secara otomatis ketika pakan burung habis menggunakan Arduino Uno, Penelitian ini menggunakan R&D dalam merancang alat pemberi pakan minum ini dimulai dari tahap identifikasi masalah sampai dengan pengujian alat. Hasil dari perancangan alat pemberi pakan burung otomatis melalui beberapa mekanisme diantaranya pembuatan rangka, pemasangan komponen bahan serta pembuatan sistem Arduino Uno, Prototipe yang dapat bekerja menggunakan sensor infrared dan water level sensor. Ketika sensor infrared menyala maka akan mengisi pakan berupa millet secara otomatis ke dalam wadah pakan yang mana membutuhkan waktu yang sedikit berbeda – beda yaitu diantara 19,7-22,3 detik, dan ketika water level sensor menyala maka akan mengisi air minum secara otomatis ke dalam wadah minum membutuhkan waktu yang sedikit berbeda – beda yaitu diantara 08.4-11,1 detik. Kata Kunci : Water level sensor, Arduino Uno, Otomatisasi Pakan Minum Burung Abstract The design of automatic bird feeder devices through several mechanisms including the making of frames, installation of material components and the making of Arduino Uno systems which include the creation of circuit paths, component installation and programming language programming on the Arduino Uno system. The problem formulation of this research is to design a bird feed and drink filling system automatically using Arduino Uno then implement it from the test results of the Arduino Uno controller to overcome the feeding and drinking of birds automatically when they run out. With the aim of producing a system for filling bird feed automatically when bird feed runs out using Arduino Uno, The method used in this study uses R & D in designing this drinking feeder tool starting from the problem identification stage to testing the tool. The results of the design of automatic bird feeder devices are through several mechanisms including frame making, installation of material components and the making of Arduino Uno systems, Prototype that can work using infrared sensors and water level sensors. When the infrared sensor turns on, it will automatically fill millet feed into the feed container which requires a slightly different time between 19.7-22.3 seconds, and when the water level sensor turns on it will automatically fill the drinking water to in a drinking container it takes a slightly different time between 08.4-11.1 seconds. Keyword : Water level sensor, Arduino Uno, Automation of Bird Feeding.
PROTOTIPE RELAI DETEKSI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT SATU FASA DAN BEBAN LEBIH PADA TRANSFORMATOR DAYA BERBASIS ARDUINO YUSRIL IZZA MUHAMMAD; ACHMAD IMAM AGUNG
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n1.p%p

Abstract

Perlindungan terhadap transformator diperlukan untuk menghindarkan transfromator dari kerusakan akibat gangguan. Berdasarkan studi yang telah dilakukan EPRI (Burke and Lawrance, 1984) bahwa hampir 80 persen dari 222 rekaman gangguan pada suplai daya listrik distribusi terlibat gangguan satu fasa dengan detail presentasi gangguan satu fasa ke netral sebesar 63%. Disisi lain gangguan eksternal beban lebih pada transformator merupakan salah satu ganguan yang juga perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototipe relai arus lebih dan deteksi gangguan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Perancangan prototipe relai arus lebih dapat memantau arus listrik primer dan sekunder transformator satu fasa pada kondisi normal, dapat menampilkan jenis gangguan dan melindungi transformator dari gangguan berupa beban lebih dan hubung singkat fasa ke netral pada primer dan sekunder transformator. Dilengkapi indikator gangguan berupa buzzer dan LED pada sisi primer dan sekunder transformator. Hubung singkat fasa ke netral diuji coba menggunakan perantara resistor sedangkan beban lebih diuji coba menggunakan lampu pijar. Pada sisi sekunder relai arus lebih menggunakan standart IEEE Moderatly Inverse didapat Multiple Setting (TDM) 0,00968 detik dengan setting arus pickup 1,35A, dan arus pickup pada kondisi high setting (instantaneous) yaitu 1,6A, sedangkan pada sisi primer arus pickup pada kondisi high setting (instantaneous) yaitu 1,83A. Dari pengujian prototipe didapat hasil terdeteksi gangguan beban lebih pada arus sekunder 1,53A dengan delay pemutusan 0,2 detik, terdeteksi gangguan hubung singkat sekunder pada arus sekunder 1,86 A tanpa delay pemutusan dan terdeteksi gangguan hubung singkat primer pada arus primer 2,07 A tanpa delay pemutusan.
PROTOTYPE SISTEM MONITORING ARUS, TEGANGAN, DAN SUHU PADA TRANSFORMATOR TIGA FASA BERBASIS ARDUINO MENGGUNAKAN MODUL 3DR Alfiyas Buyung Sulaksono; ACHMAD IMAM AGUNG
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n2.p%p

Abstract

Transformator merupakan salah satu bagian yang digunakan pada sistem jaringan distribusi untuk proses penyaluran tenaga listrik. Transformator tiga fasa dapat dipantau jarak jauh secara nirkabel dengan modul antena sebagai pengirim dan penerima hasil monitoring. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sistem monitoring transformator tiga fasa untuk arus, tegangan, dan suhu menggunakan MATLAB berbasis arduino dan mengetahui hasil pengujian sistem monitoring transformator tiga fasa untuk arus, tegangan, dan suhu agar mengetahui hasil kondisi kinerja transformator. Hasil penelitian adalah sebuah prototype sistem monitoring arus, tegangan, dan suhu pada transformator tiga fasa yang dapat mengirimkan data sejauh 50 meter sampai 110 meter. Hasil pembacaan arus, tegangan, dan suhu dengan beban rheostat slide memiliki rerata kesalahan pengukuran atau error yang dihasilkan sistem monitoring menggunakan modul radio dengan software GUI MATLAB terhadap alat ukur standar, dengan pengujian error sensor arus per fasa adalah R = 1,40 %, S = 1,14 %, T = 0,71 %, sedangkan pengujian error sensor tegangan per fasa adalah R = 1,32 %, S = 1,49 %, T = 1,38 %, dan akurasi error sensor suhu yakni 1,66 %. Secara keseluruhan hasil pembacaan sensor-sensor memiliki tingkat keakurasian cukup baik dan sistem monitoring tarnsformator berfungsi dengan baik. Kata Kunci: Monitoring, Arus, Tegangan, Suhu, Arduino, MATLAB, Modul Radio
Studi Tentang Efektivitas Beberapa Macam Zat Terhadap Nilai Resistansi Sistem Pentanahan (Grounding) VERRY DWI ANDHIKA; ACHMAD IMAM AGUNG
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 9 No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v9n3.p%p

Abstract

Abstrak Sistem proteksi sangat diperhatikan dalam dunia kelistrikkan, salah satu sistem proteksi tersebut adalah sistem pentanahan (grounding). Resistansi pentanahan yang kecil merupakan salah satu syarat sistem pentanahan yang baik karena dapat mengurangi kerusakan dan menjaga keandalan yang tinggi dari sebuah perangkat yang disebabkan oleh petir atau kesalahan arus. Tujuan studi ini adalah memahami bagaimana cara memperoleh nilai resistansi yang kecil dengan memanfaatkan beberapa macam zat baik itu zat kimia atau zat aditif, seperti bentonit, garam, maupun arang. Metode yang digunakan yaitu penelitian studi literatur dengan menelaah beberapa macam jurnal Terdapat 3 literatur yang dijadikan subjek penelitian kajian literatur. Peneliti ke-I menghasilkan data dengan penambahan arang 50 cm pada batang elektroda dapat menurunkan nilai resistansi pentanahan menjadi 4,73 Ω dari nilai resistansi sebelum pemberian arang 10,97 Ω. Peneliti ke-II menghasilkan data dengan penambahan bentonit yang belum teraktivasi perubahannya 13 Ω hingga 38 Ω dan pada penambahan 1 kg pada minggu kedua dan 15 Ω hingga 20 Ω pada minggu ketiga. Sedangkan peneliti ke-III dengan pemakaian larutan bentonit dengan larutan garam menghasilkan data laju persentase larutan bentonit mencapai 54% sedangkan larutan garam hanya mencapai 47%. Hasil yang didapatkan dari studi literatur ini dapat dijelaskan bahwa penambahan bentonit, garam, maupun arang cukup berpengaruh dalam menurunkan nilai resistansi pentanahan. Kata Kunci : Sistem Pentanahan (Grounding), Resistansi Pentanahan, Bentonit, Garam, Arang Abstract The protection system is so well-known in the electrified world, one of those protection systems is the grounding system. Small earth resistance is one of the requirements of a good ground system because it can reduce damage and maintain a high reliability of a device caused by lightning or the errors of the current. The purpose of this study is to understand how to achieve small levels of resistance by tapping several substances of both chemicals and additives, such as bentonite, salt, and charcoal. The method used is the study of literature studies by examining several types of journals. There are 3 literatures that are subject to research literature studies. The first researcher produced data with the addition of 50 cm charcoal on the electrode rods which could reduce the earth resistance value to 4.73 Ω from the resistance value before giving charcoal 10.97 Ω. Researchers II produced data with the addition of bentonite which has not been activated changes 13 Ω to 38 Ω and at the addition of 1 kg in the second week and 15 Ω to 20 Ω in the third week. While the third researcher using bentonite solution with salt solution produced data on the percentage rate of bentonite solution reaching 54% while salt solution only reached 47%. The results obtained from this literature study can be explained that the addition of bentonite, salt, and charcoal is quite influential in reducing the value of earth resistance. Keywords : Grounding System, Earth Resistance, Bentonite, Salt, Charcoal
Rancang Bangun Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Ombak Syamsul Muarif; Widi Ariwibowo; Achmad Imam Agung; Unit Three Kartini
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n1.p47-53

Abstract

Di Indonesia kebutuhan akan energi listrik setiap tahunnya mengalami peningkatan, sedangkan pembangkit listrik di Indonesia yang paling besar masih menggunakan sumber energi yang tak terbarukan seperti batu bara dan minyak bumi, sedangkan sumber energi tak terbarukan tersebut lama kelamaan akan habis. Untuk mengantisipasi kehabisan energi tersebut maka diperlukan sebuah sumber energi terbarukan yang keberadaanya tidak akan habis meskipun setiap hari dikonsumsi. Energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk dikonfersi menjadi energi listrik adalah sumber energi tenaga ombak. Ombak yang setiap hari selalu menghempas di bibir pantai dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin, turbin yang berputar akibat hempasan ombak dihubungkan dengan sebuah generator DC, dan generator DC akan mengkonfersi energi mekanik menjadi energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan generator DC difungsikan untuk men-charger aki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan mengetahui cara merancang sebuah prototype pembangkit listrik tenaga ombak. Metode eksperimen adalah metode yang dipakai pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini yaitu pembangkit bekerja secara maksimal pada siang hari dengan tegangan yang dihasilkan sebesar 10,6 V sampai 10,7V dengan kecepatan putaran generator DC 623 Rpm sampai Dengan 710 Rpm. Kata Kunci: Energi Terbarukan, Generator DC, Pembangkit Listrik Tenaga Ombak. Abstract In Indonesia the need for electricity increases every year, while the largest power plants in Indonesia still use non-renewable energy sources such as coal and petroleum, while the non-renewable energy sources will eventually run out. To anticipate running out of energy, we need a renewable energy source whose existence will not be depleted even though it is consumed every day. Renewable energy that can be used to convert into electrical energy is a wave energy source. Waves that crash every day on the shoreline can be used to drive turbines, turbines that spin due to the waves are connected to a DC generator, and DC generators will convert mechanical energy into electrical energy. The electrical energy generated by the DC generator is used to charge the battery. The purpose of this research is to find out the performance and know how to design a prototype of a wave power plant. The experimental method is the method used in this study. The results of this study are that the generator works optimally during the day with a generated voltage of 10.6 V to 10.7 V with a rotation speed of a 623 Rpm to 710 Rpm DC generator. Keywords: Renewable energy, DC generator, Waves Power Plant.
Analisis Perancangan Sistem Pentanahan Grid Secara Optimal pada Sistem Tenaga Listrik Riyanto Riyanto; Achmad Imam Agung; Mahendra Widyartono; Aditya Chandra Hermawan
JURNAL TEKNIK ELEKTRO Vol 10 No 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jte.v10n1.p55-64

Abstract

Energi listrik dari masa ke masa telah berkembang dengan pesat, hal ini menjadikan listrik dewasa ini menjadi salah satu dari kebutuhan utama masyarakat. Seiring dengan perkembangan listrik, berkembang pula teknologi untuk sistem pengamanan dari listrik tersebut. Salah satu dari proteksi sistem kelistrikan adalah sistem pentanahan. Sistem pentanahan bertujuan untuk mengamankan peralatan dan pengguna peralatan listrik dari kemungkinan dari arus bocor pada saat penggunaan peralatan listrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem pentanahan yang memiliki nilai resistansi yang baik untuk pengamanan sistem kelistrikan, serta mengimplementasikan rancang bangun sistem pentanahan dengan menggunakan sistem grid pada proteksi sistem kelistrikan sehingga dapat mengamankan baik sistem kelistrikan maupun peraralatan listrik yang terhubung. Dalam penelitan ini metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan true experiment dimana variabel yang mempengaruhi yakni, jumlah elektroda, model, dan jarak antar elektroda. Dan hasil penelitian yang diperoleh antara lain, besar nilai resistansi yang mendekati standar didapat pada jenis tanah liat dengan jumlah elektroda 6 buah yang dipasang secara grid dimana jarak antar elektroda melintang 4meter tiap elektroda yaitu sebesar 1,92ohm pada tanah liat, 2,19 pada tanah pasir, dan 3,05 pada tanah kapur. Dari hasil yang didapat oleh penulis dapat disimpulkan bahwa nilai resistansi yang dihasilkan oleh bentuk grid memiliki hasil nilai resistansi yang paling kecil, sehingga sesuai digunakan pada sistem kelistrikan sehingga dapat mengamankan sistem kelistrikan dan juga mengamankan peralatan yang terhubung, kemudian sistem grid merupakan sistem yang paling sesuai diimplementasikan pada sistem kelistrikan karena memiliki nilai resistansi paling kecil daripada bentuk pentanahan lainnya. Kata Kunci : Sistem Pentanahan, Elektroda, Nilai Resistansi Abstract Electrical energy from time to time has grown rapidly, this makes electricity today one of the main needs of society. Along with the development of electricity, technology also developed for the security system of electricity. One of the electrical system protection is grounding system. Grounding system aims to secure equipment and users of electrical equipment from the possibility of a leakage current when using electrical equipment. The purpose of this study is to design a grounding system that has a good resistance value for securing the electrical system, as well as implementing the design of the grounding system by using a grid system on the protection of the electrical system so that it can secure both the electrical system and the connected electrical equipment. In this research the research method used is to do a true experiment where the variables that influence are, the number of electrodes, the model, and the distance between the electrodes. And the research results obtained include, the value of resistance approaching the standard obtained in the type of clay with the number of electrodes 6 pieces mounted in a grid where the distance between the electrodes crosswise 4 meters per electrode is equal to 1.92ohm in clay, 2.19 in soil sand, and 3.05 in lime soil. From the results obtained by the author, it can be concluded that the value of resistance produced by the grid form has the lowest resistance value, so that it is suitable for use in electrical systems so as to secure the electrical system and also secure connected equipment, then the grid system is the most suitable system implemented in electrical systems because it has the lowest resistance value than other forms of ground. Keywords : Grounding Systems, Electrodes, Resistance Values
Co-Authors Achmad Fahrur Rozi Achmad Nashihuddin Akmal Achmad Reggal Readyansyah Adam Naufal Yahya, Ananda Aditya Candra Hermawan Aditya Chandra Hermawan Afian Wahyu Ramadhani AHMAD FEBRY RISMAWAN Ahmad Mukhrodi Akhmad As Sakhaf Alfiyas Buyung Sulaksono Andy Muhammad Hanani ANNISA AFDILAH Apriliyani, Awanda Arif Karta Arrori Ashar Hidayad Ary . Prastyawan ARYA DIMAS PRIYAMBODO Asaduddin, Mu’ammar Augusta Jannatul Firdaus, Reza AULIA RANDY PERMADI Bahri, Saiful Bambang Suprianto . Dani Endy Tatama, Ihza Darmaputra Catra Daksa Deo Dwi Cahya Dewangga Arsyi Saputra Didiek Rusdyanto Dike Efendi, Muhamad Endryansyah Endryansyah Faizah, Arbiati Farid Baskoro Ferdiansa, Ifan Fida Nur Irawati Fransiska Dwi Yunitasari Ganesha Ardha Ibrahmusa GEDDY RIZKY IRIANDO Hadi Sucipto, Hadi HAQQU MAKHABBAH HERLAMBANG SETYA ARDHIANSYAH HERMAWAN WIDADI, BAGUS I Gusti Putu Asto Buditjahjanto Ibnu . Azhari Ibrahim, Mulyana Ibrohim Ibrohim Indana Lazulfa, Indana Irwan Mahfud, Muhammad Iswatun Khasanah JOHAN FIRMANSAH Kistofer , Terdy Kistofer, Terdy Kukuh Eko Purwantoro Lailatul Mukaromah Lathifaturrohmah Lilik Anifah Luki Adi Gunawan Luthfiyah Nurlaela Mahendra Widyartono Mahrus Ali Mashuri, Chamdan Mohamad . Bahtiar Muhammad Fahri Rizki Setiawan Muhammad Fathoni Muhammad Feryan Sundiartiko Muhammad Syariffuddien Zuhrie Muhmmad Fatkhur Rizal NIKEN PRAMUDITA SARI Nuniek Herdyastuti Nur . Kholis Nur Kholis Nurwijayanti Ramadhan Firdiyanto Firdaus Riyanto Riyanto Rizal, Fatchur RIZKY DWI NARESWARA Roesita Dekakovi Tauba Setyawan RYZKA JAYA DIO LESMANA SAHAT MARTUA PARULIAN PAKPAHAN Saiful Makit Masrukin Subuh Isnur Haryudo Sudarmono Supriyanto Supriyanto Syamsul Muarif Tanhella Zein Vitadiar Tri Wrahatnolo TUBAGUS HELMI NASHRUDDIN SANDI Unit Three Kartini VERRY DWI ANDHIKA Wahyu Tri Handoko widi . aribowo Widi Ariwibowo Yanuarius Kristian Wibisono Yunus Alam Suryatna YUSRIL IZZA MUHAMMAD Zakiya Waliyulloh, M. Zein Vitadiar, Tanhella Zuyyinal Haqqul Barir , Much