Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemanfaatan Reaktor Fludized Bed untuk Menurunkan Kadar Fosfat pada Limbah Cair Kusuma, Yessie Ardina; Akbar, Ridho
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v1i2.16802

Abstract

Pemanfaatan sumber daya alam dalam suatu proses produksi selain menghasilkan produk utama juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah yang dapat mencemari lingkungan. Limbah cair dari industri pupuk perlu diolah karena mengandung fosfat yang tinggi sebelum dibuang ke air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk karakteristik struvite selama proses kristalisasi menggunakan reaktor fluidized bed, yaitu mengetahui perbandingan molar [Mg2+]: [NH4+]: [PO43-] yang efektif. Tahapan dari studi ini antara lain pengujian karakteristik limbah cair industri pupuk, penyiapan alat dan bahan, penelitian pendahuluan, dan penelitian utama. Perbedaan perbandingan molar [Mg2+]: [NH4+]: [PO43-] yang digunakan dalam penelitian ini berturut – turut yaitu 1:1, 7:1, dan 1:15:1. Menggunakan reaktor fluidized bed dengan dua dan tiga kompartemen, prosedur kristalisasi dilakukan secara berkelanjutan dengan durasi 70 menit. Pasir silika dengan ukuran mesh 30 – 60 adalah bahan yang digunakan. MgCl2 digunakan sebagai bahan presipitan, dan pH diatur menjadi 8-9. Pengubahan fosfat menjadi kristal struvite menggunakan metode kristalisasi reaktor fluidized bed sangat efisien. Efisiensi removal fosfat dalam penelitian ini adalah 98 persen, dengan perbandingan molar efektif 1:15:1 untuk [Mg2+]: [NH4+]: [PO43-]. Kristal struvite yang dihasilkan memiliki permukaan yang rata dan menyerupai kristal berbentuk kubus.
Analisis Penjadwalan Kegiatan Pengerukan pada Proyek Pembangunan Pelabuhan Bias Munjul Akbar, Ridho; Dhanistha, Wimala Lalitya
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v1i2.17088

Abstract

Pengerukan jalur pelayaran masih menjadi permasalahan dalam pembangunan di Pelabuhan Bias Munjul. kontraktor utama mengakhiri kerja sama dengan subkontraktor A pada bulan Oktober dan digantikan oleh Subkontraktor B menggunakan kapal cutter suction dredger (CSD) Y pada bulan November. Kerjasama dihentikan karena keterlambatan akibat seringnya terjadi kerusakan kapal CSD X milik subkontraktor A, sehingga hanya berhasil mengeruk sampai stationing (STA) 625 dengan durasi melebihi rencana awal. Pengerukan oleh subkontraktor B menggunakan kapal CSD Y dimulai dari STA 625 hingga STA 0, dan juga pada area kapal cepat. Karena penggantian kapal keruk, penjadwalan waktu kapal CSD Y perlu direncanakan, selaras dengan rencana awal dan untuk meminimalkan keterlambatan yang dapat mempengaruhi jadwal seluruh proyek pembangunan Pelabuhan Bias Munjul. Critical Path Method (CPM) cukup sering digunakan oleh berbagai proyek konstruksi, metode CPM akan dibandingkan dengan metode Critical Chain Project Management (CCPM) yang merupakan metode pengembangan dari CPM. Namun metode CCPM akan menghapus waktu keselamatan dari keseluruhan durasi waktu kerja dan dikendalikan oleh manajemen buffer. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan perencanaan jaringan dan durasi kerja. Waktu buffer dihitung dengan menggunakan Root Square Error Method (RSEM). Selama analisis penjadwalan, perhitungan dilakukan secara manual dan menggunakan Microsoft Project. CPM dapat diselesaikan dalam 239 hari. Sedangkan metode CCPM dapat diselesaikan dalam waktu 231 hari, dengan tambahan waktu buffer 12 hari. Metode CCPM menghasilkan durasi jadwal yang berlangsung 8 hari lebih cepat dari metode CPM.
Studi Kasus Pengaruh Karakteristik Individu Pekerja Konstruksi terhadap Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) dalam Pembangunan Gedung At-Ta’awun Kusuma, Yessie Ardina; Akbar, Ridho; Alfiyan, Mohammad
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 2 No 2 (2023): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v2i2.21874

Abstract

Pekerja di bidang konstruksi yang terlibat dalam pembangunan gedung At-Ta’awun Universitas Muhammadiyah Surabaya memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit akibat kerja dibandingkan dengan pekerja di sektor lain. Faktor utama penyebab risiko ini adalah sifat pekerjaan konstruksi yang sering melibatkan beban kerja berat dan aktivitas repetitif yang tinggi. Dampak dari kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs), yang biasanya dimulai dengan keluhan rasa nyeri dan bisa berkembang menjadi perubahan anatomi tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh faktor karakteristik individu pekerja terhadap keluhan MSDs, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi risiko tersebut. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan analisis data seperti uji kecukupan data, Nordic Body Map (NBM), uji reabilitas, uji validitas, uji distribusi, dan uji korelasi karakteristik individu pekerja seperti umur, masa kerja, dan kebiasaan merokok terhadap MSDs. Hasil pengujian korelasi Spearman menunjukkan bahwa karakteristik individu pekerja, umur, masa kerja, dan kebiasaan merokok, memiliki nilai p-value masing-masing sebesar 0,000034; 0,002; dan 0,000002. Terdapat hubungan signifikan antara umur, masa kerja, dan kebiasaan merokok dengan keluhan MSDs pada pekerja konstruksi dalam pembangunan gedung At-Ta’awun. Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan meliputi rekomendasi administratif seperti pemahaman ergonomi, pengaturan dan rotasi kerja, serta advokasi untuk mengurangi kebiasaan merokok. Rekomendasi teknis meliputi pengaturan beban kerja, penggunaan alat bantu yang sesuai, sehingga risiko MSDs dapat diminimalkan
Identifikasi Pneumonia pada Balita melalui Citra X-ray Menggunakan Metode Convolutional Neural Network (CNN) Kurniawati, Indah; Akbar, Ridho; Ardina Kusuma, Yessie; Fahma Kusumawati, Izza
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 3 No 1 (2024): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v3i1.23391

Abstract

Background: Pneumonia is a respiratory infection that can be life-threatening if not properly diagnosed and treated. The diagnosis of pneumonia currently relies on the expertise of pulmonologists to evaluate chest X-ray results. Therefore, there is a need for technology that can assist doctors in analyzing X-ray images quickly and accurately. Methods: This study employs Convolutional Neural Networks (CNN) to classify chest X-ray images into three classes: Normal, Mild Pneumonia, and Severe Pneumonia. Several experiments were conducted by varying the number of epochs, dataset size, image resolution, and the number of hidden layers to achieve accurate identification results. Results: The final testing results showed that using 15 epochs, 5 hidden layers, and a dataset of 5700 images for classification with CNN can achieve a training accuracy of 92.48% and a validation accuracy of 91%. Results from 50 chest X-ray images indicated identical identification accuracy between the readings by doctors and the proposed method, with doctors taking 15 minutes to read and the proposed method taking only 0.2 seconds with an identification accuracy of 100%. Conclusion: This study demonstrates that the proposed method can assist pulmonologists in diagnosing pneumonia with high diagnostic accuracy and short diagnosis time, thereby helping to improve the quality of healthcare services. Recommendations: This study recommends the use of CNN as a method for diagnosing pneumonia in chest X-ray images.
Evaluasi Peramalan Kebutuhan Bahan Baku Menggunakan Metode Single Moving Average (SMA) dengan Periode 2 dan 3 di PT. Graha Mutu Persada Shafa, Amanda Nurul; Akbar, Ridho; Kusuma, Yessie Ardina
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 2 No 2 (2023): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v2i2.26357

Abstract

PT. Graha Mutu Persada, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa analisis kualitas lingkungan di Mojokerto, Indonesia, mengalami kendala dalam manajemen persediaan bahan kimia karena pembelian dilakukan hanya ketika stok habis, padahal waktu pemesanan memerlukan lead time 1-2 hari. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk meramalkan kebutuhan bahan kimia guna memastikan pemesanan dilakukan sebelum stok habis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Single Moving Average (SMA) dengan periode 2 dan periode 3. Evaluasi peramalan dilakukan menggunakan dua indikator akurasi: Mean Absolute Deviation (MAD) dan Mean Square Error (MSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SMA dengan periode 2 dan periode 3 memiliki keunggulan masing-masing tergantung pada jenis bahan kimia. Untuk bahan kimia Glass Microfiber 47mm (TSS), SMA dengan periode 2 menghasilkan nilai MAD terkecil sebesar 650, sedangkan SMA dengan periode 3 menghasilkan nilai MSE terkecil sebesar 659.867,67. Pada bahan kimia Microfast Cunt Plates Aerobic (AC), SMA dengan periode 3 menunjukkan kinerja terbaik dengan nilai MAD terkecil sebesar 493,533 dan nilai MSE terkecil sebesar 266.952,11. Di sisi lain, pada bahan kimia Glass Microfiber Filter (HVAS/sesaat), SMA dengan periode 2 memberikan hasil terbaik dengan nilai MAD terkecil sebesar 266,833 dan nilai MSE terkecil sebesar 110.883,58. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa metode SMA, baik dengan periode 2 maupun periode 3, efektif dalam meramalkan kebutuhan bahan kimia di PT. Graha Mutu Persada.
Sistem Rekomendasi Buku Dengan Collaborative Filtering Menggunakan Metode Singular Value Decomposition (SVD) Akbar, Ridho; Richasdy, Donni; Dharayani, Ramanti
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Buku/novel adalah salah satu media hiburan yang tidak pernah luput oleh zaman. Bagi penikmatnya, buku adalah suatu hal yang sangat penting karena buku merupakan suatu hiburan yang akan dibaca sesuai dengan suasana hati mereka. membaca juga merupakan jendela dunia, Dikarenakan banyaknya judul – judul buku yang telah rilis,hal tersebut membuat banyak orang sulit dalam memilih buku yang ingin mereka baca. Dalam permasalahan ini dibutuhkan suatu sistem yang dapat memudahkan pengguna dalam mencari buku atau novel yang sesuai dengan minat mereka, sebuah sistem rekomendasi dirasa mampu untuk memecahkan permasalahan ini. Maka dari itu penilitian ini membangun sebuah sistem rekomendasi buku dengan Userbased Collaborative Filtering menggunakan metode singular value decompsotion (SVD). Dan dilakukan pengukuran akurasi menggunakan metode MAE dan MSE dan didapatkan hasil akurasi MAE sebesar 0,7063 dan MSE sebesar 0,913.Kata kunci — Sistem Rekomendasi, User Based Collaborative Filtering, SVD.
Kaedah ‘Am dan Takhsis Akbar, Ridho
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.151

Abstract

Prinsip 'Am (umum) dan Takhsis (khusus) sangat berperan dalam hukum Islam serta penafsiran Al-Qur'an dan Hadis. Memahami kedua prinsip ini sangat penting untuk mendapatkan penafsiran yang tepat dan penerapan hukum syariah yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi konsep 'Am dan Takhsis, bagaimana mereka berperan dalam penafsiran teks-teks Islam, serta bagaimana ulama dan ahli fiqh menerapkannya dalam merumuskan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan meninjau berbagai sumber klasik dan kontemporer untuk memahami penggunaan dan pentingnya 'Am dan Takhsis dalam hukum Islam. Hasil studi ini menunjukkan bahwa 'Am dan Takhsis berperan penting dalam menjelaskan makna teks dan menyelesaikan kontradiksi yang ada. Prinsip-prinsip ini membantu dalam menurunkan hukum khusus dari pernyataan umum dan sangat penting dalam metodologi teori hukum Islam.
Kinerja Jaringan LoRa E220-900T30D untuk Monitoring Turbin Angin Berbasis IoT di Lingkungan Rural Bangkalan Kurniawati, Indah; Reynanda Bagus W.A; Ridho Akbar; M. Akmal Rais
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1614

Abstract

Monitoring turbin angin secara handal diperlukan untuk menjamin kinerja dan kontinuitas pembangkitan energi, khususnya pada lokasi yang sulit dijangkau. Monitoring offline dinilai kurang efisien karena memerlukan penghentian operasi turbin. Turbin angin ini direncanakan untuk diletakkan di wilayah rural Bangkalan, Madura, dimana belum ada penelitian sebelumnya yang membahas pemodelan kanal propagasi dengan LoRa yang digunakan sebagai media komunikasi  di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performansi jaringan LoRa E220-900T30D sebagai media monitoring turbin angin berbasis IoT dan Wireless Sensor Network (WSN) di lingkungan rural Bangkalan, Madura. Pengujian dilakukan pada frekuensi 920 MHz dengan bandwidth 125 kHz, spreading factor (SF) 7, dan daya pancar 30 dBm. Parameter yang dianalisis meliputi Received Signal Strength Indicator (RSSI) dan Signal-to-Noise Ratio (SNR) pada jarak 10 m hingga 2699 m, serta pemodelan propagasi menggunakan regresi log-distance, dan evaluasi standar deviasi shadowing dan varians. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa RSSI menurun secara valid terhadap jarak setelah memasuki medan jauh diatas 1 km dengan koefisien determinasi R² = 0,98 dan standar deviasi shadowing dan varians  masing-masing adalah 0,3 dB dan 0,09. Nilai eksponen path loss n = 2,73 mengindikasikan dominasi lintasan langsung pada lingkungan rural. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi nilai eksponen, mengidentifikasi batas medan dekat perangkat, dan menentukan nilai varians shadowing untuk perancangan jaringan nirkabel, serta menunjukkan akurasi regresi log-distance yang tinggi dalam prediksi RSSI.
Performance Evaluation of the LoRa E220-900T30D for Wind Turbine Monitoring Systems: RSSI Measurements, Propagation Model Analysis, and Compliance with Indonesian Communication Regulations Indah Kurniawati; Ridho Akbar; Reynanda Bagus Utomo; Muhammad Yustin Salsabila
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 8 No 2 (2026): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) (In Pr
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v8i2.2084

Abstract

Wind turbines require reliable real-time monitoring systems to ensure performance and operational safety. LoRa-based IoT technology is selected due to its long-range capability and low power consumption. This study evaluates the performance of the LoRa E220-900T30D module for wind turbine monitoring in Bangkalan by measuring RSSI at distances from 10 to 2600 m and comparing the results with the Free-Space, Two-Ray, and Okumura-Hata propagation models. The findings show that the Okumura-Hata model best matches the field conditions and is used to predict communication coverage up to 10 km. With the transmit power limited by Indonesian regulations (100 mW) and LoRa sensitivity (–124 dBm), the maximum communication distance is approximately 6.8 km. The range can be extended to about 9.5 km by increasing the Spreading Factor, though at the cost of reduced data rate. This study demonstrates the feasibility of LoRa for wind turbine monitoring in rural environments through optimized device configuration