Articles
ANALISIS PEMBINAAN DAN PEMOTIVASIAN KARYAWAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. ANTAM (PERSERO) Tbk. UNIT GEOMIN DI JAKARTA
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 1 No 1 (2012): MARET
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1045.757 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v1i1.169
Kinerja karyawan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan dan mengembangkan keberhasilan kegiatan suatu perusahaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan adalah dengan memberikan pembinaan dan motivasi yang berkesinambungan agar para karyawan terdorong untuk bekerja seoptimal mungkin serta turut merasa bertanggung jawab atas kelancaran jalannya perusahaan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pembinaan terhadap kinerja karyawan pada PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Geomin dan seberapa besar pengaruh pemotivasian terhadap kinerja karyawan.Teknik analisis data penelitian ini dilakukan dengan cara analisis korelasi dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variable pembinaan dan variable pemotivasian terhadap kinerja karyawan. Pembinaan pemotivasian dan kinerja karyawan di PT Antam (Persero) Tbk Unit Geomin dalam kategori baik
PENGARUH FAKTOR KEPEMIMPINAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADA PT. PACIFIC NUSANTARA BOGOR
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (919.019 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v1i2.173
Kepemimpinan akan selalu menjadi suatu faktor penting dalam menentukan maju mundurnya suatu perusahaan. Pemimpin harus mampu memberikan arahan visi masa depan, kemudian membawa semua karyawan untuk memahami visi tersebut, sehingga perusahaan secara keseluruhan memiliki kesiapan untuk menghadapi setiap hambatan yang menghadang. Hal inilah yang kemudian akan membawa perusahaan pada titik optimum, dimana seluruh potensi perusahaan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan perusahaan. Pemimpin dengan segala faktor kepemimpinan yang melekat pada dirinya memiliki keterkaitan dengan kinerja para karyawan-nya. Hal ini sangat mudah dipahami oleh siapapun. Seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik akan mampu menciptakan sebuah teamwork yang baik. Adanya teamwork yang baik akan sangat menunjang terciptanya peningkatan kinerja karyawan secara baik dan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kinerja karyawan dan peranan perilaku kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pacific Nusantara Bogor.Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan yang cukup signifikan antara factor kepemimpinan dengan kinerja karyawan, dengan hasil uji korelasi sebesar 0,723. Besar pengaruh yang diberikan oleh factor kepemimpinan terhadap peningkatan kinerja karyawan pada PT. Pacific Nusantara Bogor sebesar 52,0%.
PERAN PEMIMPIN PATRIMONIAL DALAM PENGELOLAAN USAHA SARANA AIR BERSIH. STUDI KASUS: PERHIMPUNAN HIPPAMS TIRTO AGUNG, DESA TLANAK, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR
Kuraesin, Ecin;
Avessina, M. Jibriel;
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 6 No 1 (2017): MARET
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.859 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v6i1.640
Praktik kepemimpinan patrimonial kerap kali dipandang sebagai pola kepemimpinan yang tidak efektif serta lamban. Penelitian ini membahas tentang suatu pola kepemimpinan patrimonial yang digunakan secara sukarela oleh masyarakat untuk menjaga kelangsungan aktivitas koletif pengelolaan air bersih secara bersama di Jawa Timur. Praktik kepemimpinan patrimonial secara tersirat membagi masyarakat dalam dua dimensi yang berbeda yakni dimensi structural serta dimensi kultural.Berdasarkan studi di lapangan, praktik kepemimpinan patrimonial justru efektif dalam mengelola potensi konflik maupun persaingan memperebutkan sumberdaya sosial di masyarakat melaui mekanisme relasi patron-klien. Relasi Patron-Klien dibangun tanpa melalui prosedur-prosedur birokrasi yang formal yang berlaku.
CAPAIAN RENCANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUNAN KOTA BOGOR
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 5 No 1 (2016): MARET
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (435.886 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v5i1.646
Undang-undang otonomi daerah mendorong Kepala Daerah untuk mengelola kekayaan daeranya dengan lebih leluasa, diantaranya dalam penyusunan rencana pembangunan dan penggunaan asset yang dimiliki daerah untuk pembangunan daerahnya. Besarnya kekuasaan ini membutuhkan suatu mekanisme yang dapat mengamati dan mengevaluasi pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah serta realisasinya. Untuk melihat ini salah satunya adalah dengan melihat dari sisi kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Daerah dengan menggunakan Importance Performance Analisis. Melalui bantuan Diagram Cartesius dapat diperlihatkan atribut-atribut tertentu dari objek yang termasuk pada kuadran I, atau kuadran II atau kuadran III atau kuadran IV. Kepuasan masyarakat Kota Bogor terhadap Kinerja pembangunan di Kota Bogor baru mencapai kurang dari 50% dengan beberapa dimensi masih berada pada posisi tidak memuaskan, dan hanya penataan Pedagang Kaki Lima yang dipersepsikan cukup puas.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIK DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BALAI PENELITIAN TANAH BOGOR
Robiyanti, Fenny;
Agung, Syahrum;
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 4 No 1 (2015): MARET
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (844.952 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v4i1.650
Gaya kepemimpinan demokratik yang telah diterapkan di Kantor Balai Penelitian Tanah sebaiknya terus dilaksanakan, karena gaya kepemimpinan demokratik dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikutsertaan para pengikut dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan .pandangan yang dominan dewasa ini tentang gaya kepemimpinan demokratiklah yang dipandang paling idealDasar kepemimpinan merupakan gaya seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya agar mau bekerjasama dan bekerja efektif sesuai dengan perintahnya, dengan gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang pemimpin ini akan digunakan untuk bisa mengarahkan Sumber Daya Manusia menggunakan semua kemampuannya dalam mencapai kinerja yang baik
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR
Suryadi, Dadi;
., Soepeno;
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 4 No 1 (2015): MARET
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (707.605 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v4i1.652
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja adalah kepemimpinan. Kepemimpinan adalah orang yang memerintah dan menilai pegawai yang selalu berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab pegawai yang bersangkutan. Bila peran pemimpin dianggap baik, maka pegawai yang bersangkutan akan mempunyai kinerja yang tinggi (Panggabean, 2004:82).Pengaruh kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor, dilihat dari analisis regresi berganda menunjukan adanya hubungan positif antara variabel kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai , Dilihat dari analisis koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,464.Ini berarti 46.4 % kinerja kerja pegawai dapat dijelaskan oleh kepemimpinan dan lingkungan kerja, sedangkan sisanya yaitu 53.6% kinerja kerja pegawaidijelaskan oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PERENCANAAN PRODUKSI BERDASARKAN ANALISIS BREAK EVEN POINT UNTUK MENCAPAI EFISIENSI PADA PD JUMBO MEKAR LESTARI
., Sopian;
Prawirosentono, Suyadi;
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 4 No 2 (2015): SEPTEMBER
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (771.249 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v4i2.654
Tujuan dari suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimal agar kelangsungan hidup perusahaan terus berjalan dari waktu ke waktu. Besar kecilnya laba perusahaan akan menjadi ukuran sukses tidaknya manajemen dalam mengelola perusahaan. Sedang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat laba adalah harga jual, biaya dan volume penjualan. Analisis break even point adalah suatu kegiatan dimana perusahaan dalam kondisi tidak mendapat laba maupun menderita rugi. Laba merupakan selisih antara penjualan dan biaya-Biaya. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui Perencanaan Produksi Berdasarkan Analisis Break Even Point Untuk Mencapai Efisiensi Pada Pd Jumbo Mekar Lestari
PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SAYAP MAS UTAMA DEPO BOGOR
Munggaran, Alfian Rizki;
Agung, Syahrum;
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 4 No 2 (2015): SEPTEMBER
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (478.212 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v4i2.655
Elemen-elemen yang paling penting dalam suatu organisasi salah satunya adalah sumber daya manusia. Elemen yang lainnya adalah modal, bahan, mesin dan metode yang harus dikelola dengan cermat karena sumber daya tersebut tidaklah tersedia secara berlimpah. Semua elemen di atas apapun ukuran, fungsi ataupun tujuannya dikelola dengan dan melalui manusia.Salah satu faktor yang mendorong karyawan bekerja dengan baik pada perusahaan adalah karena adanya pemberian kompensasi yang sesuai. Melalui pemberian kompensasi diharapkan agar karyawan dapat ikut serta meningkatkan produktivitas kerja. Pemberian kompensasi merupakan suatu usaha untuk meningkatkan motivasi dan semangat kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dan penelitian dilakukan di PT. Sayap Mas Utama Depo Bogor.
PENGARUH PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV ANEKA JASA MOTOR BOGOR
., Kamaludin;
Agung, Syahrum;
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 3 No 2 (2014): SEPTEMBER
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.027 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v3i2.660
Kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor yaitu manusia dan lingkungan. Faktor manusia yaitu tindakan tidak aman dari manusia seperti sengaja melanggar peraturan keselamatan kerja yang di wajibkan, kurang terampilnya pekerja itu sendiri. Sedangkan faktor lingkungan yaitu keadaan tidak aman dari lingkungan kerja yang menyangkut antara lain peralatan atau mesin-mesin, tetapi frekuensi terjadinya kecelakaan kerja lebih banyak terjadi karena faktor manusia, karena manusia yang paling banyak berperan dalam menggunakan peralatan di perusahaan. Perusahaan perlu melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diharapkan dapat menurunkan tingkat kecelakaan kerja, dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan produktivitas kerja karyawan. Pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu dan sangat penting, karena membantu terwujudnya pemeliharaan karyawan yang baik, sehingga mereka menyadari arti penting dari pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja bagi dirinya maupun perusahaan.
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. SAPTA SARANA SEJAHTERA
., Muhamad;
Suryana, Undang;
Firdaus, M. Azis
INOVATOR Vol 3 No 1 (2014): MARET
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (679.039 KB)
|
DOI: 10.32832/inovator.v3i1.664
Program pelatihan yang intensif perlu dilaksanakan oleh perusahaan agar memiliki sumber daya manusia yang memiliki kinerja optimal. Dengan adanya kegiatan pelatihan, karyawan memiliki kesempatan untuk menyerap pengetahuan atau nilai-nilai baru, sehingga dengan pengetahuan baru tersebut para karyawan dapat meningkatkan profesinya dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan melalui pelatihan merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Pelatihan secara efektif akan membantu karyawan untuk lebih termotivasi meningkatkan produktivitas kerjanya. Jika karyawan dapat mengikuti pelatihan secara efektif, maka keahlian, keterampilan, dan pengetahuan yang didapat dari pelatihan akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan tersebut.