Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN MEDIA BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAUD Dewi, Finita; Justicia, Risty; Citra Bayuni, Tia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.291-300

Abstract

Pembelajaran anak usia dini di masa kondisi khusus mengharuskan guru bertindak sebagai pencipta pembelajaran daring dalam waktu yang singkat. Untuk melaksanakan emergency remote learning yang baik para guru harus dibekali dengan kemampuan menguasai teknologi pedagogic content knowledge. Kemampuan menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi di masa PJJ sangat dibutuhkan agar pembelajaran tidak monoton dan membosankan untuk anak usia dini. Dalam menciptakan pembelajaran yang baik guru dapat menggunakan media berbasis teknologi dalam pembelajaran. Saat ini, teknologi telah menyediakan beberapa layanan yang memungkinkan guru untuk memilih media berbasias teknologi yang dapat digunakan saat di kelas. Media teknologi yang dapat digunakan adalah aplikasi Dinkens AR, Choice Board, dan Video pembelajaran dengan animaker. Sebagai bentuk kepedulian prodi PGPAUD UPI Purwakarta terhadap kompetensi guru PAUD di Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan judul ““Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Guru PAUD”. Hal ini dimaksudkan agar guru-guru memiliki kemampuan menggunakan media pembelajsran berbasis teknologi dengan baik dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini dan sebagai upaya menghindari digital gap antara guru dengan peserta didik. 
Pelatihan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial: Transformasi Pendidikan di Sekolah Dasar Lampung Barat Julia Anis Handayani; Candra Tri Utami; Tia Citra Bayuni; Aan Yuliyanto
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2026): ISSUE FEBRUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru sekolah dasar untuk mampu mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial (KKA) dalam pembelajaran guna mendukung keterampilan abad ke-21, khususnya berpikir komputasional. Namun, masih banyak guru yang memandang KKA sebagai materi yang kompleks dan bergantung pada ketersediaan teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran KKA yang adaptif di berbagai kondisi sekolah. Pelatihan diikuti oleh 29 guru sekolah dasar di Lampung Barat yang dilaksanakan melalui metode blended learning dengan pendekatan IN–ON–IN yang meliputi pembekalan, implementasi dengan pendampingan, serta refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru serta perubahan persepsi bahwa KKA dapat diterapkan melalui tiga pendekatan, yaitu plugged, unplugged, dan internet-based, sehingga tetap relevan bagi sekolah dengan maupun tanpa akses internet memadai. Selain itu, guru memahami bahwa KKA berperan dalam melatih siswa berpikir komputasional, logis, dan sistematis sebagai dasar pemecahan masalah. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pedagogis guru serta mendorong pembelajaran yang inovatif dan inklusif.
Kendala Yang Dialami Guru Dalam Penerapan Pembelajaran STEAM Di Sekolah Dasar Neneng Kurnia Arni; Nani Sa'idatul Maulida; Siska Amaliah; Desi Novianti; Tia Citra Bayuni
Elementary School and Education Journal Vol. 2 No. 1 (2026): ESEJ- ELEMENTARY SCHOOL AND EDUCATION JOURNAL
Publisher : Elementary School and Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67157/dct4te21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dialami guru dalam penerapan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan skala likert dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada guru sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa angket tertutup yang memuat indikator terkait kendala perencanaan pembelajaran STEAM, kendala kompleksitas integrasi STEAM, kendala pelaksanaan manajemen waktu pembelajaran STEAM, kendala sumber daya serta sarana prasarana, dan kendala dukungan pihak luar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase untuk menggambarkan kecenderungan kendala yang dialami guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama terletak pada kendala perencanaan pembelajaran STEAM Kendala Kompleksitas Integrasi STEAM, kendala pelaksanaan manajemen waktu pembelajaran STEAM, kendala sumber daya serta sarana prasarana, dan kendala dukungan pihak luar juga menjadi faktor penghambat. Pembahasan menunjukkan bahwa kendala tersebut berdampak pada rendahnya implementasi pembelajaran inovatif di kelas. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru, penyediaan sarana yang memadai, serta dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis STEAM di sekolah dasar.
Hambatan Yang Dihadapi Guru Dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam Melalui STEAM Lasih Putpitasari; Siti Rahma Annuri; Yayu Mardiyah; Putri Dwi Rara Rengganis; Tia Citra Bayuni
Elementary School and Education Journal Vol. 2 No. 1 (2026): ESEJ- ELEMENTARY SCHOOL AND EDUCATION JOURNAL
Publisher : Elementary School and Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran mendalam melalui pendekatan STEAM (Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika) adalah strategi pembelajaran inovatif yang menekankan integrasi lintas disiplin, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah dunia nyata. Meskipun pendekatan ini berpotensi mengembangkan kompetensi abad ke-21, penerapannya di sekolah masih menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam berbasis pendekatan STEAM. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan skala likert dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada guru sekolah dasar dan analisis dokumen yang melibatkan guru sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi: (1) pemahaman guru yang terbatas tentang konsep STEAM, desain proyek, dan penilaian autentik; (2) fasilitas pembelajaran yang kurang memadai, seperti laboratorium, perangkat teknologi, dan bahan ajar; (3) waktu pembelajaran yang terbatas, sehingga pelaksanaan proyek tidak lengkap; (4) kurangnya program pengembangan profesional dan pembimbingan; serta (5) rendahnya motivasi siswa dan literasi teknologi dalam pembelajaran berbasis proyek. Tantangan-tantangan ini menghambat integrasi antar bidang dan menghalangi pengembangan kreativitas, keterampilan pemecahan masalah, dan kolaborasi siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan STEAM yang berhasil memerlukan perencanaan yang sistematis, fasilitas yang memadai, peningkatan kompetensi guru, dan dukungan kurikulum melalui kolaborasi antar bidang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembelajaran berbasis STEAM yang efektif dan berkelanjutan.
Tingkat Pemahaman Guru SD Terhadap Konsep Dasar Literasi Numerasi Dalam Pembelajaran Tematik Muhammad Faiz Rayyan; M Solih Maluf; Ahmad Firdaus; Nur Awalia Sholicha; Tia Citra Bayuni
Elementary School and Education Journal Vol. 2 No. 02 (2026): ESEJ- ELEMENTARY SCHOOL AND EDUCATION JOURNAL
Publisher : Elementary School and Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67157/9r6yyp95

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang penting bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru tentang konsep literasi dan numerasi serta bagaimana penerapannya dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan kuesioner skala Likert untuk menilai kemampuan guru pada beberapa indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik mengenai literasi dan numerasi, terutama dalam merancang pembelajaran yang memuat unsur keduanya. Namun, integrasi literasi dan numerasi ke dalam berbagai mata pelajaran masih perlu ditingkatkan karena belum sepenuhnya diterapkan secara konsisten.
Analisis Kuantitatif Tingkat Literasi Numerasi Siswa Sekolah Dasar Di Era Kurikulum Merdeka Alya Aulya Zakyyatuz Zahra; Aya Dea Adinda; Sri Rahayu; Widya Apriyanti; Tia Citra Bayuni
Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/eduvasi.v2i1.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar dalam memahami berbagai konsep serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Literasi dan numerasi merupakan keterampilan penting pada abad ke-21 yang perlu dikuasai agar siswa mampu berpikir kritis, menganalisis informasi, dan mengambil keputusan dengan tepat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif melalui survei dan menggunakan instrumen skala likert. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan guru dalam literasi dan numerasi sudah cukup baik dalam mengajarkan keterampilan membaca dan menulis, namun hanya sebagian yang menggunakan pendekatan kreatif dalam pembelajaran literasi numerasi. Penelitian ini di harapkan dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan literasi dan numerasi siswa serat faktor-faktor yang memengaruhinya, sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dan sekolah untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan guna meningkatkan kompetensi siswa sesuai dengan kurikulum merdeka.
DEVELOPMENT OF CPA-BASED INTERACTIVE MULTIMEDIA TO IMPROVE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' MATHEMATICAL CREATIVE THINKING SKILLS Yuliyanto, Aan; Bayuni, Tia Citra; Zahrah, Dania Isnaeni; Rabbani, Nida Ul Husna; Yani Fitriyani; Azmi Endah Permatasari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59593

Abstract

The research was motivated by the low mathematical creative thinking skills of elementary school students on the material of flat shapes. The study aimed to develop interactive multimedia based on the Concrete-Pictorial-Abstract (CPA) approach. The research method was Research and Development (R&D) using the 4D model, including Define, Design, Develop, and Disseminate. The product developed was an interactive multimedia that combines text, images, animation, audio, and interactive exercises based on the CPA stages. The research subjects were 30 control class students and 29 experimental class students of an elementary school in North Cikarang, Bekasi. The instruments included observation, interviews, expert validation questionnaires, user response questionnaires, and mathematical KBK tests. Data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed that interactive multimedia obtained a very valid category based on expert assessments, with a score breakdown of material experts giving an assessment of 92.5%, media experts 92.5%, and language experts 85%. Overall, the average percentage of product feasibility reached 90%, which places the product in the very valid and suitable category for use. Regarding practicality, the results of the student questionnaire obtained an average of 93% (very practical). The effectiveness results with N-Gain showed a KBK score of 0.69 (69%) in the moderate category. This indicates that students considered interactive multimedia interesting, easy to understand, and very helpful in understanding the material from the concrete to the abstract stage. The product was declared feasible and effective in facilitating fluency, flexibility, originality, and detail of mathematical creative thinking. Thus, interactive multimedia based on the CPA approach has the potential to be an effective and practical medium to improve the quality of mathematics learning in elementary schools.