Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : AgriMu

PERAN KOPERASI DALAM USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Arwati, Sitti; Anwar, Andi Rahayu; Fatmasari, Reni; Putra, Ardian
AgriMu Vol 4, No 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.13714

Abstract

Koperasi memegang peran sentral dalam mendukung kelangsungan dan perkembangan usahatani bawang merah. Sebagai lembaga ekonomi berbasis keanggotaan, koperasi tidak hanya menjadi wadah bagi para petani bawang merah untuk berkolaborasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kegiatan pertanian. Dengan mengakomodasi kebutuhan bersama, koperasi berperan dalam peningkatan akses petani terhadap sumber daya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji peran koperasi dalam menunjang kegiatan usahatani bawang merah di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian melibatkan petani bawang merah dan pengurus Koperasi Bina Usaha (KBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBU memiliki peranan penting untuk menjembatani petani dalam mengakses, input produksi, penyediaan modal, penyuluhan dan lain-lainnya. Selain itu, KBU juga menyediakan akses ke fasilitas kredit atau pembiayaan yang membantu petani bawang merah memenuhi kebutuhan modal untuk penanaman, pemeliharaan, dan panen dalam usahatani bawang merah. Kata kunci: Peran koperasi, usahatani, bawang merah
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPRA DI DESA BARUGAIA KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Sari, Reski Amalia; Nailah, Nailah; Anwar, Andi Rahayu
AgriMu Vol 4, No 2 (2024): Agrimu 30 Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v4i2.14312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang dihadapi pemilik usahatani kopra dalam proses pengembangan usahatani kopra di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar serta untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani kopra di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. penelitian ini dilakukan pada bulan desember hingga januari di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Serta teknik penetuan informannya dilakukan dengan cara mengamati kondisi dilokasi penelitian serta survei kepada pelaku usahatani kopra yang berlokasi di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan usahatani kopra di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar sudah terbilang cukup efisien dilihat dari faktor internal dan faktor eksternalnya yang mendukung proses pengembangan usahatani kopra serta menerapkan beberapa strategi, diantaranya strategi produk, strategi promosi, strategi kualitas dan strategi fasilitasKata Kunci; Strategi Pengembangan Usahatani Kopra, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Kopra
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG MANIS DAN JAGUNG PULUT DI DESA LASSANG BARAT KECAMATAN POLOMBANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR Rahayu, Sri; Anwar, Andi Rahayu; Fattah, Muh Arifin
AgriMu Vol 5, No 1 (2025): Agrimu Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v5i1.17061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut dan  menganalisis perbandingan pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut di Desa Lassang Barat Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar.Metode pengambilan sampel ini dilakukan dengan menggunakan random sampling atau  secara acak dengan  memilih 15 orang petani jagung manis dan 15 orang petani jagung pulut . Analisis data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan analisis pendapatan dan  uji t untuk membandingkan pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut.Berdasarkan  hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata pendapatan bersih usahatani jagung manis sebesar Rp26.982.217/ Ha dan rata-rata pendapatan bersih usahatani jagung pulut sebesar Rp26.639.160/ Ha .Hal ini disebabkan bahwa hasil produksi jagung manis lebih tinggi dari hasil produksi jagung pulut di Desa Lassang barat Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar (2) Berdasarkan hasul uji t terdapat  perbedaan yang signifikan  taraf  0.001 antara pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut di Desa Lassang Barat Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar. Hal ini dilihat dari t hitung 3,234 lebih besar dari t tabel 1,701.Kata kunci: Pendapatan, Perbandingan, Jagung Manis, Jagung Pulut 
KETAHANAN PANGAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI MELALUI TUMPANG SARI KANGKUNG DAN KELOR DI KELURAHAN BONTORAMBA KECAMATAN SOMBAOPU KABUPATEN GOWA Ardiansyah, Muh.; Halil, Abdul; Syarif, Asriyanti; Anwar, Andi Rahayu
AgriMu Vol. 3 No. 1 (2023): AgriMu Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i1.9402

Abstract

AbstractThe water Spinach and morinaga intercropping system is an agricultural  product in the context of increasing farmer income and efforts to fulfill family food. The research was conducted in the Bontoramba sub-district, Sombaopu District, Gowa Regency by sampling in a saturated sample with a total of 36 farmers doing intercropping farming of moringa and kale. The sampled farmers were given questions using a questionnaire guide and conducted group discussion forums (FGD). Data were analyzed using income analysis, and farmers' perceptions of food security (income, available food sources, as well as the level of farmers' knowledge were analyzed in percentage form and strengthened by presentation in verbal form. Income from water spinach farming was Rp.1,896. 178.22/Ha in one growing season, while Moringa farming provides an income of IDR 669,954.91/Ha. Kale farming income is greater than Moringa because the amount of production is greater than Moringa.Meanwhile, farmers' perceptions of food security in terms of income with the system intercropping, they agree by 83.33% that income provides an alternative for farmers to fulfill food in order to support food security Farmers' perceptions of food security in terms of fulfilling food needs, they agree by 100% that intercropping can meet food needs (vegetables) for farmers and lutes price, and nutritional needs are met. Farmers' perceptions of food security in terms of knowledge agree by 77.78% that there are benefits from these two plants being intercropped as vegetables, although there is still a lack of knowledge about the other benefits of kale and moringa plants, as well as more detailed knowledge of the reasons for these two plants being intercroppedKeywords: food security, income, intercropping, kale, moringa
PERAN KOPERASI DALAM USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Arwati, Sitti; Anwar, Andi Rahayu; Fatmasari, Reni; Putra, Ardian
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.13714

Abstract

Koperasi memegang peran sentral dalam mendukung kelangsungan dan perkembangan usahatani bawang merah. Sebagai lembaga ekonomi berbasis keanggotaan, koperasi tidak hanya menjadi wadah bagi para petani bawang merah untuk berkolaborasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kegiatan pertanian. Dengan mengakomodasi kebutuhan bersama, koperasi berperan dalam peningkatan akses petani terhadap sumber daya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji peran koperasi dalam menunjang kegiatan usahatani bawang merah di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian melibatkan petani bawang merah dan pengurus Koperasi Bina Usaha (KBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBU memiliki peranan penting untuk menjembatani petani dalam mengakses, input produksi, penyediaan modal, penyuluhan dan lain-lainnya. Selain itu, KBU juga menyediakan akses ke fasilitas kredit atau pembiayaan yang membantu petani bawang merah memenuhi kebutuhan modal untuk penanaman, pemeliharaan, dan panen dalam usahatani bawang merah. Kata kunci: Peran koperasi, usahatani, bawang merah
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPRA DI DESA BARUGAIA KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Sari, Reski Amalia; Nailah, Nailah; Anwar, Andi Rahayu
AgriMu Vol. 4 No. 2 (2024): Agrimu Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v4i2.14312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang dihadapi pemilik usahatani kopra dalam proses pengembangan usahatani kopra di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar serta untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani kopra di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. penelitian ini dilakukan pada bulan desember hingga januari di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Serta teknik penetuan informannya dilakukan dengan cara mengamati kondisi dilokasi penelitian serta survei kepada pelaku usahatani kopra yang berlokasi di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan usahatani kopra di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar sudah terbilang cukup efisien dilihat dari faktor internal dan faktor eksternalnya yang mendukung proses pengembangan usahatani kopra serta menerapkan beberapa strategi, diantaranya strategi produk, strategi promosi, strategi kualitas dan strategi fasilitasKata Kunci; Strategi Pengembangan Usahatani Kopra, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Kopra
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG MANIS DAN JAGUNG PULUT DI DESA LASSANG BARAT KECAMATAN POLOMBANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR Rahayu, Sri; Anwar, Andi Rahayu; Fattah, Muh Arifin
AgriMu Vol. 5 No. 1 (2025): Agrimu Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v5i1.17061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut dan  menganalisis perbandingan pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut di Desa Lassang Barat Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar.Metode pengambilan sampel ini dilakukan dengan menggunakan random sampling atau  secara acak dengan  memilih 15 orang petani jagung manis dan 15 orang petani jagung pulut . Analisis data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan analisis pendapatan dan  uji t untuk membandingkan pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut.Berdasarkan  hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata pendapatan bersih usahatani jagung manis sebesar Rp26.982.217/ Ha dan rata-rata pendapatan bersih usahatani jagung pulut sebesar Rp26.639.160/ Ha .Hal ini disebabkan bahwa hasil produksi jagung manis lebih tinggi dari hasil produksi jagung pulut di Desa Lassang barat Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar (2) Berdasarkan hasul uji t terdapat  perbedaan yang signifikan  taraf  0.001 antara pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut di Desa Lassang Barat Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar. Hal ini dilihat dari t hitung 3,234 lebih besar dari t tabel 1,701.Kata kunci: Pendapatan, Perbandingan, Jagung Manis, Jagung Pulut