Claim Missing Document
Check
Articles

Pengendalian Athelia rolfsii Penyebab Busuk Pangkal Batang Pada Kacang Tanah Arachis hypogea. L Dengan Fungisida Nabati Dan Agensia Hayati (Review) Herwita Idris; Anthoni Agustien; Mansyurdin Mansyurdin
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.2.87-93

Abstract

Athelia rolfsii, Curzi adalah bentuk seksualitas dari spesies Sclerotium rolfsii, Sacc, salah satu spesies jamur patogen yang dapat menyebabkan beberapa penyakit mematikan pada tanaman seperti busuk batang, layu dan rebah kecambah. Jamur ini merupakan jamur tular tanah yang dapat bertahan lama dan membentuk sklerotia di dalam tanah. Biasanya serangan dari patogen A. rolfsii, Curzi, ini masyarakat petani cenderung mengendalikannya dengan pemakaian pestisida yang berbahan aktif kimia. Hasil monitoring pengendalian yang memakai fungisida sintetis dalam mengendalikan patogen menimbulkan dampak negatif, akibat dari residu pestisida pada produk pertanian, serta resistensi dan resurgensi penyakit. Oleh sebab itu perlu dicari pestisida sebagai pengendali yang tidak mempunyai dampak negatif. Diantaranya adalah pemakaian pestisida yang bahan aktif tanaman ataupun hayati. Dari hasil beberapa penelitian yang telah dilakukan, setiap bahan baku yang berbeda akan mempunyai daya hambat yang berbeda pula. Untuk itu akan diuraikan dibawah ini hasil-hasil penelitian sebagai pengendali A. rolfsii Cruzi dari golongan fungisida nabati dan agens hayati.ABSTRACTAthelia rolfsii, Curzi is a form of sexuality from the species Sclerotium rolfsii, Sacc, one of the pathogenic fungal species that can cause several deadly diseases in plants such as stem rot, wilting and drooping of sprouts. This fungus is a soil-borne fungus that can survive for a long time and form sclerotia in the soil. Usually the attack is from the pathogen A. rolfsii, Curzi, the farming community tends to control it by using pesticides with active chemical ingredients. The results of monitoring control using synthetic chemical fungicides in controlling pathogens have a negative impact, as a result of pesticide residues in agricultural products, as well as disease resistance and resurgence. Therefore it is necessary to look for pesticides as controllers that do not have a negative impact. Among them is the use of pesticides with active plant or biological ingredients. From the results of several studies that have been carried out, each different raw material will have a different inhibition power. For this reason, the results of research as controllers for A. rolfsii Cruzi will be described below from the class of botanical fungicides and biological agents.
Optimasi Variasi Sumber Karbon dan Nitrogen Isolat Bakteri Endofitik dari Tanaman Bruguiera gymnorrhiza dalam Menghasilkan Crude Enzim Protease Agustien, Anthoni; Marlida, Yetti; Zovia, Miftahul
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9705

Abstract

Enzim protease merupakan salah satu enzim komersial yang memiliki berbagai manfaat dan aplikasi pada bidang industri. Enzim protease dapat dihasilkan oleh mikroorganisme dan dapat dilakukan optimasi untuk menghasilkan aktivitas enzim yang optimum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis sumber karbon dan sumber nitrogen terbaik dalam menghasilkan enzim protease. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan beberapa variasi jenis sumber karbon dan nitrogen untuk melihat aktivitas enzim protease melalui ekstrak kasar enzim (crude enzyme extract) yang dihasilkan. Hasil didapatkan dari  penelitian ini adalah sumber karbon yang terbaik berupa maltosa, sedangkan sumber nitrogen terbaik merupakan kalium nitrat (KNO3) konsentrasi 1% (v/v), dengan aktivitas protease sebesar 1,136 U/mL
Optimasi Enzim Isolat Bakteri Endofitik EUA-136 dari Sonneratia Sp. Penghasil Protease Agustien, Anthoni; Dwitaviani, Rima; Marlida, Yetti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9405

Abstract

Enzim protease memiliki kemampuan untuk memecah protein menjadi oligopeptida dan asam amino. Enzim yang dihasilkan oleh bakteri endofitik dapat diproduksi dalam skala besar tanpa perlu merusak atau menebang tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu, pH, dan waktu inkubasi optimum terhadap isolat bakteri endofitik EUA-136 dalam meningkatkan aktivitas enzim protease. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) tipe rancangan Central Composite Design (CCD) pada software Design Expert 13. Hasil dari penelitian ini didapatkan aktivitas protease dari isolat bakteri endofitik EUA-136 optimum pada suhu 30 ºC, pH 8 dalam waktu inkubasi 15 menit. Keywords: optimasi, protease, bakteri endofitik, response surface methodology
Optimasi Sumber Karbon Dan Nitrogen Isolat Bakteri Termofilik TUA-504 Penghasil Protease Syafrita, Assyifa; Agustien, Anthoni; Marlida, Yetti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9708

Abstract

Protease merupakan enzim yang paling banyak dimanfaatkan diberbagai industri seperti industri kesehatan, farmasi, deterjen, makanan, dan tekstil. Protease termasuk golongan enzim hidrolase yang mampu memecah protein menjadi oligopeptida pendek atau asam amino. Enzim mudah terdenaturasi pada suhu tinggi. Sedangkan dalam industri, protease lebih banyak diaplikasikan pada suhu tinggi. Sehingga diperlukan enzim yang tahan terhadap suhu tinggi (termostabil). Enzim termostabil yang dihasilkan oleh bakteri termofilik sangat dibutuhkan dalam bidang industri karena kemampuannya yang tahan terhadap suhu tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sumber karbon dan sumber nitrogen optimum terhadap isolat bakteri termofilik TUA-504 produksi protease. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan variasi sumber karbon dan sumber nitrogen konsentrasi 1% untuk mendapatkan kondisi optimum dari aktivitas protease. Hasil dari penelitian ini didapatkan kondisi optimum isolat bakteri termofilik TUA-504 dalam memproduksi protease yaitu pada sumber karbon glukosa dan sumber nitrogen NaNO3
Uji Antagonis Bacillus subtilis ATTC 6633 dan Trichoderma harzianum terhadap Pertumbuhan Magnaphorte oryzae pada Benih Padi Anak Daro dengan Variasi Lama Perendaman Feskaharny Alamsjah; Zozy Aneloi Noli; Riesca Salsabilah Rahmayati; Suwirmen Suwirmen; Anthoni Agustien; Kurniadi Ilham
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9468

Abstract

Magnaphorte oryzae is a pathogenic fungus that causes blast disease in rice plants. This disease can cause a decrease in rice production. Therefore, it is necessary to control the disease, one of which is by administering microbes that are antagonistic to Magnaphorte oryzae. This research aims to determine the percentage of inhibitory power of Bacillus subtilis ATTC 6633 and Trichoderma harzianum on the growth of Magnaphorte oryzae with varying soaking times of 24, 48 and 72 hours on the Anak Daro rice variety. This research carried out viability tests for Bacillus subtilis ATTC 6633 and Trichoderma harzianum, as well as antagonist tests using the dual culture method. The results showed that the growth inhibition of Magnaphorte oryzae by Bacillus subtilis ATTC 6633 for a soaking period of 24 hours was 28.48% in the weak category, 48 hours was 32.27% and 72 hours was 31.01% in the medium category. Inhibition of Magnaphorte oryzae by Trichoderma harzianum for a soaking period of 24 hours was 50.63%, 48 hours was 57.59%, and 72 hours was 56.32% in the high category.
Antagonist Test of Bacillus subtilis ATTC 6633 and Trichoderma harzianum on the Growth of Magnaphorte oryzae on Several Varieties of Priming Rice Seeds Feskaharny Alamsjah; Zozy Aneloi Noli; Hesti Dwi Marcellinna; Anthoni Agustien; Suwirmen; Kurniadi Ilham
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.6112

Abstract

Priming is a seed-soaking technique to increase seed viability and also suppress pathogens' growth. Magnaporthe oryzae is one of the pathogens in rice plants that causes leaf blast disease. The high rice consumption each year in Indonesia is not proportional to the amount of rice plant production, which is affected by the growth of pathogenic fungi. This study aims to determine the viability and percentage inhibition of Bacillus subtilis and Trichoderma harzianum against the growth of the pathogenic fungus Magnaporthe oryzae on local West Sumatra rice varieties Ceredek, Pandan Pulau, and Batang Sungkai. The research was conducted by testing the viability of microbes by counting the number of colonies and testing microbial antagonists with the Dual Culture method on seven days of observation. The results showed that Bacillus subtilis and Trichoderma harzianum could inhibit the growth of the pathogen M. oryzae, which causes leaf blast disease. The viability of Bacillus subtilis after biopriming for 48 hours was most significant on Ceredek variety, which was 15.9x106 cfu/g, and for Trichoderma harzianum on Pandan Pulau variety, which was 0.4x106 cfu/g. The most significant inhibition percentage of Bacillus subtilis and Trichoderma harzianum was obtained in Ceredek rice with a value of 30.13% (medium category) and 63.04% (high category).
Optimasi Variasi Sumber Karbon dan Nitrogen Isolat Bakteri Endofitik dari Tanaman Bruguiera gymnorrhiza dalam Menghasilkan Crude Enzim Protease Agustien, Anthoni; Marlida, Yetti; Zovia, Miftahul
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.9705

Abstract

Enzim protease merupakan salah satu enzim komersial yang memiliki berbagai manfaat dan aplikasi pada bidang industri. Enzim protease dapat dihasilkan oleh mikroorganisme dan dapat dilakukan optimasi untuk menghasilkan aktivitas enzim yang optimum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis sumber karbon dan sumber nitrogen terbaik dalam menghasilkan enzim protease. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan beberapa variasi jenis sumber karbon dan nitrogen untuk melihat aktivitas enzim protease melalui ekstrak kasar enzim (crude enzyme extract) yang dihasilkan. Hasil didapatkan dari  penelitian ini adalah sumber karbon yang terbaik berupa maltosa, sedangkan sumber nitrogen terbaik merupakan kalium nitrat (KNO3) konsentrasi 1% (v/v), dengan aktivitas protease sebesar 1,136 U/mL
Optimasi Enzim Isolat Bakteri Endofitik EUA-136 dari Sonneratia Sp. Penghasil Protease Agustien, Anthoni; Dwitaviani, Rima; Marlida, Yetti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9405

Abstract

Enzim protease memiliki kemampuan untuk memecah protein menjadi oligopeptida dan asam amino. Enzim yang dihasilkan oleh bakteri endofitik dapat diproduksi dalam skala besar tanpa perlu merusak atau menebang tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu, pH, dan waktu inkubasi optimum terhadap isolat bakteri endofitik EUA-136 dalam meningkatkan aktivitas enzim protease. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) tipe rancangan Central Composite Design (CCD) pada software Design Expert 13. Hasil dari penelitian ini didapatkan aktivitas protease dari isolat bakteri endofitik EUA-136 optimum pada suhu 30 ºC, pH 8 dalam waktu inkubasi 15 menit. Keywords: optimasi, protease, bakteri endofitik, response surface methodology
Optimasi Sumber Karbon Dan Nitrogen Isolat Bakteri Termofilik TUA-504 Penghasil Protease Syafrita, Assyifa; Agustien, Anthoni; Marlida, Yetti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.9708

Abstract

Protease merupakan enzim yang paling banyak dimanfaatkan diberbagai industri seperti industri kesehatan, farmasi, deterjen, makanan, dan tekstil. Protease termasuk golongan enzim hidrolase yang mampu memecah protein menjadi oligopeptida pendek atau asam amino. Enzim mudah terdenaturasi pada suhu tinggi. Sedangkan dalam industri, protease lebih banyak diaplikasikan pada suhu tinggi. Sehingga diperlukan enzim yang tahan terhadap suhu tinggi (termostabil). Enzim termostabil yang dihasilkan oleh bakteri termofilik sangat dibutuhkan dalam bidang industri karena kemampuannya yang tahan terhadap suhu tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sumber karbon dan sumber nitrogen optimum terhadap isolat bakteri termofilik TUA-504 produksi protease. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan variasi sumber karbon dan sumber nitrogen konsentrasi 1% untuk mendapatkan kondisi optimum dari aktivitas protease. Hasil dari penelitian ini didapatkan kondisi optimum isolat bakteri termofilik TUA-504 dalam memproduksi protease yaitu pada sumber karbon glukosa dan sumber nitrogen NaNO3
Optimization of Protease Activity of Endophytic Bacteria EUA-136 and EUA-139 from Bruguiera gymnorrhiza Using Response Surface Methodology Agustien, Anthoni; Zovia, Miftahul; Dwitaviani, Rima; Marlida, Yetti
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 2 (2025): March 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.2.426-435

Abstract

Protease is a vital enzyme used in industries such as detergents, pharmaceuticals, and animal feed, with a growing demand in the enzyme market. Endophytic microorganisms can produce stable proteases with a rapid synthesis process. This study optimized conditions of temperature, pH, salinity, agitation, and nutrient sources for protease production by EUA-136 and EUA-139 bacterial isolates. The research used Response Surface Methodology (RSM) with a Central Composite Design (CCD) in Design Expert Software 13.1 to identify optimal conditions and the bacterial isolates. The optimum conditions for the EUA-136 bacterial isolate to produce protease were 3% inoculum at 30 ºC, pH 7, 28.5 ppt salinity, and 150 rpm agitation. For the EUA-139 bacterial isolate, the optimum conditions were a carbon source of 1% (v/v) maltose, a nitrogen source of 1% (v/v) KNO3, casein as the inducer, and an inoculum concentration of 7.5% (v/v). Molecular identification of isolates EUA-136 and EUA-139 revealed similarities to Bacillus cereus strain 3TC-3 and Bacillus paramycoides 3665, respectively.