Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SOEHARTO: CONTROVERSY AND ELIGIBILITY AS A NATIONAL HERO: Soeharto: Kontroversi dan kelayakan sebagai Pahlawan Nasional Agustin, Yeni; Fahruddin
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 5 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i5.4709

Abstract

This article discusses the controversy and feasibility regarding Soeharto's appointment as Indonesia's National Hero. Although Suharto is known for successfully advancing Indonesia's economy for 32 years, he was also involved in human rights violations, corruption, collusion and nepotism. The aim of writing this article is to examine the theoretical understanding of the issue of Soeharto's appointment as a national hero, the procedure for appointing a hero in Indonesia, as well as the public's views regarding the controversy and suitability of Soeharto to become a National Hero. Using qualitative research methods, this article explores the contributions and controversies surrounding Soeharto as well as the requirements for becoming a national hero. Various views from human rights activists and academics show the importance of moral integrity in honoring national heroes. Even though Suharto had significant contributions, his complex leadership legacy is best recognized as part of history without giving him the title of National Hero.
Efek Sedativa dan Kebugaran Teh Celup Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis L) Kamaluddin, Muhammad Totong; Yuliarni, Yuliarni; Agustin, Yeni; Parisa, Nita; Hidayat, Rahmat; Wahyuni, Tri; Yuliana, Citra; Perryanis, Perryanis
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 2 No. 3 (2017): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v2i3.40

Abstract

Daun Gaharu (Aquilaria malaccensis) sejak lama telah digunakan masyarakat Kabupaten Bangka Tengah untuk menangkal keletihan akibat gangguan tidur ringan. Minuman yang diramu dari daun Gaharu yang diiris-iris lalu dijemur sebentar kemudian disedu air hangat kuku ternyata berkhasiat untuk menimbulkan rasa kantuk dan setelah bangun dari terlelap sejenak maka tubuh akan menjadi lebih segar. Penelitian ini ingin membuktikan manfaat tersebut di atas. Sejumlah 60 orang sukarelawan sehat terdiri dari 30 orang laki-laki dan 30 orang wanita dengan rentang umur 18 – 60 tahun berpartisipasi untuk membuktikan efek sedativa dan pengaruh kesehatan lainnya. Dengan disain pre-post test serta kerelaan sukarelawan sehat ini (dengan mengisi informed consent) sebagai responden, maka semuanya diberi minum teh celup Gaharu yang berisi 1 g simplisia kering/saset setiap hari selama 3 minggu berturut-turut. Setelah selesai satu sesi minum, semuanya diwawancarai pemeriksaan fisik, mental dengan menggunakan kuesioner model Pittsburgh Insomnia Rating Scale (PIRS) serta dikoleksi darah intravenanya. Hasil menunjukkan bahwa 32 % responden timbul rasa kantuk ringan, 10 % merasa lebih segar walaupun terasa sakit kepala ringan, serta berkurangnya rasa pegal dan nyeri sendi namun nafsu makan bertambah. Profil darah rutin tidak berubah namun kadar hormon seks seperti testosteron, progesteron, estradiol dan FSH meningkat ringan tanpa LH serta penurunan fibrinogen dan hs-CRP. Sedangkan transaminase hepar tidak berubah. Dari temuan ini disimpulkan bahwa konsumsi rutin teh gaharu memperbaiki profil tidur dan kesegaran jasmani namun tidak bersifat hepatotoksik. Perubahan kadar hormon seks, fibrinogen dan hs-CRP perlu dikaji lebih lanjut.
PELATIHAN PEMBUATAN SEDIAAN SABUN CAIR PERASAN BUAH JERUK NIPIS Khairunnisa; Sigit Cahyo H; Achmad wahyudi; Yeni Agustin; Nurul Hidayah
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i1.365

Abstract

Masyarakat kelurahan Pulokerto, sebagian besar berprofesi sebagai buruh Pabrik Karet dan serabutan sehingga memiliki tingkat perekonomian yang relatif rendah. Oleh karena itu diperlukan adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dengan cara memberikan pengetahuan dan informasi mengenai potensi dan manfaat tanaman obat tradisional yang bersumber dari bahan alam, salah satunya adalah perasan buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). Jeruk Nipis mengandung minyak atsiri dan vitamin C yang tinggi serta beberapa senyawa metabolit seperti flavonoid pada perasan buah jeruk nipis yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Perasan buah jeruk nipis dinilai cukup potensial sebagai bahan baku pembuatan sedian sabun cair. Kegiatan penyuluhan dilakukan di wilayah Kelurahan Pulokerto dengan memberikan paparan materi dan praktek pembuatan sedian sabun cair perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat kelurahan Pulokerto mampu memahami pembuatan sabun cair perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkaan sabun cair tersebut dalam kegiatan sehari-hari dan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat.
KAJIAN LITERATUR PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MEMBANTU SISWA MENINGKATKAN KESIAPAN KARIR MELALUI BIMBINGAN KARIR Hariyanti, Lupi; Nurul Fikriyani, Devi; Agustin, Yeni; Nur Ajijah, Risa
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i9.984-996

Abstract

Studi ini melihat bagaimana guru bimbingan dan konseling membantu siswa mempersiapkan karir mereka dengan layanan bimbingan karir. Guru BK sangat penting untuk membantu siswa mengenali potensi mereka dan merencanakan jalur karir mereka.Metodologi yang diterapkan adalah analisis literatur dari 15 jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa peran guru bimbingan dan konseling sangat vital, mulai dari penyediaan informasi dunia kerja, asistensi dalam pemahaman minat dan bakat siswa, hingga membantu mereka dalam pengambilan keputusan karir. Selain itu, guru BK turut berperan mengatasi tekanan yang mungkin timbul dari orang tua. Secara garis besar, bimbingan karir yang efektif terbukti mampu mempersiapkan siswa menghadapi jenjang karir, membekali mereka dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang esensial untuk masa depan
UJI FRAKSI DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera (L.) Dc) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus) Yeni Agustin; Mayaranti Wilsya; Dila Natalia
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1880

Abstract

Diabetes Mellitus is a metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels due to absolute or relative insulin deficiency. The Sembung plant (Blumea balsamifera (L.) Dc) is a medicinal plant traditionally used to help lower blood glucose levels. This study aimed to determine the effectiveness of sembung leaf fractions in reducing blood glucose levels in sucrose-induced mice. This research used a pre- and post-test control group design to compare blood glucose reduction between mice given a 4.2% concentration of Sembung leaf fractions and a positive control group treated with glibenclamide. The results showed that oral administration of Sembung leaf fractions at a 4.2% concentration reduced blood glucose levels at 120 minutes, with average results as follows: n-hexane fraction as 117.5 mg/dL, ethyl acetate fraction at 132.8 mg/dL, and water fraction at 113.5 mg/dL.The n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and water fraction of Sembung leaves were effective in reducing blood glucose levels in mice. Among them, the water fraction showed the greatest effect.