Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strong Character From The East: Traces Of Pancasila and Papuan Culture in Student Sports Haeruddin Azhari; Yorman; Muhammad Teguh Prasetyo; Muharis; M. Azy' Ari; Hamzah Hamzah; Khumaira Marsyahidah Badu
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, March 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i3.1926

Abstract

This study examines the role of Pancasila values and local Papuan culture in shaping the character of sports students at Cenderawasih University, particularly in strengthening moral, social, and cultural integrity amid globalization challenges. A descriptive quantitative approach was employed, involving 29 students from the Sports Education Study Program selected through purposive sampling. Data were collected using a four-point Likert scale questionnaire covering indicators of Pancasila values (belief in God, humanity, unity, democracy, and justice) and Papuan cultural values (solidarity, togetherness, respect for customs, and collective courage). Data analysis utilized percentage techniques with descriptive classification criteria. The findings reveal that all indicators fall within the outstanding category, with average scores ranging from 84% to 92%. These results indicate that students have successfully internalized values such as religiosity, empathy, cooperation, sportsmanship, fairness, and respect for tradition in both academic and athletic contexts. The study confirms that integrating Pancasila and Papuan cultural values significantly contributes to the development of resilient, ethical, and identity-driven sports students. Therefore, higher education institutions are encouraged to systematically embed these values into curricula, instructional strategies, and extracurricular programs to produce graduates who are not only academically and physically competent but also morally grounded and socially responsible in a globalized world.
Cardiorespiratory Capacity of Papuan Sports Students: What is the Cardiorespiratory Capacity of Papuan Sports Students? Prasetyo, Muhammad Teguh; Putra, Miftah Fariz Prima; Babingga, Harianto
Bima Loka: Journal of Physical Education Vol 6 No 1 (2025): November
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bimaloka.v6i1.48477

Abstract

The purpose of this study was to measure the cardiorespiratory endurance of college students through the Multistage Fitness Test (Beep Test) and VO₂Max calculation to obtain an objective picture of their aerobic fitness level. This study used a survey method involving two groups, namely male and female students. In the male group (n=12), the results showed that the majority of participants were in the below average category (66.7%), while 16.65% were in the low category and another 16.65% were in the average category. These findings indicate that most male students have cardiorespiratory capacity that still needs to be improved to achieve ideal fitness standards. Meanwhile, in the female group (n=4), all participants were in the low category with a percentage of 100%. This condition indicates that the aerobic fitness level of female students is still at a level far from optimal. Overall, the results of the study show that most students, both male and female, have aerobic fitness in the low to moderate category. These findings provide an important basis for planning a more targeted aerobic exercise program to improve the cardiorespiratory capacity of Papuan sports students.
Daya Tahan Atlet Muda di Balik Prestasi: Profil VO₂Max Pemain Sepak Bola Klub Perslotim U-17 Muhammad Teguh Prasetyo; Catur Prima Eka Putra Abdullah; Rudolof Yanto Basna; Gempa Satria Yudha
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i1.1016

Abstract

This study aims to determine and describe the aerobic capacity profile (VO₂Max) of Perslotim U-17 soccer players as an indicator of the cardiorespiratory endurance of young athletes. The study used a quantitative descriptive method with a test and measurement design. The study population consisted of 50 male athletes aged 16–17 years, selected using a total sampling technique. The instrument used was the Beep Test (multistage fitness test) to measure VO₂Max. Data were analyzed by calculating the mean, minimum, maximum, and standard deviation values, then classified into cardiorespiratory endurance categories based on aerobic fitness norms for adolescent athletes. The results showed that the majority of athletes were in the average (46%) and good (32%) categories, with a small portion in the sufficient (16%), poor (4%), and very good (2%) categories. There were no athletes in the very poor or extraordinary categories. These findings indicate that the players' aerobic capacity is sufficient to support training and match activities, but still has room for improvement. In conclusion, the cardiorespiratory endurance of Perslotim U-17 players is at a fair to good level, so it is recommended to implement a more structured and sustainable aerobic training program to improve the athletes' performance and achievements in the future.
Eksplorasi Tarian Wisisi Sebagai Aktivitas Fisik dalam Inovasi Gerak Olahraga Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Saharuddin Ita; Toni Kogoya; Fahmi Fadhiil; Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah; Muhammad Teguh Prasetyo
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v5i2.13335

Abstract

Salah satu tarian tradisional yang berpotensi besar sebagai keseharian untuk melakukan aktivitas fisik dalam inovasi gerak olahraga berbasis budaya adalah Tarian Wisisi. Tarian ini merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat di wilayah tertentu dengan gerakan yang dinamis, ritmis, serta melibatkan koordinasi tubuh secara menyeluruh. Eksplorasi Tarian Wisisi di era modern dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus melestarikan budaya daerah. Penelitian ini mengeksplorasi Tarian Wisisi sebagai aktivitas fisik dalam inovasi gerak olahraga berbasis budaya. Tujuan utama adalah mempelajari potensi tarian tradisional sebagai alternatif olahraga yang sehat dan pelestarian warisan budaya. Tarian wisata yang berasal dari tradisi lokal memiliki pola latihan yang kaya dan dinamis yang dapat diadaptasi dalam konteks inovasi olahraga modern, mengisi kekosongan integrasi budaya dalam pengembangan olahraga saat ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan observasi langsung untuk menganalisis struktur gerakan tarian serta wawancara dengan praktisi tari dan olahraga guna mendapatkan perspektif integrasi gerak budaya dalam latihan fisik. Hasil yang diharapkan adalah pengembangan tarian Wisisi berbasis olahraga yang bisa dipakai dalam pendidikan jasmani dan aktivitas fisik umum. Manfaat penelitian ini meliputi kekayaan alternatif olahraga budaya yang lebih terintegrasi, menarik, sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal. Melalui penyebaran artikel ilmiah dan rekomendasi praktis, penelitian tidak hanya memberi kontribusi akademik namun juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik dengan pijakan kearifan lokal.
Fleksibilitas Ekstremitas Bawah dan Keseimbangan Dinamis pada Lansia: Hubungannya dengan Kemandirian dalam Kehidupan Sehari-Hari Fachrun Nisa Sofiyah Khasanah; Muhammad Teguh Prasetyo; Toni Kogoya
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v10i2.6302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fleksibilitas, keseimbangan, dan kemampuan aktifitas fungsional pada lansia yang ada di daerah Arso 2 Kabupaten Keerom Provinsi Papua, serta memberikan edukasi kemandirian fungsional terhadap yang mengalami penurunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif korelasional. Jumlah sampel yaitu 35 orang lansia berusia 58 tahun ke atas dengan menggunakan teknik non-probabilistik . Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara fleksibilitas ekstremitas bawah dan keseimbangan dinamis (r = –0,353; p = 0,038), fleksibilitas ekstremitas bawah dengan tingkat kemandirian (ADL) menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat dan signifikan (r = –0,847; p < 0,001). Namun berbeda dengan fleksibilitas, keseimbangan dinamis memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kemandirian (r = 0,508; p = 0,002). Kesimpulan dalam penelitian bahwa fleksibilitas ekstremitas bawah yang berlebihan pada lansia justru berkorelasi negatif dengan keseimbangan dinamis dan tingkat kemandirian. Sebaliknya, keseimbangan dinamis memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kemandirian. Oleh karena itu, peningkatan keseimbangan lebih penting daripada peningkatan fleksibilitas yang berlebihan dalam mendukung kemandirian lansia.
Pelatihan Digitalisasi Administrasi Kepelatihan Berbasis Google Drive bagi MGMP PJOK SMP Kabupaten Jayapura Irfan Deny Oktavian; Pamungkas Yulian Effendi; Swandika Pinem; Indra Yudistira; Muhammad Teguh Prasetyo
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i8.3867

Abstract

Administrasi kepelatihan yang tertib dan mudah diakses merupakan kebutuhan mendesak bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di tingkat SMP, mengingat masih banyak dokumen administrasi seperti RPP, program latihan, dan catatan evaluasi siswa yang dikelola secara manual sehingga rentan hilang, sulit diakses, dan tidak terdokumentasi dengan baik. Kondisi ini mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul "Pelatihan Digitalisasi Administrasi Kepelatihan Berbasis Google Drive bagi MGMP PJOK SMP Kabupaten Jayapura" guna meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola administrasi secara digital, efisien, dan kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan pendampingan praktik langsung (hands-on) kepada dua puluh lima anggota MGMP PJOK, meliputi pengenalan fitur Google Drive, penataan struktur folder administrasi, serta praktik unggah dan berbagi dokumen. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 72,9% berdasarkan perbandingan skor pre-test dan post-test, dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan menyusun struktur folder digital. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan tergolong sangat baik, dan seluruh peserta berhasil membuat struktur folder digital secara mandiri. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan efisiensi kerja guru PJOK dan mendukung transformasi digital dalam pengelolaan administrasi pendidikan di sekolah, sehingga perlu keberlanjutan melalui pendampingan berkala agar pemanfaatannya menjadi kebiasaan kerja yang konsisten dan berdampak luas bagi mutu pengelolaan administrasi kepelatihan PJOK.