Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EVALUASI EFEKTIFITAS KONFIGURASI SOIL NAILING TERHADAP STABILITAS LERENG SEBAGAI ALTERNATIF PROTEKSI LERENG PADA GALIAN DALAM STUDI KASUS JALAN TOL RUAS RENGAT PEKANBARU SEKSI LINGKAR PEKANBARU Rahmat, Abdullah Nur; Fahmi, Ahmad; Firmansyah, Andrian; Bambang , Bambang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i6.60171

Abstract

Pada Jalan Tol Ruas Rengat – Pekanbaru Seksi Lingkar Pekanbaru terdapat lokasi trase yang melewati area perbukitan. Untuk mencapai elevasi rencana Finis Grade (FG) maka diperlukan metode konstruksi open cut atau galian dalam +/- 20 m. Kondisi tanah di Provinsi Riau khususnya yang dilintasi Jalan Tol Rengat – Pekanbaru Seksi Junction Pekanbaru – IC. Bypass Pekanbaru berjenis lempung dengan plastisitas sedang – tinggi. Dengan kondisi tersebut maka diusulakan melakukan perkuatan dengan menggunakan soil nailing. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konfigurasi panjang serta sudut pemasangan soil nailing terhadap faktor keamanan (FK) lereng global dan internal dengan jenis karakteristik tanah lempung serta pengaruh perkuatan soil nailing pada kondisi stabilitas jangka panjang dan kondisi pseudostatic. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan permodelan Finite Element Analysis (FEA) menggunakan program Plaxis 2D dan model konstitutif Hardening Soil Models (HSM). Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa nilai Faktor Kemananan (FK) Stabilitas Global Lereng mengalami peningkatan seiring bertambahnya Panjang dan Sudut Pemasangan Nailing. Efektifitas tertinggi peningkatan nilai FK Stabilitas Global dari kondisi tanpa perkuatan yaitu pada nail dengan panjang 30 meter dan sudut pemasangan 100 - 300 sebesar (36% - 100 %). Nilai Faktor Keamanan (FK) Stabilitas Internal terhadap Tahanan Cabut Nailing juga mengalami peningkatan seiring bertambahnya Panjang Nailing namun dengan Sudut Pemasangan yang semaikin kecil dengan nilai Tahanan Tarik yang secara keseluruhan telah memenuhi kriteria FK > izin untuk semua variasi panjang dan sudut pemasangan nailing. Penigkatan Nilai Faktor Kemananan (FK) Stabilitas Global Lereng hanya terjadi pada kondisi Layan Jangka Panjang (Static Condition) namun untuk kondisi Gempa (Pseudostatic) perkuatan Soil Nailing tidak memberikan dampak signifikan pada lereng dengan jenis tanah lempung. Pada sudut pemasangan 300 secara keseluruhan untuk panjang 30 m, 28 m, dan 26 m memiliki hasil yang paling efektif dan efisien dengan peningkatan nilai FK sebesar 86% - 100% dari kondisi awal tanpa perkuatan. Perkuatan lereng menggunakan soil nailing paling efektif pada panjang 30 meter dengan sudut 300, diikuti dengan sudut 200 pada kondisi gempa dan kondisi statik.
Analisis Penggantian Exhaust System terhadap Performance Engine type 2NR-VE Ahmad Fahmi; Tatang Permana
JURNAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7879

Abstract

Engine performance is a critical parameter in automotive engineering as it directly affects power output, torque characteristics, and overall vehicle efficiency. One of the components that significantly influences engine performance is the exhaust system, which regulates exhaust gas flow and back pressure. This study aims to experimentally analyze the effect of replacing a standard exhaust system with an aftermarket exhaust system on the performance of a 2NR-VE engine. The research employed an experimental method using a comparative design with two testing conditions: a factory-standard exhaust system and an aftermarket exhaust system. Engine performance testing was conducted using a dynamometer (dyno test) to measure horsepower and torque across various engine speed ranges (RPM). Each testing condition was performed repeatedly, and the resulting data were averaged to reduce measurement errors and minimize the influence of operational fluctuations. The experimental results indicate that the aftermarket exhaust system significantly improves engine performance. The maximum power increased from 82.5 HP to 91.6 HP, while the maximum torque rose from 131.2 Nm to 154.4 Nm. These improvements suggest that the aftermarket exhaust configuration effectively reduces exhaust back pressure and enhances exhaust gas flow efficiency. Therefore, replacing the exhaust system can be considered an effective approach to improving engine performance, provided that the modification is technically appropriate and complies with applicable emission and noise regulations.