Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Upaya Peningkatan Gizi Anak melalui Penyuluhan Konsumsi Protein Hewani dan Demonstrasi Pembuatan Sosis Hati Ayam Khalida Dalimunthe, Nathasa; Khoeirunnisa, Tiara Kurnia; Dalimunthe, Nindytia Puspitasari; Aulia, Cindy; Khoirunisa, Aprilia
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v6i2.2591

Abstract

The health condition of toddlers in the Kedaton Community Health Center working area in January 2025 in Sukamenanti Baru Village showed that the coverage of toddlers who experienced weight gain was only 85% so it has not reached the target. Chicken liver is a food ingredient that is easily available and inexpensive. However, children tend to dislike consuming chicken liver directly, so there is a need for innovation in forms that suit children's tastes, such as being processed into other, more attractive products. This community service aims to provide understanding to mothers regarding the importance of consuming animal foods and empowering KWT Melati Jaya through training in processing chicken liver sausages as a nutritious food solution that is affordable and liked by children. The activity was carried out July-August 2025 at the Al-Fitrah Mosque, Sukamenanti Baru, Kedaton, Bandar Lampung. Counseling activities were carried out using lecture methods and leaflet media, while the activity of making chicken liver sausages was carried out using a direct demonstration method for KWT mothers. There was a significant increase in mothers' knowledge about animal protein (p = 0.000) (average pre-test score of 78.8 to post-test 93.3). All groups were quite successful in making chicken liver sausages, resulting in a product they enjoyed (good taste, minimal odor). This sausage has the potential to provide a nutritional solution for toddlers and a business opportunity with a long shelf life.
Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Digital Pada Bidang Perizinan Infrastruktur dan Sosial di DPMPTSP Kabupaten Garut Miruhi, Dhiya Fildza; Anggara, Dimas; Aulia, Cindy; Pratama, Moh Rezky; Alamsyah, Kamal
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i3.1731

Abstract

Penelitian ini mengkaji inovasi pelayanan publik berbasis digital pada bidang perizinan infrastruktur dan sosial di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut. Latar belakang penelitian didasarkan pada tuntutan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas layanan publik seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Aplikasi Sistem Jemput Perizinan Online (SIJEMPOL) menjadi objek kajian utama, yang dirancang untuk mempermudah pengajuan perizinan non-OSS secara daring, mempercepat proses, meningkatkan transparansi, dan meminimalisasi maladministrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menganalisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Teori Inovasi Rogers dalam Hutagalung (2018) digunakan sebagai kerangka analisis, meliputi dimensi Relative Advantage, Compatibility, Complexity, Triability, dan Observability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi pelayanan memberikan keuntungan relatif yang signifikan, serta menunjukkan tingkat kerumitan yang rendah berkat penggunaan antarmuka yang sederhana. Pelaksanaan pelayanan publik berbasis digital di DPMPTSP Kabupaten Garut masih menghadapi berbagai hambatan, meliputi keterbatasan literasi digital masyarakat, infrastruktur jaringan internet yang belum merata, resistensi terhadap perubahan sistem, kendala teknis aplikasi, serta keterbatasan dan adaptasi. Inovasi pelayanan publik berbasis digital melalui OSS dan SIJEMPOL di DPMPTSP Kabupaten Garut terbukti meningkatkan produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas, sekaligus memberikan keunggulan relatif berupa efisiensi, transparansi, serta kemudahan akses layanan, meskipun masih menghadapi tantangan literasi digital dan infrastruktur.
Anak Sebagai Pelaku Kejahatan Kenakalan Remaja dan Bagaimana Hukum Bertindak Sriwani, Andi Fahratul; Aulia, Cindy; Wahyudianto, Wahyudianto; Pramana, Bayu; Effendie, Rizal; Safira, Ayu; Ramadhan, Fitrah; Sunariyo, Sunariyo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5263

Abstract

Fenomena kenakalan remaja yang terjadi di Kota Samarinda menunjukkan peningkatan kasus kekerasan dan tindak pidana yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun pelaku, yang disebabkan oleh lemahnya pengawasan keluarga, kurangnya pendidikan hukum, serta pengaruh lingkungan sosial. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan penyuluhan hukum berjudul “Anak Sebagai Pelaku Kejahatan Kenakalan Remaja dan Bagaimana Hukum Bertindak” dilaksanakan pada SMA Negeri 5 Samarinda, melibatkan 38 siswa kelas X dengan rentang usia 15–16 tahun. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mengenai sistem peradilan pidana anak, hak dan kewajiban anak, prinsip keadilan restoratif, serta mekanisme diversi sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan ketentuan perlindungan anak dalam Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. Metode yang digunakan berupa edukasi berbasis komunitas, diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi peradilan anak untuk meningkatkan kesadaran hukum. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap posisi anak dalam hukum pidana, penerapan prinsip restorative justice, serta tanggung jawab sosial dan moral dalam mencegah kenakalan remaja. Kegiatan ini menumbuhkan empati, kerja sama, dan kesadaran akan konsekuensi hukum dari tindakan menyimpang, sehingga remaja dapat menjadi agen perubahan yang sadar hukum di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi edukasi hukum ke dalam kegiatan sekolah efektif.