p-Index From 2021 - 2026
4.836
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Aplikasi Teknik Pengolahan Citra dalam Analisis Non-Destruktif Produk Pangan Ahmad, Usman
JURNAL PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.479 KB) | DOI: 10.33964/jp.v19i1.119

Abstract

Aplikasi ilmu teknik dalam bidang pertanian sudah dilakukan sejak lama. Perancangan terhadap lingkungan terkendali telah mengalami evolusi yang signifikan sejak tahun 1980. Sejak beberapa tahun terakhir bahkan kata “presisi” telah digunakan untuk menggambarkan penggunaan teknologi baru seperti komputer, elektronik, dan sensor. Beberapa contoh yang sudah muncul adalah precision farming, precision forestry, precision tillage, dan mungkin hanya masalah waktu saja bagi munculnya istilah precision fisheries and precision horticulture. Semua istilah di atas dapat dirangkum dalam satu pengertian yang berarti penerapan otomatisasi menggunakan teknologi komputer dan elektronika. Penggunaan pengolahan citra (image processing) diharapkan dapat meningkatkan akurasi sortasi dan pemutuan produk hortikultura berdasarkan kualitas dan kemasakannya. Kondisi buah dapat didekati dari ukuran obyek dalam citra bila diambil dengan latar belakang yang kontras dengan warna buah yang diamati. Tingkat kemasakan buah bisa didekati dari pengamatan warna dan tekstur kulit buah karena biasanya buah seperti mangga mengalami perubahan warna dan tekstur kulitnya seiring dengan perubahan tingkat kemasakan atau kehadiran plek-plek getah pada kulit mangga sehingga mutunya dinilai rendah. Meskipun masih berada pada tahap penelitian, pengolahan citra telah dikembangkan untuk klasifikasi beberapa produk hortikultura seperti jeruk, mangga, belimbing manis, paprika, tomat, wortel, dan lain sebagainya. Demikian halnya dengan produk pangan lainnya seperti biji-bijian, pengolahan citra dapat digunakan untuk tujuan yang sama. Beberapa contoh hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi mutu biji-bijian dengan menggunakan pengolahan citra memberikan hasil yang lebih akurat bila dibandingkan dengan hasil klasifikasi secara manual.
Penerapan GHP dan GMP Pada Penanganan Pascapanen Padi Di Tingkat Penggilingan (GHP and GMP Implementations in Postharvest Handling of Rice at The Rice Mill Operator Level) Sarastuti, Sarastuti; Ahmad, Usman; Sutrisno, Sutrisno
JURNAL PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1856.065 KB) | DOI: 10.33964/jp.v27i2.369

Abstract

AbstrakPenerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) pada penanganan pascapanen padi di tingkat penggilingan di Indonesia masih rendah, bahkan sebagian besar operator tidak memperhatikan tentang standar mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan GHP dan GMP pada penanganan pascapanen padi di tingkat penggilingan. Survey dilakukan terhadap enam penggilingan padi penyalur beras mitra Toko Tani Indonesia Center dalam kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), di wilayah Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan pengambilan sampel gabah dan beras sesuai berdasarkan metode SNI 19-0428-1998. Analisis mutu dilakukan berdasarkan metode SNI 01-0224-1987 untuk gabah dan SNI 6128:2015 untuk beras. Penilaian kesesuaian penerapan GHP dan GMP dilakukan berdasarkan praktek yang dilakukan responden, dibandingkan terhadap pedoman GHP dan GMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman GHP dan GMP belum sepenuhnya diterapkan oleh penggilingan padi. Tingkat kesesuaian penanganan pascapanen padi adalah 52.9% untuk GHP dan 66.7% untuk GMP. Ketidaksesuaian terhadap pedoman GHP dan GMP dibedakan menurut aspek fasilitas dan penanganan pascapanen padi. Ketidaksesuaian dari aspek fasilitas, yaitu: kondisi bangunan dan gudang penyimpanan tidak dilengkapi pengontrol suhu, tekanan, kelembaban udara, dan perlindungan dari debu, kotoran, binatang pengerat, hama, dan serangga. Ketidaksesuaian pada penanganan pascapanen padi, antara lain: operator penggilingan padi tidak melakukan proses sortasi, pembersihan, dan pemutuan gabah. Selain itu, pengemasan gabah tidak disesuaikan dengan standar kelas mutu. Kondisi tersebut menghasikan beras bermutu rendah berdasarkan persyaratan mutu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 31/Permentan/PP.130/8/2017.kata kunci: beras, mutu, pascapanen padi, penggilingan AbstractsIn Indonesia, implementation of Good Handling Practices (GHP) and Good Manufacturing Practices (GMP) in postharvest handling of rice at the rice mill operator level is categorized low, and even most operators do not care about rice quality standards. This study aims to evaluate the application of GHP and GMP on postharvest handling of rice at the rice mill level. The survey was conducted on six rice mills as milled rice supplier to Toko Tani Indonesia Center in the Food Business Community Development (PUPM) activity, in West Java area. The data were collected through interview, field observation, and sampling of rice and milled rice according to SNI 19-0428-1998 method. Quality analysis was conducted based on SNI 01-0224-1987 method for rice and SNI 6128: 2015 for milled rice. Conformity assessment of GHP and GMP implementation was calculated based on respondents' practice, compared to GHP and GMP guidelines. The results show that GHP and GMP guidelines have not been fully implemented by rice mill operators. The postharvest handling conformity level was 52.9% for GHP and 66.7% for GMP. Non-compliance with GHP and GMP guidelines were grouped into two aspects, facilities and postharvest handling of rice. Non-conformity of the facilities aspect, namely: the condition of the building and storage warehouse was not equipped with temperature control, pressure, humidity, and protection from dust, dirt, rodents, pests, and insects. Non-compliance to postharvest handling of rice, among others are lacks of sorting, cleaning, and rice grading processes. In addition, the rice packaging was not adjusted to the quality standards. These conditions result milled rice with low quality according to the Regulation of the Minister of Agriculture Number: 31/ Permentan/PP.130/8/2017. keywords: milled rice, postharvest handling, quality, rice mill operator
Aplikasi Teknik Pengolahan Citra dalam Analisis Non-Destruktif Produk Pangan Usman Ahmad
JURNAL PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v19i1.119

Abstract

Aplikasi ilmu teknik dalam bidang pertanian sudah dilakukan sejak lama. Perancangan terhadap lingkungan terkendali telah mengalami evolusi yang signifikan sejak tahun 1980. Sejak beberapa tahun terakhir bahkan kata “presisi” telah digunakan untuk menggambarkan penggunaan teknologi baru seperti komputer, elektronik, dan sensor. Beberapa contoh yang sudah muncul adalah precision farming, precision forestry, precision tillage, dan mungkin hanya masalah waktu saja bagi munculnya istilah precision fisheries and precision horticulture. Semua istilah di atas dapat dirangkum dalam satu pengertian yang berarti penerapan otomatisasi menggunakan teknologi komputer dan elektronika. Penggunaan pengolahan citra (image processing) diharapkan dapat meningkatkan akurasi sortasi dan pemutuan produk hortikultura berdasarkan kualitas dan kemasakannya. Kondisi buah dapat didekati dari ukuran obyek dalam citra bila diambil dengan latar belakang yang kontras dengan warna buah yang diamati. Tingkat kemasakan buah bisa didekati dari pengamatan warna dan tekstur kulit buah karena biasanya buah seperti mangga mengalami perubahan warna dan tekstur kulitnya seiring dengan perubahan tingkat kemasakan atau kehadiran plek-plek getah pada kulit mangga sehingga mutunya dinilai rendah. Meskipun masih berada pada tahap penelitian, pengolahan citra telah dikembangkan untuk klasifikasi beberapa produk hortikultura seperti jeruk, mangga, belimbing manis, paprika, tomat, wortel, dan lain sebagainya. Demikian halnya dengan produk pangan lainnya seperti biji-bijian, pengolahan citra dapat digunakan untuk tujuan yang sama. Beberapa contoh hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi mutu biji-bijian dengan menggunakan pengolahan citra memberikan hasil yang lebih akurat bila dibandingkan dengan hasil klasifikasi secara manual.
Penerapan GHP dan GMP Pada Penanganan Pascapanen Padi Di Tingkat Penggilingan (GHP and GMP Implementations in Postharvest Handling of Rice at The Rice Mill Operator Level) Sarastuti Sarastuti; Usman Ahmad; Sutrisno Sutrisno
JURNAL PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v27i2.369

Abstract

AbstrakPenerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) pada penanganan pascapanen padi di tingkat penggilingan di Indonesia masih rendah, bahkan sebagian besar operator tidak memperhatikan tentang standar mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan GHP dan GMP pada penanganan pascapanen padi di tingkat penggilingan. Survey dilakukan terhadap enam penggilingan padi penyalur beras mitra Toko Tani Indonesia Center dalam kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), di wilayah Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan pengambilan sampel gabah dan beras sesuai berdasarkan metode SNI 19-0428-1998. Analisis mutu dilakukan berdasarkan metode SNI 01-0224-1987 untuk gabah dan SNI 6128:2015 untuk beras. Penilaian kesesuaian penerapan GHP dan GMP dilakukan berdasarkan praktek yang dilakukan responden, dibandingkan terhadap pedoman GHP dan GMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman GHP dan GMP belum sepenuhnya diterapkan oleh penggilingan padi. Tingkat kesesuaian penanganan pascapanen padi adalah 52.9% untuk GHP dan 66.7% untuk GMP. Ketidaksesuaian terhadap pedoman GHP dan GMP dibedakan menurut aspek fasilitas dan penanganan pascapanen padi. Ketidaksesuaian dari aspek fasilitas, yaitu: kondisi bangunan dan gudang penyimpanan tidak dilengkapi pengontrol suhu, tekanan, kelembaban udara, dan perlindungan dari debu, kotoran, binatang pengerat, hama, dan serangga. Ketidaksesuaian pada penanganan pascapanen padi, antara lain: operator penggilingan padi tidak melakukan proses sortasi, pembersihan, dan pemutuan gabah. Selain itu, pengemasan gabah tidak disesuaikan dengan standar kelas mutu. Kondisi tersebut menghasikan beras bermutu rendah berdasarkan persyaratan mutu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 31/Permentan/PP.130/8/2017.kata kunci: beras, mutu, pascapanen padi, penggilingan AbstractsIn Indonesia, implementation of Good Handling Practices (GHP) and Good Manufacturing Practices (GMP) in postharvest handling of rice at the rice mill operator level is categorized low, and even most operators do not care about rice quality standards. This study aims to evaluate the application of GHP and GMP on postharvest handling of rice at the rice mill level. The survey was conducted on six rice mills as milled rice supplier to Toko Tani Indonesia Center in the Food Business Community Development (PUPM) activity, in West Java area. The data were collected through interview, field observation, and sampling of rice and milled rice according to SNI 19-0428-1998 method. Quality analysis was conducted based on SNI 01-0224-1987 method for rice and SNI 6128: 2015 for milled rice. Conformity assessment of GHP and GMP implementation was calculated based on respondents' practice, compared to GHP and GMP guidelines. The results show that GHP and GMP guidelines have not been fully implemented by rice mill operators. The postharvest handling conformity level was 52.9% for GHP and 66.7% for GMP. Non-compliance with GHP and GMP guidelines were grouped into two aspects, facilities and postharvest handling of rice. Non-conformity of the facilities aspect, namely: the condition of the building and storage warehouse was not equipped with temperature control, pressure, humidity, and protection from dust, dirt, rodents, pests, and insects. Non-compliance to postharvest handling of rice, among others are lacks of sorting, cleaning, and rice grading processes. In addition, the rice packaging was not adjusted to the quality standards. These conditions result milled rice with low quality according to the Regulation of the Minister of Agriculture Number: 31/ Permentan/PP.130/8/2017. keywords: milled rice, postharvest handling, quality, rice mill operator
Co-Authors . Asmirah . Sabihah . Yulianingsih Abdul Kadir Abdul Malik Iskandar Adi Sutrisno Ahiruddin Ahiruddin Ali Djamhuri Ardiansyah, Nike Aris Purwanto Armansyah H. Tambunan Arshiya Subhani Asmiatiningsih, Sri Azus, Faidah Baskara Edi Nugraha Christina Winarti Dedy Wirawan Soedibyo Dentaka, Dentaka Desrial Diding Suhandy Dwi Dian Novita Dwi Pamungkas Bermani Dyah Wulandani Efi Toding Tondok Eko Heri Purwanto Emmy Darmawati Enrico Syaefullah Evi Savitri Iriani Fahim Muchammad Taqi Fahmi Riadi Fajar Kurniawan Fajar Kurniawan Firdaus, Jonni Hadi K Purwadaria Haeril, Haeril HALIM, HARIFUDDIN handayani, yossi Hani Fildzah Nadya Harifuddin Harifuddin, Harifuddin Hendra Hendra I Dewa Made Subrata I Wayan Budiastra Iftikhar Alam Khan Imam, Sadrul Iman Sabarisman Indradewa, Rhian Inge Scorpi Tulliza Iptidaiyah, Muhamad Jati Sumarto Putro Jonni Firdaus, Jonni Junaidin, Junaidin Khalimatus Sa'diyah Krah, Courage Y. Kudang Boro Seminar Lilik Pujantoro Lilik Pujantoro Eko Nugroho Lu’lu’i Zulaikho Lydia Ariani Mar'atus Sholihah Mardison Suhil Meika Wahyuni Azrita Meivie Lintang Mohamad Rafi Mohamad Rahmad Suhartanto Mohammad Irfan Monika Marpaung Mudho Saksono Muhammad Masdar Muhammad Sudirman Akili Muhammad Yusuf Antu MUHAMMAD YUSUF ANTU Nadya, Hani Fildzah Nanda Supriana Nanda Wisha Ranawati Nelwan, Leopold Oscar nFN Sarastuti nFN Sutrisno nFN Sutrisno Nijma Nurfadila, Nijma Nikmatul Hidayah Nofiyanti, Sri Handayani Novita Sari Nugraha Edhi S Nugraha Edhi Suyatma Nur Rahma Refilia Nur ‘Azah Putri Wulandari Zainal Putri, Irriwad Ranawati, Nanda Wisha Rizka Wildani Rokhani Hasbullah Rosadi, Ariani Rosyid Ridho Rudy Tjahjohutomo Samsudin Samsudin Samsudin Samsudin Samsudin Samsudin Samsudin Saputri, Diah Ega Sarastuti Sarastuti Sarastuti, Sarastuti Selvi Marcellia Siregar, Gokma Ampetua Siti Mariana Widayanti Sjahrul Annas Slamet Ari Dwi Ratnanto Slamet Widodo Slamet Widodo Slamet Widodo Sri Lestari Sri Widowati Suci Rahmi Sukrisno Widyotomo Suroso . Sut risno SUTRISNO Sutrisno . Sutrisno . Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Syamsuddin Syamsuddin Tasrif Tasrif Verra Mellyana Waqif Agusta Wawan Hermawan Wendianing Putri Luketsi Wulansetiasari, Rizky Yusianto Yusianto