Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Optimalisasi Metode Pembelajaran: Upaya Peningkatan Pengetahuan Pembelajaran Nutrasetikal pada Penyakit Kardiovaskular Pijaryani, Indri; Taufiqurrahman, Muh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 5 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 05 Nomer 01 Tahun 2024
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v5i01.3015

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran menjadi tantangan bagi Dosen dan Mahasiswa. Dosen harus mengintegrasikan pendekatan pembelajaran baru dan secara aktif melibatkan Mahasiswa untuk menegakkan standar pendidikan yang tinggi. Namun demikian, peserta didik harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan metode pelatihan baru. Penting untuk mempertimbangkan minat dan ciri khas inovasi pembelajaran, serta kemajuan yang dicapai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, karena elemen-elemen ini terus berkembang. Pada proses pelaksanaan pengabdian, metode dilaksanakan dengan model Problem-Based Learning (PBL), yaitu model pembelajaran yang terdiri dari lima tahap: mengorientasikan Mahasiswa pada masalah, mengorganisasikan mahasiswa dalam pembelajaran, membimbing mahasiswa, mengembangkan dan menyajikan produk karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Tujuan pembelajaran yang dapat diukur terkait dengan aspek kognitif, dan penilaian pemahaman digunakan sebagai komponen pendekatan penilaian. Tujuan utama media pembelajaran adalah berfungsi sebagai alat pembelajaran yang mengubah suasana, lingkungan sekitar, dan lingkungan belajar.. Media berpotensi merangsang pemikiran Mahasiswa dan meningkatkan pembelajarannya. Mahasiswa cenderung tidak bosan jika menggunakan media dalam pembelajaran. Media pembelajaran memiliki beberapa jenis yaitu, audio, visual, dan audiovisual. Dari ketiga jenis media pembelajaran tersebut, visual melaluai E-modul banyak diminati oleh mahasiwa diikuti oleh audio-visual untuk meningkatkan motivasi Mahasiswa karena tidak membuat Mahasiswa merasakan bosan.
Pemanfaatan Probiotik Asam Laktat dalam Susu Kuda Sumbawa sebagai Bahan Baku Tabir Surya Taufiqurrahman, Muh; Ryan, Adhe Septa; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Pijaryanti, Indria
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16652

Abstract

Susu kuda Sumbawa merupakan susu murni dari kuda liar yang dipelihara oleh petani organik di Indonesia. Kandungan asam laktat pada susu kuda Sumbawa jarang digunakan untuk produk non pangan. Asam laktat (lactic acid), dikategorikan sebagai salah satu asam α-hidroksi (AHA), adalah asam organik dengan gugus hidroksil pada posisi alfa. Asam laktat dapat diproduksi baik dengan fermentasi mikroorganisme atau dengan sintesis kimia dan berguna sebagai tabir surya serta antioksidan. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat melindungi kulit dari efek sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi bahan uji dengan melakukan analisis asam laktat yang bertujuan untuk mengetahui jumlah total asam laktat yang terdapat pada sampel susu kuda kemudian dilakukan pengujian SPF, %TP dan %TE. Hasil dari pengujian ini termasuk dalam perlindungan maksimal karena memiliki faktor perlindungan matahari <15, serta kandungan asam laktat dalam susu kuda terbukti efektif sebagai tabir surya dengan nilai SPF yaitu 9,4. Hasil pengukuran persentase eritema (% TE) dan persentase pigmentasi (% TP) susu kuda berada dalam standar dengan masing-masing nilai %Te sebesar 9,3% dan nilai %Tp sebesar 47,5%  termasuk kategori Suntan standar. Kata Kunci: SPF, Persentase Eritema, Persentase Pigmentasi, Suntan, Tabir surya Sumbawa horse milk is pure milk from wild horses raised by organic farmers in Indonesia. The lactic acid content in Sumbawa horse milk is rarely used for non-food products. Lactic acid, categorized as one of the α-hydroxy acids (AHAs), is an organic acid with a hydroxyl group at the alpha position. Lactic acid can be produced either by the fermentation of microorganisms or by chemical synthesis and is used as a sunscreen as well as an antioxidant. Sunscreen is a compound that can protect the skin from the effects of ultraviolet rays emitted by the sun. The study was started by identifying the test material by carrying out lactic acid analysis which aims to determine the total amount of lactic acid present in the horse milk sample and then tested for SPF, %TP and %TE. The result of this test is that the effect of sunscreen on Sumbawa mare's milk is very good, namely 9.4 which is included in the maximum protection because it has a sun protection factor <15. The results of measurements of the percentage of erythema (% TE) and percentage of pigmentation (% TP) of mare's milk were in the standard with each %Te value of 9.3% and %Tp value of 47.5% including the standard suntan category.
Optimization of Cream Formulation with Borneo Tallow Nut, Almond Oil, and Olive Oil Using the Simplex Lattice Design Method Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Taufiqurrahman, Muh; Agus, Adhe Septa Ryant; Sari, Dwi Retno; Selvina, Selvina; Tokan, Santa Eufrasia Carolin
Sciences of Pharmacy Volume 3 Issue 4
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0304260

Abstract

Dry skin, a common dermatological issue affecting individuals across all age groups, often disrupts the skin's protective barrier, leading to discomfort and increased sensitivity. Addressing this condition involves the use of moisturizers, which play a vital role in restoring skin hydration. In this study, a cream preparation was successfully developed using vegetable oils, including Borneo Tallow Nut, Almond Oil, and Olive Oil. The cream formula was optimized using the Design-Expert software with the Simplex Lattice Design (SLD) method to evaluate the impact of different concentrations of these oils on the cream's pH, viscosity, spreadability, and adhesion. The results demonstrated that the cream exhibited excellent thermo-physical stability, with optimum values of Borneo Tallow Nut at 1.349% w/w, Almond Oil at 3.598% w/w, and Olive Oil at 4.051% w/w. The cream achieved a pH value of 5.702, viscosity of 16.851 Cp, spreadability of 8.147 cm, and adhesion of 63.682 s, with a desirability score of 0.718. This research confirms that Borneo Tallow Nut, Olive Oil, and Almond Oil have significant potential as excipients in cream formulations.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK KRIM MASKER WAJAH ANTI-AGING FRAKSI DAUN MIANA (Coleus scutellarioides (L) Benth) Silaban Erllin Tirza Stevany; Muh. Taufiqurrahman; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v10i1.2204

Abstract

One of the natural ingredients that can be used as a cosmetic ingredient is miana leaf (Coleus scutelleroides (L) Benth) which contains flavonoid compounds with antioxidant activity that can be used for skin care. These compounds can prevent free radicals that can cause premature aging. The extraction method was used in this study with 96% ethanol solvent and continued with the fractionation process. The determination of antioxidant activity was determined by calculating the IC50 value where the IC50 value of the ethyl acetate fraction of miana leaves obtained was 27.90 ppm. In the study, a formulation of face mask cream preparations with a variety of active ingredients (0,6; 1,2; 2,4). Evaluation of the preparation was carried out on the physical quality of face mask cream using the cycling test method. Based on the results of stability tests on the four preparations, formula 2 with 1.2 g of active ingredients shows the best formula. Antioxidant testing from F1, F2 and F3 obtained IC50 values of 96.33 ppm, 82.73 ppm, 72.71 ppm. The statistical test of antioxidant activity showed a p<0.05 result which indicates that there is a significant difference between the three formulas. Cycling test showed that the facial mask cream preparation was physically and chemically stable. There was no significant change in color, odor, texture, phase separation, or pH change. Viscosity also remained stable, indicating good shelf life during normal storage.
Pengaruh Konsentrasi Zinc Oxide terhadap Aktivitas dan Mutu Fisik Losion Tabir Surya Berbasis Fraksi n-Heksana Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.). Taufiqurrahman, Muh.; Iju, Sesilia Karolina; Leswana, Nurillahi Febria; Rahim, Abdul; Pijaryani, Indria
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.61952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi Zinc Oxide (ZnO) terhadap aktivitas dan mutu fisik losion sunscreen berbasis fraksi n-heksana daun pacar air (Impatiens balsamina L.). Ekstraksi fraksi n-heksana dilakukan untuk memperoleh senyawa aktif yang berpotensi sebagai agen fotoprotektif alami. Losion Sunscreen diformulasikan dengan berbagai konsentrasi ZnO, kemudian dilakukan uji Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro serta evaluasi mutu fisik, termasuk homogenitas, daya sebar, dan stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ZnO dalam formulasi losion berbanding lurus dengan peningkatan nilai SPF, menunjukkan efektivitasnya dalam melindungi kulit dari sinar UV. Evaluasi mutu fisik menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki homogenitas yang baik dan tidak mengalami pemisahan fase. Daya sebar losion cenderung menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi ZnO, tetapi masih berada dalam rentang yang dapat diterima. Uji stabilitas menunjukkan bahwa formulasi tetap stabil dalam penyimpanan tanpa perubahan warna, bau, atau adanya endapan. Kesimpulannya, losion sunscreen berbasis fraksi n-heksana daun pacar air dengan ZnO memiliki potensi sebagai produk fotoprotektif alami. Pemilihan konsentrasi ZnO yang optimal sangat penting untuk mendapatkan keseimbangan antara efektivitas perlindungan sinar UV dan mutu fisik losion yang baik. 
FORMULASI DAN UJI KARAKTERISTIK PANGAN FUNGSIONAL BISKUIT KOMBINASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) DAN TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) Putri, Dian Cantika; Rahim, Abdul; Taufiqurrahman, Muh
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.9987

Abstract

Pangan fungsional merupakan salah satu inovasi kesehatan untuk menurunkan stunting di Indonesia. Salah satu pangan fungsional yang dapat dibuat yaitu biskuit. Rumput laut mengandung Karbohidrat, Protein, Serat, Mineral, Vitamin A dan C, Antioksidan dan Karagenan. Ikan gabus mengandung protein, albumin, asam amino dan mineral. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik fisik dan kimia dari formula biskuit kombinasi tepung rumput laut dan tepung ikan gabus. Metode yang dilakukan dengan membuat Formula biskuit yang terdiri dari 3 formula dengan perbandingan (0,5 tepung rumput laut  : 1,5 tepung ikan gabus), (1 tepung rumput laut  : 1 tepung ikan gabus) dan (1,5 tepung rumput laut : 0,5 tepung ikan gabus) lalu digunakan metode jenis kuantitaif secara eksperimental antara lain, menganalisis data organoleptik yang dilakukan oleh  30 responden dengan menguji rasa, warna, aroma dan tekstur. Selain itu, dilakuakn analisa kadar air menggunakan oven dengan suhu 105C, analisa kadar abu total dan kadar abu tidak larut asam menggunakan tannur dengan suhu 600 C. Hasil penelitian menujukkan bahwa formula biskuit kombinasi memliki karateristik ialah formula 3 dengan presentase 85,33% merupakan formulasi yang paling disukai oleh panelis dibandingkan dua formula lainnya baik dari warna, aroma, rasa dan tekstur. Evaluasi kadar air mendapatkan presentase 0,13%; 0,81% dan 0,57 % ketiga formula tersebut memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI). Evaluasi kadar abu total yang memenuhi standar mutu ada terdapat pada formula 2 dengan presentse 1,11%. Evaluasi kadar abu tidak larut asam belum ada yang memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI).Kata kunci: Biskuit, Ikan Gabus, Pangan fungsional, Rumput Laut, Tepung
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD KUDUNGGA KAB. KUTAI TIMUR TAHUN 2024 MZ, Sariati; Taufiqurrahman, Muh; Simanullang, Raymon
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47693

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kudungga Kab. Kutai Timur dan apakah sudah sesuai dengan waktu tunggu yang telah ditetapkan karena jika tidak sesuai maka bisa mengakibatkan penurunan pasien dan banyaknya complain yang bisa berpengaruh pada nama baik rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan variabel penelitian responsiveness, assurance, tangible, empathy, dan reliability. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang terbagi atas analisis univariat dan bivariat yang bertujuan untuk menggambarkan data yang disajikan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kudungga sangat berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien dengan nilai Pvalue = 0,000 dimana jika Pvalue < nilai 0,05 , maka ada hubungan yang signifikan antara variabel independent dan variabel dependen.
Formulasi dan Evaluasi Masker Peel Off Ekstrak Daun Bayam Merah (Amarathus tricolor L) sebagai Anti Aging Menggunakan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryhydrazyl) Istiqomah, Nor; Taufiqurrahman, Muh; Oklyan, Risny
Majalah Farmasetika Vol 10, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i5.66146

Abstract

penuaan kulit merupakan proses biologis alami yang dapat dipercepat oleh paparan radikal bebas, sehingga memicu kerusakan sel kulit, penurunan elastisitas, dan pembentukan keriput. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas, sehingga potensial digunakan sebagai agen anti-aging. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) diketahui mengandung flavonoid, polifenol, dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serta mengevaluasi mutu fisik masker peel off berbasis ekstrak daun bayam merah, sekaligus menilai aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Masker diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak (F0 = tanpa ekstrak, F1 = 5%, F2 = 7,5%, dan F3 = 10%). Evaluasi mutu fisik mencakup uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, waktu kering, serta stabilitas penyimpanan. Aktivitas antioksidan ditentukan melalui perhitungan nilai IC₅₀ dan dibandingkan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bayam merah positif mengandung flavonoid, tanin, dan alkaloid. Seluruh formula masker peel off memiliki pH dalam rentang aman untuk kulit (4,2–5,7) dan daya lekat >1 detik. Formula F3 menunjukkan waktu kering sedikit lebih lama (±24 menit), namun masih sesuai standar kosmetik topikal. Uji aktivitas antioksidan memperlihatkan bahwa formula F3 memiliki nilai IC₅₀ sebesar 42,002 ppm, tergolong kategori antioksidan kuat, serta mendekati efektivitas vitamin C (IC₅₀ = 2,640 ppm). Masker peel off ekstrak daun bayam merah, khususnya pada konsentrasi 10% (F3), berpotensi sebagai sediaan kosmetik anti-aging dengan aktivitas antioksidan tinggi dan stabilitas fisik yang baik.
Pengolahan Bumbu Dapur yang Berkhasiat, Aman dan Bermutu sebagai upaya Peningkatan Imunitas Tubuh melalui Pembuatan Minuman Herbal Taufiqurrahman, Muh.; Agus, Adhe Septa Ryant
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i3.1340

Abstract

Penguatan imunitas tubuh masyarakat dapat dilakukan melalui pemanfaatan bahan alam, khususnya bumbu dapur yang memiliki khasiat sebagai minuman herbal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Persatuan Dharma Wanita Provinsi Kalimantan Timur dalam mengolah tanaman obat menjadi minuman kesehatan yang aman, bermanfaat, dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan mengenai kandungan bahan aktif dan manfaat rempah-rempah, praktik langsung pembuatan minuman herbal, serta evaluasi menggunakan angket dan kuis singkat untuk menilai pemahaman peserta. Materi yang disampaikan difokuskan pada prinsip keamanan, higienitas, serta efektivitas penggunaan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan belimbing dalam pembuatan minuman kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman peserta mengenai manfaat dan cara pengolahan herbal sesuai kaidah keamanan pangan. Antusiasme peserta terlihat melalui keaktifan dalam diskusi, keberanian mengajukan pertanyaan, serta ketekunan saat praktik pembuatan minuman herbal. Selain itu, peserta menyatakan minat yang tinggi untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di rumah, baik untuk konsumsi keluarga maupun peluang usaha kecil berbasis produk jamu dan minuman herbal. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat menjadi sarana efektif dalam memperluas wawasan dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pemanfaatan bahan alam. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pelaksanaan program serupa secara berkelanjutan guna mendukung gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal. Strengthening community immunity can be achieved through the utilization of natural ingredients, particularly kitchen spices that have properties beneficial as herbal drinks. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of the members of the Dharma Wanita Association of East Kalimantan Province in processing medicinal plants into safe, beneficial, and practical health beverages. The implementation methods included educational sessions on the active compounds and health benefits of spices, hands-on herbal drink preparation, and evaluation using questionnaires and short quizzes to assess participants’ understanding. The material focused on food safety principles, hygiene, and the effectiveness of using spices such as ginger, turmeric, and starfruit in making health drinks. The results showed a significant increase in participants’ understanding of the benefits and proper processing of herbal ingredients in accordance with safety standards. Participants demonstrated high enthusiasm through active discussions, eagerness to ask questions, and diligence during the practical herbal drink preparation. Furthermore, participants expressed strong interest in applying the knowledge gained at home, both for family consumption and as potential small-scale business opportunities based on herbal drinks and traditional jamu products. These findings indicate that practice-based training can serve as an effective medium to broaden public awareness and independence in maintaining health through the use of natural ingredients. The success of this activity is expected to encourage the continuous implementation of similar programs to promote a healthy lifestyle grounded in local wisdom.
Evaluasi Pengelolaan Obat Tahap Pengadaan, Penyimpanan dan Distribusi di Instalasi Farmasi RSUD I.A.Moeis Kota Samarinda Tahun 2024 Helena Aritonang; Muh. Taufiqurrahman; Raymon Simanullang
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1152

Abstract

Pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat merupakan faktor penting dalam pengelolaan obat. Ketidaklancaran pengelolaan obat dapat memberi dampak negatif terhadap rumah sakit. Dampak pengadaan, penyimpanan, dan distribusi yang tidak optimal mengakibatkan terjadinya kekosongan obat yang mempengaruhi pada pelayanan terhadap pasien dan stok obat yang melewati masa kadaluwarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan obat pada tahap pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat di Instalasi Farmasi RSUD I.A.Moeis Samarinda sesuai dengan indikator WHO, Pudjaningsih dan Kemenkes. Pengambilan data dengan observasi mengamati langsung kepada subjek penelitian dengan menggunakan lembar indikator pengelolaan obat, telaah dokumen tahun 2024 dan melakukan wawancara kepada kepala instalasi farmasi. Hasil penelitian pada tahap pengadaan yaitu persentase frekuensi kesalahan faktur sebesar 0% dan pada tahap penyimpanan yaitu persentase kecocokan antara obat dengan kartu stok sebesar 100%, persentase nilai obat kadaluwarsa sebesar 0,7%, persentase stok mati sebesar 1,74%, pada tahap distribusi yaitu persentase obat yang diserahkan 100%, persentase obat yang dilabeli benar sebesar 100%, rata-rata waktu tunggu pasien untuk resep obat non racikan sebesar 15 menit dan untuk resep obat racikan sebesar 27 menit.