Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) terhadap Staphylococcus saprophyticus ATCC 49907 penyebab infeksi saluran kemih Citraningsih, Ni Putu Dewi; Sianturi, Sister; Taufiqurrahman, Muh.
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 2 (2024): September
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i2.10654

Abstract

Tingginya tingkat resistensi antibiotik menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat secara global. Hal ini menjadi alasan untuk mencari senyawa antimikroba baru dari sumber alami. Tanaman yang berkhasiat untuk membunuh bakteri adalah tanaman yang mengandung metabolit sekunder. Salah satu tanaman yang mengandung metabolit sekunder adalah tanaman sirih cina (Peperomia pellucida L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih cina terhadap pertumbuhan Staphylococcus saprophyticus penyebab infeksi saluran kemih dengan metode disc diffusion test. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dangan pelarut etanol 96% yang dibuat menjadi tiga variasi konsentrasi 10%, 50% dan 90%. Kontrol positif menggunakan amoxicillin dan kontrol negatif menggunakan DMSO 1%. Rata-rata diameter zona hambat dengan konsentrasi 10%, 50% dan 90% berturut-turut, yaitu 4,06 mm, 6,46 mm dan 10,64 mm yang termasuk kategori lemah hingga kuat. Sedangkan pada kontrol positif rata-rata zona hambat adalah sebesar 26,49 mm dengan kategori sangat kuat. Hasil uji analisis data One Way Anova menggunakan program SPSS IBM versi 26 diperoleh hasil (p<0.05) yang bermakna H0 ditolak dan H1 diterima atau terdapat perbedaan rata-rata diameter zona hambat ekstrak daun sirih cina yang signifikan antara kelompok perlakuan dengan kontrol positif dalam menghambat bakteri S. saprophyticus.                                                                            Kata Kunci: Peperomia pellucida L, Staphyloccoccus saprophyticus, antibakteri, difusi cakram
Optimalisasi Metode Pembelajaran: Upaya Peningkatan Pengetahuan Pembelajaran Nutrasetikal pada Penyakit Kardiovaskular Pijaryani, Indri; Taufiqurrahman, Muh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 5 No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 05 Nomer 01 Tahun 2024
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v5i01.3015

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran menjadi tantangan bagi Dosen dan Mahasiswa. Dosen harus mengintegrasikan pendekatan pembelajaran baru dan secara aktif melibatkan Mahasiswa untuk menegakkan standar pendidikan yang tinggi. Namun demikian, peserta didik harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan metode pelatihan baru. Penting untuk mempertimbangkan minat dan ciri khas inovasi pembelajaran, serta kemajuan yang dicapai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, karena elemen-elemen ini terus berkembang. Pada proses pelaksanaan pengabdian, metode dilaksanakan dengan model Problem-Based Learning (PBL), yaitu model pembelajaran yang terdiri dari lima tahap: mengorientasikan Mahasiswa pada masalah, mengorganisasikan mahasiswa dalam pembelajaran, membimbing mahasiswa, mengembangkan dan menyajikan produk karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Tujuan pembelajaran yang dapat diukur terkait dengan aspek kognitif, dan penilaian pemahaman digunakan sebagai komponen pendekatan penilaian. Tujuan utama media pembelajaran adalah berfungsi sebagai alat pembelajaran yang mengubah suasana, lingkungan sekitar, dan lingkungan belajar.. Media berpotensi merangsang pemikiran Mahasiswa dan meningkatkan pembelajarannya. Mahasiswa cenderung tidak bosan jika menggunakan media dalam pembelajaran. Media pembelajaran memiliki beberapa jenis yaitu, audio, visual, dan audiovisual. Dari ketiga jenis media pembelajaran tersebut, visual melaluai E-modul banyak diminati oleh mahasiwa diikuti oleh audio-visual untuk meningkatkan motivasi Mahasiswa karena tidak membuat Mahasiswa merasakan bosan.
Pemanfaatan Probiotik Asam Laktat dalam Susu Kuda Sumbawa sebagai Bahan Baku Tabir Surya Taufiqurrahman, Muh; Ryan, Adhe Septa; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Pijaryanti, Indria
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16652

Abstract

Susu kuda Sumbawa merupakan susu murni dari kuda liar yang dipelihara oleh petani organik di Indonesia. Kandungan asam laktat pada susu kuda Sumbawa jarang digunakan untuk produk non pangan. Asam laktat (lactic acid), dikategorikan sebagai salah satu asam α-hidroksi (AHA), adalah asam organik dengan gugus hidroksil pada posisi alfa. Asam laktat dapat diproduksi baik dengan fermentasi mikroorganisme atau dengan sintesis kimia dan berguna sebagai tabir surya serta antioksidan. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat melindungi kulit dari efek sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi bahan uji dengan melakukan analisis asam laktat yang bertujuan untuk mengetahui jumlah total asam laktat yang terdapat pada sampel susu kuda kemudian dilakukan pengujian SPF, %TP dan %TE. Hasil dari pengujian ini termasuk dalam perlindungan maksimal karena memiliki faktor perlindungan matahari <15, serta kandungan asam laktat dalam susu kuda terbukti efektif sebagai tabir surya dengan nilai SPF yaitu 9,4. Hasil pengukuran persentase eritema (% TE) dan persentase pigmentasi (% TP) susu kuda berada dalam standar dengan masing-masing nilai %Te sebesar 9,3% dan nilai %Tp sebesar 47,5%  termasuk kategori Suntan standar. Kata Kunci: SPF, Persentase Eritema, Persentase Pigmentasi, Suntan, Tabir surya Sumbawa horse milk is pure milk from wild horses raised by organic farmers in Indonesia. The lactic acid content in Sumbawa horse milk is rarely used for non-food products. Lactic acid, categorized as one of the α-hydroxy acids (AHAs), is an organic acid with a hydroxyl group at the alpha position. Lactic acid can be produced either by the fermentation of microorganisms or by chemical synthesis and is used as a sunscreen as well as an antioxidant. Sunscreen is a compound that can protect the skin from the effects of ultraviolet rays emitted by the sun. The study was started by identifying the test material by carrying out lactic acid analysis which aims to determine the total amount of lactic acid present in the horse milk sample and then tested for SPF, %TP and %TE. The result of this test is that the effect of sunscreen on Sumbawa mare's milk is very good, namely 9.4 which is included in the maximum protection because it has a sun protection factor <15. The results of measurements of the percentage of erythema (% TE) and percentage of pigmentation (% TP) of mare's milk were in the standard with each %Te value of 9.3% and %Tp value of 47.5% including the standard suntan category.
Optimization of Cream Formulation with Borneo Tallow Nut, Almond Oil, and Olive Oil Using the Simplex Lattice Design Method Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Taufiqurrahman, Muh; Agus, Adhe Septa Ryant; Sari, Dwi Retno; Selvina, Selvina; Tokan, Santa Eufrasia Carolin
Sciences of Pharmacy Volume 3 Issue 4
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0304260

Abstract

Dry skin, a common dermatological issue affecting individuals across all age groups, often disrupts the skin's protective barrier, leading to discomfort and increased sensitivity. Addressing this condition involves the use of moisturizers, which play a vital role in restoring skin hydration. In this study, a cream preparation was successfully developed using vegetable oils, including Borneo Tallow Nut, Almond Oil, and Olive Oil. The cream formula was optimized using the Design-Expert software with the Simplex Lattice Design (SLD) method to evaluate the impact of different concentrations of these oils on the cream's pH, viscosity, spreadability, and adhesion. The results demonstrated that the cream exhibited excellent thermo-physical stability, with optimum values of Borneo Tallow Nut at 1.349% w/w, Almond Oil at 3.598% w/w, and Olive Oil at 4.051% w/w. The cream achieved a pH value of 5.702, viscosity of 16.851 Cp, spreadability of 8.147 cm, and adhesion of 63.682 s, with a desirability score of 0.718. This research confirms that Borneo Tallow Nut, Olive Oil, and Almond Oil have significant potential as excipients in cream formulations.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK KRIM MASKER WAJAH ANTI-AGING FRAKSI DAUN MIANA (Coleus scutellarioides (L) Benth) Silaban Erllin Tirza Stevany; Muh. Taufiqurrahman; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v10i1.2204

Abstract

One of the natural ingredients that can be used as a cosmetic ingredient is miana leaf (Coleus scutelleroides (L) Benth) which contains flavonoid compounds with antioxidant activity that can be used for skin care. These compounds can prevent free radicals that can cause premature aging. The extraction method was used in this study with 96% ethanol solvent and continued with the fractionation process. The determination of antioxidant activity was determined by calculating the IC50 value where the IC50 value of the ethyl acetate fraction of miana leaves obtained was 27.90 ppm. In the study, a formulation of face mask cream preparations with a variety of active ingredients (0,6; 1,2; 2,4). Evaluation of the preparation was carried out on the physical quality of face mask cream using the cycling test method. Based on the results of stability tests on the four preparations, formula 2 with 1.2 g of active ingredients shows the best formula. Antioxidant testing from F1, F2 and F3 obtained IC50 values of 96.33 ppm, 82.73 ppm, 72.71 ppm. The statistical test of antioxidant activity showed a p<0.05 result which indicates that there is a significant difference between the three formulas. Cycling test showed that the facial mask cream preparation was physically and chemically stable. There was no significant change in color, odor, texture, phase separation, or pH change. Viscosity also remained stable, indicating good shelf life during normal storage.
Pengaruh Konsentrasi Zinc Oxide terhadap Aktivitas dan Mutu Fisik Losion Tabir Surya Berbasis Fraksi n-Heksana Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.). Taufiqurrahman, Muh.; Iju, Sesilia Karolina; Leswana, Nurillahi Febria; Rahim, Abdul; Pijaryani, Indria
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.61952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi Zinc Oxide (ZnO) terhadap aktivitas dan mutu fisik losion sunscreen berbasis fraksi n-heksana daun pacar air (Impatiens balsamina L.). Ekstraksi fraksi n-heksana dilakukan untuk memperoleh senyawa aktif yang berpotensi sebagai agen fotoprotektif alami. Losion Sunscreen diformulasikan dengan berbagai konsentrasi ZnO, kemudian dilakukan uji Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro serta evaluasi mutu fisik, termasuk homogenitas, daya sebar, dan stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ZnO dalam formulasi losion berbanding lurus dengan peningkatan nilai SPF, menunjukkan efektivitasnya dalam melindungi kulit dari sinar UV. Evaluasi mutu fisik menunjukkan bahwa semua formulasi memiliki homogenitas yang baik dan tidak mengalami pemisahan fase. Daya sebar losion cenderung menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi ZnO, tetapi masih berada dalam rentang yang dapat diterima. Uji stabilitas menunjukkan bahwa formulasi tetap stabil dalam penyimpanan tanpa perubahan warna, bau, atau adanya endapan. Kesimpulannya, losion sunscreen berbasis fraksi n-heksana daun pacar air dengan ZnO memiliki potensi sebagai produk fotoprotektif alami. Pemilihan konsentrasi ZnO yang optimal sangat penting untuk mendapatkan keseimbangan antara efektivitas perlindungan sinar UV dan mutu fisik losion yang baik. 
Pemberdayaan masyarakat desa sungai bawang melalui pelatihan diversifikasi olahan lele dan pemasaran digital Taufiqurrahman, Muh.; Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Hutagalung, Remita Ully; Ping, Maria Floriana; Leswana, Nurillahi Febria; Nainggolan, Angel Natalia; Ayugistia, Falen Sindi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31056

Abstract

AbstrakDesa Budaya Sungai Bawang merupakan salah satu desa binaan STIKES Dirgahayu Samarinda yang memiliki potensi besar dalam pengembangan program ketahanan pangan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pada tahun 2024, melalui anggaran desa, masyarakat menerima bantuan bibit ikan lele sebagai bentuk inisiasi budidaya perikanan di pekarangan rumah. Melihat potensi ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk mendukung hilirisasi hasil budidaya ikan lele dalam bentuk produk olahan pangan yang bernilai ekonomi tinggi serta berdaya saing pasar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Penyuluhan diberikan dengan metode presentasi dan diskusi interaktif, yang membahas pentingnya diversifikasi produk olahan ikan dan pembentukan kelompok usaha. Pelatihan dilakukan secara langsung dengan metode demonstrasi pembuatan produk berupa nugget dan sosis lele, melibatkan 30 peserta dari anggota PKK. Selanjutnya, dilakukan pendampingan teknis dalam proses pengurusan izin edar PIRT agar produk dapat dipasarkan secara legal dan luas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah hasil budidaya ikan. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya satu kelompok usaha baru yang siap memproduksi pangan olahan secara mandiri. Dampak jangka pendek berupa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif, sedangkan dampak jangka panjang diharapkan berupa peningkatan pendapatan rumah tangga dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Kata kunci: pelatihan;  digitalisasi marketing; ikan lele. AbstractSungai Bawang Cultural Village is one of the villages fostered by STIKES Dirgahayu Samarinda which has great potential in developing food security programs and improving public health. In 2024, through the village budget, the community received assistance in the form of catfish seeds as a form of initiation of fish farming in their yards. Seeing this potential, community service activities were carried out to support the downstreaming of catfish cultivation results in the form of processed food products that have high economic value and are competitive in the market. Community service activities were carried out through three main stages, namely counseling, training, and assistance for the distribution permit for Household Industry Food (PIRT). Counseling was provided using presentation and interactive discussion methods, which discussed the importance of diversifying processed fish products and forming business groups. The training was carried out directly using a demonstration method for making products in the form of catfish nuggets and sausages, involving 30 participants from PKK members. Furthermore, technical assistance was provided in the process of managing the PIRT distribution permit so that the products could be marketed legally and widely. The results of the activities showed an increase in the knowledge and skills of participants in processing fish farming products. This activity also encourages the formation of a new business group that is ready to produce processed food independently. The short-term impact is in the form of increasing community participation in productive economic activities, while the long-term impact is expected to be in the form of increasing household income and economic independence based on local potential. Keywords: training; digital marketing; catfish.
FORMULASI DAN UJI KARAKTERISTIK PANGAN FUNGSIONAL BISKUIT KOMBINASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) DAN TEPUNG IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) Putri, Dian Cantika; Rahim, Abdul; Taufiqurrahman, Muh
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.9987

Abstract

Pangan fungsional merupakan salah satu inovasi kesehatan untuk menurunkan stunting di Indonesia. Salah satu pangan fungsional yang dapat dibuat yaitu biskuit. Rumput laut mengandung Karbohidrat, Protein, Serat, Mineral, Vitamin A dan C, Antioksidan dan Karagenan. Ikan gabus mengandung protein, albumin, asam amino dan mineral. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik fisik dan kimia dari formula biskuit kombinasi tepung rumput laut dan tepung ikan gabus. Metode yang dilakukan dengan membuat Formula biskuit yang terdiri dari 3 formula dengan perbandingan (0,5 tepung rumput laut  : 1,5 tepung ikan gabus), (1 tepung rumput laut  : 1 tepung ikan gabus) dan (1,5 tepung rumput laut : 0,5 tepung ikan gabus) lalu digunakan metode jenis kuantitaif secara eksperimental antara lain, menganalisis data organoleptik yang dilakukan oleh  30 responden dengan menguji rasa, warna, aroma dan tekstur. Selain itu, dilakuakn analisa kadar air menggunakan oven dengan suhu 105C, analisa kadar abu total dan kadar abu tidak larut asam menggunakan tannur dengan suhu 600 C. Hasil penelitian menujukkan bahwa formula biskuit kombinasi memliki karateristik ialah formula 3 dengan presentase 85,33% merupakan formulasi yang paling disukai oleh panelis dibandingkan dua formula lainnya baik dari warna, aroma, rasa dan tekstur. Evaluasi kadar air mendapatkan presentase 0,13%; 0,81% dan 0,57 % ketiga formula tersebut memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI). Evaluasi kadar abu total yang memenuhi standar mutu ada terdapat pada formula 2 dengan presentse 1,11%. Evaluasi kadar abu tidak larut asam belum ada yang memenuhi standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI).Kata kunci: Biskuit, Ikan Gabus, Pangan fungsional, Rumput Laut, Tepung
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD KUDUNGGA KAB. KUTAI TIMUR TAHUN 2024 MZ, Sariati; Taufiqurrahman, Muh; Simanullang, Raymon
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47693

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kudungga Kab. Kutai Timur dan apakah sudah sesuai dengan waktu tunggu yang telah ditetapkan karena jika tidak sesuai maka bisa mengakibatkan penurunan pasien dan banyaknya complain yang bisa berpengaruh pada nama baik rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan variabel penelitian responsiveness, assurance, tangible, empathy, dan reliability. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang terbagi atas analisis univariat dan bivariat yang bertujuan untuk menggambarkan data yang disajikan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kudungga sangat berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien dengan nilai Pvalue = 0,000 dimana jika Pvalue < nilai 0,05 , maka ada hubungan yang signifikan antara variabel independent dan variabel dependen.
Formulasi dan Evaluasi Masker Peel Off Ekstrak Daun Bayam Merah (Amarathus tricolor L) sebagai Anti Aging Menggunakan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryhydrazyl) Istiqomah, Nor; Taufiqurrahman, Muh; Oklyan, Risny
Majalah Farmasetika Vol 10, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i5.66146

Abstract

penuaan kulit merupakan proses biologis alami yang dapat dipercepat oleh paparan radikal bebas, sehingga memicu kerusakan sel kulit, penurunan elastisitas, dan pembentukan keriput. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas, sehingga potensial digunakan sebagai agen anti-aging. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) diketahui mengandung flavonoid, polifenol, dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serta mengevaluasi mutu fisik masker peel off berbasis ekstrak daun bayam merah, sekaligus menilai aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Masker diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak (F0 = tanpa ekstrak, F1 = 5%, F2 = 7,5%, dan F3 = 10%). Evaluasi mutu fisik mencakup uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, waktu kering, serta stabilitas penyimpanan. Aktivitas antioksidan ditentukan melalui perhitungan nilai IC₅₀ dan dibandingkan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bayam merah positif mengandung flavonoid, tanin, dan alkaloid. Seluruh formula masker peel off memiliki pH dalam rentang aman untuk kulit (4,2–5,7) dan daya lekat >1 detik. Formula F3 menunjukkan waktu kering sedikit lebih lama (±24 menit), namun masih sesuai standar kosmetik topikal. Uji aktivitas antioksidan memperlihatkan bahwa formula F3 memiliki nilai IC₅₀ sebesar 42,002 ppm, tergolong kategori antioksidan kuat, serta mendekati efektivitas vitamin C (IC₅₀ = 2,640 ppm). Masker peel off ekstrak daun bayam merah, khususnya pada konsentrasi 10% (F3), berpotensi sebagai sediaan kosmetik anti-aging dengan aktivitas antioksidan tinggi dan stabilitas fisik yang baik.