Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat desa sungai bawang melalui pelatihan diversifikasi olahan lele dan pemasaran digital Muh. Taufiqurrahman; Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Remita Ully Hutagalung; Maria Floriana Ping; Nurillahi Febria Leswana; Angel Natalia Nainggolan; Falen Sindi Ayugistia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31056

Abstract

AbstrakDesa Budaya Sungai Bawang merupakan salah satu desa binaan STIKES Dirgahayu Samarinda yang memiliki potensi besar dalam pengembangan program ketahanan pangan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pada tahun 2024, melalui anggaran desa, masyarakat menerima bantuan bibit ikan lele sebagai bentuk inisiasi budidaya perikanan di pekarangan rumah. Melihat potensi ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk mendukung hilirisasi hasil budidaya ikan lele dalam bentuk produk olahan pangan yang bernilai ekonomi tinggi serta berdaya saing pasar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Penyuluhan diberikan dengan metode presentasi dan diskusi interaktif, yang membahas pentingnya diversifikasi produk olahan ikan dan pembentukan kelompok usaha. Pelatihan dilakukan secara langsung dengan metode demonstrasi pembuatan produk berupa nugget dan sosis lele, melibatkan 30 peserta dari anggota PKK. Selanjutnya, dilakukan pendampingan teknis dalam proses pengurusan izin edar PIRT agar produk dapat dipasarkan secara legal dan luas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah hasil budidaya ikan. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya satu kelompok usaha baru yang siap memproduksi pangan olahan secara mandiri. Dampak jangka pendek berupa peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif, sedangkan dampak jangka panjang diharapkan berupa peningkatan pendapatan rumah tangga dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Kata kunci: pelatihan;  digitalisasi marketing; ikan lele. AbstractSungai Bawang Cultural Village is one of the villages fostered by STIKES Dirgahayu Samarinda which has great potential in developing food security programs and improving public health. In 2024, through the village budget, the community received assistance in the form of catfish seeds as a form of initiation of fish farming in their yards. Seeing this potential, community service activities were carried out to support the downstreaming of catfish cultivation results in the form of processed food products that have high economic value and are competitive in the market. Community service activities were carried out through three main stages, namely counseling, training, and assistance for the distribution permit for Household Industry Food (PIRT). Counseling was provided using presentation and interactive discussion methods, which discussed the importance of diversifying processed fish products and forming business groups. The training was carried out directly using a demonstration method for making products in the form of catfish nuggets and sausages, involving 30 participants from PKK members. Furthermore, technical assistance was provided in the process of managing the PIRT distribution permit so that the products could be marketed legally and widely. The results of the activities showed an increase in the knowledge and skills of participants in processing fish farming products. This activity also encourages the formation of a new business group that is ready to produce processed food independently. The short-term impact is in the form of increasing community participation in productive economic activities, while the long-term impact is expected to be in the form of increasing household income and economic independence based on local potential. Keywords: training; digital marketing; catfish.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% DAN EKSTRAK ASETON RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl) Erika Sudin; Muh. Taufiqurrahman; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i1.846

Abstract

Temulawak (curcuma xanthorriza roxb.) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak digunakan masyarakat. Temulawak diketahui memiliki banyak manfaat salah satunya potensi sebagai antioksidan. Komponen aktif yang bertanggung jawab sebagai antioksidan dalam rimpang temulawak adalah kurkumin. kandungan senyawa aktif di dalam temulawak, terutama adalah kurkumin dan xanthorizol. Berbagai penelitian telah banyak dilakukan terhadap temulawak, terutama dari aspek khasiatnya. Kecendrungan masyarakat global pada semangat “back to nature” membuka peluang temulawak sebagai salah satu sumber bahan baku obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% dan aseton terhadap rimpang temulawak. Bahan baku yang digunakan adalah rimpang temulawak yang dijual wilayah kota samarinda. Pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Ekstrak temulawak memiliki aktivitas antioksidan tergolong aktif sehingga berpotensi sebagai antioksidan alami yang baik. Kata kunci : Kadar Kurkumin, Aktivitas Antioksidan, Temulawak
POTENSI ANTIOKSIDAN CLAY MASK STICK BERBASIS RICE BRAN OIL TERHADAP RADIKAL BEBAS DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Karolina Yordan; Muh. Taufiqurrahman; Nurillahi Febria Leswana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.851

Abstract

Masalah kesehatan kulit wajah menjadi perhatian penting, terutama bagi perempuan, karena berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan penampilan. Salah satu upaya perawatan kulit wajah adalah penggunaan masker berbahan alami yang dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Seiring berkembangnya inovasi di bidang kosmetik, sediaan clay mask stick hadir sebagai bentuk baru yang lebih praktis digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antioksidan dari clay mask stick yang diformulasikan dengan minyak bekatul (rice bran oil/RBO) menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Minyak bekatul diketahui mengandung senyawa antioksidan alami seperti tokoferol, tokotrienol, dan oryzanol. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur nilai IC50 menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 520 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang mengandung RBO (F2 dan F3) memiliki nilai IC50 < 50 ppm, yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar formula (p = 0,003), dan uji lanjut LSD membuktikan bahwa formula F2, F3, serta pembanding vitamin C secara signifikan berbeda dari formula kontrol (F0). Selain itu, hasil uji karakteristik fisik (pH, homogenitas, daya sebar, dan waktu kering) menunjukkan bahwa seluruh sediaan memenuhi standar mutu kosmetik yang baik. Kesimpulannya, clay mask stick berbasis rice bran oil memiliki potensi kuat sebagai produk perawatan kulit topikal dengan aktivitas antioksidan yang efektif dan stabil Kata kunci: clay mask stick, minyak bekatul, antioksidan, metode DPPH, IC50, tokoferol
FORMULASI DAN EVALUASI UJI MUTU FISIK EMULGEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-picrylhydrazyl) Angela Dewi Sartika Hiyang; Muh Taufiqurrahman; Risny Oklyan
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.857

Abstract

Peningkatan produksi bawang merah setiap tahun semakin meningkat, sehingga menyebabkan kulit bawang merah menjadi limbah yang tidak di manfaatkan. Bagian kulit dari bawang merah mengandung senyawa kimia flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-picrylhydrazyl) yaitu kulit bawang merah diektraksi menggunakan etanol 96%. Kulit bawang merah akan dimanfaatkan untuk membuat sediaan emulgel yang memiliki aktivitas antioksidan dapat membantu melindungi kulit, meningkatkan hidrasi dan menjaga kelembapan pada kulit. Emulgel memiliki stabilitas yang baik, nyaman digunakan dan mampu menempel dalam waktu yang relatif lama pada kulit. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari emulgel dan hasil evaluasi uji mutu fisik sediaan emulgel. Sediaan emulgel dibuat 4 formulasi dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda dan dilakukan evaluasi sediaan yaitu uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji stabilitas penyimpanan, uji cycling test, uji sentrifugasi, uji tipe emulgel dan uji viskositas. Hasil pengujian antioksidan pada emulgel kulit bawang merah konsentrasi 0,5%, 5% dan 10%, memiliki aktivitas antioksidan. Emulgel kulit bawang merah pada konsentrasi 10% memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 49.614 ppm. Hasil evaluasi uji mutu fisik pada variasi konsentrasi ekstrak kulit bawang merah memiliki pengaruh terhadap stabilitas sediaan emulgel. Berdasarkan hasil uji stabilitas fisik, pada formula sediaan emulgel F0 dan F1 memenuhi persyaratan parameter sediaan emulgel yang baik. Sedangkan, formula emulgel F2 dan F3 belum memenuhi persyaratan parameter sediaan emulgel karena pada pengujian cycling test dan sentrifugasi hasil emulgel tidak stabil. Kata kunci : Kulit Bawang Merah, Ekstrak Etanol 96%, Emulgel, Antioksidan
POTENSI TOKOFEROL SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA SEDIAAN KRIM DARI FRAKSI NON POLAR CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) Yesi Bayaq; Nurillahi Febria Leswana; Muh Taufiqurrahman
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i2.866

Abstract

Tokoferol merupakan senyawa antioksidan alami yang banyak ditemukan dalam fraksi non-polar Crude Palm Oil (CPO). Antioksidan memiliki peran penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari fraksi non-polar CPO dalam sediaan krim menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil). Fraksi non-polar CPO diformulasikan ke dalam krim dengan konsentrasi 0% (F0), 1% (F1), 2% (F2), dan 3% (F3). Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengukur nilai IC₅₀ masing-masing formula dan dibandingkan dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim F3 memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 56,167 µg/mL. Hasil uji ANOVA dan LSD menunjukkan perbedaan yang signifikan antara F0 dengan F3 dan vitamin C (p < 0,05). Selain itu, semua formula memenuhi parameter mutu fisik sediaan krim yang meliputi homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Dapat disimpulkan bahwa fraksi non-polar CPO memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami dan dapat dikembangkan dalam sediaan krim Kata kunci: α-Tokoferol, Crude Palm Oil (CPO), Antioksidan, DPPH, Krim
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS JUANDA KOTA SAMARINDA Wijikinasih, Wijikinasih; Muh. Taufiqurrahman; Raymon Simanullang
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/v7i3.771

Abstract

The increasing use of antihypertensive drugs may raise the potential for irrational use. Irrational management of hypertension can worsen the patient’s condition and trigger complications such as stroke, heart disease, and kidney failure. This study was a descriptive study with retrospective data collection using purposive sampling. Data were obtained from electronic medical records in the e-Puskesmas application of hypertensive patients. The results showed that 85.8% of antihypertensive drug use was in accordance with hypertension management based on the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. HK.01.07/MENKES/1936/2022 on Clinical Practice Guidelines for Physicians in Primary Healthcare Facilities (PHC) and the JNC VIII Guidelines. These findings indicate that most antihypertensive drug use in primary healthcare facilities has followed current management standards, although approximately 14.2% of cases still demonstrate potential irrational use. This highlights the need for continuous evaluation and improved adherence to clinical guidelines in order to minimize the risk of complications.
Antioxidant Retention and Physicochemical Characterization of Instant Ginger Powder Formulation as a Functional Beverage Pijaryani, Indria; Muh. Taufiqurrahman
Asian Journal of Healthcare Analytics Vol. 5 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajha.v5i1.16477

Abstract

This study aims to formulate an instant ginger rhizome extract powder and comprehensively evaluate its physicochemical characteristics and antioxidant retention capacity as a functional beverage. This experimental research employed four variations of ginger powder concentration (0%, 5%, 10%, and 15%) using the wet granulation method. Evaluation results indicated that all formulations met the required standards, with moisture content below 5% and favorable flowability. The 15% formulation (F3) proved to be the most optimal, demonstrating strong antioxidant activity with an IC50 value of 65.50 ppm. Overall, this formulation produces a powdered beverage with excellent physicochemical stability and measurable nutraceutical efficacy, making it a viable candidate for functional food.
Pemanfaatan Probiotik Asam Laktat dalam Susu Kuda Sumbawa sebagai Bahan Baku Tabir Surya Muh Taufiqurrahman; Adhe Septa Ryan; Maria Elvina Tresia Butar-Butar; Indria Pijaryanti
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.16652

Abstract

Susu kuda Sumbawa merupakan susu murni dari kuda liar yang dipelihara oleh petani organik di Indonesia. Kandungan asam laktat pada susu kuda Sumbawa jarang digunakan untuk produk non pangan. Asam laktat (lactic acid), dikategorikan sebagai salah satu asam α-hidroksi (AHA), adalah asam organik dengan gugus hidroksil pada posisi alfa. Asam laktat dapat diproduksi baik dengan fermentasi mikroorganisme atau dengan sintesis kimia dan berguna sebagai tabir surya serta antioksidan. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat melindungi kulit dari efek sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi bahan uji dengan melakukan analisis asam laktat yang bertujuan untuk mengetahui jumlah total asam laktat yang terdapat pada sampel susu kuda kemudian dilakukan pengujian SPF, %TP dan %TE. Hasil dari pengujian ini termasuk dalam perlindungan maksimal karena memiliki faktor perlindungan matahari <15, serta kandungan asam laktat dalam susu kuda terbukti efektif sebagai tabir surya dengan nilai SPF yaitu 9,4. Hasil pengukuran persentase eritema (% TE) dan persentase pigmentasi (% TP) susu kuda berada dalam standar dengan masing-masing nilai %Te sebesar 9,3% dan nilai %Tp sebesar 47,5%  termasuk kategori Suntan standar. Kata Kunci: SPF, Persentase Eritema, Persentase Pigmentasi, Suntan, Tabir surya Sumbawa horse milk is pure milk from wild horses raised by organic farmers in Indonesia. The lactic acid content in Sumbawa horse milk is rarely used for non-food products. Lactic acid, categorized as one of the α-hydroxy acids (AHAs), is an organic acid with a hydroxyl group at the alpha position. Lactic acid can be produced either by the fermentation of microorganisms or by chemical synthesis and is used as a sunscreen as well as an antioxidant. Sunscreen is a compound that can protect the skin from the effects of ultraviolet rays emitted by the sun. The study was started by identifying the test material by carrying out lactic acid analysis which aims to determine the total amount of lactic acid present in the horse milk sample and then tested for SPF, %TP and %TE. The result of this test is that the effect of sunscreen on Sumbawa mare's milk is very good, namely 9.4 which is included in the maximum protection because it has a sun protection factor <15. The results of measurements of the percentage of erythema (% TE) and percentage of pigmentation (% TP) of mare's milk were in the standard with each %Te value of 9.3% and %Tp value of 47.5% including the standard suntan category.
Utilizing big data and data mining to detect adverse drug reactions in pharmacovigilance systems Taufiqurrahman , Muh.; Simanullang, Raymon; Alichia Ayu Susan; Nainggolan, Angel Natalia; Dinda Alya Arianti; Donangsia Wunga Sogen; Falen Sindi Ayugistia; Pijaryani, Indria
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 22 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol22.iss1.art2

Abstract

Background: Adverse Drug Reactions (ADRs) remain a global health problem, increasing morbidity, mortality, and costs. The Spontaneous Reporting System (SRS), while central to pharmacovigilance, suffers from underreporting and delayed signal detection. Advances in big data and data mining offer solutions to these limitations.Objective: This review evaluates the use of statistical, Bayesian, and artificial intelligence (AI)-based methods to improve early detection of ADR signals in large pharmacovigilance databases.Method: A literature review was conducted on 12 studies applying statistical methods (reporting odds ratio and proportional reporting ratio), Bayesian approaches, and AI techniques (machine learning and natural language processing) to datasets including FAERS, WHO VigiBase, VigiFlow, and national AEFI systems.Results: Disproportionality analysis aided early screening but was limited in detecting rare events and prone to false positives. Bayesian methods improved stability and accuracy for low-frequency signals. Machine learning enhanced predictive performance and reduced false alarms, while NLP facilitated processing of unstructured reports. The combined application of these methods enhanced sensitivity, specificity, and validity of pharmacovigilance systems. Conclusion: The integration of big data with statistical, Bayesian, and AI approaches significantly advances pharmacovigilance by enabling faster and more accurate ADR detection, though challenges in data quality, privacy, and clinical validation remain.
POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus haemolyticus Egedius Harley Johandi; Muh. Taufiqurrahman; Risny Risny
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v5i1.820

Abstract

Antibacterial activity of ethanol extract of starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) against Staphylococcus haemolyticus. Background highlights the growing concern over antibiotic resistance, which poses significant health risks at both the individual and societal levels. This study aims to explore natural alternatives to antibiotic treatment, leveraging the traditional use of natural ingredients in medicine. This study will employ a systematic approach, including the extraction of active compounds from the leaves using a maceration method with 96% ethanol as a solvent. The study will also assess the presence of bioactive compounds such as triterpenoids, known for their pharmacological properties, including antibacterial effects. The research question focuses on determining the antibacterial efficacy of the extract and categorizing the degree of inhibition based on varying concentrations. These findings are expected to contribute to the understanding of natural remedies in combating bacterial infections and may pave the way for future drug development based on plant-derived compounds. This proposal examines the antibacterial activity of ethanol extract of starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) against Staphylococcus haemolyticus as a natural alternative to address antibiotic resistance. The maceration method is used to extract bioactive compounds such as triterpenoids. This study evaluated the antibacterial effectiveness at various concentrations and is expected to support the development of plant-based medicines.