Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Leverage, Pertumbuhan Perusahaan, dan Efektivitas Usaha Terhadap Kebijakan Deviden Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia: The Influence of Leverage, Growth, Business on Dividend Policy in Manufacturing Firms in Jakarta Stock Exchange Dewi Nurhasikin; Raden Bagus Faizal Irany Sidharta; Baiq Dinna Widiyasti
MASTER: Jurnal Manajemen Strategik Kewirausahaan Vol. 5 No. 1 (2025): MASTER: Jan 2025
Publisher : LPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/master.v5i1.987

Abstract

Kebijakan dividen merupakan keputusan keuangan yang diambil oleh perusahaan setelah menjalankan operasinya dan memperoleh laba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh leverage, pertumbuhan perusahaan, dan efektivitas usaha terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini mengadopsi pendekatan asosiatif dan menggunakan data kuantitatif dari sumber sekunder. Populasi penelitian terdiri dari 93 perusahaan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 20. Hasil analisis data, yang dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows, menunjukkan bahwa leverage memiliki pengaruh negatif terhadap kebijakan dividen. Pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Efektivitas usaha berdampak positif terhadap kebijakan dividen. Dividend policy is a financial decision taken by a company after running its operations and making a profit. This study aims to empirically test the effect of leverage, company growth, and business effectiveness on dividend policy in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). This study adopts an associative approach and uses quantitative data from secondary sources. The study population consists of 93 companies. The sampling method used is purposive sampling, so that a sample of 20 is obtained. The results of data analysis, which were carried out using SPSS for Windows, show that leverage has a negative effect on dividend policy. Company growth has a positive effect on dividend policy. Business effectiveness has a positive impact on dividend policy.
Digital Marketing, Pengalaman Gastronomi dan Citra Gastronomi Sebagai Determinan Daya Tarik Wisata Gastronomi Pangan Lokal Stevany Hanalyna Dethan; Ni Wayan Putu Meikapasa; I Gusti Made Subrata; Baiq Dinna Widiyasti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9419

Abstract

Pariwisata gastronomi pangan lokal menjadi salah satu daya tarik utama di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis digital marketing, pengalaman gastronomi, dan citra gastronomi sebagai determinan daya tarik wisata gastronomi pangan lokal di Pulau Lombok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif eksplanatif. Sampel penelitian sebanyak 160 responden wisatawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner dengan skala likert. Analisis data yang dilakukan pada penelitian antara lain uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menyimpulkan pertama, bahwa digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata gastronomi pangan lokal di Pulau Lombok. Kedua, pengalaman gastronomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata gastronomi pangan lokal di Pulau Lombok. Ketiga, citra gastronomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata gastronomi pangan lokal di Pulau Lombok. Di mana citra gastronomi menunjukkan variabel yang memiliki pengaruh paling kuat, diikuti oleh pengalaman gastronomi dan digital marketing.  Keempat, bahwa secara simultan digital marketing, pengalaman gastronomi dan citra gastronomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata gastronomi pangan lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa penguatan ketiga variabel tersebut dapat menjadi solusi strategis dalam mengoptimalkan potensi wisata gastronomi pangan lokal di Pulau Lombok sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pengaruh Thriving At Work Dan Self-Efficacy Terhadap Employee Engagement Dengan Lingkungan Kerja Non-Fisik (LKNF) Sebagai Variabel Moderasi Pada Kolektor PT BFI Finance Cabang Kota Mataram Alfareza Alfareza; Irwan Cahyadi; Susilo Talidobel; Kia Makiah; Baiq Dinna Widiyasti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1743

Abstract

Employee engagement merupakan faktor penting yang mendukung keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Rendahnya employee engagement dapat berdampak pada penurunan produktivitas, semangat kerja, dan kontribusi karyawan. Berdasarkan hasil pengamatan pada kolektor PT BFI Finance Cabang Kota Mataram, masih ditemukan perbedaan tingkat employee engagement antar kolektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh thriving at work dan self-efficacy terhadap employee engagement dengan lingkungan kerja non-fisik sebagai variabel moderasi pada kolektor PT BFI Finance Cabang Kota Mataram.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thriving at work dan self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement. Namun, lingkungan kerja non-fisik tidak mampu memoderasi pengaruh thriving at work maupun self-efficacy terhadap employee engagement. Nilai R-Square menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menjelaskan variasi employee engagement. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan employee engagement pada kolektor lebih dipengaruhi oleh penguatan thriving at work dan self-efficacy dibandingkan melalui peran lingkungan kerja non-fisik sebagai variabel moderasi. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta menjadi bahan pertimbangan bagi PT BFI Finance Cabang Kota Mataram dalam merancang strategi peningkatan employee engagement.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Work-Life Balance terhadap Kepuasan Kerja dengan Lingkungan Kerja Fisik sebagai Variabel Moderasi pada Karyawan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB Lia Febriani; Ika Yuliana; Febria Nurmelia Marlina; Irwan Cahyadi; Baiq Dinna Widiyasti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.13136

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Work-Life Balance terhadap Kepuasan Kerja, dengan Lingkungan Kerja Fisik sebagai variabel moderasi, pada karyawan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja bagi produktivitas karyawan serta hasil penelitian terdahulu yang belum konsisten mengenai pengaruh kedua variabel tersebut, dengan Social Exchange Theory sebagai landasan teoritis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif terhadap 35 karyawan (sampel jenuh) yang diukur menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan metode Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja (original sample 0,716; t-statistic 3,762; p 0,000), sedangkan Work-Life Balance berpengaruh positif namun tidak signifikan (t-statistic 1,140; p 0,254). Lingkungan Kerja Fisik tidak terbukti memoderasi baik pengaruh Kepemimpinan Transformasional (t 1,243; p 0,214) maupun Work-Life Balance (t 1,394; p 0,163) terhadap Kepuasan Kerja. Nilai R-Square sebesar 0,903 menunjukkan ketiga variabel eksogen mampu menjelaskan 90,3% variasi Kepuasan Kerja. Perusahaan disarankan mempertahankan dan memperkuat praktik kepemimpinan transformasional serta menjaga kenyamanan lingkungan kerja fisik untuk mendukung kepuasan kerja karyawan.
Analisis Persepsi Kualitas dan Kesadaran Merek terhadap Brand trust yang Dimoderasi oleh Isu Overclaim pada Produk Daviena Putri Paradila Ayu Goisani; Baiq Dinna Widiyasti; Putri Amalia Wardi; Stevany Hanalyna Dethan; M. Chothibul Umam Assa’ady
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13542

Abstract

Industri skincare yang berkembang pesat membuat konsumen semakin memperhatikan kualitas, pengenalan merek, dan kredibilitas informasi sebelum memberikan kepercayaan kepada suatu merek. Pada produk Daviena, munculnya isu overclaim menimbulkan persoalan mengenai kesesuaian antara klaim pemasaran dan persepsi konsumen terhadap produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi kualitas dan kesadaran merek terhadap brand trust serta menguji peran isu overclaim sebagai variabel moderasi pada konsumen produk Daviena di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif asosiatif. Data primer diperoleh melalui kuesioner berskala Likert dari 100 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Responden merupakan pengguna produk Daviena yang berdomisili di Kota Mataram, berusia 17–45 tahun, pernah menggunakan produk Daviena dalam enam bulan terakhir, dan mengetahui isu overclaim yang berkaitan dengan Daviena. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4 dan prosedur bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust, demikian pula kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust. Overclaim terbukti memoderasi hubungan persepsi kualitas terhadap brand trust secara negatif, sedangkan pada hubungan kesadaran merek terhadap brand trust arah moderasinya positif. Model penelitian menghasilkan R-square brand trust sebesar 0,831, sehingga konstruk dalam model mampu menjelaskan 83,1% variasi brand trust. Temuan ini menunjukkan pentingnya konsistensi kualitas, penguatan kesadaran merek, dan komunikasi klaim produk yang akurat dalam mempertahankan kepercayaan konsumen.