Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas dan Proyeksi Penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kabupaten Gowa Ramadani, Fadila; Basri Bado; Muhammad Syafri; Abdul Rajab; Abd. Rahim
Bulletin of Economic Studies (BEST) Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/best.v6i1.65941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta memproyeksikan penerimaannya sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data time series penerimaan BPHTB periode 2014–2024 yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Gowa. Analisis data dilakukan menggunakan perhitungan rasio efektivitas dan metode peramalan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan BPHTB di Kabupaten Gowa tergolong sangat efektif dan memiliki tren peningkatan. Hasil peramalan juga menunjukkan bahwa penerimaan BPHTB diproyeksikan terus meningkat pada periode 2025–2027. Temuan ini mengindikasikan bahwa BPHTB memiliki peran strategis sebagai sumber PAD yang berpotensi memperkuat kapasitas fiskal daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu terus meningkatkan optimalisasi pengelolaan dan pemungutan BPHTB melalui peningkatan administrasi perpajakan daerah serta pengawasan terhadap transaksi tanah dan bangunan guna mendukung kemandirian fiskal daerah.
PENERAPAN METODE SUKU KATA (SILABEL) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS II DI UPT SDN 20 TURATEA KAB. JENEPONTO Andi Zulqaedah Jafar; M. Agus; Abdul Rajab
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45935

Abstract

This study aims to describe the application of the syllable method in teaching Indonesian language beginning reading for second-grade students at the UPT SDN 20 Turatea, Jeneponto Regency. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques include observation, interviews, student work, and documentation. The collected data were then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The subjects in this study were second-grade teachers and 20 second-grade students at the UPT SDN 20 Turatea, Jeneponto Regency. The results show that the application of the syllable method in teaching reading has been implemented well and in accordance with the steps of the syllable method, which introduces letters, then arranges them into syllables, then continues into words, and finally simple sentences. The study shows that student abilities vary; of the 20 students, 40% are able to read fluently, 40% are able to read although still stuttered, and 20% are still at the spelling stage. This shows that 80% of students have acquired reading skills and have experienced development in their initial reading skills through the application of the syllable method, although with varying levels of fluency. Based on the results of the study above, it can be concluded that the application of the syllable method in the initial reading learning of Grade II students at UPT SDN 20 Turatea, Jeneponto Regency has been proven to have been implemented well and can develop students' reading skills gradually.
The Effect of The Number of Msmes, The Number of Buildings and Grdp on City District Tax Revenue in South Sulawesi Province Nur Alif Sapoetra; Abd. Rahim; Citra Ayni Kamaruddin; Sri Astuty; Abdul Rajab
International Journal of Economics and Management Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): May : International Journal of Economics and Management Sciences
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijems.v3i2.1221

Abstract

This research investigates the effect of the amount of MSMEs, the number of buildings, and GRDP on regional tax revenue in selected cities and regencies in South Sulawesi, driven by the inconsistency between the growth of economic potential and the realization of tax revenue, where increases in MSMEs, buildings, and GRDP are not always followed by higher tax receipts. The study aims to analyze the effect of these variables and identify the most significant factors contributing to regional fiscal capacity. A quantitative approach is employed using panel data that combine time series and cross-sectional data from 2015-2024, analyzed through panel data regression with model selection based on Chow, Hausman, and Lagrange Multiplier test. The results show that partially, MSMEs and the number of buildings do not have a significant effect on tax revenue, while GRDP has a positive significant impact; however, simultaneously, all variables significantly influence tax revenue, as indicated by a high Adjusted R-squared value. These findings suggest that economic growth, as proxied by GRDP, plays a more dominant role in increasing tax revenue compared to the mere increase in the number of MSMEs and buildings, implying that optimizing tax revenue requires not only expanding economic potential but also enhancing tax compliance, administrative efficiency, and the quality of economic growth.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KEMISKINAN DI SULAWESI SELATAN Mutaharatul Uhra; Sri Astuty; Muh Jamil; Irwandi Irwandi; Abdul Rajab
Promosi: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 14, No 1 (2026): Promosi
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jp.v14i1.16692

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan kompleks yang dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan. Pertumbuhan ekonomi sering dianggap sebagai faktor utama dalam menurunkan kemiskinan, sementara Indeks pembangunan manusia mencerminkan kualitas sumber daya manuisa yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia terhadap kemiskinan.penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Sebaliknya, Indeks Pembangunan Manusia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, upaya penanggulangan kemiskinan sebaiknya lebih difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Kebijakan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan IPM dinilai lebih efektif dalam menurunkan tingkat kemiskinan dibandingkan hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi semata.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KEMISKINAN DI SULAWESI SELATAN Mutaharatul Uhra; Sri Astuty; Muh Jamil; Irwandi Irwandi; Abdul Rajab
Promosi: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 14 No 1 (2026): Promosi
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jp.v14i1.16692

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan kompleks yang dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan. Pertumbuhan ekonomi sering dianggap sebagai faktor utama dalam menurunkan kemiskinan, sementara Indeks pembangunan manusia mencerminkan kualitas sumber daya manuisa yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia terhadap kemiskinan.penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Sebaliknya, Indeks Pembangunan Manusia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, upaya penanggulangan kemiskinan sebaiknya lebih difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Kebijakan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan IPM dinilai lebih efektif dalam menurunkan tingkat kemiskinan dibandingkan hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi semata.
Determinan Pertumbuhan Ekonomi di Berbagai Wilayah di Indonesia: Pendekatan Data Panel dan Analisis Jalur ananda_ainahs Mutiara Saing; Abd. Rahim; Muhammad Syafri; Abdul Rajab; Sri Astuty
JDEP (Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan) Vol. 9 No. 2 (2026): JDEP (Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan)
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdep.v9i2.1099

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan pembangunan suatuwilayah. Namun, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih menunjukkan disparitas antar wilayah yangdipengaruhi oleh berbagai faktor struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhdesentralisasi fiskal dan ketimpangan wilayah terhadap pertumbuhan ekonomi dengan IndeksPembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan data panel dari limaprovinsi di Indonesia yaitu DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, danPapua selama periode 2015–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dan analisisjalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal berpengaruh positifterhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan ketimpangan wilayah berpengaruh negatif. Namun, IPM tidakmampu memediasi hubungan tersebut secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatankapasitas fiskal daerah belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kualitas pembangunan manusia yangberdampak pada pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih terintegrasiantara pengelolaan fiskal dan pembangunan sumber daya manusia.