Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MASYARAKAT MADANI DALAM AL-QUR’AN: SEBUAH PENDEKATAN ANTROPOLOGI AL-QUR’AN ATAS TERM KHAIRAH UMMAH Bakir, Moh.; Mistar, Jatim; Kahar, Abd.; Rakib, Abdur
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 10 No. 02 (2024): Agustus
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v10i02.7536

Abstract

Analisis Kebijakan Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Bone: Tantangan dan Strategi Berkelanjutan erviandy, erviandy; amrin, awaluddin; Kahar, Abd.; Supriadi, Muh. Fadhil; Risal, Andi Wirawan; Bastini, Faradhiya Jinan
JURNAP : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAP : Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan ekowisata berkelanjutan di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus pada aspek aksesibilitas dan fasilitas, partisipasi masyarakat, serta pengelolaan sumber daya alam. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi kebijakan lokal. Informan penelitian terdiri dari pejabat pemerintah daerah, pengelola destinasi ekowisata, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik dengan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas dan fasilitas di destinasi ekowisata di Bone masih terbatas, termasuk jalan, transportasi publik, papan informasi, tempat sampah, dan sarana keselamatan. Partisipasi masyarakat lokal bervariasi, dengan beberapa komunitas aktif mengelola destinasi dan program konservasi, sementara komunitas lain masih pasif karena keterbatasan kapasitas dan akses informasi. Pengelolaan sumber daya alam di kawasan mangrove relatif baik, namun beberapa lokasi pantai dan danau mengalami degradasi akibat praktik wisata yang kurang terkontrol. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif yang menggabungkan peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan untuk mencapai pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika pengelolaan ekowisata di daerah pesisir Indonesia, sekaligus menjadi acuan bagi perumusan strategi kebijakan yang mampu meningkatkan pengalaman wisatawan, memberdayakan masyarakat lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Pengelolaan Berkelanjutan Ekowisata Bahari dan Sport Tourism Berbasis Masyarakat di Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra HM, syarifuddin; Aisyah, Nurul; Kahar, Abd.; Purnama, Andi Gagah; Putra, Andi Nurqamal Ady
JURNAP : Jurnal Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAP : Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata bahari dan sport tourism merupakan dua bentuk pariwisata berkelanjutan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memiliki potensi bahari yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat, terutama dalam integrasi wisata bahari dan sport tourism. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah 40 publikasi (jurnal, prosiding, dan buku) terkait pengelolaan ekowisata, sport tourism, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil telaah menunjukkan bahwa pengelolaan ekowisata bahari berbasis masyarakat menekankan pada partisipasi aktif komunitas lokal, konservasi ekosistem laut, serta diversifikasi atraksi wisata melalui sport tourism, seperti snorkeling, diving, canoeing, hingga lomba perahu tradisional. Model pengelolaan yang diusulkan bagi Desa Bulu-Bulu adalah model kolaboratif multipihak dengan memperkuat kapasitas pemuda desa sebagai agen perubahan, memanfaatkan promosi digital, serta menyinergikan program pemerintah daerah dengan inisiatif masyarakat. Dengan demikian, Desa Bulu-Bulu berpotensi menjadi destinasi unggulan ekowisata bahari dan sport tourism yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.