Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS EFEKTIVITAS PASAR LELANG KARET DI KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Stevan, James; Alamsyah, Zulkifli; naenggolan, Saidin
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.35 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v18i1.2814

Abstract

Karet merupakan komoditi unggulan pada subsektor  perkebunan yang terus menjadi perhatian pemerintah untuk dikembangkan dalam upaya meningkatkan tataniaga karet, pasar lelang karet merupakan suatu bentuk pasar yang teratur (organized market). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Pasar Lelang Karet Di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa di Kabupaten Bungo ini merupakan kabupaten yang memiliki sembilan pasar lelang yang telah terdaftar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bungo. Adapun sampel diambil sebanyak 60 orang, dimana sampel petani yang menjual bokar ke pasar lelang dan petani yang menjual karet ke luar pasar lelang (pedagang pengumpul). Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui efektivitas pasar lelang karet menggunakan metode analisis margin pemasaran dan analisis bagian harga yang di terima petani pada setiap saluran tataniaga, selanjutnya di analisis menggunakan metode analisis indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Dari hasil penelitian diketahui hasil analisis diketahui bahwa besarnya bagian harga yang diterima petani pada saluran I lebih tinggi dibandingkan saluran II, bagian harga yang diterima petani pada saluran I yaitu 93,02% dan saluran II yaitu 76,52%. Selanjutnya hasil analisis diperoleh nilai t-test hitung (equal variance assumed) adalah 14,599. Nilai t hitung > t tabel (14,599 >2,00172) bahwa terdapat perbedaan tingkat farmer share (mean diference) sebesar 16,50637 (93,0275-76,5211), dan perbedaan berkisar antara 14.24305 sampai 18.76968.Kata Kunci : Pasar lelang karet, Margin Pemasaran dan Farmer share
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN SAWI MANIS DENGAN PENDEKATAN STRUCTURE, CONDUCT, AND PERFORMANCE (SCP) DI KECAMATAN JAMBI SELATAN KOTA JAMBI Situmorang, Tinur Sulastri; Alamsyah, Zulkifli; naenggolan, Saidin
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.782 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v18i2.2830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui gambaran pemasaran sawi manis di Kecamatan Jambi Selatan, 2) Menghitung efisiensi pemasaran sawi manis dilihat dari analisis market structure, market conduct, dan market performance (SCP). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan structure, conduct, and performance of market (SCP). Berdasarkan penelitian, pemasaran sawi manis di Kecamatan Jambi Selatan terdiri dari lima pola saluran pemasaran, yaitu : 1) petani-konsumen ; 2) petani-pedagang pengumpul besar (PPB)-agen/pedagang pengecer-konsumen ; 3) petani-pedagang pengecer-konsumen; 4) petani-pedagang pengumpul kecil (PPK)-pedagang pengecer-konsumen; 5) petani-pasar modern-konsumen. Fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran, yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Dengan pendekatan market structure, pasar sawi manis di Jambi Selatan cenderung mengarah kepada persaingan oligopoli murni. Dilihat dari perilaku pasar, sistem pembayaran kemudian masih terjadi antara pedagang pengumpul dengan petani dan antara pedagang pengumpul dengan pedagang eceran. Sedangkan kinerja pasar menunjukkan bahwa penyebaran marjin, farmer’s share, dan rasio keuntungan tidak merata pada masing-masing lembaga pemasaran. Dari indikator SCP yang telah dijelaskan  di atas dapat diketahui bahwa pemasaran sawi manis di Jambi Selatan belum efisien. Berdasarkan kondisi saat ini dan hasil analisis yang telah dilakukan, saluran pemasaran IV (petani-pedagang pengumpul kecil (PPK)-pedagang pengecer-konsumen) merupakan alternatif saluran pemasaran yang efisien yang dapat dipilih oleh petani.   Kata Kunci : efisiensi, pemasaran, sawi manis, SCP (structure, conduct, and performance of market)
ANALISIS NILAI TAMBAH KOPI LUWAK BUBUK PADA AGROINDUSTRI “BUANA PUTRA” DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Siregar, Muhammad Fikri; Alamsyah, Zulkifli; malik, adlaida
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.23 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v18i2.2835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran kegiatan dan proses pengolahan produk dari biji kopi luwak green beans menjadi kopi luwak bubuk (2) mengetahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi luwak bubuk (3) menganalisis produktivitas berdasarkan nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan kopi luwak bubuk yang dilakukan oleh Agroindustri Buana Putra. Penelitian ini menggunakan data yang dikumpulkan sebanyak empat kali proses produksi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tabel bantu analisis nilai tambah metode Hayami. Dari perhitungan tersebut akan diketahui besarnya nilai tambah per proses produksi dan keuntungan yang diterima agoindustri. Nilai tambah itu selanjutnya digunakan untuk mengukur produktivitas agroindustri dengan menggunakan rasio-rasio nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan pengolahan kopi luwak green beans pada Agroindustri “Buana Putra” dimulai dari penyortiran, pencucian, penjemuran, penyangraian, pembubukan dan pembungkusan (2) rata-rata nilai tambah yang diperoleh Agroindustri “Buana Putra” untuk setiap Kg bahan baku biji kopi luwak green beans adalah sebesar Rp 96.224,10 per proses produksinya (3) produktivitas Agroindustri “Buana Putra” pada pada periode Mei sampai dengan Juni 2014 relatif tinggi dibandingkan beberapa penelitian sebelumnya yang menggunakan metode yang sama. Hal ini terlihat dari rasio nilai tambah rata-rata per proses produksinya untuk tenaga kerja sebesar Rp 48.112,1, per nilai output sebesar 42,56 %, per biaya tenaga kerja sebesar Rp 5,60 dan rasio keuntungan per nilai tambah sebesar 97,13 %. Kata Kunci :Pengolahan, Nilai Tambah, Kopi Luwak
DINAMIKA HARGA MINYAK GORENG SAWIT ( MGS ) DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERKEBUNAN KELAPA SAWIT INDONESIA Sinurat, Novalina; Alamsyah, Zulkifli; Elwamendri, Elwamendri
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.502 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v19i1.4956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dinamika harga Minyak Goreng Sawit (MGS) dan menganalisis dampak dari dinamika harga minyak goreng sawit terhadap perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang dilihat dari perkembangan luas areal dan produktivitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah metode pendekatan model ekonometrika persamaan simultan dengan metode 2SLS, melalui program aplikasi SAS versi 9.1.3. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari instansi-instansi terkait selama 23 tahun yaitu periode 1990-2012. Dinamika harga minyak goreng sawit di Indonesia secara dominan dipengaruhi oleh permintaan, penawaran dan harga CPO. Dari sisi supply dipengaruhi signifikan dan sesuai teori ekonomi oleh produksi MGS, stok MGS, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Dari sisi demand dipengaruhi signifikan oleh lag satu tahun demand MGS. Namun demikian perubahan dari faktor-faktor kebijakan pada sisi supply dan demand dapat berdampak terhadap kinerja pada subsektor perkebunan kelapa sawit melalui respon luas areal dan respon produktivitas kelapa sawit. Simulasi penurunan stok minyak goreng sawit sebesar 5% akan direspon positif oleh luas areal dan produktivitas kelapa sawit masing-masing sebesar 1,42% dan 0,15%, demikian juga simulasi peningkatan pendapatan perkapita masyarakat sebesar 15% akan merespon peningkatan luas areal dan produktivitas kelapa sawit masing-masing sebesar 0,035% dan 0,05% dan simulasi peningkatan harga minyak goreng kelapa sebesar 10% akan merespon peningkatan luas areal dan produktivitas kelapa sawit masing-masing sebesar 0,16% dan 0,02%. Kata kunci : Harga, Minyak Goreng sawit , Kelapa Sawit
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN USAHATANI KELAPA DALAM POLA MONOKULTUR DAN TUMPANG SARI DI KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Wahyuni, Asih; Alamsyah, Zulkifli; Damayanti, Yusma
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Sosioekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.013 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v19i2.5025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis struktur biaya dan penerimaan usahatani kelapa dengan pola monokultur dan pola tumpangsari kelapa dengan pinang di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, (2) Melihat besarnya perbedaan pendapatan usahatani kelapa dalam petani yang menggunakan pola monokultur dan petani yang menggunakan pola tumpangsari. Pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan lokasi penelitian merupakan daerah dengan luas tanam dan produksi terbesar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian dilakukan dari tanggal 9 Januari 2014 sampai tanggal 9 Februari 2014 dengan metode simple random sampling. Daerah sampel penelitian yaitu Kelurahan Mendahara Ilir dan Desa Sungai Tawar dengan pertimbangan desa ini memiliki jumlah petani paling banyak dengan mengusahakan usahatani monokultur dan tumpangsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara petani yang menggunakan pola monokultur dan pola tumpangsari, baik dalam hal penerimaan, biaya dan pendapatan usahatani. Penerimaan pada usahatani tumpangsari lebih besar dari penerimaan pada usahatani monokultur, begitu juga dalam hal biaya usahatani. Biaya usahatani pada tumpangsari lebih besar dari biaya usahatani pada monokultur. Meskipun biaya yang dikeluarkan pada usahatani pola tumpangsari lebih besar dari biaya usahatani yang dikeluarkan pada usahatani monokultur namun dengan adanya tambahan penerimaan dari usahatani pinang akan menyebabkan pendapatan pada usahatani tumpangsari juga lebih besar dari pendapatan usahatani monokultur. Kata Kunci : Monokultur, Tumpangsari, Kelapa Dalam
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR KOPI INDONESIA DAN VIETNAM DI PASAR ASEAN Sinta, Nurul Maya; Alamsyah, Zulkifli; Elwamendri, Elwamendri
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Sosioekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.588 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v20i1.5028

Abstract

Penelitian yang berjudul : “Analisis Daya Saing Ekspor Kopi Indonesia dan Vietnam di Pasar ASEAN” ini, bertujuan (1) Mengetahui perkembangan ekspor kopi Indonesia dan Vietnam di pasar ASEAN periode 1998 – 2013, (2) Menganalisis daya saing ekspor kopi Indonesia dan Vietnam di pasar ASEAN periode 1998 – 2013 dan (3) Menganalisis perbedaan daya saing ekspor kopi Indonesia dan Vietnam di pasar ASEAN periode 1998 – 2013. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data time series perdagangan Indonesia, Vietnam dan pasar ASEAN pada periode 1998 - 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Compare Analysis (RCA), Export Competitivness Indeks (ECI), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Constant Market Share (CMS) dan Uji t beda rata - rata. Hasil analisis menunjukkan Indonesia memiliki perkembangan ekspor yang lebih rendah dibandingkan Vietnam. Kedua negara ini sama – sama memiliki daya saing ekspor kopi di pasar ASEAN (RCA>1, ECI>1, ISP bernilai positif dan CMS pada efek komposisi komoditi positif , lalu efek daya saing hanya Vietnam yang memilikinya). Selain itu untuk hasil analisis uji beda diperoleh daya saing komparatif dan posisi daya saing yang memiliki perbedaan signifikan yaitu sig RCA 0,025 dan ISP 0,00 dimana nilainya lebih kecil dari α sebesar 0,05. Dari indikator yang digunakan menunjukkan bahwa nilai Indonesia lebih rendah dibandingkan Vietnam. Kata Kunci : Daya Saing, RCA, ECI, ISP dan CMS
ANALISIS KINERJA KEUANGAN KOPERASI UNIT DESA DI KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Gavinanda, Ayu Primadiptha; Alamsyah, Zulkifli; Nainggolan, Saidin
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Sosioekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.547 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v20i1.5039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan keuangan, kinerja keuangan dan manfaat yang dirasakan anggota Koperasi Unit Desa di Kecamatan Tebing Tinggi. Penelitian ini dilakukan pada KUD Suka Makmur, KUD Sawit Mandiri, KUD Karya Mandiri, KUD Karya Tani dan KUD Harapan Makmur dengan pendekatan rasio keuangan dan mendeskriptifkan manfaat yang dirasakan anggota. Kondisi keuangan menunjukkan bahwa KUD Suka Makmur, KUD Sawit Mandiri, KUD Karya Mandiri, dan KUD Harapan Makmur memiliki modal lebih besar dibandingkan dengan hutang yang ditanggung. Sedangkan KUD Karya Tani memiliki hutang yang lebih besar dibandingkan dengan modal yang dimiliki. Dari hasil perhitungan likuditas KUD di Kecamatan Tebing Tinggi mampu menjamin hutang yang dimiliki dengan aktiva lancar dan persediaan, namun KUD tidak mampu menjamin hutang dengan kas dan bank, karena KUD memiliki saldo kas yang kecil. Dari hasil perhitungan rasio solvabilitas menyatakan KUD mampu memenuhi kewajiban jangka panjangnya.Dari hasil perhitungan profitabilitas KUD mampu menghasilkan laba dari usaha yang dijalankan. Dari perhitungan rasio aktivitas KUD memiliki nilai perputaran dana pada persediaan, aktiva tetap dan dana pada piutang yang baik. Peran koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggota dengan memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Berdasakan hasil penelitian KUD telah memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh anggota dengan baik, namun manfaat yang diberikan KUD Harapan Makmur masih kurang dirasakan oleh anggota, karena kurangnya terjalinnya komunikasi dengan anggota, kurangnya pelayanan, barang-barang yang dijual masih terbatas dan pembagian SHU yang dibagikan belum meringankan beban kebutuhan anggota. Kata Kunci : Koperasi Unit Desa, Kinerja Keuangan, Manfaat Sosial dan Ekonomi.
PENGARUH BIAYA BAURAN PEMASARAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN DODOL ROSELLA PADA AGROINDUSTRI XYZ Anzelina, Anzelina; Alamsyah, Zulkifli; Malik, Adlaida
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Sosioekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.153 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v20i2.5059

Abstract

Rosella di Indonesia sudah dikenal sejak tahun 1992 sebagai tanaman hias yang tak dihiraukan, sekarang tanaman ini dikenal dengan banyak khasiat yang bermanfaat bagi manusia. Pengolahan kelopak bunga rosella menjadi dodol merupakan inovasi baru dalam agroindustri di Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bauran pemasaran yang diterapkan oleh agroindustri XYZ dalam penjualan dodol rosella dan untuk mengetahui pengaruh biaya bauran pemasaran terhadap volume penjualan pada produk dodol rosella. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Lingkar Barat II Kelurahan Bagan Pete Kecamatan Kota Baru Jambi pada agroindustri dodol rosella XYZ. Pemilihan dan penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) didasarkan atas pertimbangan bahwa agroindustri tersebut merupakan produsen dodol rosella satu-satunya dan telah memasarkan produknya di sebagian besar supermarket di Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan dari perhitungan statistik dengan menggunakan analisis regresi berganda diketahui biaya bauran pemasaran meliputi produk,harga, promosi dan distribusi terhadap volume penjualan YÌ‚ = - 273,371 + 0,001 X1 - 0,005 X2 + 0,004 X3 memiliki nilai R2 sebesar 0,934. Dengan menggunakan uji F diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 93,859 lebih besar dari F tabel 3,098. Dan didapatkan nilai signifikansi (P value) sebesar 0,000. Karena nilai P value kurang dari 0,05 ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa biaya strategi produk, strategi promosi dan strategi distribusi secara bersama dapat mempengaruhi volume penjualan. Sedangkan pengaruh dominan diberikan oleh biaya strategi produk. Kata Kunci : Bauran Pemasaran, Volume Penjualan, Dodol Rosella
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN USAHATANI KELAPA DALAM POLA MONOKULTUR DAN TUMPANG SARI DI KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Wahyuni, Asih; Alamsyah, Zulkifli; Damayanti, Yusma
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.976 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i1.5094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis struktur biaya dan penerimaan usahatani kelapa dengan pola monokultur dan pola tumpangsari kelapa dengan pinang di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, (2) Melihat besarnya perbedaan pendapatan usahatani kelapa dalam petani yang menggunakan pola monokultur dan petani yang menggunakan pola tumpangsari. Pemilihan lokasi penelitian dengan pertimbangan lokasi penelitian merupakan daerah dengan luas tanam dan produksi terbesar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian dilakukan dari tanggal 9 Januari 2014 sampai tanggal 9 Februari 2014 dengan metode simple random sampling. Daerah sampel penelitian yaitu Kelurahan Mendahara Ilir dan Desa Sungai Tawar dengan pertimbangan desa ini memiliki jumlah petani paling banyak dengan mengusahakan usahatani monokultur dan tumpangsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara petani yang menggunakan pola monokultur dan pola tumpangsari, baik dalam hal penerimaan, biaya dan pendapatan usahatani. Penerimaan pada usahatani tumpangsari lebih besar dari penerimaan pada usahatani monokultur, begitu juga dalam hal biaya usahatani. Biaya usahatani pada tumpangsari lebih besar dari biaya usahatani pada monokultur. Meskipun biaya yang dikeluarkan pada usahatani pola tumpangsari lebih besar dari biaya usahatani yang dikeluarkan pada usahatani monokultur namun dengan adanya tambahan penerimaan dari usahatani pinang akan menyebabkan pendapatan pada usahatani tumpangsari juga lebih besar dari pendapatan usahatani monokultur. Kata Kunci : Monokultur, Tumpangsari, Kelapa Dalam
IMPELEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) DI KECAMATAN MUARA SABAK TIMUR KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Ningsih Sutrisno, Trias; Alamsyah, Zulkifli; Lubis, Arsyad
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.639 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i2.8603

Abstract

This study aims to: (1) Study PUAP program implementation by farmers in the Eastern District of Muara Sabak and (2) Analyzing socio-economic factors that influence the success of the PUAP program in East Muara Sabak. The data used are primary data obtained through interviews directly to related parties as well as questionnaires. PUAP Program implementation is presented descriptively quantitatively using statistical analysis techniques paired samples t test (paired sample t-test). Meanwhile, to analyze the socio-economic factors that influence the success of PUAP used multiple linear regression models. The results showed as much as 97.18% of farmers use PUAP funds for the purchase of fertilizers and pesticides in production activities. The remaining 2.8% of the funds used by farmers for consumption activities. Testing changes in farm incomes before and after the show PUAP t value of 8,574 with a significant level of 0.000. This shows there is a real and significant differences in farm income before and after the PUAP. While the test results PUAP factors that influence the success shows that a variable number of dependents, land and farming experience positive and significant impact on the success of PUAP. While the variables of age and education did not significantly influence the success of PUAP.