Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PAPUA BERSINAR: PAPUA BERSIH NARKOBA MELALUI INOVASI KOMIK BERGAMBAR Fransina Alfonsina Izaac; Fajrin Violita; Yulindra Margaretha Numberi; Aprilia Krey; Risky Melkisedek Ratte; Vyona Mantayborbir
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35546

Abstract

Abstrak: Narkoba menjadi masalah serius. Mirisnya remaja merupakan kelompok usia yang paling banyak terlibat dengan kasus narkoba baik sebagai pengguna maupun pengedar. Untuk mencegah, solusi edukasi merupakan hal yang penting dilakukan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan 25 siswa-siswi sekolah dasar kelas IV, V, dan VI. Kegiatan bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba melalui inovasi media komik bergambar berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan baca komik, pendampingan dalam memahami isi komik, penerapan teknologi untuk mengakses komik digital, serta evaluasi keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan komik bergambar berbasis kearifan lokal memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 30% setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa media komik berbasis kearifan lokal efektif digunakan sebagai sarana edukasi siswa sekolah dasar dalam memahami bahaya narkoba.Abstract: Drugs have become a serious problem, with adolescents being the age group most frequently involved in drug-related cases, both as users and distributors. To prevent this, educational solutions play a crucial role. This community service program was carried out by involving 25 elementary school students from grades IV, V, and VI. The activity aimed to provide education about the dangers of drugs through the innovation of illustrated comics based on local wisdom. The implementation methods included socialization, comic reading training, guided reading sessions, the application of technology to access digital comics, and program evaluation. The results showed that the use of illustrated comics based on local wisdom had a positive impact on increasing students’ knowledge. The evaluation indicated a 30% improvement in knowledge after participating in the activities. These findings suggest that comics based on local wisdom are effective educational media for elementary school students in understanding the dangers of drugs.
Dukungan Sosial Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Mahasiswa Kesehatan Kota Jayapura: Social Support of Covid-19 Prevention Health Student in Jayapura Violita, Fajrin; Akbar Nurdin, Muhammad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.256 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1810

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 telah menjadi pandemi yang menyerang segala usia. Protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan hingga program vaksinasi telah digencarkan sebagai langkah pencegahan penyakit menular ini. Semakin baik penerapan protokol kesehatan maka dapat saling melindungi dari penularan virus korona tersebut. Dukungan sosial dimasa pandemi Covid-19 menjadi pendorong dalam penerapan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai penularan virus korona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial berupa dukungan keluarga dan teman terhadap perilaku pencegahan Covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Jayapura pada bulan Januari-Juli 2021 dengan total sampel 311 mahasiswa kesehatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi secara online oleh responden. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menemukan sebanyak 195 mahasiswa (62,7%) memiliki perilaku pencegahan Covid-19 yang baik. Hasil uji chi-square menunjukkan dukungan keluarga (p= 0,023) dan dukungan teman (p=0,001) memiliki hubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan Covid-19 pada mahasiswa kesehatan di Kota Jayapura. Kesimpulan: Dukungan sosial berupa dukungan keluarga dan teman sangat penting untuk mendorong dan meningkatkan perilaku pencegahan Covid-19 pada mahasiswa kesehatan.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN PRODUKTIVITAS LANSIA MELALUI PROGRAM SENAM, PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN TERPADU Harianja, Ristina Rosauli; Ayu, Nurul Fitri; Dewi, Citra Kumala; Izaac, Fransina Alfonsina; Rupilu, Vrensca C. M.; Nur, Syaharuddin; Violita, Fajrin; Asriati, Asriati; Adimuntja, Natalia Paskawati; Nabuasa, Christin Debora; Almira, Faridha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35826

Abstract

Abstrak: Tingginya angka harapan hidup menyebabkan jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat dan berpotensi menimbulkan permasalahan kesehatan seperti penyakit degeneratif, penurunan aktivitas fisik, serta menurunnya kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas lansia melalui pemeriksaan kesehatan dasar, senam lansia, serta penyuluhan kesehatan dengan demonstrasi Gym Chair. Kegiatan dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Kabupaten Jayapura dengan melibatkan 26 peserta lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan antusiasme lansia dalam melakukan aktivitas fisik. Evaluasi kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 100% terkait bentuk latihan Gym Chair maupun manfaatnya bagi kesehatan. Pendekatan partisipatif melalui kolaborasi antara akademisi dan mitra sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemandirian lansia untuk menjaga kesehatannya.Abstract: The increasing life expectancy in Indonesia has led to a growing elderly population, which potentially contributes to various health problems such as degenerative diseases, decreased physical activity, and reduced quality of life. This community service activity aimed to improve the quality of life and productivity of the elderly through basic health examinations, elderly exercise programs, and health education accompanied by a Gym Chair demonstration. The activity was conducted at the Tresna Werdha Social Home in Jayapura Regency and involved 26 elderly participants. The results showed an increase in participation and enthusiasm among the elderly in performing physical activities. The findings also indicated a 100% improvement in participants’ knowledge regarding Gym Chair exercises and their health benefits. A participatory approach through collaboration between academics and social partners proved effective in increasing awareness and independence among the elderly in maintaining their health.
NAMAI, KENALI DAN AKHIRI BULLYING; EDUKASI MELALUI MEDIA FILM PADA SISWA SEKOLAH DASAR Izaac, Fransina Alfonsina; Violita, Fajrin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27910

Abstract

Abstrak: Peningkatan pengetahuan bagi siswa sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya perilaku bullying. Bullying hingga saat ini menjadi masalah terutama pada lingkungan sekolah. Peningkatan pengetahuan melalui media film bertujuan untuk memberikan informasi tentang jenis- jenis, dampak dan cara mencegah terjadinya bullying pada siswa sekolah dasar. Sehingga dapat meningkatkan sofskill siswa dalam lingkungan bersosial di sekolah. Kegiatan PkM ini dilakukan dengan metode cerama juga melalui pemutaran film pendek berdurasi 20 menit. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 11 September 2024 di SD Negeri Inpres 1 Arso 3. dan diikuti siswa kelas IV,V dan VI dengan total 45 orang. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan menjawab posttest yang dibuat dalam bentuk angket dengan 10 pertanyaan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan murid tentang jenis- jenis tindakan bullying serta cara pencegahan perundungan. Berdasarkan hasil pre- test yaitu nilai rata- rata adalah 75 dan hasil posttest adanya peningkatan menjadi 90 atau adanya peningkatan 14,25%.Abstract: Increasing knowledge for students is very important to prevent bullying behaviour. Bullying has become a problem until now, especially in the school environment. Increasing knowledge through film media aims to provide information about the types, impacts and ways to prevent bullying in elementary school students. So that it can improve students' soft skills in the social environment at school. This PkM activity was carried out using the speech method also through a 20-minute short film screening. Community service activities will be held on September 11, 2024 at SD Negeri Inpres 1 Arso 3 and followed by students in grades IV, V and VI with a total of 45 people. At the end of the activity, an evaluation was carried out by answering a posttest made in the form of a questionnaire with 10 questions. The results of community service activities showed an increase in students' knowledge about the types of bullying and how to prevent bullying. Based on the results of the pre-test, the average score is 75 and the results of the posttest have increased to 90 or an increase of 14.25%.
SKRINING DAN EDUKASI PERILAKU CERDIK DALAM UPAYA PENCEGAHAN PREHIPERTENSI PADA REMAJA Adimuntja, Natalia Paskawati; Asti, Helen Try Juni; Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Violita, Fajrin; Izaac, Fransina Alfonsina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36768

Abstract

Abstrak: Prevalensi hipertensi menurut kabupaten/kota di Papua, Kota Jayapura menempati urut kedua tertinggi yakni sebesar 35,03%. Penelitian analisis perilaku “CERDIK” penyakit tidak menular untuk pencegahan hipertensi pada remaja di Kota Jayapura pada tahun 2024 diterdapat 50.7% remaja memiliki perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi kurang dan 49.3% perilaku “CERDIK PTM” untuk pencegahan hipertensi baik. Tujuan pengabdian adalah mengetahui status kesehatan tekanan darah dan tingkat pengetahuan tentang perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi pada remaja. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa skrining dan edukasi perilaku “CERDIK” untuk pencegahan prehipertensi. Mitra kegiatan yaitu siswa-siswi sekolah menengah atas Kalam Kudus Jayapura berjumlah 34 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pre dan post test yang terdiri dari 5 pertanyaan. Hasil skrining tekanan darah menunjukkan bahwa Sebagian besar berada pada kategori normal yaitu 31 orang (91,2%), responden yang berada pada kategori hipertensi tingkat 1 sebanyak 2 orang (5,9%) dan responden yang mengalami pre hipertensi ada 1 orang (2,9%). Sedangkan dari hasil kegiatan edukasi diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan peserta kegiatan edukasi pencegahan pre hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi.Abstract: Prevalence of hypertension by district/city in Papua, Jayapura City ranks second highest at 35.03%. The study of the analysis of the behavior of "CERDIK" non-communicable diseases for the prevention of hypertension in adolescents in Jayapura City in 2024 found that 50.7% of adolescents had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension less and 49.3% had "CERDIK PTM" behavior for the prevention of hypertension well. The purpose of the community service was to determine the health status of blood pressure and the level of knowledge about "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension in adolescents. The form of activities carried out was screening and education of "CERDIK" behavior for the prevention of prehypertension. The activity partners were 34 students Kalam Kudus senior high school in Jayapura. The activity evaluation used a pre- and post-test questionnaire consisting of 5 questions. The results of the blood pressure screening showed that the majority were in the normal category, namely 31 people (91.2%), respondents who were in the category of hypertension level 1 were 2 people (5.9%) and respondents who experienced pre-hypertension were 1 person (2.9%). Meanwhile, from the results of educational activities, it was found that there was an increase in the average knowledge of participants in pre-hypertension prevention educational activities before and after the education was carried out.
Age at Menarche and Access to Sanitation Facilities as Predictors of Menstrual Hygiene Practices Among Peri Urban Adolescents Madu Pamangin, Lisda Oktavia; Try Juniasti, Helen; Violita, Fajrin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

in process
Potensi Paparan Media Sosial pada Gejala Hiperaktivitas Remaja di Kota Jayapura Asriati, Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Juniasti, Helen Try; Adimuntja, Natalia Paskawati; Violita, Fajrin; Nurdin, Muhammad Akbar; Mayabubun, Maria Papuana Natalia; Taa, Marlessy Christina
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22236

Abstract

ABSTRACT Social media use (SMU) among children and adolescents has increased since the Covid-19 pandemic. SMU can become addictive and is related to the emergence of health problems, such as symptoms of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This study aims to determine the relationship of SMU among adolescents in Jayapura to the risk of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This was a cross-sectional survey in August 2024. The samples in this study were from 301 adolescents aged 15-19 years at SMAN 2 Jayapura. Data analysis using the Pearson correlation test. Most respondents were female (50,8%), and most respondents parent jobs were Civil Servants (38,9%). A total of 46 people (15.28%) of respondents had ADHD symptoms, women were more likely to show ADHD symptoms (18,2%), and as many as 33 people (10.96%) of adolescents who experienced social media addiction were in the severe category. The correlation between social media addiction and ADHD symptoms is positive with a moderate correlation strength (r = 0.5419; p-value 0.000), so there is a significant relationship between social media addiction and the incidence of ADHD. Adolescents who experience increased social media addiction also experience increased ADHD symptoms. Appropriate management and policies are needed in the prevention and control of social media usde and ADHD in children and adolescents. Parents and schools should pay more attention to adolescents with internet and social media addiction, and ADHD symptoms should be carefully evaluated. Keywords: Social Media, ADHD, Adolescents.  ABSTRAK Penggunaan media sosial (SMU) di antara anak-anak dan remaja telah meningkat sejak pandemi Covid-19. SMU dapat menjadi adiktif dan terkait dengan munculnya masalah kesehatan, seperti gejala gangguan hiperaktif defisit perhatian (ADHD). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan penggunaan media sosial di kalangan remaja di Jayapura dengan risiko ADHD. Penelitian ini adalah survei cross-sectional pada Agustus 2024. Sampel dalam penelitian ini berasal dari 301 remaja berusia 15-19 tahun di SMAN 2 Jayapura. Analisis Data menggunakan uji Korelasi Pearson. Sebagian besar responden adalah perempuan (50,8%), dan sebagian besar responden pekerjaan orang tua adalah pegawai negeri sipil (38,9%). Sebanyak 46 orang (15,28%) responden mengalami gejala ADHD, remaja perempuan lebih cenderung menunjukkan gejala ADHD (18,2%), dan sebanyak 33 orang (10,96%) remaja yang mengalami kecanduan media sosial ada di kategori berat. Korelasi antara kecanduan media sosial dan gejala ADHD positif dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,5419; p-value 0,000), sehingga ada hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial dan kejadian ADHD. Remaja yang mengalami peningkatan kecanduan media sosial juga mengalami peningkatan gejala ADHD. Manajemen dan kebijakan yang tepat diperlukan dalam pencegahan dan kontrol penggunaan media sosial dan risiko ADHD pada anak -anak dan remaja. Orang tua dan sekolah harus lebih memperhatikan remaja dengan kecanduan internet dan media sosial, dan gejala ADHD harus dievaluasi dengan cermat. Kata Kunci: Media Sosial, ADHD, Remaja.
Analisis Perbedaan Faktor Psikososial dalam Pemanfaatan Layanan Antenatal Care pada Remaja di Kota Jayapura Lisda Oktavia Madu Pamangin; Christin Debora Nabuasa; Asriati Asriati; Natalia Paskawati Adimuntja; Fajrin Violita; Ade Alwi Imbiri; Isna Ainurrohimah; Muhammad Fajar Aswad Nugroho
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v11i1.28551

Abstract

The coverage of antenatal care in Papua has yet to meet the national target. This situation is consistent with the persistently high rates of maternal and child mortality. This study aims to analyse differences in perceptions, self-efficacy and social support based on the coverage of the six antenatal care visits (K6) among adolescents. A prospective study design was employed, with the study conducted in Jayapura City. The sample population consisted of all adolescents who had given birth. Sampling was carried out using purposive sampling, with a sample size of 102 respondents. Data collection was conducted through interviews using a questionnaire, which took place from 1 August to 9 September 2025. Data were analysed computationally using the Mann-Whitney test as the hypothesis test. The results showed differences in perception (p = 0.002), self-efficacy (p = 0.000), and social support (p = 0.001) between adolescents who utilised antenatal care based on the K6 coverage and those who did not. Based on these results, it can be concluded that psychosocial factors comprising perception, self-efficacy, and social support in adolescents are associated with their utilisation of antenatal care.Keywords: Teenage, antenatal care, perception, self-efficacy, social support