Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Overview of Risk Factors in Children with Autism Spectrum Disorders (ASD) at SLB Negeri 1 Makassar Sabir, firjatullah feniah; Rauly Ramadhani; Najamuddin Andi Palancoi; Ulfah Rimayanti; Abd.Rahim Yunus
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 6 No. 1 (2025): June
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v6i1.282

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a developmental disorder of the nervous system that can occur from birth or infancy. Children with ASD have difficulty developing social relationships with others. This autism condition affects social interaction, communication, and behavior that is seen before the child reaches the age of 3 years. The purpose of this study was to describe the risk factors in children with GSA at SLB Negeri 1 Makassar. This study employs a descriptive cross-sectional approach to investigate risk factors in children with GSA at SLB Negeri 1 Makassar. This research was conducted at the Makassar State SLB 1 Educational Institution from January 04 to January 24, 2023. The total number of samples in this study was 61, which fit the inclusion and exclusion criteria. Data processing and analysis were computerized using SPSS 20.0. The majority of children had genetic factors (59.0%). The age of the father when the mother conceived the child was highest in the 29-30 year age category, and the age of the mother when she conceived the child was highest at 32-34 years. Most mothers' education was found to be at the high school level (60.7%). Almost all mothers had a history of passive smoking (90.2%). No mother had a history of exposure to pesticides, alcohol consumption, consumption of antidepressant drugs, or consumption of anti-epileptic medications. Almost all mothers had no history of preeclampsia (90.2%). Most had a history of preterm (67.0%) and LBW (55.7%). Almost all children had a history of asphyxia (95.1%). Most children had a history of febrile seizures (70.5%). Risk factors that are commonly found in children with GSA in SLB Negeri 1 Makassar are genetic history, father's age is 29-30 years and mother's age is 32-34 years, history of high school education, history of passive smoking, history of prematurity, history of LBW, history of asphyxia and history of febrile seizures.
HUBUNGAN KETAJAMAN PENGLIHATAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI UNGGULAN PACCINONGAN: THE RELATIONSHIP BETWEEN VISUAL ACUITY AND ACADEMIC ACHIEVEMENT IN ELEMENTARY SCHOOL AT SD NEGERI UNGGULAN PACCINONGAN Hasan, Nurfitriyani A W; Rimayanti, Ulfah; Rahma, Andi Sitti; Rahman, Abd.; Syamsuddin, Darussalam
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.887

Abstract

Mata merupakan salah satu pancaindra yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Gangguan ketajaman penglihatan dapat memengaruhi prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketajaman penglihatan dengan prestasi belajar pada siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional melibatkan 188 siswa kelas 4 hingga 6 di SD Negeri Unggulan Paccinongan, Kabupaten Gowa. Ketajaman penglihatan diukur menggunakan snellen chart, sedangkan prestasi belajar dilihat dari rata-rata nilai rapor semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dengan ketajaman penglihatan normal memiliki nilai diatas kriteria ketuntasan minimal (KKM), sementara siswa dengan visus menurun cenderung memiliki nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara ketajaman penglihatan dan prestasi belajar (p=0,001), dengan rasio prevalensi sebesar 27,6. Dapat disimpulkan bahwa penurunan ketajaman penglihatan berhubungan dengan rendahnya prestasi belajar siswa. Pemeriksaan mata rutin di sekolah dasar penting dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah dampak negatif terhadap proses belajar anak.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Postpartum di RSIA Ananda Makassar Tahun 2021 Nurul Hazanah Hamzah; Ulfah Rimayanti; Najamuddin; Rini Fitriani; Azizul Hakim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8575

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan postpartum. Usia ibu dan paritas merupakan dua variabel ibu yang diketahui menambah risiko perdarahan postpartum. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara frekuensi perdarahan postpartum di RSIA Ananda Makassar dengan usia dan paritas ibu yang melahirkan di sana. Dengan menggunakan desain case-control, studi ini menggunakan metode kuantitatif. Dari 196 ibu pascapersalinan yang berpartisipasi dalam penelitian, 98 mengalami perdarahan postpartum dan 98 tidak. Informasi diambil dari riwayat medis 2021 pasien persalinan RSIA Ananda Makassar. Kejadian perdarahan postpartum merupakan variabel dependen, sedangkan usia ibu dan paritas merupakan faktor independen. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square baik dalam analisis bivariat maupun univariat. Perdarahan postpartum terbukti berhubungan secara nyata dengan usia ibu (p < 0,05) dalam temuan penelitian. Selain itu, terdapat hubungan signifikan diantara paritas dan perdarahan postpartum (p < 0,05). Hasil studi ini memperlihatkan kemungkinan terjadinya perdarahan postpartum meningkat seiring bertambahnya usia dan paritas ibu. Mengurangi risiko perdarahan postpartum memerlukan tindakan pencegahan, seperti merencanakan kehamilan pada usia reproduksi yang sehat dan mengatur jumlah serta jarak antar kehamilan dengan tepat.