Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Determinan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-12 Bulan yang Dirawat Inap di RSIA Ananda MakassarIAN DIARE PADA BAYI USIA 6-12 BULAN YANG DIRAWAT INAP DI RSIA ANANDA MAKASSAR Muflihah Sa’adah; Syatirah Jalaluddin; Ulfah Rimayanti; Rini Fitriani; Darussalam Syamsuddin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57807

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi, terutama usia 6–12 bulan, yang rentan mengalami komplikasi hingga memerlukan perawatan inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian diare pada bayi usia 6–12 bulan yang dirawat inap di RSIA Ananda periode Januari–Juni 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 99 bayi menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif (p = 0,014), metode persalinan (p = 0,003), dan kepadatan keluarga (p = 0,025) dengan kejadian diare, sedangkan berat badan lahir rendah (p = 0,772), usia gestasi (p = 0,978), sanitasi lingkungan (p = 0,904), sumber air minum (p = 0,095), dan pendidikan ibu (p = 0,620) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko mengalami diare 3,67 kali lebih besar dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif (OR = 3,67; 95% CI = 1,46–9,24; p = 0,006), bayi yang dilahirkan melalui metode sectio caesarea memiliki risiko diare 4,53 kali lebih tinggi dibandingkan persalinan normal (OR = 4,53; 95% CI = 1,66–12,35; p = 0,003), dan bayi yang tinggal dalam keluarga dengan kepadatan hunian padat berisiko mengalami diare 5,34 kali lebih besar dibandingkan hunian tidak padat (OR = 5,34; 95% CI = 1,40–20,32; p = 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif, metode persalinan, dan kepadatan keluarga merupakan determinan kejadian diare pada bayi usia 6– 12 bulan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertensi pada Ibu Hamil: Factors Affecting the Occurrence of Hypertension in Pregnant Women Nurul Annisa; Azizah Nurdin; Andi Tihardimanto; Ulfah Rimayanti; Arifuddin Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4937

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) masih tergolong tinggi. Hipertensi dalam kehamilan sering terjadi dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu. Di Indonesia, hipertensi dalam kehamilan menduduki peringkat kedua tertinggi penyebab kematian itu setelah perdarahan. Tujuan: untuk melihat hubungan antara faktor-faktor Ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar Tahun 2022. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan jumlah 245 orang di Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar periode Januari – Juni Tahun 2022. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan sampel sebanyak 152 orang. Analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatnya uji chi square. Hasil: Hasil analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatnya uji chi square. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan sebesar 5% (?=0,05). pengaruh antara umur (p=0,000), paritas (p=0,037), stress (p=0,000), obesitas (p=0,000), riwayat hipertensi (p=0,000), aktivitas fisik (p=0,000), Dari hasil pengujian Chi-Square, didapatkan hubungan antara faktor-faktor Ibu dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor-faktor umur ibu, paritas, stress, obesitas, aktivits fisik dan riwayat hipertensi dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kabupaten Takalar tahun 2022.
Hubungan Anemia dalam Kehamilan dengan Kejadian Perdarahan Postpartum: The Association of Anemia in Pregnancy with The Incidence of Postpartum Hemorrhage Aqilah Farah Salsabil; Rauly Rahmadhani; Abdul Rahman; Ulfah Rimayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5160

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah. Perdarahan postpartum, yang menyumbang 19,3% dari semua kematian ibu di Indonesia, adalah penyebab utama kematian bagi wanita hamil. Salah satu faktor risiko perdarahan postpartum adalah anemia. Tujuan: Bertujuan menganalisis hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan frekuensi perdarahan postpartum di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang di Kabupaten Pangkep.. Metode: Desain penelitian menggunakan metodologi case control dan merupakan studi observasional analitik. Dengan total 150 sampel, sampel ini menggunakan rasio 1:1 antara kelompok kontrol dan kasus. Teknik analisis univariat dan bivariat digunakan untuk menganalisis data. Dengan uji chi-square dan perhitungan OR. Hasil: hasil uji bivariat pada variabel kadar hemoglobin trimester 1, 2 dan 3 dengan kejadian perdarahan post-partum masing-masing didapatkan hasil yang signifikan secara statistic dengan p sama dengan 0,000 (p<0,05), 0,000 (p<0,05) dan 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ibu yang mengalami anemia pada kehamilan dengan kejadian perdarahan post-partum di RSUD Batara Siang. dan hasil OR masing-masing 25,351x, 10,804x dan 35,821x merupakan tingkat risiko untuk mengalami perdarahan post-partum. Dan penyebab perdarahan postpartum diperoleh retensio plasenta (44%), atonia uteri (28%), rupture uteri (18,6%), dan inversio uteri (9,4%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum, tingkat risiko perdarahan postpartum lebih tinggi pada anemia ditrimester 3 dan penyebab utamanya yaitu retensio plasenta.
The Relationship between Parenting Style Implementation and the Occurrence of Stress Among Strawberry Generation Adolescents in the Makassar Region Afifah Azzahra; Arlina Wiyata Gama; Ulfah Rimayanti; Veraferial Mukhtar; Nadyah Haruna; Siti Aisyah Kara
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i2.28125

Abstract

Introduction: Stress is a common psychological phenomenon experienced by adolescents and may have either positive (eustress) or negative (distress) effects on mental health and psychosocial development. Parenting styles play an important role in shaping adolescents’ ability to understand and manage stress. Objective: This study aimed to analyze the relationship between parenting styles and the occurrence of stress among adolescents. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach involving 85 students from SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar City. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS) and the Adolescent Distress–Eustress Scale (ADES), while parenting styles were assessed using the Parental Authority Questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. Results: The results showed that most respondents experienced moderate stress levels, and the majority of adolescents experienced positive stress (eustress). Authoritative parenting was predominantly found among adolescents experiencing positive stress, whereas authoritarian and permissive parenting styles were more dominant among adolescents experiencing negative stress. Statistical analysis revealed a significant relationship between parenting styles and stress occurrence among adolescents (p = 0.044; p 0.05). Conclusion: Balanced parenting characterized by appropriate control and warmth plays an important role in promoting positive stress (eustress) among adolescents.