Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Application of Occupational Health and Safety Management through Job Safety Analysis in Steel Structure Installation: A Case Study of the P.T. Ultra Sakti Workshop Construction Putra, Alfandias Seysna; Ramdan, Muhammad; Putri, Isria Miharti Maherni
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v24i4.86895

Abstract

Workplace accidents are a prevalent issue across various construction projects, including workshop development. To address this challenge, the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) management is crucial. This study aims to evaluate the application of OHS management, with a focus on the utilization of Job Safety Analysis (JSA) methods to prevent workplace accidents during workshop construction projects. The research employs a qualitative field study approach. Data were collected through direct observations, interviews with workers, project managers, and Health, Safety, and Environmental (HSE) personnel, as well as through the analysis of relevant OHS documentation. The JSA implementation process was assessed at various stages, including hazard identification, control measure determination, and the implementation of preventive actions. The findings reveal that the average risk level associated with steel structure installation work is classified as moderate, with a percentage of 51%. Activities that present high to extreme risk levels are predominantly related to tasks performed at height, such as the installation of main beams, secondary beams, and rafters, with fall and impact hazards being significant concerns. To mitigate these risks, appropriate controls must be enforced, including the use of Personal Protective Equipment (PPE), full-body harnesses, effective housekeeping practices, and the installation of signage and the isolation of hazardous work areas. These measures can effectively reduce risk levels from high and extreme to low and moderate.
The Complexity and Consequences of The Policy Implementation Omnibus Law Creation on Welfare of Contract Workers In Indonesia Borman, M Syahrul; Marwiyah, Siti; Cornelis, Vieta Imelda; Vansya, Muhammad Ahnaf Maulana; Ramdan, Muhammad; Aranggraeni, Renda; Makhtar, Maheran
LAW REFORM Vol 22, No 1 (2026)
Publisher : PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lr.v22i1.68608

Abstract

The Omnibus Law on Job Creation is a significant piece of regulatory reform introduced by the Indonesian government to boost investment competitiveness and stimulate economic growth by streamlining cross-sector regulations, including labour law. However, the reform has sparked debate about whether workers, particularly contract workers who are vulnerable in the labour market, are adequately protected by the law. This research aims to analyse the complexities surrounding the implementation of the Omnibus Law on Job Creation and its implications for the welfare and legal protection of contract workers in Indonesia. This research employs a qualitative legal approach, using document analysis and network content analysis of industrial relations dispute decisions issued by the Supreme Court of the Republic of Indonesia between 2020 and 2024. NVivo 12 Plus was used to support systematic coding and visualisation. The results indicate that, while regulatory changes under the Omnibus Law increase labour market flexibility, they also create legal uncertainty for contract workers, affecting income stability, employment security and access to labour rights. It is concluded that the policy creates an imbalance between investment-oriented objectives and the constitutional mandate to protect workers' welfare. Therefore, a regulatory review and a more inclusive policy formulation process are necessary to ensure fair and sustainable labour protection.
ANALISA EFEKTIVITAS PRE JOB SAFETY MEETING DI PROYEK RDMP JOIN OPERATION PT DUTA FIRZA BALIKPAPAN Hidayah, Fitri; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.674

Abstract

Pre Job Safety Meeting (PJSM) merupakan briefing keselamatan sebelum pekerjaan dimulai untuk mengingatkan pekerja akan potensi bahaya dan langkah pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas PJSM dalam meningkatkan kesadaran identifikasi bahaya oleh pekerja di proyek RDMP JO PT Duta Firza Balikpapan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam dengan pekerja, supervisor, dan HSE Officer, serta studi dokumentasi pelaksanaan PJSM, form kehadiran PJSM, dan checklist hot work. Hasil penelitian menunjukkan PJSM rutin dilaksanakan setiap pagi namun tanpa media visual atau demonstrasi langsung sehingga partisipasi pekerja rendah. Pelanggaran penggunaan APD masih ditemukan. Checklist hot work 21 item telah diterapkan untuk memastikan kontrol risiko sebelum pekerjaan panas dimulai, namun pengadaan APAR dan fire blanket masih terlambat. PJSM efektif meningkatkan kesadaran identifikasi bahaya pekerja, namun diperlukan metode partisipatif, media visual, reward dan punishment, serta perbaikan pengadaan APD untuk mendukung zero accident di proyek.
PROGRAM INSPEKSI ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) PADA PT XYZ DI BALIKPAPAN Nurjannah, Amilia; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.741

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu risiko signifikan yang dapat terjadi di lingkungan kerja, kususnya di area indutri. Alat pemadam api ringan (APAR) menjadi lini pertahanan awal dalam mengendalikan kebakaran tahap dini. Namun, keberadaan APAR tidak akan efektif tanpa adanya program inspeksi yang terstruktur, rutin dan terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program inspeksi APAR di PT XYZ Balikpapan mencakup prosedur, frekuensi, pelaksana, dokumentasi, serta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tekhnik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inspeksi APAR telah dilakukan secara berkala dan terdokuemntasi menggunakan form On the Spot Monitoring (OSM). Namun ditemukan beberapa temuan standar, masa isi ulang yang telah kadaluwarsa, dan ketidakterisian data visual. Kendala utama dalam keterbatasan waktu, dan sistem pelaporan manual. Penelitian ini merekomendasikan digitalisasi dokumentasi inspeksi serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap fungsi APAR sebagai bagian dari budaya keselamatan kerja. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dan penguatan sistem proteksi kebakaran aktif di perusahaan.
IMPLEMENTASI PEMELIHARAAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DAN PASIF PADA GEDUNG PARKIR BANDARA SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN BALIKPAPAN Devi, Nabella Kartika; Zainal, Isradi; Ramdan, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.742

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu ancaman serius yang dapat menimbulkan kerugian besar, baik secara materil maupun keselamatan jiwa. Gedung parkir sebagai bagian dari fasilitas publik memiliki risiko kebakaran yang tinggi akibat banyaknya kendaraan dan instalasi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pemeliharaan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif pada gedung parkir Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar dan regulasi yang berlaku, seperti Permen PU No. 26/PRT/M/2008 dan SNI 03-3985-2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa komponen sistem proteksi kebakaran aktif, seperti APAR, alarm kebakaran, hydrant, dan sprinkler masih belum sepenuhnya sesuai standar. Begitu pula sistem proteksi kebakaran pasif seperti tangga darurat, pintu darurat, jalur evakuasi, dan muster point memerlukan peningkatan pemeliharaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem proteksi kebakaran di gedung parkir Bandara SAMS Balikpapan masih memerlukan perbaikan dan pemeliharaan yang konsisten agar dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung tanggap darurat kebakaran. Rekomendasi diberikan agar pihak pengelola melakukan evaluasi berkala serta perbaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku guna meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan terhadap kebakaran.
PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA KARYAWAN KOPI KENANGAN BALIKPAPAN Wahyuni, Sri; Syahrul, Muhammad; Zulfikar, Iwan; Ramdan, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.854

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh shift kerja terhadap kelelahan kerja karyawan Kopi Kenangan Balikpapan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 51 karyawan operasional yang dipilih dengan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan shift kerja berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja dengan nilai t-hitung = 4,073 > t-tabel = 1,675 dan signifikansi p = 0,000 (< 0,05). Nilai Adjusted R² = 0,250 mengindikasikan bahwa shift kerja menjelaskan 25% variasi kelelahan kerja, sementara 75% sisanya dipengaruhi faktor lain. Secara deskriptif, karyawan shift pagi cenderung mengalami kelelahan rendah, shift sore berada pada kategori sedang, sedangkan shift malam menunjukkan tingkat kelelahan tertinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa shift kerja, khususnya shift malam, berpengaruh nyata terhadap kelelahan karyawan, sehingga diperlukan pengaturan jadwal kerja yang proporsional, rotasi shift yang adil, serta pemberian waktu istirahat memadai untuk menjaga kesehatan dan produktivitas.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO ERGONOMI PADA POSTUR KERJA STAF KEPOLISIAN DALAM PENGURUSAN LOGISTIK DI POLRES BERAU DENGAN PENDEKATAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) Irawan, Bagus Aldi; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhammad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko ergonomi pada postur kerja staf kepolisian dalam pengurusan logistik di Polres Berau dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Aktivitas pengangkatan dan pemindahan logistik secara manual berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap lima orang staf logistik. Hasil analisis menggunakan metode REBA menunjukkan bahwa tingkat risiko ergonomi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, dengan skor rata-rata 11–12. Selain itu, hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan adanya keluhan pada bagian leher, punggung, bahu, dan pinggang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan perbaikan postur kerja, pelatihan ergonomi, dan penggunaan alat bantu angkat untuk mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada staf logistik Polres Berau.