Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The efficacy of kinesiotaping combined with shoulder strengthening and pectoralis minor stretching for improving scapular alignment in tailors with rounded shoulder posture Kamayoga, I Dewa Gede Alit; Yudik Prasetyo; Widiyanto; A A I Ayesa Febrinia Adyasputri
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v6i1.293

Abstract

Background: Rounded shoulder posture is marked by forward displacement of the shoulders from their neutral position, commonly caused by prolonged poor sitting habits. Clinically, it manifests as shoulder or scapular pain, restricted range of motion, and increased stiffness of the pectoralis minor. This study aimed to compare the effectiveness of adding kinesiotaping to a shoulder strengthening and pectoralis minor stretching program with that of a conventional exercise therapy protocol commonly used as standard treatment. Methods: This experimental study used a pretest-posttest two-group design involving 42 respondents selected through purposive sampling. The sample was divided into intervention (shoulder strengthening and pectoralis minor stretching exercises + kinesiotaping) and control (shoulder strengthening and pectoralis minor stretching exercises) groups, and the data were analyzed using an independent sample t-test. Results: Paired sample t-test analysis in the kinesiotaping and strengthening group showed a significant result (p=0.000). Independent sample t-test revealed significant differences between groups for right scapular alignment (p=0.000) and left scapular alignment (p=0.035), indicating that adding kinesiotaping significantly improved scapular alignment compared to strengthening and pectoralis minor stretching alone. Conclusion: Both intervention and control groups improved scapular alignment in tailors. However, the intervention group showed a greater effect than control group.
Physiotherapy Interventions in Lateral Epicondylitis Putra, Kadek Ari Widyakusuma; Kamayoga, I Dewa Gede Alit
Kinetic and Physiotherapy Comprehensive Vol 1 No 1 (2022): Volume 1 No. 1 August 2022
Publisher : PT. Kesehatan Gerak Fungsi Tubuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62004/kpc.v1i1.3

Abstract

Background: Lateral epicondylitis, commonly called “tennis elbow”, is an overuse injury to the wrist extensor that causes inflammation resulting in degenerative changes such as tendinosis and micro-teared (small tears) in the fibrous tissue. The risk of lateral epicondylitis is highest in workers who lift heavy weights and workers whose work requires repetitive movements of the wrist extensors. Degenerative factors are also one of the factors that can affect the development of lateral epicondylitis. From Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans of 369 patients without clinical complaints of lateral epicondylitis, MRI signs consistent with lateral epicondylitis were seen in 5.7% of individuals in the 18-30 years age group and 16% in individuals over 70 years of age. Objective: The purpose of this study is to summarize secondary data related to interventions that can be applied to cases of lateral epicondylitis. Methods: The study method used is a literature study using secondary data in journals related to physiotherapy management in cases of lateral epicondylitis obtained through Google Scholar, Science Direct, and PubMed. Results: Several studies have shown various interventions can be applied to overcome the problems experienced by patients with lateral epicondylitis and provide good results in overcoming pain and gripping muscle weakness. Conclusion: Several interventions can be given to overcome the problems experienced by lateral epicondylitis patients, such as Cyriax, low-level laser therapy, mulligan mobilization with movement, ultrasound, eccentric exercise, concentric exercise, and kinesiotaping. Based on the literature review results, it can be concluded that these interventions can have a good effect in overcoming complaints experienced by patients with lateral epicondylitis.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus ACL Partial Tear dan Meniscus Lateral & Medial Tear pada Pemain Frisbee: A Case Report: Physiotherapy Management in Cases of ACL Partial Tear and Meniscus Lateral & Medial Tear in Frisbee Players: A Case Report Puriyanti, Ni Made Rika; Sunantara, Anak Agung Alit Wahyu; Widiyantari, Komang Ayu; Dewi, Kadek Agung Ayu Laksmi; Vittala, Govinda; Kamayoga, I Dewa Gede Alit; Nugraha, Made Hendra Satria
Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding 2023: Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: pariwisata merupakan kegiatan perjalanan dengan tujuan untuk mendapatkan kepuasan, kenikmatan, bersantai, peningkatan pengetahuan, bekerja, berolahraga, dan lain-lain. Bali merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki potensi dalam perkembangan pada bidang pariwisata. Menurut penelitian, cedera olahraga lebih banyak dengan prevalensi tertinggi ditemukan pada olahraga lari, bola basket, sepak bola, dan latihan beban pada orang dewasa, terutama pada pria. Cedera yang sering terjadi adalah cedera ligament pada lutut. Ligament yang paling sering mengalami cedera adalah Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang dimana sekitar 30 hingga 81 per 100.000 orang mengalami cedera setiap tahunnya. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi yang diberikan pada wisatawan yang mengalami cedera ACL partial tear dan meniskus lateral dan medial tear tanpa adanya tindakan operatif. Case Report: pasien saat ini menjalani rehabilitasi fisioterapi, berjenis kelamin laki-laki, berusia 39 tahun berprofesi sebagai trader mengeluhkan nyeri dan keterbatasan gerak pada lutut kiri. Diketahui sebelumnya pasien mengalami cedera saat pertandingan frisbee pada Desember 2022, saat pasien meloncat ada genangan air sehingga membuat pasien menumpu dengan posisi hiperekstensi. Setelah itu pasien melakukan MRI dan didapatkan hasil ligamen ACL pasien mengalami partial tear dan robekan pada meniscus medial dan lateral. Pasien menjalani proses rehabilitasi fisioterapi mertanadi sejak 28 Februari 2023. Setelah kurang lebih 1 bulan menjalani proses rehabilitasi fisioterapi, kemampuan fungisonal pasien hampir simetris antara kedua kaki namun masih ada ketakutan untuk mencederai kembali lututnya. Pasien dapat berlari dan melompat lebih nyaman, namun pada tanggal 1 April saat pasien melakukan latihan dirumah, saat gerakan memutar pasien merasakan nyeri kembali. Hasil Penelitian: penelitian ini menunjukkan bahwa program latihan yang diberikan dapat menurunkan rasa nyeri, namun untuk peningkatan kekuatan otot dan lingkar segmen masih belum tercapai.
Efektivitas Backward Walking Terhadap Fungsi Fisik Pada Knee Osteoarthritis Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Raini, Putu Ayu Meka; Kamayoga, I Dewa Gede Alit
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knee osteoarthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan penurunan fungsi fisik secara signifikan. Terapi latihan non-farmakologis, khususnya backward walking, memiliki potensi dalam meningkatkan kemampuan fungsional penderita. Penelitian ini bertujuan untuk membuat review artikel terkait peranan efektivitas backward walking untuk meningkatkan fungsi fisik pada penderita knee osteoarthristis.  Penelitian ini menggunakan desain tinjauan literatur sistematis dengan pencarian artikel melalui basis data PubMed, PEDro, dan Google Scholar pada periode 2016–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi “knee osteoarthritis”, “backward walking”, “retrowalking”, dan “physical function”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi berupa randomized controlled trial dan studi komparatif dengan outcome fungsi fisik. Proses seleksi dan ekstraksi data dilakukan secara independen oleh peneliti. Sebanyak empat artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa backward walking secara signifikan meningkatkan fungsi fisik yang diukur menggunakan WOMAC dan Tes Timed Up and Go (TUG), serta menurunkan intensitas nyeri. Selain itu, latihan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps dan stabilitas postural. Dengan demikian, backward walking merupakan latihan yang efektif, aman, dan mudah diaplikasikan dalam meningkatkan fungsi fisik pada penderita knee osteoarthritis, sehingga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi fisioterapi berbasis bukti.