Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERAN KESADARAN LINGKUNGAN DALAM MENGURANGI TIMBUNAN SAMPAH: STUDI KASUS MASYARAKAT KAMPUNG MAIBO, DISTRIK AIMAS, PAPUA BARAT DAYA Dewantoro, Muhammad Pandu Zam; Sinen, Karmila; Andriyan, Yoga; Supardi, Edy
JURNAL PEMERINTAHAN, POLITIK ANGGARAN DAN ADIMINSTRASI PUBLIK Vol 4 No 1 (2024): JURNAL PEMERINTAHAN POLITIK ANGGARAN DAN ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jppadap.v4i1.6575

Abstract

Masyarakat tidak menyadari pentingnya menjaga ekosistem alam dan kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah, yang menyebabkan banyak sampah di Kampung Maibo. Ini karena ada banyak hubungan antara menjaga ekosistem, lingkungan, dan sampah. Peneliti mencoba menemukan sumber masalah sampah dan cara untuk menanganinya. Dengan menggunakan data analisis lainnya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk observasi, studi literatur, dan wawancara dengan beberapa informan. Peneliti menemukan fakta lapangan bahwa masalah sampah telah menjadi masalah yang sering dihadapi oleh penduduk kampung Maibo di wilayah Papua Barat Daya. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah dan peraturan pemerintah yang tepat untuk memberikan efek jera dan melatih masyarakat sekitar untuk bekerja sama untuk menjaga area perkampungan Maibo bersih.
EVALUASI PROGRAM KEMITRAAN POLA KREDIT KOPERASI PRIMER UNTUK ANGGOTA DI KABUPATEN SIAK (STUDI KASUS DI KOPERASI RIMBA MUTIARA KECAMATAN KOTO GASIB) Ifandi, Ifandi; Suranto, Suranto; Muhamad, Sofyan; Andriyan, Yoga
JURNAL PEMERINTAHAN, POLITIK ANGGARAN DAN ADIMINSTRASI PUBLIK Vol 4 No 1 (2024): JURNAL PEMERINTAHAN POLITIK ANGGARAN DAN ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jppadap.v4i1.6576

Abstract

Salah satu permasalahan terbesar di negeri ini adalah kemiskinan. Setiap kebijakan-kebijakan yang telah dilaksanakan tidak semua mencapai sasaran. Investasi tersebut dijadikan pemerintah untuk mewajibkan melakukan kemitraan dengan usaha kecil setempat. Melalui Peraturan Menteri Pertanian No. 98 Tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. PT. Kimia Tirta Utama melaksanakan kemitraaan dengan Koperasi Rimba Mutiara dalam Perkebunan Plasma kelapa sawit. Program kemitraan ini mencakup tiga wilayah desa yakni desa Kuala Gasib, Teluk Rimba, dan Buatan I. Perkebunan plasma ini dibuka seluas 2.600 ha dengan jumlah anggota petani koperasi 1.725 orang. Seharusnya dengan program ini masyarakat dapat meningkatkan pendapatan perekonomiannya. Akan tetapi, hal in tidak sesuai fakta dilapangan. Permasalahan yang ingin dijawab adalah bagaimana pemerintah selama ini mengevaluasi program kemitraan serta apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode evaluasi dengan model CIPP yakni Context, Input, Process dan Product. Salah satu temuan penelitian adalah banyak nya masyarakat yang telah menjual kartu keanggotaan koperasi kepada pihak lain. Inilah salah satu hal yang membuat tidak tercapainya tujuan dari program kemitraan. Ini menandakan bahwa masih ada yang kurang tepat di pola pikir masyarakat terhadap program kemitraan. Dibutuhkan peran pemerintah dalam mensosialisasikan program kemitraan dan dibutuhkan pengurus koperasi yang berkompeten serta berintegritas.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MANAGEMENT EVENT PADA PERSIT YONIF 762 KOTA SORONG Hidayat, Rahmat; Andriyan, Yoga; Munzir, Munzir; Alfionita, Elya Nindy; Syahputra, Aryandi Yogi Arbi; Alting, Halisa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19516

Abstract

Abstrak: Adanya sebuah pertunjukan seni yang besar dan megah tak luput dari peran serta sebuah manajemen yang baik dari kelompok kesenian tersebut selain wujud atau bentuk kesenian yang akan ditampilkan, sehingga hasil yang diharapkan dapat terwujud sesuai dengan yang direncanakan. PERSIT merupakan sebuah organisasi yang mencerminkan pengabdian sekelompok perempuan yang merupakan istri prajurit, hal ini diwujudkan dalam bentuk aktivitas sosial dalam masyarakat. Organisasi Persit menuntut adanya daya kreativitas para anggota-anggotanya untuk menciptakan pergelaran seni yang terstruktu dengan baik dan benar. Permasalahan yang dihadapi yakni belum mendalamnya pengetahuan mengenai management event pada seni pertunjukan. Tujuan pengabdian ini yakni untuk meningkatkan pengetahuan mitra terkait menejemen seni pertujukan. Sasaran pengabdian ini yakni anggota PERSIT Kartika Chandra Kirana Asrama Yonif 762 Sorong Papua Barat. Metode pelaksanaan dalam pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, workshop, pelaksanaan seni pertunjukan dan tahapan evaluasi secara langsung dengan melihat pelaksanaan seni pertunjukan dengan indikator meningkatnya pengetahuan mitra. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan, menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan sebesar 95% dari mitra setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian.Abstract: The existence of a large and magnificent art performance cannot be separated from the participation of good management of the arts group in addition to the form or form of art that will be displayed, so that the expected results can be realized as planned. PERSIT is an organization that reflects the devotion of a group of women who are soldiers' wives, this is manifested in the form of social activities in society. The Persit organization demands the creativity of its members to create well-structured and correct art performances. The problem faced is the lack of in-depth knowledge regarding event management in the performing arts. The aim of this service is to increase partners' knowledge regarding performing arts management. The target of this service is PERSIT member Kartika Chandra Kirana, Yonif 762 Sorong West Papua Dormitory. The implementation method in service is carried out through socialization, workshops, implementation of performing arts and direct evaluation stages by looking at the implementation of performing arts with indicators of increasing partner knowledge. Based on the results of community service carried out, it shows that there was an increase in knowledge of 93% of partners after carrying out community service activities.
PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE BERBASIS SIMPANAN KARBON PADA JENIS Bruguiera ghymnorriza DI DESA WAEFUSI KECAMATAN NAMROLE KABUPATEN BURU SELATAN Risfany, Risfany; Difinubun, Muh Ishar; Andriyan, Yoga; Difinubun, Yusron
Jurnal Aquafish Saintek Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Akuafish Saintek
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan, yaitu; 1) Menganalisis kondisi mangrove meliputi kerapatan dan dominasi spesies mangrove di Desa Waifusi; 2) Mengestimasi biomassa pada bagian atas dan bawah substrat mangrove; 3) Menganalisis simpanan karbon pada bagian atas dan bawah substrat mangrove; 4) Menganalisis Serapan karbon pada mangrove Desa Waifusi; 5) Menganalisis bentuk - bentuk pemanfaatan pada ekosistem mangrove di Desa Waefusi Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan dengan metode wawancara; 6) Merumuskan arahan pengelolaan pada ekosistem mangrove di Desa Waefusi Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret tahun 2020. Pada penelitian kali ini ada dua metode yang dipakai dalam pengambilan data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data diperoleh dari hasil survei lapangan berupa pengumpulan data jenis pohon, diameter pohon, jumlah pohon dan luasan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan berbagai literatur yang relevan terkait dengan penelitian ini, serta dengan wawancara terhadap masyarakat. pengambilan data aktivitas pemanfaatan yang berpeluang merusak kawasan hutan mangrove dengan observasi langsung dan wawancara serta untuk merumuskan strategi pengelolaan lamun di perairan Desa Leksula menggunakan analisis DPSIR. Hasil penelitian menunjukan bahwa total serapan karbon dioksida pada mangrove Desa Waefusi sebesar 10.835 ton/ha. Adapun bentuk-bentuk aktivitas pemanfaatan yang berpeluang merusak kawasan hutan mangrove diantaranya adalah aktivitas pembuangan sampah, penambatan perahu/speedboat, penebangan pohon dan juga konversi lahan mangrove. Terdapat 6 strategi pengelolaan tuntuk upaya pengelolaan hutan mangrove di Desa Waefusi
Transformasi E-Government Menuju Good Governance di Pemerintah Kabupaten Sorong Andriyan, Yoga; Rajab, Adirandi M; Pamungkas , Agfajrina Cindra; Muhamad, Sofyan; Rahakratat , Ramles
Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/samakta.v1i2.127

Abstract

Transformasi pemerintahan digital sangat penting dalam lanskap teknologi yang berkembang pesat saat ini. Urgensi transformasi e-goverment adalah potensi peningkatan efisiensi dan pemberian layanan secara signifikan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, pemerintah dapat merampingkan operasional, mengotomatiskan tugas-tugas rutin, dan memberikan layanan yang lebih cepat dan lebih nyaman kepada warga. Ini tidak hanya meningkatkan pengalaman warga secara keseluruhan tetapi juga memungkinkan pemerintah untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif dan fokus pada inisiatif strategis yang mendorong kemajuan masyarakat. Dari meningkatkan efisiensi dan pemberian layanan hingga mempromosikan keterlibatan warga, memanfaatkan pengambilan keputusan berbasis data, memperkuat langkah-langkah keamanan siber, dan mengatasi masalah inklusivitas, keharusan bagi pemerintah untuk merangkul transformasi digital sudah jelas. Transformasi e-government menuju tata kelola yang baik membutuhkan pendekatan multi-faceted yang membahas aspek teknologi, kebijakan, dan sosial. Dengan mengatasi tantangan seperti kesenjangan digital, ancaman keamanan siber, kerangka hukum, pengembangan kapasitas, dan keterlibatan warga, pemerintah dapat menyadari potensi e-government dalam mempromosikan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang inklusif. Transformasi e-Government menuju tata kelola pemerintahan yang baik memiliki banyak hasil, termasuk peningkatan akses ke layanan publik, peningkatan transparansi dan akuntabilitas, pemberian layanan yang efisien, tata kelola yang inklusif dan responsif, dan penguatan demokrasi. Dengan memanfaatkan kekuatan TIK, pemerintah dapat secara efektif memberikan layanan, melibatkan warga, dan meningkatkan tata kelola secara keseluruhan. Sosialisasi digital transformasi digital goverment di Pemerintah Kabupaten Sorong menjadi solusi untuk Pemerintah Kampung Jeflio maupun seluruh Pemerintahan di Kabupaten Sorong. Sosialisasi ini untuk memberikan pengetahuan terkait konsep e-government dan penerapan e-government.
Kontekstualisasi Moderasi Beragama melalui Komunikasi Antarbudaya: Studi Kasus Komunitas Muslim Papua di Sorong, Indonesia Hidayat, Rahmat; Andriyan, Yoga; Susim, Rosalita; Inai, Abdur Rahman; Sohnui, Suhailee
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 18 No 1 (2025): Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/kur.v18i1.11523

Abstract

This study aims to examine the dynamics of intercultural communication and the practice of religious moderation within the Muslim Papuan community in Sorong City, Southwest Papua. As a region rich in ethnic and cultural diversity, Sorong serves as a complex site of social interaction between Muslim Papuans and other societal groups, including both migrants and local non-Muslims. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving community leaders, religious figures, and Muslim Papuan residents. The findings reveal that intercultural communication within this community occurs adaptively and dialogically, characterized by tolerance, mutual respect for religious symbols, and the use of both local languages and Indonesian in fostering social relations. Meanwhile, religious moderation is reflected in a contextual understanding of Islam. The study affirms that the Muslim Papuan community in Sorong plays a vital role in maintaining social harmony and reinforcing intergroup cohesion through inclusive communication and a moderate religious outlook. These findings are expected to contribute to the development of intercultural communication models and the strengthening of religious moderation in multicultural regions of Indonesia. Nonetheless, the research is limited by its geographical focus on Sorong and a relatively small sample size, restricting the generalizability of the results. The implications suggest the need for policy frameworks that integrate local wisdom and dialogical approaches to enhance intercultural and interfaith harmony, particularly in highly diverse settings.
OPTIMIZING LETTUCE PRODUCTION THROUGH THE USE OF COMPOST PLANTING MEDIA TO INCREASE THE INCOME OF INDIGENOUS PAPUANS IN SORONG REGENCY Sudirman, Hendra; Andriyan, Yoga; Athirah, Aldila Mawanti; Smur, Luksen Helkia; Rahakratat, Ramles; Saa, Apner; Puarada, Giffard R. K.; Fadan, Falentinus
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i4.2492

Abstract

This community service activity aims to increase the productivity of lettuce agriculture and the economic welfare of the indigenous Papuan people in Sorong Regency. Sorong Regency is still very dependent on other regions to meet the needs of vegetables because vegetable productivity in Sorong Regency is still very low and people's interest in becoming farmers is still very low, which causes the need for local food, especially vegetables. Low knowledge and skills of members of the Osok Women's Group (75% did not graduate from elementary school). The Osok women's group is dominated by indigenous Papuans who do not have sedentary jobs and have low education. There has been no effort developed in the Osok Women's Group and has not been maximized in the organizational arrangement of the group. The solution to the problems faced by Osok women is by conducting socialization and training in making compost planting media. The use of compost planting media was chosen because compost is proven to increase soil fertility naturally, is environmentally friendly, and has lower production costs compared to chemical fertilizers. This activity involves socialization and training to local communities regarding the manufacture and application of compost planting media in lettuce cultivation. Through composting techniques using local organic materials, such as plant residues, and organic waste. The stages of implementing the service are preparation, interviews, socialization of making compost planting media, training in making compost planting media, evaluation and reporting. The results of this activity show that this service activity shows several important results, both from agricultural and socio-economic aspects of the community. There is an increase in the knowledge and skills of the Osok Women's Group by 100%. 80% of organic household waste is converted into compost and there is an increase in household income of 5-10%. This activity has had a positive impact on the indigenous Papuan community in Sorong Regency, especially in optimizing the potential in a sustainable manner and increasing income. This program is expected to continue to grow and provide long-term benefits for the welfare of the local community.
Peningkatan Pengetahuan tentang E-Government dalam Pengembangan DesaBerbasis IT pada Kampung Fafanlap Kabupaten Raja Ampat Andriyan, Yoga; Munzir, Munzir; Sismar, Andi; Athirah , Aldila Mawanti; Hidayat, Rahmat; Henraman, Henraman; Sakti, Dhimas Ari Bhima
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/3xw7vk39

Abstract

Pemerintah Indonesia terus meningkatkan tata kelola pemerintahan di semua tingkatan, termasuk di tingkat desa. Salah satu pendekatan yang disarankan adalah E-Government, yang bertujuan untuk membuat tata kelola pemerintahan lebih jelas, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung proses administrasi, pelayanan publik, dan pengambilan keputusan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan E-Government sebagai solusi untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan. Desa-desa di wilayah ini sering menghadapi masalah dalam mengelola administrasi publik secara efisien dan terbuka, terutama di kepulauan yang terpencil. Melalui metode ini, kami menyarankan penggabungan teknologi informasi untuk mempercepat akses ke layanan publik dan informasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Metodologi pengabdian sosialisasi ini digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang e-goverment dan tata kelola desa yang efektif di Misool Selatan, Raja Ampat. Aplikasi E-Government di Misool Selatan, Raja Ampat memiliki potensi besar untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan desa. Desa dapat menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan layanan publik, membuat hal-hal lebih transparan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. E-Government meningkatkan akuntabilitas pemerintah desa dan mengurangi birokrasi. Desa mungkin memiliki akses yang lebih mudah ke layanan publik seperti administrasi kependudukan, perijinan, dan anggaran. Selain itu, E-Government dapat membantu meningkatkan sumber daya manusia perangkat desa melalui pendampingan dan pelatihan teknologi, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan masa kini
PELATIHAN PEMBUKUAN KEUANGAN DALAM PEMBUATAN KOMPOS DAN PUPUK ORGANIK CAIR Arniati, Arniati; Syamsia, Syamsia; Athirah, Aldila Mawanti; Andriyan, Yoga; Sudirman, Hendra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28274

Abstract

Abstrak: Pelatihan pembukuan keuangan untuk pembuatan kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) sangat penting dalam mendukung keberlanjutan usaha berbasis lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Manajemen keuangan yang baik memungkinkan kelompok usaha untuk mengelola modal, mencatat arus kas, dan mengevaluasi keuntungan secara lebih sistematis, sehingga usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.Pelatihan pembukuan keuangan untuk pembuatan kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan manajemen keuangan kelompok Wanita Osok yang berlokasi di Jalan Osok, Aimas, Kecamatan/Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Permasalahan utama adalah kurangnya pengetahuan terkait pembukuan yang efektif, mengakibatkan kurang optimalnya pengelolaan usaha kompos dan POC mereka. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi, penyuluhan, dan praktikal dengan 21 anggota kelompok wanita. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan. Hasil menunjukkan peningkatan softskill dalam pengelolaan keuangan sebesar 80%. Selain itu, terjadi peningkatan nilai ekonomis usaha kompos dan POC dengan efisiensi produksi dan kemampuan pencatatan yang lebih baik. Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha organik kelompok wanita Osok dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan kesejahteraan anggota.Abstract: Financial bookkeeping training for composting and Liquid Organic Fertilizer (POC) is very important in supporting the sustainability of environmentally-based businesses and improving community welfare. Good financial management allows business groups to manage capital, record cash flow, and evaluate profits more systematically, so that businesses can develop sustainably..Financial bookkeeping training for making compost and Liquid Organic Fertilizer (POC) was carried out with the aim of improving the financial management capabilities of the Osok Women's group located on Jalan Osok, Aimas, Aimas District/District, Sorong Regency, Southwest Papua. The main problem is a lack of knowledge regarding effective bookkeeping, resulting in less than optimal management of their compost and POC businesses. This activity involved socialization, counseling and practical work with 21 women's group members. Evaluation is carried out through pre-test and post-test to measure improvement in ability. The results show an increase in soft skills in financial management by 80%. Apart from that, there has been an increase in the economic value of the compost and POC business with production efficiency and better recording capabilities. It is hoped that this training can support the sustainability of the Osok women's group's organic business in increasing family income and members' welfare.