Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Musica: Journal of Music

Interpretasi Penyaji Solis Violin pada Pertunjukan Concerto No 1 In A Minor, Liebesleid dan Batanghari Seprizal Seprizal; Nora Anggaraini; Murniati Murniati
MUSICA : Journal of Music Vol 1, No 1 (2021): MUSICA: JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.999 KB) | DOI: 10.26887/musica.v1i1.1721

Abstract

This article is an article that describes how a violin soloist performs a musical performance and interprets the karaya that is played. The repertoire played in the show is Concerto No. 1 in A minor, Liebesleid, and Batanghari. The presenter dissects the interpretative aspects of playing the work so that a good musical performance is realized. This journal aims to provide an overview of the application of techniques and interpretations of violin solo play in the repertoire of Concerto No. 1 in A minor, Liebesleid, and Batanghari. The techniques used are; rubato, arpeggio, staccato, rhythm variation, vibrato, staccato, legato, and shifting. Execution of expression marks in notations such as; Ritardando, Con Espresso, Con Sentiment, and Poco Meno Mosso are studied to find the right way to play them. Each work has different characteristics and levels of difficulty, so it is very important to do interpretive research on the work before performing. The method used in the performance is related to how the music presenter designs the performance, the rehearsal process, and the techniques used to carry out the execution of the work..Keywords: Violin Solist; Aplication of Techniques; InterpretationABSTRAKArtikel ini merupakan tulisan yang menggambarkan bagaimana seorang solis violin melakukan pertunjukan musik dan interpretasi terhadap karaya yang dimainkan. Adapaun repertoar yang dimainkan dalam pertunjukan adalah Concerto No. 1 in A minor, Liebesleid, dan Batanghari. Penyaji membedah aspek-aspek insterpretatif dalam memainkan karya sehingga terwujud sebuah pertunjunkan musik yang baik. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang penerapkan teknik dan interpetasi permainan solis violin pada pertunjukan repertoar Concerto No. 1 in A minor, Liebesleid, dan Batanghari. Adapun teknik-teknik yang digunakan adalah; rubato, arpeggio, staccato, rhythm variation,vibrato, staccato, legato, dan shifting. Eksekusi terhadap tanda ekspresi dalam notasi seperti; ritardando, con espresso, con sentiment, dan poco meno mosso dikaji untuk ditemukan cara yang tepat dalam memainkannya. Setiap karya memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda sehingga sangat penting untuk melakukan research interpretatif terhadap karya sebelum melakukan pertunjukan. Metode yang digunakan dalam pertunjukan adalah terkait bagaimana pernyaji musik merancang pertunjukan, proses latihan, dan teknik-teknik yang digunakan untuk melakukan eksekusi terhadap karya.Kata Kunci: Solis Violin; Penerapan Teknik; Interprestasi
Produksi Karya Musik “The Story of Tapa Malenggang” (Production of Musical Works "The Story of Tapa Malenggang") aby rahman; Yon Hendri; Nora Anggraini
MUSICA : Journal of Music Vol 2, No 1 (2022): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v2i1.2370

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk menjabarkan proses kerja produksi karya musik The Story of Tapa Malenggang.Tapa Malenggang merupakan sastra lisan yang berasal dari Kabupaten Batanghari, Desa Tanjung, Maruo Provinsi Jambi. Tapa Malenggang mempunyai nama asli yaitu Mambang Diawan yang hidup dipintu langit merupakan sebuah ritual. Dalam ritual Tapa Malenggang, terdapat dendang yang dihadirkan sebagai bentuk syukur dan terima kasih atas kebaikan Tapa Malenggang yang telah menjaga kedamaian masyarakat disekitar sungai Batanghari. Pengkarya tertarik untuk mengangkat cerita Tapa Malenggang dengan mengadodpsi sepenggal melodi dendang ke dalam konsep musik elektro-akustik dan menggunakan beberapa teknik-teknik sound design. Elektro-akustik merupakan suara atau bunyi yang terdengar, tidak lagi terlihat sumber aslinya. Metode yang di gunakan dalam artikel ini adalah pengolahan elektro-akustik menggunakan beberapa teknik sound design seperti audio synthesis yang meliputi wave shape, LFO dan volume envelope. Hasil yang diperoleh dalam artikel ini adalah gambaran proses kerja dalam produksi karya musik The Story of Tapa Malenggang.ABSTRACTThe purpose of this article is to describe the work process of producing the musical work The Story of Tapa Malenggang. Tapa Malenggang is an oral literature originating from Batanghari Regency, Tanjung Village, Maruo, Jambi Province. Tapa Malenggang has a real name, namely Mambang Diawan, who lives at the door of the sky as a ritual. In the Tapa Malenggang ritual, there is a song that is presented as a form of gratitude and thanks for the kindness of Tapa Malenggang who has kept the peace of the community around the Batanghari river. The authors are interested in bringing up the story of Tapa Malenggang by adopting a piece of dendang melody into the concept of electro-acoustic music and using several sound design techniques. Electro-acoustic is a sound or sound that is heard, no longer seen the original source. The method used in this article is electro-acoustic processing using several sound design techniques such as audio synthesis which includes wave shape, LFO and volume envelope. The results obtained in this article are an overview of the work process in the production of the musical work The Story of Tapa Malenggang.
Fantasia Andung Ni Si Boruadi ; Perwujudan Tradisi Andung Batak Toba Ke dalam Komposisi Musik Bentuk Fantasia Tiga Bagian (Fantasia Andung Ni Si Boruadi; Embodiment Of The Andung Batak Toba Tradition Into A Three-Part Fantasia Music Composition) Pane, Wulan Puriani Batman Sitorus; Herdianto, Ferry; Anggraini, Nora
Musica: Journal of Music Vol 3, No 2 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i2.3923

Abstract

Andung Ni Si Boruadi  dalam bahasa Batak Toba berarti ratapan seorang gadis adalah sebuah karya komposisi musik  yang berangkat dari reinterpretasi terhadap budaya andung yang ada di masayarakat Batak Toba. Andung adalah nyanyian ratapan seseorang yang murni atau refleks saat sedang berduka. Dalam karya ini, aspek suasana, karakteristik dan teknik andung akan  menjadi ide garapan yang digarap ke dalam sebuah komposisi musik fantasia tiga bagian. Karya  komposisi ini digarap dengan menggunakan metode penciptaan yaitu:  Interpretasi, orkestrasi dan improvisasi. Bagian penting dalam proses penggarapan karya ini terdiri dari ide tema garapan, tangga nada, sistem atonal, teknik pengembangan, motif sulim, motif hasapi dan motif taganing. Komposisi musik Fantasia Andung Ni Si Boruadi digarap ke dalam formasi full orkestra yang dikolaborasikan dengan penggunaan alat musik tradisonal Batak Toba yaitu sulim  ( Seruling) dan pada bagian tertentu, penggarap memunculkan si pangandung (orang yang meratap) untuk menguatkan tema dari Andung  tersebut. Hasil karya komposisi musik ini yaitu musik programa ideational  dengan bentuk fantasia tiga bagian yang diberi judul Fantasia Andung Ni Si Boruadi.ABSTRACTAndung Ni Si Boruadi in the Toba Batak language means a girl's lament is a musical composition that departs from a reinterpretation of the Andung culture in the Toba Batak community. Andung is a pure or reflexive lamentation of someone when they are grieving. In this work, aspects of the atmosphere, characteristics and techniques of andung will be the ideas worked on into a three-part fantasia musical composition. This compositional work was worked on using creative methods, namely: interpretation, orchestration and improvisation. An important part of the process of creating this work consists of the theme ideas, scales, atonal systems, development techniques, sulim motifs, hasapi motifs and taganing motifs. The musical composition Fantasia Andung Ni Si Boruadi was worked on into a full orchestral formation which was collaborated with the use of traditional Toba Batak musical instruments, namely the sulim (flute) and in certain parts, the composers brought out si pandung (people who wail) to strengthen the theme of Andungthe. The result of this musical composition is ideational programmatic music in the form of a three-part fantasia entitled Fantasia Andung Ni Si Boruadi.
Nyanyian Kromong : Komposisi Musik Dua Bagian (Nyanyian Kromong : Two Part Musical Composition) Nurbaiti, Eliza; Sidik, Hadaci; Anggraini, Nora
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.2848

Abstract

ABSTRAK Kromong adalah salah satu instrumen musik tradisional dan kesenian yang berada didaerah Setangguk Remas, desa Mandiangin Tuo, Kecamatan Mandiangin, Provinsi Jambi. Kromong memiliki idiom musik yang unik dan menarik untuk dikembangkan sebagai ide musikal dalam penciptaan komposisi musik baru. Kromong ditampilkan bersamaan dengan gong, dan gendang pada acara adat penyambutan dan kedatangan keluarga kerajaan serta para pejabat pemerintahan. Dimainkan juga pada ritual acara perkawinan, khitan, dan pengiring tari kain kromong dan serta acara kesenian lainnya. Dari salah satu potongan ritme dan melodi yang dimainkan oleh kromong pada ritual acara perkawinan, dan pengiring tari kain kromong diambil sebagai dasar terciptanya sebuah tematik komposisi musik baru yang digarap ke dalam format orkestra dengan bentuk dua bagian. Komposisi ini digarap melalui identifikasi, eksplorasi, dan eksperimentasi terhadap unsur-unsur musikal, sehingga menjadi musikal baru.Kata kunci: Kromong; komposisi; dua bagianABSTRACTKromong is one of the traditional musical instruments and arts located in Setangguk Remas area, Mandiangin Tuo village, Mandiangin district, Jambi province. Kromong has a unique and interesting musical idiom to develop as a musical idea in creating new musical compositions. Kromong is displayed along with gongs and drums during traditional welcome and arrival ceremonies by the royal family and government officials. It is also played during wedding ceremonies, circumcision ceremonies and accompanies the kromong cloth dance and other artistic events. From one of the rhythms and melodies of the kromong played at the wedding ceremony, and the accompaniment of the kromong dance was taken as the basis to create a new thematic musical piece elaborately orchestrated in the form of an orchestra. the form of two pieces of music. This composition is made possible through the identification, discovery and experimentation of musical elements, so that it becomes a new musical.Keywords:  : Kromong; composition; two parts  
Bentuk Pertunjukan Gandang Lasuang Grup Nyiur Melambai Dalam Upacara Pernikahan di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat Aulia, Meydina; Emridawati, Emridawati; Kumala, Ofa Yutri; Surayya, Yade; Anggraini, Nora
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4675

Abstract

Pertunjukan Gandang Lasuang oleh grup Nyiur Melambai dalam upacara pernikahan di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, memiliki bentuk pertunjukan yang unik dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pertunjukan tersebut serta mengungkapkan elemen musiknya dengan fokus pada interaksi antara seniman dan audiens dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis, didukung oleh pendekatan musikologis. Teknik pengumpulan data mencakup studi pustaka dan studi lapangan, sedangkan analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, serta verifikasi data. Hasil penelitian mengungkapkan unsur-unsur penunjang pertunjukan yang meliputi pemain, instrumen, lagu, kostum dan rias, tempat, waktu, serta audiens. Pada aspek komposisi musik, ditemukan struktur yang terdiri dari pendahuluan (intro), bagian utama berupa lagu, dan penutup (coda). Studi ini menegaskan bahwa Gandang Lasuang tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai elemen budaya yang mencerminkan nilai-nilai adat dan identitas masyarakat setempat.
Pertunjukan Solis Saxophone dengan Repertoar In a Sentimental Mood, Wrapped Up in Your Smile, dan Babendi-Bendi. Putra, Angga Dwi; Kustilo, Anton; Yusnelli, Yusnelli; Anggraini, Nora; Nofridayati, Nofridayati
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5309

Abstract

Pertunjukan musik merupakan salah satu cara untuk mempresentasikan sebuah karya seni kepada penonton. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertunjukan solis saxophone yang menampilkan tiga repertoar, yaitu In a Sentimental Mood, Wrapped Up in Your Smile, dan Babendi-Bendi. Penampilan solis saxophone tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan teknik, tetapi juga media ekspresi dan interpretasi musical yang unik. Dalam pertunjukan ini, solis saxophone mengeksplorasi nuansa, karakter, dan feeling masing-masing karya melalui analisis dan penerapan teknik, sliding, altissimo dan staccato ke dalam pertunjukan. Teknik-teknik yang diterapkan merupakan bagian esensial untuk menguasai permainan solis saxophone sehingga mencapai interpretasi musikal secara optimal dari berbagai aliran dan gendre musik yang dimainkan. In a Sentimental Mood dibawakan dengan nuansa melankolis dan lembut, Wrapped Up in Your Smile menonjolkan nuansa romantis dan ekspresif, sedangkan Babendi-Bendi memberikan kesan riang, energik, dan folkloristik. Penyaji menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif, yaitu mengamati, menganalisa, dan mendeskripsikan aspek interpretasi dan teknik permainan yang diterapkan solis saxophone. Hasil penyajian menunjukkan bahwa interpretasi dan teknik yang diterapkan dapat menghadirkan karakter dan nuansa yang sesuai, sehingga pertunjukan solis saxophone mampu menyampaikan makna emosional dan estetika masing-masing repertoar kepada pendengar