Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penerapan kompor bioenergi berbasis minyak jelantah sebagai inovasi wirausaha dan pemasaran digital Kusumayanti, Diah; Sulistiono; Kusuma, Rahma Djati; Bintang, Rakha Zaidan; Lubis, Muhammad Alfarizi
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i4.24122

Abstract

Energi merupakan hal yang utama bagi kehidupan manusia dimana masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Masyarakat Indonesia sangat menyukai kuliner dari proses menggoreng. Minyak jelantah dari proses menggoreng tersebut dapat digunakan sebagai bioenergy. Tujuan kegiatan PKM ini adalah aplikasi penggunaan minyak jelantah sebagai inovasi kewirausahaan dan strategi pemasaran berbasis online. Mitra kegiatan PKM ini adalah siswa SMP dan SMA Yayasan Pewaris Peradaban, Ciseeng sebanyak 55 orang. Pendidikan Kewirausahaan sejak dini perlu dilakukan agar mereka dapat meningkatkan keberdayaan ekonomi dan mengurangi pengangguran dikemudian hari. Aplikasi Penggunaan minyak jelantah sebagi inovasi kewirausahaan dapat meningkatkan efisiensi biaya sebanyak 10% dari total biaya. Kewirausahaan ini juga didukung dengan pemasaran digital sehingga jangkauan pemasaran tidak hanya sekitar ciseeng, tetapi juga Bogor dan Tangerang. Pengaplikasian excel untuk meningkatkan pembuatan laporan keuangan yang mempermudah pemantauan keuangan. Kesimpulan kegiatan ini adalah para pelajar YPP dapat meningkatkan kegiatan bisnis dengan pemasaran digital, pembuatan produk yang higienis, penganggaran yang efisien, membuat laporan keuangan dan system professional.
Zoo Benthic Biodiversity as a Bioindicator in the Bengawan Solo Estuary Qurrota Fu'adah, Elva; Ahmad Shofy Mubarak; Sulistiono; Nina Nurmalia Dewi; Annur Ahadi Abdilah; Prima Almira; Firman Budi Cahyadi; Juni Triastuti
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.vi.56185

Abstract

Graphical Abstract   Highlight Research Salinity is the critical influencing the distribution of macrobenthos species based on habitat (seawater and freshwater species) in estuaries. The brackish water station exhibited the highest macrobenthos abundance, whereas the seawater station showed the highest meiobenthos abundance. Corresponding water quality parameters markedly influenced the abundance of each benthic group. The calculation of abundance and biological indexes classified the Bengawan Solo estuary as relatively stable.     Abstract As key aquatic organisms, benthos are a reliable indicator of water quality owing to their relatively fixed habitats, limited mobility, and residence at the bottom of the water. This study aimed to analyze benthos’ biodiversity and community structure as bioindicators in the waters of the Bengawan Solo estuary that important for fishery activities conducted by local fishermen community. A descriptive analysis method was employed, involving identifying and analyzing benthos in density, biological indexes, and principal component analysis (PCA). The macrobenthos species composition consisted of Gastropoda, Bivalvia, Maxillopoda, Malacostraca, Polychaeta, and Clitellata while meiobenthos comprised Foraminifera, Bivalvia, Gastropoda, and Polychaeta. Macrobenthos density was 288 ind./m2, whereas meiobenthos density was 16 ind./10 cm2. Both macrobenthos and meiobenthos exhibited a moderate diversity index and a medium evenness index, although evenness values tended to be higher in macrobenthos. The dominance index for both macrobenthos and meiobenthos showed moderate values. PCA analysis revealed that macrobenthos, Bivalvia, Gastropoda, and Clitellata density was influenced by brightness and turbidity, Malacostraca and Maxillopoda density by salinity, and Polychaeta density by dissolved oxygen. In meiobenthos, Gastropoda and Foraminifera density was influenced by salinity, whereas Bivalvia and Polychaeta density was affected by brightness and turbidity. Density and biological index results indicate that the Bengawan Solo estuary is relatively stable.
Genetic Diversity and Population Structure of Amphidromous Goby (Stiphodon semoni) in Western Part of Southern Java Waters Romdon, Ahmad; Simanjuntak, Charles P. H.; Sulistiono; Syahailatua, Augy
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i2.57014

Abstract

Graphical Abstract Research Highlight The genetic diversity of Stiphodon semoni is high. All populations have high haplotype diversity except for Cimaja. No genetic structure is observed within the populations of semoni. The population of semoni has undergone demographic expansion. Cibareno River has the potential to be a protected area. Abstract Fishing activities negatively impact fish populations, potentially causing a decline in fish stocks. Nevertheless, ensuring diversity and connectivity among populations can mitigate these adverse effects. To evaluate the connectivity of river mouths in the western part of Southern Java waters, we sequenced forty Stiphodon semoni individuals from five populations using mitochondrial cytochrome oxidase subunit 1  as molecular markers. The study revealed that S. semoni populations showed high diversity (0.821), with the population in Cimaja displaying the lowest diversity (0.464). Furthermore, the result of the analysis of molecular variance was a Fst value of 0.0630 with a p-value of 0.22. These results along with the result of the haplotype network indicated no significant genetic differences among these populations. This implies that the river mouths in the western part of Southern Java waters are interconnected. The distribution of mismatches showed a single peak, indicating that the populations have undergone demographic expansion. This information could be valuable for the conservation and management of S. semoni in the western part of the Southern Java waters.
Genetic Diversity of Mahseer (Tor spp.) in Jambi: A DNA Barcoding Approach for Conservation Nazifa, Boti Iffa; Sulistiono; Mashar, Ali; Sukmono, Tedjo
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v19i1.46562

Abstract

Genetic-based management is a critical approach to maintain the sustainability of mahseer fish (Tor tambra and T. tambroides), which are facing threats from habitat degradation and overfishing in Jambi Province. This study aims to analyze the genetic diversity and population structure of mahseer using the COI gene markers. A total of 18 specimens were collected from six locations in the Jambi rivers (June-August 2024). DNA sequencing results showed 98.51–99.85% similarity to the references T. tambra and T. tambroides in GenBank. Phylogenetic analysis confirmed the grouping of this species, with a bootstrap value of 100% and closeness to the species Barbonymus gonionotus and Hampala macrolepidota. There were 11 haplotypes with the highest diversity at stations 3 and 6 (Hd= 0.90000), while moderate genetic differentiation (Fst= 0.109–0.141) was found between station 2 and other locations, indicating isolation due to habitat fragmentation. Water quality parameters (dissolved oxygen 6.3–7.1 mg/L, pH 7.0–7.3, current velocity 0.2–0.4 m/s) support habitat suitability, but anthropogenic activities potentially threaten genetic connectivity. These findings underscore the need for genetic data-driven conservation strategies, such as restocking of highly diverse populations and protection of critical habitats. Further research is needed to monitor long-term genetic dynamics.
Analisa Tingkat Kesukaan dan Kadar Protein Konsumen terhadap Empek-Empek Ikan Layang Deles (Decapterus macrocoma) Tanpa Tepung dengan Berbagai Perlakuan Hudaifah, Ilmiah; Sulistiono; Rachmawati, Nadya F.
JURNAL LEMURU Vol 2 No 1 (2020): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v2i1.1227

Abstract

Ikan layang merupakan ikan yang banyak ditemui di Kabupaten Banyuwangi, banyaknya tangkapan ikan layang mengakibatkan harga jual ikan layang menurun. Di samping itu, ikan layang memiliki mutu yang mudah rusak jika berada pada suhu ruang. Meskipun ikan layang tidak mempunyai ukuran yang besar seperti jenis-jenis ikan laut lainnya, namun daging ikan layang memiliki rasa manis dan gurih sehingga ikan layang digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk makanan salah satunya empek-empek ikan khas Sumatera Selatan. Untuk mengetahui kualitas dan kuantitas dari empek-empek ikan layang maka dilakukan analisa tingkat kesukaan dan kadar protein dengan tiga perlakukan yang berbeda yaitu digoreng, dikukus, dan direbus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empek-empek dengan perlakuan direbus menunjukkan tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan perlakukan lainnya. Kenampakan sebesar 70%, aroma sebesar 56,67%, tekstur sebesar 60%, dan rasa sebesar 53.33%, kadar protein didapat dari empek-empek ikan layang sebesar 10.39% per 2 gr.
Karakterisitik Edible Film yang Diproduksi dari Kombinasi Ulva Lactuca dan Gelatin Prabowo, Irwan; Sulistiono; Mutamimah, Dewi
JURNAL LEMURU Vol 2 No 2 (2020): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v2i2.1266

Abstract

Ulva lactuca merupakan salah satu jenis rumput laut yang melimpah di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan edible film yang dapat menjadi alternatif pengganti kemasan plastik untuk produk pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi yang tepat dan karakteristik edible film dari Ulva lactuca dan gelatin. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan variasi perlakuan tepung Ulva lactuca dan gelatin dengan (P1) 100% gelatin (kontrol), (P2) 25% Ulva lactuca:75% gelatin, (P3) 50% Ulva lactuca:50% gelatin dan (P4) 75% Ulva lactuca:25% gelatin dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi yang tepat dalam pembuatan edible film adalah pada perlakuan 4 dengan perbandingan 75% Ulva lactuca dan 25% gelatin dengan nilai laju transmisi uap air sebesar 15,5 g/m2/jam, nilai kadar air sebesar 43,8%, nilai kelarutan sebesar 87,6 %, dan nilai ketebalan sebesar 0,05 mm.
Kajian Mutu Ikan Pindang Tongkol (Euthynnus affinis) dengan Teknik Pengemasan Vakum pada Penyimpanan Suhu dan Lama Waktu yang Berbeda Hadi, Akbar Pradana; Sulistiono; Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis
JURNAL LEMURU Vol 2 No 2 (2020): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v2i2.1267

Abstract

Produk olahan hasil tangkapan masyarakat nelayan purse seine di Kecamatan Muncar salah satunya yaitu ikan pindang tongkol. Namun, pengemasan produk masih menggunakan cara tradisional dan memiliki daya simpan produk yang pendek. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji mutu ikan pindang tongkol (Euthynnus affinis) dengan teknik pengemasan vakum menggunakan plastik polyethylene (15cmx30cm) dengan perbedaan suhu penyimpanan: suhu ruang 27oC dan suhu dingin 5oC serta lama waktu penyimpanan nol (0), tiga (3), enam (6) dan sembilan (9) hari. Ikan pindang tongkol (Euthynnus affinis) didapatkan dari penjual ikan pindang di Pasar Muncar. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Parameter yang diuji TPC, TVBN, hedonik dan kadar air. Hasil penelitian yang diperoleh dari 4 parameter uji menunjukkan bahwa pada penyimpanan suhu ruang 27oC mengalami penurunan mutu signifikan dibandingkan dengan penyimpanan dingin 5oC.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI BUDIKDAMBER UPAYA PEMENUHAN GIZI IKAN DIMASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN TAMAN BARU KECAMATAN BANYUWANGI Adharani, Nadya; Sulistiono; Rachmawati, Nandya Fitri
JURNAL LEMURU Vol 3 No 1 (2021): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v3i1.1272

Abstract

Bulan Maret 2020 Indonesia dilanda wabah penyakit membahayakan yakni adanya virus corona disease atau yang sering disebut pandemic covid-19. Meningkatnya masyarakat Indonesia yang terkonfirmasi positif corona menyebabkan pemberlakukan social distancing sangat ketat di seluruh wilayah atau yang dikenal dengan peraturan PSBB. Tentu pandemic Covid-19 berdampak buruk disemua sektor, terutama pada sektor ekonomi dan pangan. Salah satu daerah yang berdampak dari pandemic Covid-19 adalah Desa Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi, sebagai langkah awal untuk penguatan ekonomi dan pangan di Desa Tamanbaru Banyuwangi maka dilakukan pelatihan dan penyuluhan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UNIBA melalui program Budikdamber (Budidaya Ikan dan Tanaman Dalam Ember), budikdamber merupakan perpaduan teknik pertanian dan perikanan yang membutuhkan modal cukup murah dan mudah. Komoditas ikan yang di budidaya adalah ikan lele dan menggunakan tanaman kangkung. Kelompok masyarakat di Desa Tamanbaru Kabupaten Banyuwangi telah berhasil dengan program budikdamber sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan mempertahankan gizi pangan ditengah masa pandemic Covid-19.
MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA BUDIDAYA UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei) DI PT. SURYA WINDU KARTIKA DESA BOMO KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI Ningsih, Ayu; Sulistiono; Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis
JURNAL LEMURU Vol 3 No 1 (2021): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v3i1.1275

Abstract

Untuk meningkatkan produksi udang secara maksimal, usaha budidaya udang memerlukan manajemen kualitas air yang bagus, mencakup kondisi semua parameter kualitas air tambak sehingga pertumbuhan udang dapat tercapai secara optimum. Tujuan dari praktik kerja lapang ini adalah untuk mempelajari manajemen kualitas air pada budidaya udang vanamei secara super intensif, mengetahui permasalahan apa saja yang mengganggu kualitas air pada budidaya udang vanamei, mempelajari secara langsung tentang teknik dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas air pada budidaya udang vanamei di PT. Surya Windu Kartika. Praktik kerja lapang ini dilaksanakan di PT. Surya Windu Kartika (SWK) Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur mulai tanggal 16 November-10 Januari 2021. Jenis usaha budidaya udang vanamei ini milik perseorangan. Kegiatan usaha budidaya udang vanamei (Litopenaeus vannamei) pada PT. Surya Windu Kartika unit Bomo C menggunakan sistem budidaya teknologi super intensif. Manajemen kualitas air pada udang vanamei meliputi: persiapan tambak dan pengisian air, penebaran benur, pengelolaan kualitas air. Pengambilan sampel air dilakukan setiap hari, pada pagi hari jam 05.00 WIB dan siang hari jam 12.00 WIB. Uji NO3, NO2, alkalinitas, NH4, PO4, dan Total Organic Matter (TOM) dilakukan seminggu 3 kali. Bertujuan untuk mengontrol fisika air, kimia air dan bilogi air. Pengontrolan kualitas air yang telah ditetapkan perusahaan adalah salinitas sebesar 31 ppt, pH sebesar 8,3, suhu sebesar 28,5oC, DO sebesar 5,5 ppm, kecerahan sebesar 55,5 cm, dan warna air dari hijau hingga coklat tua.
PENERAPAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURE (SSOP) PADA PROSES PEMBEKUAN IKAN LAYANG (Decapterus spp.) DI PT. NATIONAL FOOD PACKERS (NAFO) BANYUWANGI Agustin, Cici; Sulistiono; Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis
JURNAL LEMURU Vol 4 No 1 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i1.2364

Abstract

Kualitas ikan merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan agar nilai ekonomisnya tetap tinggi. Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang mudah rusak, sehingga perlunya dilakukan penanganan yang baik guna mempertahankan mutu ikan. Penanganan hasil laut yang kurang hati-hati serta penerapan sanitasi yang kurang baik dapat mempercepat kemunduran mutu. Penerapan rantai dingin (cold chain) dapat dilakukan melalui teknik pendinginan dan pembekuan untuk mencegah kemunduran mutu ikan. Praktek Kerja Lapang dilaksanakan di PT. National Food Packers (NAFO) Banyuwangi pada tanggal 01–30 November 2021. Metode kerja yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan partisipasi aktif. Adanya beberapa persyaratan SSOP pada proses pembekuan ikan layang (Decapterus spp.) di PT. National Food Packers (NAFO) yang masih kurang menerapkan pada personal hygiene dalam proses ikan layang (Decapterus spp.) Hal tersebut dapat menyebabkan kontaminasi ke bahan pangan.