Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Genetic Diversity of Mahseer (Tor spp.) in Jambi: A DNA Barcoding Approach for Conservation Nazifa, Boti Iffa; Sulistiono; Mashar, Ali; Sukmono, Tedjo
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 19 No. 1 (2026): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v19i1.46562

Abstract

Genetic-based management is a critical approach to maintain the sustainability of mahseer fish (Tor tambra and T. tambroides), which are facing threats from habitat degradation and overfishing in Jambi Province. This study aims to analyze the genetic diversity and population structure of mahseer using the COI gene markers. A total of 18 specimens were collected from six locations in the Jambi rivers (June-August 2024). DNA sequencing results showed 98.51–99.85% similarity to the references T. tambra and T. tambroides in GenBank. Phylogenetic analysis confirmed the grouping of this species, with a bootstrap value of 100% and closeness to the species Barbonymus gonionotus and Hampala macrolepidota. There were 11 haplotypes with the highest diversity at stations 3 and 6 (Hd= 0.90000), while moderate genetic differentiation (Fst= 0.109–0.141) was found between station 2 and other locations, indicating isolation due to habitat fragmentation. Water quality parameters (dissolved oxygen 6.3–7.1 mg/L, pH 7.0–7.3, current velocity 0.2–0.4 m/s) support habitat suitability, but anthropogenic activities potentially threaten genetic connectivity. These findings underscore the need for genetic data-driven conservation strategies, such as restocking of highly diverse populations and protection of critical habitats. Further research is needed to monitor long-term genetic dynamics.
Struktur Puisi dan Teologi Repetisi dalam Mazmur 136 Sulistiono
Misioner Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Misioner
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI KIBAID MAKALE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51770/jm.v5i2.248

Abstract

Penelitian ini membahas Mazmur 136 dalam kerangka historis, kanonik, dan liturgis dengan menekankan jarangnya perhatian terhadap doksologi sebagai respons pasca-pembuangan. Kajian menunjukkan bahwa pengulangan 26 kali frasa “kasih setia-Nya kekal selamanya” bukan sekadar gaya puitis, tetapi merupakan instrumen pedagogis, liturgis, dan teologis yang mengikat memori kolektif umat Israel. Pola repetisi ini berfungsi sebagai litani penyembuhan trauma eksil, sarana penguatan komunal, sekaligus afirmasi teologis mengenai ḥesed Allah. Analisis struktur puisi menunjukkan peran paralelisme, stikhothetik ganda, serta interaksi hemistikh dan refren sebagai alat mnemonik dalam liturgi kuno. Mazmur 136 juga menonjol dibanding Mazmur Hallel lainnya karena sifatnya yang responsif, dan pengaruhnya dapat ditelusuri dalam doksologi Paulus (misalnya Efesus 3:20–21) yang mengadopsi pola repetitif sebagai penegasan teologi Kristologis. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan hermeneutika liturgis dan teologi biblika, serta implikasi praktis bagi revitalisasi repetisi liturgis dalam konteks ibadah kontemporer, khususnya dalam menghadapi trauma spiritual dan membangun identitas iman komunal.
Analisa Tingkat Kesukaan dan Kadar Protein Konsumen terhadap Empek-Empek Ikan Layang Deles (Decapterus macrocoma) Tanpa Tepung dengan Berbagai Perlakuan Hudaifah, Ilmiah; Sulistiono; Rachmawati, Nadya F.
JURNAL LEMURU Vol 2 No 1 (2020): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v2i1.1227

Abstract

Ikan layang merupakan ikan yang banyak ditemui di Kabupaten Banyuwangi, banyaknya tangkapan ikan layang mengakibatkan harga jual ikan layang menurun. Di samping itu, ikan layang memiliki mutu yang mudah rusak jika berada pada suhu ruang. Meskipun ikan layang tidak mempunyai ukuran yang besar seperti jenis-jenis ikan laut lainnya, namun daging ikan layang memiliki rasa manis dan gurih sehingga ikan layang digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk makanan salah satunya empek-empek ikan khas Sumatera Selatan. Untuk mengetahui kualitas dan kuantitas dari empek-empek ikan layang maka dilakukan analisa tingkat kesukaan dan kadar protein dengan tiga perlakukan yang berbeda yaitu digoreng, dikukus, dan direbus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empek-empek dengan perlakuan direbus menunjukkan tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan perlakukan lainnya. Kenampakan sebesar 70%, aroma sebesar 56,67%, tekstur sebesar 60%, dan rasa sebesar 53.33%, kadar protein didapat dari empek-empek ikan layang sebesar 10.39% per 2 gr.
Karakterisitik Edible Film yang Diproduksi dari Kombinasi Ulva Lactuca dan Gelatin Prabowo, Irwan; Sulistiono; Mutamimah, Dewi
JURNAL LEMURU Vol 2 No 2 (2020): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v2i2.1266

Abstract

Ulva lactuca merupakan salah satu jenis rumput laut yang melimpah di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan edible film yang dapat menjadi alternatif pengganti kemasan plastik untuk produk pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi yang tepat dan karakteristik edible film dari Ulva lactuca dan gelatin. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan variasi perlakuan tepung Ulva lactuca dan gelatin dengan (P1) 100% gelatin (kontrol), (P2) 25% Ulva lactuca:75% gelatin, (P3) 50% Ulva lactuca:50% gelatin dan (P4) 75% Ulva lactuca:25% gelatin dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi yang tepat dalam pembuatan edible film adalah pada perlakuan 4 dengan perbandingan 75% Ulva lactuca dan 25% gelatin dengan nilai laju transmisi uap air sebesar 15,5 g/m2/jam, nilai kadar air sebesar 43,8%, nilai kelarutan sebesar 87,6 %, dan nilai ketebalan sebesar 0,05 mm.
Kajian Mutu Ikan Pindang Tongkol (Euthynnus affinis) dengan Teknik Pengemasan Vakum pada Penyimpanan Suhu dan Lama Waktu yang Berbeda Hadi, Akbar Pradana; Sulistiono; Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis
JURNAL LEMURU Vol 2 No 2 (2020): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v2i2.1267

Abstract

Produk olahan hasil tangkapan masyarakat nelayan purse seine di Kecamatan Muncar salah satunya yaitu ikan pindang tongkol. Namun, pengemasan produk masih menggunakan cara tradisional dan memiliki daya simpan produk yang pendek. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji mutu ikan pindang tongkol (Euthynnus affinis) dengan teknik pengemasan vakum menggunakan plastik polyethylene (15cmx30cm) dengan perbedaan suhu penyimpanan: suhu ruang 27oC dan suhu dingin 5oC serta lama waktu penyimpanan nol (0), tiga (3), enam (6) dan sembilan (9) hari. Ikan pindang tongkol (Euthynnus affinis) didapatkan dari penjual ikan pindang di Pasar Muncar. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Parameter yang diuji TPC, TVBN, hedonik dan kadar air. Hasil penelitian yang diperoleh dari 4 parameter uji menunjukkan bahwa pada penyimpanan suhu ruang 27oC mengalami penurunan mutu signifikan dibandingkan dengan penyimpanan dingin 5oC.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI BUDIKDAMBER UPAYA PEMENUHAN GIZI IKAN DIMASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN TAMAN BARU KECAMATAN BANYUWANGI Adharani, Nadya; Sulistiono; Rachmawati, Nandya Fitri
JURNAL LEMURU Vol 3 No 1 (2021): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v3i1.1272

Abstract

Bulan Maret 2020 Indonesia dilanda wabah penyakit membahayakan yakni adanya virus corona disease atau yang sering disebut pandemic covid-19. Meningkatnya masyarakat Indonesia yang terkonfirmasi positif corona menyebabkan pemberlakukan social distancing sangat ketat di seluruh wilayah atau yang dikenal dengan peraturan PSBB. Tentu pandemic Covid-19 berdampak buruk disemua sektor, terutama pada sektor ekonomi dan pangan. Salah satu daerah yang berdampak dari pandemic Covid-19 adalah Desa Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi, sebagai langkah awal untuk penguatan ekonomi dan pangan di Desa Tamanbaru Banyuwangi maka dilakukan pelatihan dan penyuluhan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UNIBA melalui program Budikdamber (Budidaya Ikan dan Tanaman Dalam Ember), budikdamber merupakan perpaduan teknik pertanian dan perikanan yang membutuhkan modal cukup murah dan mudah. Komoditas ikan yang di budidaya adalah ikan lele dan menggunakan tanaman kangkung. Kelompok masyarakat di Desa Tamanbaru Kabupaten Banyuwangi telah berhasil dengan program budikdamber sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan mempertahankan gizi pangan ditengah masa pandemic Covid-19.
MANAJEMEN KUALITAS AIR PADA BUDIDAYA UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei) DI PT. SURYA WINDU KARTIKA DESA BOMO KECAMATAN ROGOJAMPI KABUPATEN BANYUWANGI Ningsih, Ayu; Sulistiono; Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis
JURNAL LEMURU Vol 3 No 1 (2021): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v3i1.1275

Abstract

Untuk meningkatkan produksi udang secara maksimal, usaha budidaya udang memerlukan manajemen kualitas air yang bagus, mencakup kondisi semua parameter kualitas air tambak sehingga pertumbuhan udang dapat tercapai secara optimum. Tujuan dari praktik kerja lapang ini adalah untuk mempelajari manajemen kualitas air pada budidaya udang vanamei secara super intensif, mengetahui permasalahan apa saja yang mengganggu kualitas air pada budidaya udang vanamei, mempelajari secara langsung tentang teknik dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas air pada budidaya udang vanamei di PT. Surya Windu Kartika. Praktik kerja lapang ini dilaksanakan di PT. Surya Windu Kartika (SWK) Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur mulai tanggal 16 November-10 Januari 2021. Jenis usaha budidaya udang vanamei ini milik perseorangan. Kegiatan usaha budidaya udang vanamei (Litopenaeus vannamei) pada PT. Surya Windu Kartika unit Bomo C menggunakan sistem budidaya teknologi super intensif. Manajemen kualitas air pada udang vanamei meliputi: persiapan tambak dan pengisian air, penebaran benur, pengelolaan kualitas air. Pengambilan sampel air dilakukan setiap hari, pada pagi hari jam 05.00 WIB dan siang hari jam 12.00 WIB. Uji NO3, NO2, alkalinitas, NH4, PO4, dan Total Organic Matter (TOM) dilakukan seminggu 3 kali. Bertujuan untuk mengontrol fisika air, kimia air dan bilogi air. Pengontrolan kualitas air yang telah ditetapkan perusahaan adalah salinitas sebesar 31 ppt, pH sebesar 8,3, suhu sebesar 28,5oC, DO sebesar 5,5 ppm, kecerahan sebesar 55,5 cm, dan warna air dari hijau hingga coklat tua.
PENERAPAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURE (SSOP) PADA PROSES PEMBEKUAN IKAN LAYANG (Decapterus spp.) DI PT. NATIONAL FOOD PACKERS (NAFO) BANYUWANGI Agustin, Cici; Sulistiono; Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis
JURNAL LEMURU Vol 4 No 1 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i1.2364

Abstract

Kualitas ikan merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan agar nilai ekonomisnya tetap tinggi. Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang mudah rusak, sehingga perlunya dilakukan penanganan yang baik guna mempertahankan mutu ikan. Penanganan hasil laut yang kurang hati-hati serta penerapan sanitasi yang kurang baik dapat mempercepat kemunduran mutu. Penerapan rantai dingin (cold chain) dapat dilakukan melalui teknik pendinginan dan pembekuan untuk mencegah kemunduran mutu ikan. Praktek Kerja Lapang dilaksanakan di PT. National Food Packers (NAFO) Banyuwangi pada tanggal 01–30 November 2021. Metode kerja yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan partisipasi aktif. Adanya beberapa persyaratan SSOP pada proses pembekuan ikan layang (Decapterus spp.) di PT. National Food Packers (NAFO) yang masih kurang menerapkan pada personal hygiene dalam proses ikan layang (Decapterus spp.) Hal tersebut dapat menyebabkan kontaminasi ke bahan pangan.
FORMULASI BIOETANOL DARI Eucheuma cottonii UPAYA ENERGI TERBARU NELAYAN SUMBERKENCONO BANYUWANGI Adharani, Nadya; Sulistiono; Wardhana, Megandhi Gusti
JURNAL LEMURU Vol 5 No 1 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i1.2573

Abstract

Bahan bakar khususnya minyak merupakan bahan bakar yang paling banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu bahan bakar cair yang dapat diproduksi dari materi yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar adalah bioetanol. Bioetanol dapat dibuat dari karbohidrat yang berupa glukosa, melalui bantuan mikroorganisme glukosa dapat diubah menjadi etanol melalui proses fermentasi. Ditinjau dari berbagai segi, bioetanol dapat berfungsi untuk menggantikan bensin maupun minyak tanah. Beberapa pertimbangan yang sangat mendesak atas diperlukannya bioetanol ini sebagai bahan bakar, selain karena pertimbangan bahan bakar fosil hampir habis, juga berbagai pertimbangan mengenai pelestarian lingkungan. Salah satu bahan baku yang melimpah di perairan laut khususnya di daerah Kecamatan Wongsorejo Kab. Banyuwangi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol adalah rumput laut jenis Eucheuma cottonii, sehingga diharapkan masyarakat Desa Sumberkencono Kec. Wongsorejo dapat memanfaatkan E. cottonii dalam pengaplikasiannya terhadap energi terbaru yang ramah lingkungan. Hasil yang didapat dalam riset ini adalah 15 kg E. cottonii dapat menghasilkan 447 ml etanol, walau belum efektif jika digunakan sebagai bahan bakar namun bioethanol sebagai upaya pelestarian bahan bakar untuk dimasa akan datang.
Analisis Perilaku Konsumen Menggunakan Model TRA, TPB, SCT dan IMBP Di Hotel Harper Malioboro Yogyakarta Sulistiono; Ajeng Kesuma
JURNAL NUSANTARA Vol 6 No 2 (2023): Edisi 12 SEP 2023
Publisher : AKPARDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63986/nsn.v6i2.68

Abstract

Theory of Reasoned Action (TRA) di Hotel Harper Malioboro dapat diaplikasikan untuk memahami mengapa orang memilih atau tidak memilih untuk menginap yang dapat dianalisis dalam dua faktor utama yaitu Sikap (Attitude) dan Norma Subjektif (Subjective Norms). Di Hotel Harper Malioboro Theory Of Planned Behavior (TPB) diterapkan pada bagian Sales Marketing dengan melakukan telemarketing & sales visit secara rutin ke pelanggan. Tim Sales akan gencar melakukan persuasi dengan memberikan penawaran-penawaran yang menarik. Penerapan Social Cognitive Theory (SCT) di Hotel Harper Malioboro untuk memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana pengalaman dan interaksi sosial mempengaruhi keputusan konsumen untuk memilih hotel tertentu. Di Hotel Harper Malioboro, manajemen gencar untuk meningkatkan ulasan positif secara online untuk mendukung keputusan konsumen dalam memilih hotel. Hal lain yang di lakukan adalah rutin bekerja sama dengan influencer atau selebriti dan melakukan kolaborasi promosi yang dapat mempengaruhi pemikiran konsumen tentang Hotel Harper. Penerapan Integrated Model Of Behavioral Prediction (IMBP) di Hotel Harper Malioboro dilakukan dengan memberikan pelayanan dan pengalaman terbaik kepada pelanggan sehingga dapat menciptakan kesan atau review positif. Hotel Harper terus memastikan untuk memberikan layanan yang memenuhi atau bahkan melampaui harapan pelanggan, mendengarkan umpan balik pelanggan, menanggapi ulasan, dan memperbaiki masalah/komplain pelanggan adalah langkah-langkah yang penting untuk memastikan bahwa ulasan dari mulut ke telinga tetap positif untuk mendukung pertumbuhan bisnis hotel.