Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Kasus Hipotiroid pada Anak di UPTD Puskesmas Kediri I Kabupaten Tabanan Ni Wayan Dewi Martini; Made Nyandra; Ni Made Kurniati
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1948

Abstract

AbstrakKejadian hipotiroid kongenital di dunia 1:3000 kelahiran, dan 1:900 kelahiran di daerah kekurangan yodium, kejadian di Indonesia 1: 2513 kelahiran. Kasus hipotiroid dari skrining awal negatif terjadi di UPTD Puskesmas Kediri I Tahun 2019. Penelitian ini bertujuan mempelajari riwayat perjalanan kasus, menggunakan metode kualitatif retrospektif dengan studi kasus. Pengumpulan data melalui obervasi, wawancara terstruktur dan studi kepustakaan. Analisis data kualitatif berdasarkan triangulasi sumber. Faktor penyumbang terjadinya kasus hipotiroid: (1) Memiliki riwayat tiroid pada keluarga, asupan yodium kurang selama hamil. (2) Ketidaksesuaian frekuensi pengambilan spesimen saat skrining hipotiroid. (3) Gejala hipotiroid sudah tampak saat lahir. (4) Jeda waktu pemberian obat dengan makan kurang dari 3 jam. (5) Perkembangan anak saat ini menyimpang karena hipotiroid, tetapi kondisi fisik dan pertumbuhannya normal. AbstractThe incidence of congenital hypothyroidism in the world is 1: 3000 of births and 1: 900of births in iodine deficient areas. The incidence in Indonesia is 1: 2513 of births. Hypothyroid cases from negative initial screening occurred at the UPTD Puskesmas Kediri I in 2019. This study aims to study the history of the case, used a retrospective qualitative method with case studies. Collecting data through observation, structured interviews, and literature study. Qualitative data analysis based on sources triangulation. Contributing factors to the occurrence of hypothyroidism cases: (1) Having a family history of thyroid, insufficient iodine intake during pregnancy. (2) Inconsistency in the frequency of specimen collection when screening the hypothyroidism. (3) Symptoms of hypothyroidism have appeared at birth. (4) The delay in giving the drug with meals is less than 3 hours. (5) Children's development currently deviates because of hypothyroidism, but their physical condition and growth are normal.
Analisis Jumlah Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Yang Positif COVID-19 Di Wilayah Puskesmas Abiansemal III Seprianus Jowa; Made Nyandra; Ni Made Kurniati
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2309

Abstract

Abstract COVID-19 is associated with high mortality rates ranging from 4.3% to 30% because this virus is an RNA virus that can infect humans. The purpose of this study is to describe the analysis of the number of patients with acute respiratory infections who are positive for COVID-19 in the Abiansemal III Health Center area. This study uses a quantitative research method with a retrospective cohort approach. This research was conducted at the Abiansemal III Public Health Center, Badung Regency in AprilJune 2022 with 54 samples of medical record data of ARI patients who performed antigen-swab at the Abiansemal III Health Center, the data collected was analyzed by descriptive method using a crosstabulation design. Based on the results of the analysis of 19 people (35.2%) of patients with acute respiratory infections who were positive for COVID-19: severe ARI category 78.9%, moderate and mild ARI 10.5%.Keywords:ARI, COVID-19, Abiansemal III Health Center. Abstrak COVID-19 dikaitkan dengan tingkat kematian yang tinggi berkisar antara 4,3% hingga 30% Karena virus ini merupakan virus RNA yang dapat menginfeksi manusia. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran analisis jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut yang positif COVID-19 di wilayah Puskesmas Abiansemal III. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan kohort retrospektif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Abiansemal III Kabupaten Badung pada bulan April-Juni 2022 dengan 54 sampel data rekam medis pasien ISPA yang melakukan swab-antigen di Puskesmas Abiansemal III, data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan rangcangan crosstabulation. Berdasarkan hasil analisis dari 19 orang yaitu 35,2% pasien infeksi saluran pernapasan akut yang positif COVID-19: kategori ISPA berat 78,9%, ISPA sedang dan ringan 10,5%.Kata kunci:ISPA, COVID-19,Puskesmas Abiansemal III
Prevalen Sifilis, Gonore Dan/Atau Klamidia Sebagai Prediktor Epidemi HIV Pada Berbagai Kelompok Seksual Berisiko Kurniati, Ni Made; Utomo, Budi
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2023): J-KESMAS Volume 9 Nomor 2, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v9i1.3757

Abstract

The HIV epidemic in Indonesia is a problem that must be addressed because it has an impact on the health status. Detecting the main predictors related to the incidence of Sexually Transmitted Infections (STIs) for the occurrence of HIV infection is very important, considering that STIs are the main entry point for HIV infection. This study aims to determine the relationship between STIs consisting of syphilis, gonorrhea, chlamydia, and HIV and to determine the relationship between the three STIs and HIV prevalence in at-risk sexual groups. This study used a cross-sectional design by analyzing data from the Integrated Biology and Behavior Survey for 2007, 2009, 2011, 2013, and 2015. The analysis used was logistic regression and fractional regression. Syphilis, gonorrhea, and chlamydia infections can increase the odds of a sexual group at risk for HIV infection, although not statistically significant. The OR value of syphilis infection in most models increases the chance of HIV infection. The prevalence of syphilis is related to the prevalence of HIV in each risk group, especially in the transgender and MSM. Every risky sexual group is expected to participate in every program for the prevention and control of STIs and HIV. In addition, it is necessary to strengthen programs that focus on eradicating STIs in at-risk sexual groups.
Factors That Influence The Incidence Of Stunting In The Working Area Of Petang II Health Center, Badung Regency Fina Aryani Putri, Kadek; Ni Made Kurniati
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal eduHealt, Edition April - June , 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting in childhood has a negative impact, namely inhibiting growth, cognitive and motor development, thereby creating a risk of metabolic disorders in adulthood. One of the factors guaranteeing family food security that researchers need to study is that Belok and Pelaga villages are agricultural areas that should produce abundant food. To date, no research has been conducted regarding the factors that influence stunting in the Petang II Community Health Center working area, Badung Regency. The factors looked for include history of LBW, immunization status, exclusive breastfeeding, history of infectious diseases, mother's education level and family food security. This research is a quantitative analytical research with a case control design. This study used a sample of 31 stunted toddlers as the case group, and 31 well-nourished toddlers as the control group with a ratio of 1:1. The results showed that the variables of maternal education level (p=0.001) and family food security (p=0.000) were significant in the incidence of stunting, while the variables of history of LBW (p=0.394), immunization status (p=0.078), exclusive breastfeeding (p= 0.088), history of infectious disease (p=0.158) was not significant in the incidence of stunting.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara Rina, Ni Nengah; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3525

Abstract

Bidan sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan angka kematian dan kesakitan ibu. Karena bidan diharapkan dapat memberikan pelayanan sesuai dengan profesinya, mereka harus mampu melakukannya dan memiliki keterampilan yang diperlukan Kondisi ideal rasio bidan yaitu 1:1.000 penduduk. Namun distribusi tenaga kesehatan belum merata di Indonesia. Tujuan penelitian menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara. Tujuan penelitian menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga bidan di UPT Puskesmas Bangli Utara. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan WISN. Besar sampel 4 orang bbidan yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian kegiatan langsung bidan yang paling banyak melakukan anamnesa dna pemeriksan pasien, waktu kerja 96.840 menit/tahun, stadar beban kerjanya 19.368, jumlah waktu kelonggaran 0,274, jumlah bidan yang dibutuhkan adalah 6 orang. Kesimpulan jumlah kebutuhan tenaga bidan berdasarkan beban kerja di UPT Puskesmas Bangli Utara yaitu 6 orang dengan menggunakan metode WISN. Sehingga dari 4 orang bidan yang ada di UPT Puskesmas Bangli Utara masih terdapat kekurangan lagi 2 orang.
Pelayanan KB Pasca Persalinan di UPTD Puskesmas Nusa Penida I Kabupaten Klungkung Karisma, Putu Agus Sukma; Nyandra, Made; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3527

Abstract

KB pasca persalinan adalah metode kontrasepsi yang mulai digunakan setelah melahirkan hingga kurun waktu 42 hari yang bertujuan untuk mencegah jarak kehamilan yang terlalu dekat atau kehamilan yang tidak diinginkan. Capaian KB pasca persalinan Kabupaten Klungkung pada tahun 2021 adalah 29,3%. Capaian terendah ditemukan pada UPTD Puskesmas Nusa Penida I, yaitu sebesar 13% yang justru berbanding terbalik dengan capaian cakupan ANC dan kunjungan nifasnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan KB pasca persalinan di UPTD Puskesmas Nusa Penida I dari aspek input, proses dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode obeservasi, telaah dokumen dan wawancara mendalam dengan delapan orang informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan dengan metode thematic analysis. Pada penelitian ditemukan bahwa bidan di UPTD Puskesmas Nusa Penida I berjumlah 21 orang. Sebanyak 2 orang sudah memperoleh pelatihan KB pasca persalinan. Ketujuh puskesmas pembantu telah memiliki 1 orang bidan, namun 5 diantaranya belum memiliki tenaga perawat. Pelaksanaan pelayanan KB pasca persalinan didasarkan pada pedoman dari Kementerian Kesehatan. Pada aspek output, capaian pelayanan KB pasca persalinan hingga Bulan Mei 2023 di lokasi penelitian masih tergolong rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah cakupan pelayanan KB pasca persalinan yang rendah di UPTD Puskesmas Nusa Penida I berkaitan dengan kelemahan pada unsur SDM, yaitu faktor beban kerja dan pengalaman pelatihan. Selain itu, beberapa karakteristik masyarakat yang ditemukan menjadi faktor kendala adalah pengetahuan yang rendah, paritas dan kurangnya dukungan suami.
Implementasi Program Pencegahan dan Pengendalian Kasus Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara Putri, Connie Pratami; Sugianto, Made Agus; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3530

Abstract

Incidence Rate (IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara tahun 2021 sebesar 55/100.000 penduduk dan mengalami kenaikan pada tahun 2022 sebanyak 95,73/100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pencegahan dan pengendalian kasus DBD di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 5 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik Triangulasi Sumber Data yaitu wawancara mendalam, penelusuran dokumen serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pada input SDM yang terlibat, jumlahnya dan kompetensinya sudah sesuai. Anggaran bersumber dari APBD dan sudah mencukupi. Sarana berupa penunjang administrasi, pemeberantasan vektor dan teknologi informasi. Metodenya dari buku pedoman jumantik dan prosedur pelaporan. Pada procces yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan dengan melibatkan stakeholder. Pada output capaian program dan kriteria keberhasilan dinilai berdasarkan ABJ, CI, IR, jumlah kasus, angka kematian dan partisipasi masyarakat. Aspek input sudah memadai, namun penggunan aplikasi belum optimal karena tidak bisa digunakan disemua perangkat. Aspek procces sudah sesuai namum belum seluruh rumah bisa diperiksa karena kendala yang ditemui jumantik saat pemantauan. Aspek output belum seluruhnya mencapai target nasional. Penghitungan ABJ berdasarkan rumah yang disurvei saja mengindikasikan belum seluruh rumah bebas jentik. Untuk mengefektifkan pencegahan DBD perlu meningkatkan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan sistem aplikasi SILIRA agar dapat digunakan disemua perangkat.
Evaluasi Rasio Rujukan Non-Spesialistik di Puskesmas Nusa Penida II Kabupaten Klungkung Kencana, Kadek Nanik; Kurniati, Ni Made; Putri, Kadek Fina Aryani
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3533

Abstract

Salah satu permasalahan utama pelayanan Kesehatan FKTP adalah tingginya angka rasio rujukan non spesialistik (RRNS). Kasus yang seharusnya bisa ditangani di FKTP sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia dirujuk ke FKRTL. Slah satu Puskesmas di Kabupaten Klungkung yang memiliki capai RRNS tinggi adalah Puskesmas Nusa Penida II. Pada Bulan September 2023, capaian RRNS-nya adalah sebesar 2,56%, melebihi target nasional yaitu ≤ 2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS) di Puskesmas Nusa Penida II. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data diambil dengan metode wawancara mandalam. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Thematic Analysis untuk menginterpretasikan hasil penelitian dan menarik kesimpulan. Pendekatan ini melibatkan proses identifikasi, analisis, dan pelaporan pola atau tema dalam data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya angka RRNS di Puskesmas Nusa Penida II disebabkan kurang tegasnya dokter untuk menolak memberikan rujukan non-spesialistik pada pasien di puskesmas dan ketidakpatuhan masyarakat dalam mengikuti alur RRNS. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah faktor penyebab tingginya RRNS di puskesmas adalah kurang tegasnya dokter untuk menolak meberikan RNS pada pasien dan perilaku masyarakat yang tidak patuh mengikuti alur RRNS menyebabkan tingginya angka RRNS di Puskesmas Nusa Penida II tahun 2022.
Analisis Implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Tabanan Tahun 2022 Dewi, I Gusti Ayu Ari Surya; Martini, Ni Ketut; Kurniati, Ni Made
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3536

Abstract

Permasalahan program PKRS di Indonesia diantaranya belum adanya unit kerja, tenaga pelaksana, anggaran khusus serta sarana prasarana belum lengkap dan kurangnya evaluasi berkala. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Data di validasi menggunakan triangulasi data. Berdasarkan indikator input kualifikasi pendidikan dari lulusan kesehatan, kepengurusan yaitu Direktur, manajer operasional, ketua. Ditetapkan melalui SK Direktur mengacu pada PMK 44 Tahun 2018. Kinerja dinilai oleh bagian SDM, dana dari rumah sakit, material yang diperlukan: proyektor, LCD, laptop, banner, poster, internet, WIFI. Indikator proses diantaranya metode berdasarkan prosedur dan sesuai SOP, Metode penggorganisasian mengacu pada PMK No. 44 Tahun 2018, Prosedur pengorganisasian sesuai SOP. Metode pelaksanaan: ceramah, penyuluhan, pembagian media. Prosedur pelaksanaan sudah ada, Metode pengawasan oleh tim PKRS, Prosedur pengawasan belum ada. Inikator output diukur melalui implementasi secara alangsung. Pelaksanaan cakupan sesuai SOP. Syarat penentuan sasaran yaitu mampu mengimplementasikan informasi yang diberikan. Pelaksanaan indikator input keseluruhan sudah baik namun penilaian dan evaluasi belum optimal. Pelaksanaan indikator proses sudah baik namun belum ada SOP pengawasan serta output sudah berjalan dengan baik namun hanya berdasarkan observasi secara langsung tanpa monitoring secara tertulis.
Implementasi Pengawasan Obat oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Provinsi Bali Setianingsih, Dewa Ayu Putu Denta; Kurniati, Ni Made; Putri, Kadek Fina Aryani
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3569

Abstract

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Bali merupakan unit pelaksana teknis Badan POM yang mempunyai tugas melaksanakan kebijakan teknis operasional dibidang pengawasan obat dan makanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi pengawasan obat oleh BBPOM di Provinsi Bali. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 6 orang. Variabel pada penelitian ini adalah perencaanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi dokumen. Hasil penelitian ini bahwa pengawasan obat yang dilakukan oleh BBPOM di Provinsi Bali dari segi perencaanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan sudah berjalan dengan baik. Serta ada kolaborasi dengan Dinas Kesehatan berupa bantuan DAK Non Fisik dan pelaksanaan bimbingan teknis. Terdapat kendala dalam pengawasan obat seperti temuan pelanggaran yang berulang di sarana yang sama.