Roma Yuliana
Departemen Biostatistika, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Spatial Autocorrelation Between Poverty Factors and Exclusive Breastfeeding Intake with Stunting in West Java Province at 2018 - 2020 Devi, Yuli Puspita; Nida, Sofwatun; Yuliana, Roma; Notarianti, Rizna
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.7044

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in toddlers that leads to reduced productivity and susceptibility to degenerative diseases. The prevalence of stunting in West Java Province was the highest on the island of Java in 2018-2020. The objective of this study was to analyze the distribution map and spatial autocorrelation for stunting prevalence in West Java Province, with considering the spatial effects. The present study employed an ecological design with a spatial approach. The research data was obtained from Open Data Jabar, which is freely accessible via the website. The analysis was conducted using GeoDa software. The results indicate an increase in the areas demonstrating spatial effects between stunting and breastfeeding each year (2018–2020). Concurrently, the spatial implications of poverty on stunting necessitate further examination in the western region of West Java Province, particularly in Sumedang, Tasikmalaya, and Indramayu.
Analisis Autokorelasi Spasial Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Padang Tahun 2020 Yuliana, Roma; Rahmaniati, Martya; Apriantini, Inna; Triarjunet, Robet
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.484

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang menular dengan cepat, khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Salah satu kota yang merasakan dampak dari kasus DBD adalah Kota Padang. Pada tahun 2020, terdapat 292 kasus dan menjadikan Kota Padang sebagai penyumbang kasus terbanyak di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek spasial global dan lokal kasus DBD yang dihubungkan dengan jumlah penduduk, kepadatan penduduk, suhu udara, curah hujan dan kecepatan angin tahun 2020 di Kota Padang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Metode Moran’s Index dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan uji statistik pada program GeoDa. Hasil analisis menemukan adanya autokolerasi spasial positif antara jumlah penduduk, suhu, dan kecepatan angin dengan kasus DBD (pola mengelompok). Terdapat 8 kelurahan yang menjadi area hotspot (High-High) dalam hubungan jumlah penduduk dan suhu dengan kasus DBD yaitu Kelurahan Kuranji, Korong Gadang, Pasar Ambacang, Lubuk Lintah, Anduring dan Gunung sarik, Kurao Pagang dan Lubuk Minturun. Kemudian adanya  autokorelasi spasial negatif antara kepadatan penduduk dengan kasus DBD (pola menyebar) dan tidak adanya autokorelasi spasial antara curah hujan dengan kasus DBD. Dinas Kesehatan Kota Padang diharapkan dapat bekerjasama dengan pihak kecamatan, kelurahan dan BMKG Kota Padang dalam program pencegahan dan penanggulangan penyakit DBD.
Unwanted Pregnancy and Maternal Mental Health Based on the WHO SRQ-20: A Meta-Analysis Saefurrohim, Muhamad Zakki; Azmiardi, Akhmad; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita; Al-Ayubi, Moch Thoriq Assegaf; Basrowi, Ray Wagiu; Yuliana, Roma
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.03.04

Abstract

Background: The WHO (2019) reported that approximately 10% of pregnant women and 13% of postpartum women globally experience maternal mental health disorders. Several studies have identified unintended pregnancy as a contributing factor to these disorders. This systematic review and meta-analysis aimed to analyze and estimate the association between unintended pregnancy and maternal mental health disorders (MHD), using studies that applied the WHO Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20).Subjects and Method: A systematic review and meta-analysis followed PRISMA guidelines and was registered in PROSPERO (CRD42025634410). Article searches were conducted up to January 15, 2025, in PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and Scopus using the keywords: “SRQ” AND (“mental health” OR “psychological well-being” OR “mental disorder”) AND (“unwanted pregnancy” OR “unintended pregnancy” OR “unplanned pregnancy”) AND (“mother” OR “maternal”). Inclusion criteria focused on observational studies using the WHO SRQ-20 to assess maternal mental health among women with unintended and intended pregnancies. Meta-analysis was performed using R Studio, with effect sizes reported as risk ratios (RR) or adjusted odds ratios (aOR) and 95% confidence intervals. Heterogeneity was assessed using the I² statistic, and funnel plots were generated to examine publication bias.Results: A total of 12 studies from Ethiopia, Indonesia, India, Vietnam, Brazil, and Malawi, comprising 85,862 participants, were included in this meta-analysis. A total of 12 studies with a total of 85,862 participants were analyzed in this meta-analysis. The results showed that unintended pregnancy significantly increased the risk of maternal MHD. This finding was consistent in both cohort and cross-sectional studies, with effect sizes of (RR = 1.49; CI95%= 1.03 to 2.15; p= 0.030) and (aOR= 1.83; CI95%= 1.35 to 2.47; p < 0.001), respectively.Conclusion: These findings highlight the strong association between unintended pregnancy and MHD. Limitations include high heterogeneity among studies, potential publication bias, and the predominance of observational designs, which preclude causal inferences. Despite these limitations, the results underscore the need for interventions that prioritize the overall health of pregnant women.
Upaya Optimalisasi Program Nasional Penanganan Stunting di RSUD Kabupaten Bekasi Subardi, Arda Yunita; Rizana, Ana; Komarudin, Heru; Yuliana, Roma
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Program Prioritas Nasional Penurunan Stunting menjadi salah satu indikator mutu rumah sakit yang harus dilaksanakan sesuai standar (Kemenkes, 2022). Rumah sakit harus turut serta melaksanakan program penurunan prevalensi stunting dan wasting. Dalam mendukung Program Prioritas Nasional ini, rumah sakit melakukan intervensi dan pengelolaan gizi serta penguatan jejaring rujukan kepada rumah sakit kelas di bawahnya dan FKTP di wilayahnya serta rujukan masalah gizi. Rumah sakit harus mempunyai program penurunan prevalensi stunting dan wasting antara lain peningkatan pemahaman dan kesadaran seluruh staf, pasien dan keluarga tentang masalah stunting dan wasting, intervensi spesifik dan penerapan rumah sakit sayang ibu dan bayi (Keputusan Menteri Kesehatan RI, 2022). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan perubahan mekanisme kerja dengan Inovasi Cantingmas untuk meningkatkan penanganan Stunting dan Risiko Stunting di RSUD Kabupaten Bekasi. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode case report yang mencakup kegiatan identifikasi masalah, analisa masalah, Plan of Action (POA), implementasi dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dilaksanakan di RSUD Kabupaten Bekasi. Hasil evaluasi Program Inovasi didapatkan data antara lain terbentuknya Tim Stunting baik internal maupun eksternal (94%), komunikasi dan koordinasi tim yang baik (88%), perencanaan program penanganan stunting lebih terpadu, terdapat (94%), alur kerja yang lebih jelas (94%), proses rujukan internal menjadi lebih jelas/ terstruktur masing-masing sebesar 94%, pencatatan, pelaporan menjadi lebih baik dan terintegrasi sebesar 88%, adanya panduan penanganan stunting sebesar 76%, dan pelaksanaan asuhan pasien stunting sebesar 76%. Inovasi CANTINGMAS sebagai upaya peningkatan mutu penanganan Stunting di RSUD Kabupaten Bekasi telah berhasil dengan kategori nilai baik di atas 80%. Terdapat dua aspek dimana kedua aspek tersebut masing-masing memiliki nilai 76% sehingga perlu mendapatkan perhatian dan upaya perbaikan strategis dalam rangka meningkatkan mutu penanganan stunting/ risiko stunting di RSUD, yaitu tersedianya panduan penanganan stunting untuk PPA dan terlaksananya asuhan keperawatan pasien stunting sesuai dengan standar.
Longitudinal Study of Student Self-Regulation and Mental Health in Merdeka Digital Learning Widyaningtyas, Prasita Ayu; Wirawati, Denik; Apriyanto, Sigit; Yuliana, Roma; Anum, Adelina
Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of digital learning within the Merdeka Curriculum has introduced new challenges concerning students’ digital wellbeing, self-regulation, and mental health. This study aimed to examine the longitudinal relationship among these variables among Year 10 students at SMA Negeri 9 Bandar Lampung over one semester. Employing a quantitative approach with repeated-measures design, data were collected at the beginning, middle, and end of the semester through structured questionnaires. The findings revealed a significant improvement in students’ digital wellbeing and self-regulation, accompanied by a gradual reduction in academic stress. Further analysis indicated that self-regulation acted as a mediating factor between digital wellbeing and mental health. These results support Zimmerman’s self-regulated learning theory and highlight the need to integrate digital literacy and self-regulation training within the implementation of the Merdeka Curriculum. Practically, the study provides insights for developing balanced learning strategies that promote both effective technology use and students’ psychological wellbeing in the digital era.
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL, MASALAH KESEHATAN MENTAL, DAN IKLAN TEMBAKAU TERHADAP KECEMASAN REMAJA Saputra, Maman; Wibowo, Heribertus Rinto; Sancoko, Cahyo Harry; Goodwin, Nicholas; Basrowi, Ray Wagiu; Yuliana, Roma
Jurnal Riset Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v14i2.14063

Abstract

This study examined the relationship between digital media consumption, peer influence, tobacco advertising exposure, and anxiety levels among adolescents in Jakarta, Indonesia. Using a mixed methods approach, data were collected from 1,278 junior and senior high school students through multi-stage cluster sampling surveys and focus group discussions. Quantitative results showed that 72.8% of respondents experienced anxiety, social media usage (p = 0.000), social media use at late night (OR = 2.153; 95% CI: 1.643–2.822; p = 0.000), and peer influence (OR = 2.434; 95% CI: 1.772–3.342; p = 0.000) were significantly associated with anxiety. Peer influence was identified as the strongest predictor of anxiety, nearly doubling the likelihood of experiencing anxiety. Exposure to tobacco advertising on social media showed no statistically significant association with anxiety (p = 0.162). Qualitative findings highlighted the role of peer relationships in providing emotional support and influencing smoking behaviors as coping mechanisms for anxiety. These findings emphasize the need to address social dynamics and digital media habits in adolescent mental health interventions. Policymakers and educators should prioritize strategies promoting moderated social media use and supportive peer environments to mitigate anxiety in youth within Indonesia’s evolving digital landscape.