Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN TES DIAGNOSTIK THREE TIER DIAGNOSTIC TEST YANG DIBARENGI DENGAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING TERHADAP FREKUENSI MISKONSEPSI PESERTA DIDIK SMA PADA TOPIK FLUIDA STATIS Damopolii, Relita; Arbie, Asri; Odja, Abdul Haris; Mursalin, Mursalin; Paramata, Dewi Diana; Setiawan, Dewa Gede Eka
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1456

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa terdapat pengaruh secara signifikan pada tes three tier diagnostic test yang dibarengi dengan model pembelajaran inquiry based learning dalam pembelajaran dibutuhkan untuk mengetahui besar atau kecilnya tingkat pemahaman peserta didik pada topik Fluida Statis dan meminimalisirkan miskonsepsi pada peserta didik disekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI di SMA Negeri 1 Bonepantai tahun ajaran 2023/2024, yang berjumlah 2 kelas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 kelas, yaitu kelas XI Fisika 1, sebagai kelas eksperimen dan kelas XI Fisika 2, sebagai kelas replikasi, yang ditentukan secara acak dengan cara pengundian. Teknik pengumpulan data menggunakan tes three tier diagnostic test atau tes tiga tingkatan. Tahap analisis menerangkan 1) Kevalidan, diamati dari perangkat pembelajaran yang disusun dan divalidasikan oleh validator ahli melalui lembar validasi mendapat skor 3,52 dalam kategori “Valid”; 2) Kepraktisan, dilihat dari keterlaksanaan pembelajaran yang diperoleh dari pengamatan keterlaksanaan pembelajaran didapati skor dengan persentase pada kelas eksperimen yaitu 90% sedangkan kelas replikasi adalah 89,25% artinya, kedua kelas yang digunakan memiliki persentase tinggi dan masuk pada kategori “sangat baik”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelayakan dan kualitas perangkat pembelajaran Model inquiry based learning (IBL) memenuhi aspek “valid dan praktis’ dan dapat digunakan untuk pembelajaran dikelas.    
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP LITERASI SAINS SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA Paulutu, Merlinda Afriyani; Arbie, Asri; Odja, Abdul Haris; Yunginger, Raghel; Abdjul, Tirtawaty; Supartin, Supartin
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap literasi sains siswa pada pembelajaran fisika. Penelitian ini merupakan metode eksperimen, dengan desain penelitian yang digunakan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas XII IPA di SMA N 1 Tapa tahun ajaran 2023/2024, yang berjumlah 3 kelas dengan sampel penelitian kelas XII IPA 1 dan XII IPA 3. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik tes, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial, yang mencakup uji normalitas, uji hipotesis, dan analisis n-gain. Hasil pengujian hipotesis seluruh kelas sampel rata-rata lebih besar dari skor KKM, yang ditunjukan dengan nilai rata-rata 61,50 kelas eksperimen dan 58,96 kelas replikasi, dibandingkan dengan skor KKM 51. Berdasarkan hasil analisis the course avearge normalized gain, diperoleh kelas eksperimen sebesar 0,66 dan kelas replikasi 0,65, yang berarti seluruh kelas sampel termasuk kategori sedang. Hal ini menunjukkan model pembelajaran problem based learning berpengaruh signifikan terhadap literasi sains siswa SMA pada pembelajaran fisika.
ANALISIS KISI-KISI INSTRUMEN TES TERHADAP HASIL BELAJAR UNTUK MENDETEKSI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI KINEMATIKA DI SMA/MA Faradilla, Faradilla; Jahja, Mohamad; Buhungo, Trisnawaty Junus; Soeharto, Soeharto; Arbie, Asri; Odja, Abdul Haris
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi siswa pada materi kinematika yang berdasarkan instrument yang dikembangkan, dari berbagai latar belakang seperti antar kelas dan sosial ekonomi (penghasilan orang tua). Jenis penelitian ini yaitu deskriptif - kuantitatif dengan menggunakan Rasch model dalam menganalisis data. Instrument penelitian menggunakan soal pilihan ganda tiga tingkat. Sebaran siswa dengan nilai terendah disebabkan oleh faktor seperti antar kelas dan sosial ekonomi (penghasilan orang tua). DIF berdasrkan antar kelas dan sosial ekonomi item dapat ditentukan berdasarkan nilai probabilitas item yang berada dibawah 5% (<0,5).
KARAKTERISTIK FISIKA MIKROPLASTIK PADA AIR DAN IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) DI DANAU LIMBOTO Ismail, Sri Yanti N.; Jahja, Mohamad; Ramadani, A Indra Wulan Sari; Supu, Idawati; Arbie, Asri; Kurniasari, Septiana; Gafur, Nurfitri Abdul
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1473

Abstract

Mikroplastik merupakan salah satu jenis pencemaran yang berbahaya baik di darat maupun ekosistem perairan. Dengan menurunnya kualitas perairan merupakan salah satu permasalahan yang berada pada lingkungan danau Limboto yang disebabkan oleh pencemaran dan pendangkalan kondisi danau Limboto saat ini sangat memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikroplastik yang terkandung pada air dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus)  pada perairan Danau Limboto.  Penelitian ini menggunakan alat mikroskop USB Traveler untuk mengidentifikasi bentuk dan warna mikroplastik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Mikroplastik yang ditemukan pada air dan ikan mujair yaitu fiber, pellet dan fragmen. Warna mikroplastik pada ikan mujair dan air danau Limboto berwarna hitam, biru, kuning, hijau, merah cokelat dan putih.
ANALISIS PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH BATANG PADI MENJADI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN SISTEM TERMOELEKTRIK GENERATOR Isa, Putri Cahyani; Arbie, Asri; Setiawan, Dewa Gede Eka; Demulawa, Meilan; Kurniasari, Septiana; Yunus, Muhammad
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1477

Abstract

Penelitian ini menggunakan biomassa batang padi untuk membuat sumber energi panas yang akan diubah menjadi sumber energi listrik dengan menggunakan termoelektrik generator dengan melakukan pembakaran langsung. Limbah batang padi belum dimanfaatkan dengan baik sehingga selesai masa panen limbah batang padi ini dibuang begitu saja bahkan dibakar sehingga menyebabkan polusi udara. Pengambilan data suhu pada penelitian ini menggunakan termometer digital yang diukur setiap 3 menit saat pembakaran berlangsung, pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui perbedaan suhu heatsink dan TEG agar tetap konstan. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan pengukuran yang diukur melalui penyimpanan superkapasitor dan tanpa penyimpanan superkapasitor pada rangkaian seri dan paralel. Semakin banyak jumlah TEG yang digunakan, maka nilai yang dihasilkan semakin bagus. Pengaruh daya listrik yang dihasilkan tanpa penyimpanan superkapasitor pada saat pembakaran limbah batang padi dipengaruhi oleh arus dan tegangan selama pembakaran. Nilai daya paralel lebih besar dibandingkan nilai daya seri.
PENGARUH PENGGUNAAN KIT HIDROSTATIKA DAN PANAS TERHADAP FREKUENSI MISKONSEPSI SISWA KELAS XI SMA PADA MATERI TERMODINAMIKA Ma'ruf, Regina Usman; Arbie, Asri; Odja, Abdul Haris; Mursalin, Mursalin; Uloli, Ritin; Umar, Masri Kudrat
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan KIT Hidrostatika dan Panas terhadap frekuensi miskonsepsi peserta didik kelas XI pada materi termodinamika di SMA Negeri 2 Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI Fisika 1 SMA Negeri 2 Gorontalo. Instrumen penelitian menggunakan soal pilihan ganda tiga tingkat (three tier test). Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes diagnostik jenis Three-Tier Multiple Choice. Teknik analisis data dilakukan dengan uji hipotesis, analisis n-gain, dan uji reliabilitas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa frekuensi miskonsepsi peserta didik menjadi 1,97 untuk kelas XI Fisika 1, dari semula yaitu sebesar 6,33, setelah penerapan penggunaan KIT Hidrostatika dan Panas pada materi Termodinamika. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang menunjukan adanya pengaruh secara signifikan terhadap frekuensi miskonsepsi peserta didik pada kelas XI Fisika 1 setelah pembelajaran dengan penggunaan KIT Hidrostatika dan Panas yang dibarengi dengan model pembelajaran inquiry based learning dengan sebelum pembelajaran tanpa penggunaan KIT Hidrostatika dan Panas materi termodinamika.
KONFIGURASI TERMOELEKTRIK GENERATOR SEBAGAI PENGUBAH ENERGI PANAS LIMBAH TONGKOL JAGUNG MENJADI ENERGI LISTRIK Goma, Metalika; Arbie, Asri; Demulawa, Meilan; Setiawan, Dewa Gede Eka; Yunus, Muhammad; Ramadani, A. Indra Wulan Sari
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancangan konfigurasi generator termoelektrik untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan sisi panas sumber panas kompor biomassa dan sisi dingin konduktor heatsink. Penelitian ini menggunakan termoelektrik tipe TEG SP1848-27145 dengan menggunakan besi sebagai penerima panas dan heatsink sebagai media pendingin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan konfigurasi seri dan paralel. Jumlah TEG yang digunakan sebanyak 48 TEG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konfigurasi seri menggunakan superkapasitor arus listrik maksimum sebesar 0,053 mA, tegangan maksimum sebesar 1,29 mV, untuk konfigurasi seri tanpa superkapasitor arus listrik maksimum sebesar 1,9 mA dan tegangan maksimum sebesar 1,09 mV. Nilai daya listrik yang diperoleh dari konfigurasi seri menggunakan superkapasitor dan tanpa superkapasitor adalah 0,06519 mW dan 1,71 mW. Sedangkan untuk hasil konfigurasi paralel menggunakan superkapasitor diperoleh arus maksimum sebesar 6,5 mA, tegangan maksimum sebesar 0,6 mV, sedangkan hasil konfigurasi paralel tanpa superkapasitor diperoleh arus listrik maksimum sebesar 1,5 mA dan tegangan maksimum sebesar 0,9 mV. Nilai daya listrik pada konfigurasi paralel menggunakan superkapasitor dan tanpa kapasitor diperoleh masing-masing sebesar 2.915 mW dan 1,2 mW.
The Influence of the Problem Based Learning (PBL) Model Assisted by PhET Simulation on Students' Learning Outcomes in Parabolic Motion Material Molamahu, Dian; Buhungo, Trisnawaty Junus; Payu , Citron S.; Arbie, Asri
Kasuari: Physics Education Journal (KPEJ) Vol. 8 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Papua, Jurusan Pendidikan Fisika FKIP Unipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37891/kpej.v8i1.821

Abstract

This study is motivated by the low learning outcomes of students on the topic of parabolic motion, which requires conceptual understanding and problem-solving skills. Conventional teaching models are often ineffective in helping students understand complex physics concepts. Therefore, this study examines the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by PhET Simulation on students' learning outcomes in parabolic motion. This research uses a quasi-experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. The sampling technique is total sampling, with a sample consisting of 93 students from class XI Physics Specialization at SMA Negeri 1 Suwawa, academic year 2024/2025, with class XI A as the experimental class, XI C as replication 1, and XI B as replication 2. Data were collected through pretests and posttests using 10 essay questions that have been validated by experts and tested for validity and reliability. The results show that the average posttest score of the experimental class is 84.3, while the posttest scores for replication 1 and 2 are 82.9 each. T-test analysis confirms that students’ learning outcomes in the experimental class using the PBL model assisted by PhET Simulation are significantly higher than KKM of 70. The effect of this model is also evident from the course average normalized gain, which falls into the high category, namely 0.78 for the experimental class, 0.73 for replication 1, and 0.75 for replication 2. Furthermore, analysis of single student normalized gain and n-gain per cognitive aspect shows improvement in learning outcomes in the moderate to high category across all classes.
: The Effect of the Use of Motion Demonstrations on the Frequency of Misconceptions of High School Students on the Topic of Motion Kinematics Katili, Novriyanti I.; Arbie, Asri; Supartin
Karst: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya Vol 8 No 1 (2025): Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/qpep0912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan peragaan gerak terhadap frekuensi miskonsepsi siswa pada topik kinematika gerak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI-Fisika di SMA Negeri 1 Telaga Biru pada tahun ajaran 2024/2025. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas yang dipilih secara acak, yaitu kelas XI Fisika 6 sebagai kelas eksperimen, serta kelas XI-Fisika 1 dan XI-Fisika 2 sebagai kelas replikasi. Analisis data meliputi statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, serta statistik inferensial, termasuk uji hipotesis dan analisis n-gain. Hasil analisis data menunjukkan penurunan frekuensi miskonsepsi yang signifikan setelah penerapan peragaan gerak. Rata-rata frekuensi miskonsepsi siswa menurun dari 9,57 menjadi 2,8 di kelas eksperimen, dari 8,17 menjadi 2,3 di kelas replikasi 1, dan dari 5,87 menjadi 1,1 di kelas replikasi 2. Uji hipotesis mengkonfirmasi adanya perbedaan signifikan dalam frekuensi miskonsepsi antara Pretest dan Posttest di ketiga kelas. Analisis n-gain menunjukkan peningkatan pemahaman konsep yang tinggi, dengan nilai 0,71 di kelas eksperimen, 0,75 di kelas replikasi 1, dan 0,72 di kelas replikasi 2.
RANCANGAN PENGHASIL ENERGI LISTRIK DARI PANAS ATAP SENG BERWARNA MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK GENERATOR Madjid, Nursia; Arbie, Asri; Kurniasari, Septiana
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7318

Abstract

Tingginya angka pertambahan penduduk di Indonesia menyebabkan kebutuhan terhadap konsumsi energi listrik akan terus meningkat. Selain itu, ada beberapa faktor yang juga mempengaruhi tingginya kebutuhan akan energi listrik yaitu faktor ekonomi serta perkembangan industri. Peningkatan konsumsi energi listrik akan menyebabkan krisis energi fosil. Untuk mencegah akan terjadinya krisis energi fosil maka diperlukan suatu inovasi baru yaitu dengan memanfaatkan sumber energi yang ada, salah satunya dengan memanfaatkan panas dari atap seng berwarna. Seng banyak digunakan oleh masyarakat karena kemampuannya dalam menyerap dan memantulkan panas. Untuk memanfaatkan potensi energi panas dari atap seng berwarna maka diperlukan alat pengembangan energi alternatif pembangkit listrik yaitu dengan menggunakan Termoelektrik Generator (TEG). TEG merupakan alat yang bekerja untuk mengkonversi energi panas menjadi energi listrik. Konfigurasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu konfigurasi seri dan paralel dengan jumlah TEG yang digunakan sebanyak 48 keping baik saat menggunakan superkapasitor maupun tanpa menggunakan superkapasitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar nilai arus listrik, tegangan listrik, dan daya listrik bergantung pada konfigurasi, warna atap seng serta penggunaan superkapasitor. Atap seng berwarna hitam dengan konfigurasi paralel menggunakan superkapasitor menghasilkan nilai output terbesar yaitu 0,35 A untuk arus listrik, tegangan listrik sebesar 0,221 V, dan daya listrik sebesar 0,0663 W.