Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASUPAN GIZI SEIMBANG DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 36 - 60 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MRANGGEN III KABUPATEN DEMAK Laksananno, Gayuh Siska; Rosyada, Ela Amrina; Lestari, Tri Wiji
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i1.12967

Abstract

Latar Belakang : Stunting saat ini menjadi permasalahan global yang harus segera diatasi. Tingginya angka Stunting pada anak akan berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental anak. Berdasarkan SSGI tahun 2022 kasus stunting di Indonesia menunjukkan angka 21,6 %. Presentase kasus stunting di Jawa Tengah sebesar 20,8%, sedangkan stunting di Kabupaten Demak mencapai angka 16,2%. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang asupan gizi seimbang dengan kejadian Stunting anak usia 36-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mranggen III Demak. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk mendapatkan data. Sampel pada penelitian ini melibatkan 55 ibu yang memiliki anak stunting usia 36-60 bulan dengan teknik sampel yaitu teknik sampling jenuh. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan ibu tentang asupan gizi seimbang. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak stunting berusia 36 – 47 bulan berjumlah 44 anak (80%) dan lebih banyak berjenis kelamin laki-laki berjumlah 30 anak (54.5%), serta mayoritas ibu yang memiliki tingkat pengetahuan kurang berjumlah 27 orang (49.1%). Simpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang asupan gizi seimbang dengan kejadian stunting anak usia 36-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mranggen III Demak dengan P-Value = 0.001 (<0.05) Kata Kunci: Pengetahuan gizi ibu, Stunting
SELF-CARE BEHAVIOR OF OUTPATIENTS IN CONTROLLING HYPERTENSION IN TEGAL CITY Prihandana, Sadar; Laksananno, Gayuh Siska; Mulyadi, Agus
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 2 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v2i3.5870

Abstract

Prevalensi penyakit hipertensi semakin meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan dari tahun 2013 sebesar 25,8% mejadi 34,1% pada tahun 2018. Pasien hipertensi, harus memiliki kemampuan dalam merawat dirinya secara mandiri, berupa meminum obat yang diresepkan, melakukan kontrol tekanan darah secara berkala, memodifikasi diet, menurunkan berat badan, serta meningkatkan aktivitas. Perilaku yang baik menjadi hal utama dalam keberhasilan perawatan mandiri  pasien hipertensi. Perilaku yang rendah, erat kaitannya dengan peningkatan kekambuhan pasien, pasien akan menjalani rawat inap, penurunan kemampuan fungsional, penurunan kualitas hidup, dan kematian yang lebih awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perilaku pasien terhadap perawatan mandirinya. Desain penelitian ini deskriptif eksploratif yang dilakukan terhadap 250 responden yang terdaftar sebagai pasien rawat jalan di 8 Puskesmas di Kota Tegal. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2019. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisoner perilaku yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Hasil penelitian mendapatkan responden melakukan kontrol rutin ke puskesmas sebesar 66,3%; mengikuti kegiatan posbindu PTM Hipertensi sebesar 18%; dapat mengenal gejala dan penyebab kenaikan tekanan darah sebesar 21%; patuh minum obat sebesar 7,2%; aktivitas intensitas sedang (59,2%); rutin berolahraga sebesar 53,2%; IMT tingkat obesitas dan lebih sebesar 66,4%; melaksanakan diet yang dianjurkan dengan baik sebesar 41,2%; dan mengelola stress sebagian besar dengan cara beribadah (59,6%). Saran, perlu dilakukan peningkatan perilaku perawatan mandiri pasien terutama perihal pentingnya meminum obat, memodifikasi diet sesuai anjuran dan meningkatkan partisipasi keaktifan pasien dalam Posbindu PTM Hipertensi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN WARGA DALAM PEMBUATAN JAMU UNTUK PENCEGAHAN COVID 19 DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Gayuh Siska Laksananno; Sadar Prihandana
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11007

Abstract

Kasus positif Covid-19 menyebar di Indonesia pertama kali pada 2 Maret2020, ketika seorang instruktur dansa dan ibunya terkonfirmasi tertular dariseorang warga negara Jepang. Pada 9 April, pandemi sudah menyebar ke34 provinsi. Upaya pencegahan dan penanggulangan untuk melawanCovid-19 telah banyak dilakukan. Vaksin untuk mencegah infeksi Covid-19sedang dalam tahap pengembangan/uji coba, sehingga berbagai ikhtiartetap harus dijalankan, disertai dengan berdoa dan bertawakal. Sementaraobat dan vaksin belum ditemukan, maka upaya atau tindakan tepat yangdapat dilakukan adalah dengan memperhatikan beberapa upayapencegahan penyebaran dari Covid 19 ini. Pemerintah telahmensosialisasikan protokol pencegahan penyebaran Covid 19 ini secaramasif dengan memanfaatkan semua media dan sukarelawan sertamenggerakkan perangkat birokrasi dari tingkat pusat hingga daerah.Substansi dari beberapa pencegahan intinya adalah agar daya tahantubuh tetap kuat melawan serangan virus. Banyak hal yang dapat dilakukanuntuk menjaga kekebalan tubuh. Mulai dari menjalani pola hidup sehat,mengonsumsi vitamin dan lainnya. Di Indonesia sendiri, sebagian orangmasih percaya dengan beberapa ramuan tradisional atau lebih dikenaldengan jamu. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan prakteklangsung pembuatan jamu. Evaluasi diukur dari peningkatan pegetahuandan ketrampilan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan pengabdianmasyarakat. Hasil yang dicapai setelah dilakukan kegiatan pengabdianmasyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari pesertadan dapat mempraktekan cara pembuatan jamu
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Agus Mulyadi; Gayuh Siska Laksananno; Sadar Prihandana; Nurcholis Nurcholis
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11009

Abstract

Penyalahgunaan obat terlarang merupakan masalah yang kompleks yangterjadi pada semua kalangan termasuk remaja/pelajar, yangdisebabkandan dicetuskan oelh banyak hal. Data BNN menunjukkanbanyaknya penyalahgunaan narkoba pada generasi milenial atau generasimuda yang angkanya terus meningkat. Kota Tegal merupakan salah satuwilayah di Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk dengan rentangusia remaja yang cukup besar, yang sangat potensial untuk dapat dijadikansebagai tempat peredaran narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN)menyatakan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di masyarakatmenunjukkan peningkatan dengan meluasnya korban akibat narkoba.Tingginya paparan narkotika pada remaja perlu mendapatkan perhatianadalah bahwa target utama pasar narkotika ini adalah para remaja.Kalangan remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai penggunajangka panjang, karena mereka memiliki waktu yang cukup panjang dalammengkonsumsi narkoba. Dampak penggunaan narkoba ternyata dapatmenimbulkan masalah lain yang tidak kalah mengerikan, sehinggapenanganan penyalahgunaan narkoba perlu mendapatkan pehatian yangserius. Penanganan yang bersifat promotif dan preventif perlu dikedepankansebelum dilakukan tindakan represif. Melibatkan secara aktif remaja dalamupaya penanganan yang bersifat promotif dan preventif merupakan salahsatu solusi untuk mengurangi penyebaran Narkoba di kalangan remaja.Tujuan dari dilaksanakannya pengabdian masyarakat di Kelurahan DebongKulon ini adalah untuk meningkatkan peran dan partisipasi mitra (remaja)dalam kegiatan P4GN, meningkatkan pengetahuan remaja terkait kegiatanP4GN dan meningkatkan motivasi remaja dalam kegiatan P4GN. Sedangkanmanfaat yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah mitra (remaja) dapatberpartisipasi aktif dalam kegiatan P4GN dan dapat termotivasi untuk teribatdalam kegiatan P4GN. Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdianmasyarakat di Kelurahan Debong Kulon Kota Tegal, dilakukan melaluibeberapa pendekatan, antara lain dengan Model Participatory RuralAppraisal (PRA), Model Community development, Persuasif dan Edukatif.Hasil yag dicapai dari pengabdian masyarakat ini adalah tersedianya bokletatau modul tentang P4GN yang dibuat oleh mitra sebagai media edukasiyang interaktif sehingga terjadi peningkatan pengetahuan dan motivasi darimitra untuk membentuk konsep diri yang positif
PELATIHAN PERAWATAN KAKI DAN SENAM KAKI DM PADA KADER KESEHATAN DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Gayuh Siska Laksananno; Trimar Handayani; Sadar Prihandana
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 1 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i1.12043

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu bentuk gangguan metabolisme dengan penderita yang mengalami kadar gula darah yang tinggi karena tubuh mereka tidak merespon atau memproduksi insulin yang tidak memadai sehingga hormon insulin tersebut tidak bisa membantu bekerja menstabilkan kadar gula darah (glukosa). Penyakit Diabetes melitus ini termasuk suatu penyakit tidak menular dan menahun seumur hidup sehingga membutuhkan perawatan yang konsisten dan berkelanjutan untuk mencegah lebih awal terjadinya komplikasi, salah satunya neuropati. Neuropati ini termasuk ke dalam komplikasi mikroangiopati.  Penatalaksanaan diabetes yang baik dalam jangka waktu panjang dapat membantu mencegah dan menghambat progresifitas penyulit mikroangiopati sehingga dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas DM.Tujuan dari dilaksanakannya pengabdian masyarakat di Kelurahan Bandung ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang neuropati dan cara mendeteksinya, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang cara perawatan kaki dan senam kaki untuk mencegah terjadinya injury ataupun luka diabetik. Sedangkan manfaat yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah pengetahuan, pemahaman dan kemampuan masyarakat tentang cara perawatan kaki dan senam kaki untuk mencegah terjadinya injury akan meningkat. Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Bandung Kota Tegal, dilakukan melalui beberapa pendekatan, antara lain dengan metode ceramah yang Persuasif dan Edukatif serta pelatihan Hasil yag dicapai dari pengabdian masyarakat ini adalah tersedianya boklet atau modul tentang DM, komplikasi DM, neuropati, perawatan kaki dan senam kaki. Selain itu tersedia juga video yang dibuat oleh kader sebagai bukti bahwa hasil pelatihan telah diaplikasikan, seksligud menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dari kader. Kata Kunci: diabetes melitus; neuropati: perawatan kaki; senam kaki
PENINGKATAN KEWASPADAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA ANGIN PUTING BELIUNG MELALUI PENGUATAN LITERASI MITIGASI DI KECAMATAN MARGADANA KOTA TEGAL Nur Cholis; Agus Mulyadi; Sadar Prihandana; Gayuh Siska Laksanano
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 2 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i2.14318

Abstract

Puting beliung adalah sebuah fenomena angin berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 km/jam yang berlangsung sekitar 5-10 menit yang diakibatkan adanya perbedaan tekanan yang besar dalam area dengan skala kecil yang terjadi di sekitar awan cumulonimbus. Cuaca ekstrem adalah kondisi cuaca dimana pengamatan unsur-unsur cuaca yang teramati melebihi ambang batas yang telah ditetapkan dan pada umumnya dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi. Potensi ancaman/bahaya yang begitu banyak, khususnya di Indonesia merupakan tantangan baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan manajemen bencana yang baik. Peran aktif pemerintah dalam manajemen bencana ditunjukkan dengan membentuk BNPB dan BPBD hingga tingkat kota/kabupaten. Selain peran aktif pemerintah, hal yang sangat penting adalah kerjasama masyarakat di kawasan rawan bencana.
EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT KULIT PASCA BANJIR PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate; Ahmad Baequny; Gayuh Siska Laksananno; Mardiyono; Didi Hermawan
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 2 No. 2 (2025): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v2i2.14388

Abstract

Bencana banjir yang sering terjadi dapat memunculkan berbagai ancaman penyakit salah satunya penyakit kulit. Hal ini harus diwaspadai karena dapat mengancam status kesehatan masyarakat. Genangan air yang terjadi pada banjir dapat mengandung berbagai macam bakteri serta mikroorganisme yang bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit baik anak-anak maupun dewasa. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya promotif untuk meningkatkan kualitas hidup dari masyarakat yang terdampak tersebut. Peningkatan kualitas hidup ini diharapkan dapat mencegah penyakit kulit yang sering kali terjadi pada masyarakat yang daerahnya sering terjadi banjir. Selain itu, edukasi pencegahan penyakit kulit ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya dalam hal pencegahan, penanganan, dan pengobatan terhadap penyakit kulit, sehingga masyarakat melakukan tindakan yang akan diajarkan pada pelaksanaan kegiatan tersebut. dalam upaya mencegah penyakit kulit. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melakukan pendataan masyarakat yang sering terdampak banjir melalui berkoordinasi dengan Kelurahan Debong Kulon. Kemudian dilakukan edukasi dan pelatihan (ceramah, tanya jawab, simulasi) tentang pencegahan penyakit kulit pasca banjir. Sasaran kegiatan adalah masyarakat terpapar banjir yang terdata di Kelurahan Debong Kulon. Adapun target capaian akhir dan luaran pengabmas ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit kulit khususnya masyarakat yang sering terpapar banjir
Effect of WhatsApp-based education on the knowledge and attitudes of integrated health service post cadres toward anemia prevention in children under five Gayuh Siska Laksananno; Trimar Handayani; Sadar Prihandana
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 4 (2026): July Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i4.3869

Abstract

Background: Anemia in children under five remains a major public health problem in Indonesia because it can affect growth, cognitive development, and immune function. Integrated health service post cadres play an important role in community-based anemia prevention programs. However, limited knowledge and attitudes among cadres may reduce the effectiveness of health promotion activities. Digital health education through WhatsApp has become a practical and accessible educational medium for improving cadre capacity. Purpose: To assess changes in integrated health service post cadres’ knowledge and attitudes regarding anemia prevention in children under five after receiving WhatsApp-based education. Method: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The study was conducted from April to June 2026 involving 40 Integrated health service post cadres from eight public health centers in Tegal City. Data were collected using knowledge and attitude questionnaires before and after the educational intervention delivered through WhatsApp. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: Before the intervention, most respondents had poor knowledge (47.5%) and moderate attitudes (40%) regarding anemia prevention in children under five. After the intervention, the proportion of respondents with good knowledge increased to 65%, while positive attitudes increased to 55%. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant improvement in knowledge (Z = -5.214; p < 0.001) and attitudes (Z = -4.112; p < 0.001) after the WhatsApp-based education intervention. Conclusion: WhatsApp-based education was effective in improving the knowledge and attitudes of Integrated health service post cadres regarding anemia prevention among children under five in Tegal City. WhatsApp can be used as an alternative digital health education medium because it is flexible, accessible, and supports continuous learning among community health cadres.
STATUS KESEHATAN PASIEN HIPERTENSI PASCAPANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS BANDUNG KOTA TEGAL Sadar Prihandana; Gayuh Siska Laksananno; Trimar Handayani; Anisa Catur Wijayanti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i2.471

Abstract

Pandemi Covid-19 telah dinyatakan berakhir dan memberi dampak terhadap perubahan aktivitas, stress emosional, dan kenaikan berat badan pasien hipertensi. Hal tersebut berpengaruh terhadap status kesehatan dan kesejahteraan pasien hipertensi. Tujuan penelitian adalah melihat bagaimana status tekanan darah, cakupan vaksinasi Covid-19, indeks massa tubuh, tingkat kecemasan, serta tingkat aktivitas pasien hipertensi pascapandemi Covid-19. Penelitian termasuk deskriptif eksploratif dilakukan terhadap 115 responden di Puskesmas Bandung Kota Tegal. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Juni 2022. Instrumen yang digunakan adalah tensimeter dan timbangan digital, pengukur tinggi badan, kuisioner data demograsi dan riwayat kesehatan, kuisioner STAI form-Y, dan kuisioner IPAQ-SF. Hasil penelitian mendapatkan tekanan darah responden berada di hipertensi tingkat 2 (87,0%), cakupan vaksinasi 2 dan boster sebesar 54,8%, IMT paling banyak tingkat obese (50,4%), tingkat kecemasan paling banyak tingkat sedang (66,1%), dan tingkat aktivitas paling banyak tingkat aktivitas tinggi (41,7%). Saran, perlu dilakukan peningkatan edukasi kepada pasien hipertensi terutama dalam mengontrol tekanan darah dan modifikasi diet serta meningkatkan partisipasi keaktifan pasien dalam kegiatan Posbindu PTM Hipertensi.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT ICU DENGAN KOPING KELUARGA PASIEN DI ICU Sadar Prihandana; Trimar Handayani; Gayuh Siska Laksananno
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i2.702

Abstract

Ruang ICU merupakan ruangan khusus perawatan pasien kritis. Ruang ICU memberlakukan aturan yang khusus seperti pembatasan jam kunjung, serta keluarga pasien berada di luar ruangan. Kondisi tersebut memberikan dampak kepada respon keluarga dalam menghadapi situasi di ICU menjadi lebih berat. Perawat memainkan peran penting dalam membantu keluarga dengan menerapkan perilaku caring. Perilaku caring perawat menjadi aspek yang penting untuk meningkatkan koping yang adaptif di ruang ICU. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana hubungan antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien di ICU. Penelitian merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik korelasi, pendekatan cross sectional, dilakukan terhadap 62 responden keluarga pasien ICU di RS Kardinah Kota Tegal. Perilaku caring perawat diukur dengan instrument Caring Behavior Intervention 24 (CBI-24), koping keluarga diukur dengan instrument Brief Cope. Hasil penelitian mendapatkan perilaku caring perawat kategori baik sebesar 80,64%, dan koping keluarga adaptif sebesar 83,87%. Analisis hubungan dengan uji Spearman rank sebesar p value = 0,000, dengan koefisien korelasi r = 0,62. Maka ada hubungan antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien. Perilaku caring bermakna dalam membentuk koping keluarga pasien yang adaptif, sehingga perawat dapat melakukan intervensi yang optimal kepada pasien dan terapi yang diberikan ke pasien dapat dilakukan dengan baik.