Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Using Problem-Based Learning to Promote Students’ Critical Thinking and Mathematical Problem-Solving Skills Zetriuslita, Zetriuslita; Suripah, Suripah; Ariawan, Rezi; Hidayat, Riyan
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Using Problem-Based Learning Models to Promote the Development of Students’Critical Thinking and Mathmatical Problem-Solving Skills and Their Level of Mathematical Curiosity. Objectives: This study aims to determine the ability to think critically and solve mathematical problems in terms of the level of mathematical curiosity of students by using the Problem-Based Learning model. Methods: The method of research is quasi-experimental with the mixed method with a sequential explanatory strategy. Findings: The results obtained sig =  0.002 < α, Ho rejected for mathematical critical thinking and sig =  0.049 < α, Ho rejected for problem solving abilities of students, and based sig > α, Ho received.  Conclusion: There were differences in the mathematical critical thinking and problem solving abilities of students who received learning through the Problem-Based Learning model and conventional learning, but there is no difference based on the level of mathematical curiosity. Information was obtained from interviews, students prefer conventional learning, because complex analytical material requires more explanation and there are problems with lectures which are held during the day. Keywords: problem-based learning, critical thinking, mathematical problem solving, mathematical curiosity, mixed method, sequential explanatory strategy.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v13.i2.202311
Profil Kemampuan Pemahaman Relasional Ditinjau Dari Self-Efficacy Siswa Ariawan, Rezi; Tamalla, Sai'da; Kafrina, Kafrina; Nurdin, Erdawati; Fitraini, Depi
Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v7i2.25418

Abstract

Kemampuan pemahaman relasional memegang peranan penting dalam konsep matematika yang mengharuskan siswa mempunyai pemikiran kritis dan teliti. Sejalan dengan hal itu, pemahaman relasional didukung oleh seberapa besar efikasi diri (self-efficacy) yang dimiliki siswa. Oleh karena itu, maka dilakukan pandangan, gambaran dan ikhtisar yang memberikan fakta bagaimana pemahaman relasional dan efikasi diri saling berhubungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes (uji tes) dan non-tes (kuisioner dan wawancara).  Penentuan sampel menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sumpling, sehingga didapatkan kelas VIII.2 sebagai sampel. Teknik analisis data kualitatif menggunakan 4 cara yakni (1) pengolahan data terkait pengelompokkan kategori kemampuan pemahaman relasional siswa dan self-efficacy, (2) reduksi data terkait rangkuman data yang sudah diolah, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil analisa data penelitian menemukan bahwa siswa yang memiliki kemampuan pemahaman relasional yang tinggi, ia juga memiliki self-efficacy yang tinggi pula. Begitupun sebaliknya, siswa yang memiliki kemampuan pemahaman relasional yang rendah, maka ia juga memiliki self-efficacy yang rendah pula. Sehingga,  berdasarkan pada analisa diatas,  menunjukan bahwa terdapat hubungan yang kuat antar kemampuan pemahaman relasional dengan self-efficacy siswa.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Higher order Thinking Skills ditinjau dari Self Efficacy Sarah, Yuli Dwi; Ariawan, Rezi; Nufus, Hayatun
Suska Journal of mathematics Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sjme.v9i1.18838

Abstract

Kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika dapat dilihat dari kesalahan yang dilakukan siswa dalam penyelesaian soal. Salah satu cara yang dapat dlakukan untuk mengetahui apa saja kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika, yaitu dengan melakukan analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan jenis kesalahan siswa menurut teori Newman’s Error dalam menyelesaikan soal higher order thinking skills yang pada materi barisan dan deret aritmatika ditinjau dari self efficacy. Untuk menganalisis kesalahan tersebut peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang peserta didik kelas XI SMA N 2 Dumai yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Intrumen pengumpulan data terdiri dari  lembar soal HOTS, lembar angket self efficacy, dan lembar wawancara yang terlebih dahulu di validasi oleh Ahli dan telah memenuhi kriteria valid. Soal HOTS dan angket self efficacy kemudian di ujicobakan kepada 20 orang siswa. Data yang diperoleh di analisis menggunakan menggunakan teknik analisis menurut Miles dan Huberman yang meliputi yaitu: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa: siswa dengan kategori self efficacy (kemampuan diri) tinggi secara umum mengalami kesalahan transformasi dan kesalahan proses penyelesaian. Siswa dengan kategori self efficacy (kemampuan diri) sedang secara umum melakukan kesalahan memahami, kesalahaan proses penyelesaian dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Dan siswa dengan kategori self efficacy (kemampuan diri) rendah secara umum melakukan kesalahan memahami, kesalahaan proses penyelesaian dan kesalahan penulisan jawaban akhir
Implementasi Model Problem Based Learning dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dalam Bahan Ajar Kalkulus Ariawan, Rezi; Zetriuslita, Zetriuslita
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.2073

Abstract

Saat ini keberadaan bahan ajar yang dapat membuat perserta didik belajar aktif, belajar mandiri, mendorong rasa keingintahuan, serta dapat meningkatkan kemampuan matematisnya sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar berbasis model Problem Based Learning yang berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini dilakukan di Program Studi pendidikan matematika FKIP Universitas Islam Riau, Agustus-Desember 2022, dengan sampel penelitian sebanyak 43 orang mahasiswa semester 3. Penelitian pengembangan merupakan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan desain 4D (define, design, development dan desimination). Intrumen penelitian terdiri dari lembar validasi dan praktikalitas bahan ajar. Validasi bahan ajar dilakukan oleh 3 orang validator dengan menggunakan lembar validasi. Praktikalitas bahan ajar diperoleh dari hasil penilaian mahasiswa pada lembar praktikalitas setelah belajar dengan menggunakan bahan ajar. Teknik analisis data terdiri dari deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil studi pendahuluan diperoleh informasi bahwa 73,33% responden menyatakan bahwa referensi kalkulus (buku) yang sudah ada, sulit kami pahami. Hasil penelitian di peroleh bahan ajar dengan kriteria validitas sangat valid (0,87). Aspek kesesuaian dengan langkah PBL dan kemampuan pemecahan masalah matematis mendapatkan skor terbesar yaitu (1,00 atau sangat valid), sedangkan bahasa mendapatkan skor terendah yaitu (0,53 atau validitas sedang). Selanjutnya diperoleh praktikalitas bahan ajar dengan kriteria sangat praktis (90,39%). Hal ini didukung oleh masukan dan komentar mahasiswa setelah belajar menggunakan bahan ajar yaitu langkah pembelajaran pada bahan ajar ini, membantu kami untuk belajar mandiri dan Contoh soal dan latihan yang disajikan, membantu meransang proses berpikir kami.
Exploration of Field Independent Students’ Mathematical Problem-Solving Ability in Ordinary Differential Equations Learning Ariawan, Rezi; Suhandri, Suhandri; Norazman, Norazman
Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 8, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v8i4.38732

Abstract

This study aims to analyze and describe students' mathematical problem-solving abilities in an ordinary differential equations course, using cognitive styles as a framework. This study is qualitative and uses a case study approach. The subjects were students of the Mathematics Education study program at the Faculty of Teacher Training and Education, Riau Islamic University. The selection of research subjects for in-depth interviews was conducted using purposive sampling. The instruments used were mathematical problem-solving ability tests, GEFT tests, and interview sheets that had met the eligibility criteria. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that field independent subjects had a strong foundation in solving ordinary differential equations problems, especially in the initial analysis and application of procedures. However, weaknesses remained in evaluating data adequacy and in strategic reflection. Hence, the subjects were not fully able to adjust the length and depth of the solution to the demands of the problem.
Development of Critical Thinking Instruments and Student Curiosity in Number Theory Course Zetriuslita; Rezi Ariawan; Damar Rais; Riyan Hidayat
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 16 No. 2 (2025): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v16i2.14734

Abstract

This study aims to develop and test the validity and reliability of instruments that can measure critical thinking and curiosity of students in Number Theory course. This research is Research and Development (R&D) with ADDIE model, which consists of 5 stages, namely: analysis, design, development, implementation and evaluation. Data was collected from students who had taken the Number Theory course 40 students and 5 lecturers as expert validators. The instruments developed are in the form of tests and questionnaires consisting of several main indicators for each construct measured. Data collection instruments in the form of critical thinking test validation sheet and curiosity attitude with Likert scale. Data analysis techniques using inferential statistical analysis, namely by testing validity and reliability using the Q-Cochran statistical test . From the results of validation from experts about the validity of the construct and content obtained. The results showed that for construct validity obtained Asymp. Sig = 0.144 greater than α = 0.05, thus H0 is accepted and H1 is rejected and for content validity obtained Asymp. Sig = 0.287 is greater than α = 0.05, thus H0 is accepted and H1 is rejected, it is concluded that the students' mathematical critical thinking instrument is valid. The results of the validity and reliability test to students were obtained. For five test, all of them valid because rxy ≥  rkritis = 0.203. For the reliability of the question, it was obtained R11 = 0.807 and rkritis = 0.203, meaning R11 ≥ rkritis, the conclusion is that the question is reliable and has a very high reliability. For the curiosity questionnaire, the validity of the items by looking at the Corrected Item-Total Correlation. If there is an item whose value is below 0.2, it is said that the item is invalid. Of the 40 items, it can be said that all are valid because the Corrected Item-Total Correlation value is above 0.2 and for reliability, Cronbach's Alpha is obtained at 0.91 ≥ 0.05, which shows that the questionnaire instrument is reliable and has a very high category. The results showed that the critical thinking instrument and curiosity questionnaire are valid and reliable. This instrument can provide information about improving critical thinking skills and curiosity attitudes of students in Number Theory courses and the results can provide a basis for further research on the relationship between critical thinking, curiosity, and learning outcomes in mathematics or other disciplines. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas dan reliabilitas instrumen yang dapat mengukur kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu mahasiswa pada mata kuliah Teori Bilangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari 5 tahap, yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan dari mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah Teori Bilangan sebanyak 40 mahasiswa dan 5 orang dosen sebagai validator ahli . Instrumen yang dikembangkan berupa tes dan angket yang terdiri dari beberapa indikator utama untuk setiap konstruk yang diukur. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi tes kemampuan berpikir kritis dan angket sikap rasa ingin tahu dengan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik inferensial, yaitu dengan melakukan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan uji statistik Q-Cochran Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk validitas konstruk diperoleh nilai Asymp. Sig = 0,144 lebih besar dari α = 0,05, dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak dan untuk validitas isi diperoleh nilai Asymp. Sig = 0,287 lebih besar dari α = 0,05, dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak, maka disimpulkan bahwa instrumen berpikir kritis matematis siswa valid. Untuk reliabilitas soal diperoleh R11 = 0,807 dan rkritis = 0,203, berarti R11 ≥ rkritis, kesimpulannya soal tersebut reliabel dan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi. Untuk kuesioner rasa ingin tahu, validitas item dengan melihat Corrected Item-Total Correlation. Jika ada item yang nilainya di bawah 0,2 maka dikatakan item tersebut tidak valid. Dari 40 item, dapat dikatakan semua valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation di atas 0,2 dan untuk reliabilitas diperoleh Cronbach's Alpha sebesar 0,91 ≥ 0,05 yang menandakan bahwa instrumen kuesioner tersebut reliabel dan memiliki kategori sangat tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen berpikir kritis dan kuesioner curiosity  adalah valid dan reliabel dan dapat digunakan dalam mata kuliah teori bilangan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara berpikir kritis, curiosity, dan hasil belajar matematika atau disiplin ilmu lainnya.
Pengembangan Modul Ajar dengan Model Problem Based Learning Berorientasi Kemampuan Pemecahan Masalah Ariawan, Rezi; -, Reza Utami; Herlina, Sari; Istikomah, Endang
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.3930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dari pengembangan modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning (PBL) berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi pokok integral kelas XI SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang dimodifikasi karena penelitian dilakukan pada masa Covid-19 yang terdiri dari tahap (Analysis, Design, dan Development). Objek penelitian ini adalah modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi pokok integal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik nontes dengan meminta validasi dari 2 dosen Pendidikan MatematikaFKIP UIR dan 1 guru Matematika SMA N 14 Pekanbaru. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Berdasarkan uji validitas, modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning berorientasi kemampuan pemecahan masalah dinyatakan valid dengan validitas indeks Aiken sebesar 0,68 (validitas sedang). Dari hasil tersebut, mengidentifikasikan bahwa modul yang dikembangkan valid. Kata kunci: Modul, Model Problem Based Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah