Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Desain Pembelajaran Problem Terbuka dan Aktivitas Belajar Terhadap Kemampuan Membaca Cerita Fantasi Siswa Kelas VII MTsN 3 Mojokerto Anis Chusniyah Allim; Nur Fajar Arief; Abdul Rani
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Hasil belajar Bahasa Indonesia  belum menunjukkan adanya peningkatan atau belum memenuhi KKM Bahasa Indonesia  75 yang telah ditetapkan, sehingga hal ini menjadikan suatu dorongan bagi para guru untuk lebih giat lagi mengembangkan metode dan teknik pembelajaran Bahasa Indonesia  yang sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini. Upaya yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran ini guna mengangkat peringkat kemampuan membaca siswa, guru perlu mengembangkan desain pembelajaran yang dapat mendorong aktivitas belajar siswa karena dengan mendorong aktivitas belajar maka siswa akan giat belajar untuk meraih apa yang telah dicita-citakan dan juga dapat meraih prestasi belajar/kemampuan membaca yang gemilang di masa depan. Solusi  yang terbaik untuk meningkatkan kemampuan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah dengan cara menerapkan desain pembelajaran yang efektif, yang mengandung arti menghendaki adanya  pembelajaran yang mengajak siswanya untuk mencapai kemampuan yang diharapkan dengan menggunakan desain pembelajaran yang menarik. Peserta didik menjadi pusat pembelajaran, kreativitas siswa berkembang dengan baik, nilai peserta didik meningkat dan menyediakan pengalaman yang beragam, dalam hal ini desain pembelajaran problem terbuka.Melalui desain problem   terbuka, guru dapat mendorong keterlibatan siswa secara langsung  yang merupakan langkah pertama dalam kegiatan belajar di kelas. Dengan demikian kualitas pelaksanaan pembelajaranan akan lebih meningkat, Selanjutnya desain pembelajaran ini dapat menggali ide-ide baru, kreatif, pengetahuan tinggi, sharing, dan sosialisasi. serta siswa diajak untuk mengembangkan improvisasi, dengan pendekatan yang bervariasi sehingga mendapat jawaban dari siswa yang beragam. sehingga melalui penerapan desain problem terbuka akan meningkatkan aktivitas belajar yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa.Kata kunci : Desain Pembelajaran Problem Terbuka, Aktivitas Belajar dan Kemampuan Membaca Cerita Fantasi
PENGARUH TEKNIK CATATAN TERSTRUKTUR TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SRENGAT TAHUN AJARAN 2019/2020 Didin Milam Jamsari; Hasan Busri; Nur Fajar Arief
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Catatan terstruktur adalah suatu teknik yang digunakan dalam pembelajaran yakni memandu siswa membuat catatan atau bagan yang lebih efektif. Teknik ini menggunakan penyusunan bagan, alat untuk menyampaikan ide dan informasi. Penyusunan bagan memberikan siswa landasan visual untuk mencatat mengenai hal apa saja yang penting menurut mereka dan memberi struktur pada catatan siswa. Hal tersebut menjadi manfaat untuk acuan mengembangkan suatu paragraf. Catatan terstruktur merupakan teknik yang bagus digunakan dalam pembelajaran terutama pada keterampilan menulis. Penggunaan teknik atau strategi sangatlah penting dalam pembelajaran termasuk efektifnya menggunakan teknik catatan terstruktur atau pun teknik yang lain. Dengan banyaknya inovasi guru pada saat pembelajaran perlu adanya praktik dalam menyelenggarakan teknik maupun strategi belajar dalam pembelajaran di kelas.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental design karena populasi yang diteliti memiliki kemampuan yang berbeda, tetapi rentangnya masih sama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Srengat.Hasil analisis data pretest dan posttest kelas eksperimen dan kontrol menggunakan SPSS 16.0 dapat dilihat hasil perhitungan thitung (th) sebesar –4,058 dengan df 54. Berdasarkan taraf signifikasi 5% dan df 54 diperoleh ttabel (ttb) sebesar 2,000. Berdasarkan perhitungan tersebut thitung (th) < ttabel (ttb) atau -4,058 < 2,000. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis nihil (H0)  yang menyatakan teknik  catatan  terstruktur tidak berpengaruh terhadap  keterampilan  menulis  teks  berita pada  siswa  kelas  VIII SMP Negeri 3 Srengat ditolak. Sementara itu, hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan teknik  catatan  terstruktur  berpengaruh terhadap  keterampilan  menulis  teks  berita  pada  siswa  kelas  VIII SMP Negeri 3 Srengat diterima.Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah seluruh siswa  kelas  VIII  SMP  Negeri  3  Srengat  Blitar tahun  ajaran 2019/2020. Jumlah  siswa  kelas VIII 227 siswa.  Sedangkan  sampel  dalam  penelitian  ini  diambil  dengan  teknik Probability Sampling menggunakan Random  Sampling. Pada penelitian  ini  kelas  VIII E digunakan sebagai  kelas  eksperimen, sedangkan kelas  VIII  B  digunakan sebagai  kelas  kontrol. Adapun kelas uji coba adalah kelas VIII A.Teknik  analisis  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah menggunakan uji-t  untuk melihat  perbedaan  mean  dari  kedua  kelompok. Sebelum  melakukan  uji-t,  dilakukan  uji  normalitas  dan  uji  homogenitas. Kata kunci: Pengaruh,  Teknik  catatan  terstruktur,  Keterampilan  menulis,  Teks  berita
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS STRATEGI BELAJAR AFEKTIF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS FABEL SISWA KELAS VIII SMP PGRI 01 WAGIR MALANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Istika Novitasari; Hasan Busri; Nur Fajar Arief
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Seorang guru di tuntut memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan di dalam kelas. Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas dapat membantu memudahkan peserta didik dalam menerima dan memahami sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati bersama untuk dapat melaksanakan tugasnya.               Beragam teks yang di disajikan pada pernbelajaran kelas VIII SMP/MTS diharapkan rnampu menggugah siswa untuk berfikir kritis dan kreatif, akan tetapi teks bacaan yang disediakan pada bahan ajar Kemendikbud maupun buku pendamping lain masih bersifat universal untuk semua jenjang sekolah rnenengah pertama. Bacaan yang disediakan yang disediakan pada buku teks siswa belum mencerminkan, rnasih sulit ditangkap maknanya oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang sekiranya memiliki kesamaan dengan permasalahan yang disesuaikan dengan konteks keseharian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif tentang bagaimana pengaruh penggunaan bahan ajar menulis teks fabel berbasis strategi belajar afektif untuk siswa kelas VIII SMP.               Strategi afektif adalah tindakan yang mengacu pada perasaan, sikap motivasi, dan nilai. Strategi-strategi afektif meliputi tiga rangkain strategi, yaitu: mengendalikan emosi, mengurangi ketegangan, dan mendorong diri.Penelitian ini dilaksanakan pada seluruh siswa kelas VIIIC berjumlah 31 siswa SMP PGRI 01 Wagir Malang. Hasil data dalam penelitian ini adalah hasil pretes dan postes. Hasil data penelitian sebelum menggunakan bahan ajar berbasis strategi belajar afektif, nilai peserta didik di bawah rata-rata yaitu 62,58 termasuk dalam kategori yang kurang. Sedangkan dari hasil postes setelah diterapkan strategi belajar afektif nilai peserta didik dapat dilihat dari rata-rata 83,55 termasuk dalam kategori yang baik. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum menggunakan strategi belajar afektif (pretes) dan sesudah menggunakan strategi belajar afektif (postes). Karena harga t-statistik=8.381> t-tabel 2,042, maka terdapat perbedaan yang signifikan anatara pretes dan postes.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi belajar afektif dalam pembelajaran menulis teks fabel pada peserta didik kelas VIIIC SMP PGRI 1 Wagir Malang Tahun ajaran 2018/2019 dapat dikatakan efektif.Kata kunci: Strategi belajar, afektif, Menulis, teks fabel.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK TEKS EKSPOSISI DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN KREATIF PRODUKTIF UNTUK SISWA KELAS X SMK BIDANG KEAHLIAN PERHOTELAN Emy Zuroidah; Nur Fajar Arief; Mochtar Data
NOSI Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1) mendefinisikan kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan pada bahan ajar teks eksposisi yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, (2) merancang bahan ajar teks eksposisi sesuai kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, (3) menghasilkan bahan ajar teks eksposisi sesuai kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, dan (4) mengetahui efektivitas bahan ajar elektronik teks eksposisi kelas X SMK bidang keahlian perhotelan.            Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4-Model. Model ini terdiri dari tiga tahap yaitu (1) pendefinisian, (2) perancangan, (3) pengembangan. Uji validasi dilakukan dengan meminta penilaian dari ahli materi bahasa Indonesia, ahli pengembangan bahan ajar, dan praktisi. Sementara itu, uji coba dilakukan pada 26 siswa kelas X SMK Sahid Surakarta bidang keahlian perhotelan            Hasil uji coba menunjukkan peningkatan hasil belajar pada empat kompetensi dasar yang diujicobakan. Selisih rata-rata nilai pretes dan postes pada kompetensi dasar 3.3 yaitu 7,962. Nilai rata-rata pretes dan postes pada kompetensi dasar 3.4 memiliki selisih 7,077. Pada kompetensi dasar 4.3, selisih rata-rata nilai pretes dan postes sebesar 5,615. Sementara itu, pada kompetensi 4.4 terjadi peningkatan antara rata-rata nilai pretes dengan rata-rata nilai postes sebesar 11,50 pada 22 siswa dan empat sisanya memiliki nilai yang sama antara pretes dan postes. Kesemua hasil di atas menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar elektronik teks ekposisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMK bidang keahlian perhotelan.            Berdasarkan hasil pengembangan peneliti mengajukan beberapa saran pemanfaatan. Pertama, guru harus mempertimbangkan ketersediaan perangkat penunjang seperti gawai dan sambungan internet untuk dapat menggunakan bahan ajar elektronik ini. Ketiadaan perangkat penunjang ini akan membuat pengalaman belajar menjadi berkurang. Kedua, strategi kreatif-produktif  sangat mungkin untuk diterapkan pada teks-teks lainnya terutama kompetensi dasar yang memiliki tujuan akhir agar siswa mampu menghasilkan produk. Kompetensi dasar yang sifatnya hanya memberikan pemahaman membutuhkan adaptasi tersendiri. Ketiga, bahan ajar ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan pada satu sekolah sehingga penerapan pada sekolah lain membutuhkan penyesuaian lebih lanjut. Kata kunci: bahan ajar, teks eksposisi, strategi kreatif-produktif, SMK, perhotelan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SISWA KELAS VII MTs HASYIM ASY’ARI BATU Andriadin Andriadin; Nur Fajar Arief; Hasan Busri
NOSI Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Banyak petuah mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia, buku adalah jalan pembuka untuk ilmu pengetahuan karena dengan buku kita mampu mengetahui hal yang belum kita ketahui menjadi kita ketahui. Buku merupakan sekumpulan kertas yang berisi informasi, sekumpulan informasi itu apabila memuat sesuatu ilmu tertentu dinamakan materi, tak terkecuali di dunia pendidikan. Buku merupakan komponen penting dalam proses belajar mengajar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan saintifik untuk siswa kelas VII. Produk yang akan dihasilkan dalam penelitian ini adalah materi bahan ajar berbentuk buku. Setelah adanya peengembangan bahan ajar, siswa diharaapkan mampu menduukung progrram pembelajaran pada teks deskripsi.Model pengembangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan model 4D. Model pengembangan 4-D terdiri dari empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan disseminate atau diadaptasikan menjadi model 4-P (model 4-P), yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan, yaitu pada pedoman wawancara, lembar validasi, dan angket respon siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskripsi kualitatif dan kuantitatif.Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa dengan menggunakan pendekatan saintifik bahan ajar teks deskripsi dapat menambah pemahaman, pengetahuan, dan wawasan yang lebih luas tentang materi teks deskripsi dengan aktivitas belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Dari hasil validasi ahli materi menunjukan nilai 85% hal ini berarti bahan ajar layak diimplementasikan dengan sedikit revisi. Angket yang digunakan dalam menilai kegrafikan bahan ajar 22 butir pernyataan yang harus diisi oleh ahli rancangan dan model pembelajaran setelaah membaca buku ajar yang  sudah diberikan oleh pengajar. Bahan ajar yang dikembangkan dapat disiimpulkan persentase 87% menunjukkan bahwa bahan ajar cukup valid dan perlu adanya revisi. Setelah bahan ajar ini dinyatakan valid oleh validasi ahli dan praktisi, selanjutnya buku ajar Mari Belajar Kreatif Dengan Teks Deskripsi diujicobakan kepada siswa dan divalidasi dengan menggunakan angket respon siswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks deskripsi. Dari hasil analisis angket respon siswa 87% siswa sangat setuju bahasa yang digunakan dalam buku mari belajar kreatif dengan teks deskripsi. Dalam penelitian ini dikembangkan bahan ajar teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan saintifik yang valid dan efektif. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan pengembangan 4-P, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Dari hasil analisis angket respon guru diperoleh nilai 85,1% hal ini menunjukan bahwa bahan ajar layak diimplementasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya teks deskripsi.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS XI SMA MATARAM TEMPURSARI KABUPATEN LUMAJANG Muri Hidayat; Luluk Sri Agus Prasetyoningsih; Nur Fajar Arief
NOSI Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, akan tetapi juga meliputi pengembangan aspek afektif dan aspek psikomotor. Salah satu tindakan untuk mengurangi rasa bosan dan menjadikan pembelajaran lebih efeektif adalah dengan berinovasi dalam mengembangkan media selain bahan ajar yaitu media pembelajaran yang lebih menarik. Media pembelajaran dikemas dalam video pembelajaran ini akan membantu dan mempermudah proses pembelajaran untuk siswa maupun guru mempelajari teks eksplanasi. Dengan menggunakan media video pembelajaran dalam bentuk audio visual seperti power point ditambah dengan adanya contoh video, pembelajaran akan lebih menyenangkan dan menarik sehingga siswa dapat meningkatkan pemehamannya dalam mempelajari teks eksplanasi. Tujuan dikembangkannya media video pembelajaran adalah untuk mendeskripsikan (1) Kebutuhan media video pembelajaran untuk materi teks eksplanasi yang sesuai untuk peserta didik kelas XI . (2) Hasil pengembangan media video pembelajaran teks eksplanasi yang sesuai untuk peserta didik kelas XI. dan (3) Kesesuaian/kepanatasan produk media video pembelajaran teks eksplanasi yang tepat untuk peserta didik kelas XI.Penelitian ini menggunakan model ADDIE, yakni model desain yang melibatkan tahapan dasar sistem pembelajaran dan sesuai digunakan untuk dasar pengembangan bahan ajar baik secara tradisional (tatap muka), maupun pembelajaran online. Proses uji coba produk ditujukan untuk peserta didik berjumlah 25 siswa dengan menyebar angket kebutuhan siswa dan guru, setelah mendapatkan data dari angket tersebut, langkah selanjutnya adalah memberikan media video pembelajaran yang sudah divalidasi oleh beberapa ahli baik ahli media maupun ahli materi dan kemudian mengambil hasil respon siswa maupun guru dari media video pembelajaran yang sudah diberikan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi dan wawancara. Kemudian dianalisi dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitaif.Berdasarkan pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa kelas XI SMA Mataram Tempursari sangat membutuhkan media video pembelajaran sebagai penunjang pembelajaran di samping buku atau bahan ajar dari gurunya.  Kata kunci: Media Pembelajaran, Video Pembelajaran, Teks Eksplanasi
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS MODEL PROBLEM BASED LEARNING SISWA KELAS XI SMA Retno Susanti; Sri Wahyuni; Nur Fajar Arief
NOSI Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelajaran bahasa Indonesia ialah pelajaran yang diajarkan disekolah. Guru berperan sangat penting terhadap proses belajar mengajar. Pada penyampaian materi pembelajaran guru mempunyai pengaruh besar pada hasil belajar peserta didik.Sebagaimana yang telah kita ketahui kebanyakan guru masih menggunakan metode ceramah pada pembelajaran, metode ini dirasa kurang interaktif sehingga belajar peserta didi sangat monoton. Dengan begiti para peserta didik cepat merasa bosan. Pada pelajaran bahasa Indonesia siswa ditekankan untuk bersikap kritis. Terdapat satu teks yang harus dipelajari siswa ialah teks eksplanasi kompleki. Teks ini menggambarkan suatu proses.Pada proses pengembangan media ajar kita segai pendidik bisa mengadaptasi bahan atau buku yang sudah ada dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Pendidik atau guru juga bisa menjadi penulis sendiri dalam mengembangkan bahan ajar. Dengan adanya media ajar siswa terbantu dalam proses belajar. Bahan ajar interaktif  merupakan suatu kondisi peserta didik untuk memenuhi pelajaran lebih giat dan lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas.  Seorang guru hanya menjadi fasilitator saja pada pembelajar dan yang diajar. Di dalam model materi disini menggunakan persoalan dari masalah. Model Persoalan belajar dari masalah ini membuat peserta didik berperan lebih aktif dan dapat memecahkan suaru permasalahan. Dengan diterapkannya model pembelajaran tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi kompleks pada siswa untuk lebih mudah dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi kompleks. Berdasarkan beberapa faktor dan alasan yang telah dikemukakan diatas, pengamat terdorong mengambil karangan yaitu “Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Menulis Teks Eksplanasi Kompleks dengan Model Problem Based Learning siswa Kelas XI SMA”.            Model pengembangani ini dikerjakan dengan metode 4-D (four D model) yang memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut: Pola penelitian yaitu: (1) difine (pendefinisian/kajian awal), (2) design (perancangan), (3) develop (pengembangan), dan (4) disseminate (penyebaran). Kerangka percobaan memakai 25 siswa, serta subjek uji coba produk memakai 20 siswa beserta pendidik Bahasa Indonesia terkait. Cara untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner berupa angket. Kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Berdasarkan hasil yang didapatkan pada validator dosen materi berupa skor 85,5% selanjutnya pada dosen media berupa skor 86% hal tersebut menunjukkan bahwa perangkat media yang dikerjakan pada menulis teks eksplanasi kompleks dengan model problem based learning siswa kelas XI dapat dikatakan bagus digunakan dengan sedikit revisi. Pada respon guru menunjukkan nilai 83,3%, sedangkan pada respon siswa menunjukkan nilai 75% siswa setuju apabila bahan ajar interaktif menjadi bahan yang mudah dimengerti dan boleh digunakan dalam proses pembelajaran menulis teks eksplanasi kompleks dengan model problem based learning. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif menulis teks eksplanasi kompleks yang sudah dikembangkan sudah valid tanpa revisi.Dari hasil para ahli, baik itu dari ahli isi, perancang, bahasa dan pelajar dapat disimpulkan menjadi media yang sudah dibuat peneliti dinyatakan layak untuk digunakan dan sudah memenuhi kriteria pada proses belajar siswa dalam pembelajaran.Kata kunci: Pengembangani, Bahan Ajar Interaktif, Teks eksplanasi Kompleks, Model Problem Based Learning.
PENGEMBANGAN MEDIA UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 WOHA BIMA NTB Tati Nurhidayati; Abdul Rani; Nur Fajar Arief
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang paling kompleks karena menulis merupakan keterampilan berbahasa yang masih dianggap sulit oleh siswa karena menulis memerlukan berbagai keterampilan. Keterampilan menulis bahkan kurang diminati di sekolah, sehingga guru tidak hanya berperan dalam mengembangkan kepribadian siswa dan meningkatkan keterampilan kognitif, tetapi juga mencakup pengembangan aspek afektif dan psikomotorik. Salah satu upaya untuk mengatasi kejenuhan dan kebosanan dalam proses belajar mengajar adalah dengan mengambil pendekatan teknologi agar sistem pembelajaran menarik perhatian siswa, khususnya harus didukung dengan adanya media pembelajaran.            Karena dengan adanya media pembelajaran, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik. Tujuan pengembangan media pembelajaran ini adalah untuk (1) mendeskripsikan kebutuhan media pembelajaran menulis puisi di kelas X SMA Negeri 1 Woha Bima, NTB. (2) Proses pembelajaran dengan mengunakan media pembelajaran pada kelas X SMA Negeri 1 Woha Bima NTB. Dan (3) ketepatan/kelayakan pengembangan produk dalam kaitannya dengan media dalam pembelajaran menulis puisi di Kelas X SMA Negeri 1 Woha Bima NTB.Pengembangan media pembelajaran menulis puisi berupa produk media pembelajaran yang mengunakan model 4-D (model empat-D), yang terdiri dari empat tahap pengembangan yaitu, define, design, develop dan diseminate. Uji coba produk dilakukan dengan 10 orang dan kelompok besar 30 siswa beserta guru bahasa Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan menyebarkan angket validasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Dalam hasil penelitian ini, Analisis Kebutuhan Guru memperoleh skor 83,33%, guru sangat setuju jika pengembangan media untuk pembelajaran menulis puisi pada siswa Kelas X, skor media pembelajaran 93,33% mendukung pembelajaran Make the teaching. dan proses pembelajaran pembelajaran menulis puisi lebih menyenangkan dan kreatif bagi siswa kelas X. Oleh karena itu, baik guru maupun siswa membutuhkan pengembangan media pembelajaran dalam buku puisi, karena hal ini memungkinkan untuk menumbuhkan dan mendorong minat siswa dalam proses belajar mengajar.Sedangkan pemerolehan nilai dari ahli materi sebesar 92,13%, untuk ahli media mendapatkan nilai 86,52%, sehingga produk yang dihasilkan pengembang berupa media pembelajaran menulis puisi valid dan untuk nilai. Siswa X layak dengan sedikit revisi. Selain itu, jawaban guru memberikan skor 86,66% dan jawaban siswa skor 80,00%, dengan pendapat siswa bahwa materi menulis puisi menggunakan media pembelajaran mudah dipahami dan dipahami. cocok untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran sudah absah.Kata kunci: Media Pembelajaran, Menulis, Teks Puisi
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI SISWA KELAS X SMK 09 MA’ARIF NU JEMBER Arif Ulul Albab; Nur Fajar Arief; Moh. Badrih
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengembangan media pendidikan interaktif setidaknya memberikan dua manfaat. Pertama, sebagai penggerak kelompok pendidikan untuk lebih menghargai dan menghasilkan sesuatu produk Pendidikan (media pembelajaran) dalam proses meningkatkan mutu pendidikan. Kedua, memberikan momen dimana siswa bisa memanfaatkan segala kemampuan yang ada yang dapat diperoleh dari segala sumber yang tidak ada batasannya. Berdasarkan pengamatan di sekolah, penggunaan media pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU memberikan dampak yang sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya respon baik siswa dalam proses pembelajaran ketika guru menyampaikan materi pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran interaktif.Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: (1) mengambarkan kebutuhan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X SMK, (2) untuk mengetahui ketepatan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X siswa SMK, dan (3) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X SMK.Model pengembangan yang digunakan merupakan model prosedural sehingga harus dilakukan secara berurutan. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian dan pengembangan ini berupa data kualitatif yang merupakan data verbal berupa tulisan, masukan, pendapat tertulis, dan juga hasil wawancara dan data kuantitatif berupa skor angka yang didapat dari kuesioner yang telah di isi oleh subjek tes. Subjek tes dalam penelitian dan pengembangan ini melibatkan ahli media, ahli materi dan ahli bahasa yang berkompetensi, guru sebagai ahli praktisi, dan siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU sebagai subjek tes yang menggunakan media pembelajaran.Pengembangan media pembelajaran interaktif teks biografi siswa kelas X SMK telah melalui beberapa tahapan uji kelaikan produk, mulai dari validasi oleh ahli media, ahli materi ,ahli Bahasa dan praktisi hingga keefektifan penerapan media pembelajaran. Berdasarkan proses yang telah dilakukan maka didapatkan hasil dari beberapa aspek(1) Aspek penyajian media, media ini disajikan dalam bentuk pembelajaran interaktif dengan memakai aplikasi makro media flash (2) pengujian media, pada proses pengujian media yang dipakai untuk memahami tingkat kebutuhan siswa dan guru diperoleh kisaran angka 89% dan untuk guru didapatkan kisaran angka 88% dan 96%. Berdasarkan jumlah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran sangat tinggi sehigga perlu adanya pembaharuan terhadap penggunaan media pembelajaran. (3) Revisi media, langkah-langkah merevisi media pembelajaran dilakukan melalui beberapa langkah diantaranya dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan ahli praktisi. Dari keempat ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran tersebut sangat layak dipergunakan. (4) Efektivitas media, tingkat efektivitas media didapatkan berasas kuesioner yang telah dijawab oleh siswa. Dari proses tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba menempati kisaran angka 88%. Berdasarkan jumlah tersebut, maka media tersebut sangat layak untuk dipergunakan.Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa tingkt kebutuhan media pembelajaran interaktif teks biografi siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember sangat signifikan dengan kisaran angka 89% untuk siswa dan untuk guru kisaran angka 88% dan 96%. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran interaktif dapat menjawab kebutuhan tersebut. Tingkat akurasi media yang didukung oleh validasi para ahli dengan persentase di atas 75% dimana media mendapat skor nilai sebesar 80% dari ahli media, skor nilai 84% juga didapatkan dari ahli materi , dan skor nilai 87% di dapat dari ahli bahasa.membuktikan bahwa media sangat layak untuk dipergunakan. Penjelasan ini juga didukung oleh penjelasan ahli praktisi yang memberikan skor nilai sebesar 95% yang membuktikan bahwa media pembelajaran interaktif teks biografi sangat layak untuk dipergunakan sehingga dapat dikatakan pengembangan media pembelajaran interaktif teks biografi sangat layak untuk digunakan. oleh siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember. Produk pengembangan media pembelajaran interaktif ini juga sangat tepat digunakan untuk pembelajaran teks biografi siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember. Hal ini disimpulkan dengan hasil penilaian siswa terhadap pengunaan media pembelajaran yang jumlah skor nilai 88% sehingga dapat disimpulkan media sangat layak untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, teks biografi.
TINDAK.TUTUR.ILOKUSI.DALAM.INTERAKSI.JUAL.BELI SAPI.DI MADURA Sahrul Muzekki; Nur Fajar Arief; Moh. Badrih
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tindak tutur sebagai dari pragmatik merupakan penuturan kalimat untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar agar apa yang menjadi maksud dari pembicara dipahami oleh pendengar yang bisa berbentuk kalimat perintah, pertanyaan, pernyataan dan sebagainya.Penelitian yang dilakukan penulis bertujuan (1) Mendeskripsikan bentuk dari tindak.tutur.ilokusi.yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, (2) Mendeskripsikan fungsi dari tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, dan (3) Mendeskripsikan.makna dari.tindak.tutur.ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura            Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah penjual dan pembeli sapi di Madura. Objek penelitian ini berupa tindak tutur yang digunakan penjual dan pembeli dalam interaksi jual beli sapi. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura terdiri dari tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, ilokusi komisif. tindak tutur, dan tindak tutur deklaratif. Pada tindak tutur ilokusi terdapat 168 tuturan, yaitu tindak tutur ilokusi asertif 98 tuturan, tindak tutur ilokusi direktif 32 tuturan, tindak tutur ekspresif 20 tuturan, tindak tutur komisif 18 tuturan, sedangkan bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif adalah tidak ditemukan dalam interaksi. jual beli sapi di Madura. (2) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan juga bahwa terdapat 3 jenis fungsi tindak tutur ilokusi antara lain (1) Competitive, (2) Convival), dan (3) Collaborative. Dan (3) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan juga disimpulkan didapati 9 makna dalam interaksi jual beli sapi di Madura yang dikelompokkan menjadi beberapa bagian diantaranya (1) menyatakan, (2) mengeluh, (3) memberitahu, (4) memerintahkan, (5) meminta, (6) menolak, (7) berterima kasih, (8) menyarankan, dan (9) meminta maaf.Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Interaksi Jual Beli Sapi, Madura