Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEKNIK CATATAN TERSTRUKTUR TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SRENGAT TAHUN AJARAN 2019/2020 Didin Milam Jamsari; Hasan Busri; Nur Fajar Arief
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Catatan terstruktur adalah suatu teknik yang digunakan dalam pembelajaran yakni memandu siswa membuat catatan atau bagan yang lebih efektif. Teknik ini menggunakan penyusunan bagan, alat untuk menyampaikan ide dan informasi. Penyusunan bagan memberikan siswa landasan visual untuk mencatat mengenai hal apa saja yang penting menurut mereka dan memberi struktur pada catatan siswa. Hal tersebut menjadi manfaat untuk acuan mengembangkan suatu paragraf. Catatan terstruktur merupakan teknik yang bagus digunakan dalam pembelajaran terutama pada keterampilan menulis. Penggunaan teknik atau strategi sangatlah penting dalam pembelajaran termasuk efektifnya menggunakan teknik catatan terstruktur atau pun teknik yang lain. Dengan banyaknya inovasi guru pada saat pembelajaran perlu adanya praktik dalam menyelenggarakan teknik maupun strategi belajar dalam pembelajaran di kelas.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental design karena populasi yang diteliti memiliki kemampuan yang berbeda, tetapi rentangnya masih sama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Srengat.Hasil analisis data pretest dan posttest kelas eksperimen dan kontrol menggunakan SPSS 16.0 dapat dilihat hasil perhitungan thitung (th) sebesar –4,058 dengan df 54. Berdasarkan taraf signifikasi 5% dan df 54 diperoleh ttabel (ttb) sebesar 2,000. Berdasarkan perhitungan tersebut thitung (th) < ttabel (ttb) atau -4,058 < 2,000. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis nihil (H0)  yang menyatakan teknik  catatan  terstruktur tidak berpengaruh terhadap  keterampilan  menulis  teks  berita pada  siswa  kelas  VIII SMP Negeri 3 Srengat ditolak. Sementara itu, hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan teknik  catatan  terstruktur  berpengaruh terhadap  keterampilan  menulis  teks  berita  pada  siswa  kelas  VIII SMP Negeri 3 Srengat diterima.Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah seluruh siswa  kelas  VIII  SMP  Negeri  3  Srengat  Blitar tahun  ajaran 2019/2020. Jumlah  siswa  kelas VIII 227 siswa.  Sedangkan  sampel  dalam  penelitian  ini  diambil  dengan  teknik Probability Sampling menggunakan Random  Sampling. Pada penelitian  ini  kelas  VIII E digunakan sebagai  kelas  eksperimen, sedangkan kelas  VIII  B  digunakan sebagai  kelas  kontrol. Adapun kelas uji coba adalah kelas VIII A.Teknik  analisis  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah menggunakan uji-t  untuk melihat  perbedaan  mean  dari  kedua  kelompok. Sebelum  melakukan  uji-t,  dilakukan  uji  normalitas  dan  uji  homogenitas. Kata kunci: Pengaruh,  Teknik  catatan  terstruktur,  Keterampilan  menulis,  Teks  berita
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS MODEL PROBLEM BASED LEARNING SISWA KELAS XI SMA Retno Susanti; Sri Wahyuni; Nur Fajar Arief
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelajaran bahasa Indonesia ialah pelajaran yang diajarkan disekolah. Guru berperan sangat penting terhadap proses belajar mengajar. Pada penyampaian materi pembelajaran guru mempunyai pengaruh besar pada hasil belajar peserta didik.Sebagaimana yang telah kita ketahui kebanyakan guru masih menggunakan metode ceramah pada pembelajaran, metode ini dirasa kurang interaktif sehingga belajar peserta didi sangat monoton. Dengan begiti para peserta didik cepat merasa bosan. Pada pelajaran bahasa Indonesia siswa ditekankan untuk bersikap kritis. Terdapat satu teks yang harus dipelajari siswa ialah teks eksplanasi kompleki. Teks ini menggambarkan suatu proses.Pada proses pengembangan media ajar kita segai pendidik bisa mengadaptasi bahan atau buku yang sudah ada dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Pendidik atau guru juga bisa menjadi penulis sendiri dalam mengembangkan bahan ajar. Dengan adanya media ajar siswa terbantu dalam proses belajar. Bahan ajar interaktif  merupakan suatu kondisi peserta didik untuk memenuhi pelajaran lebih giat dan lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas.  Seorang guru hanya menjadi fasilitator saja pada pembelajar dan yang diajar. Di dalam model materi disini menggunakan persoalan dari masalah. Model Persoalan belajar dari masalah ini membuat peserta didik berperan lebih aktif dan dapat memecahkan suaru permasalahan. Dengan diterapkannya model pembelajaran tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi kompleks pada siswa untuk lebih mudah dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi kompleks. Berdasarkan beberapa faktor dan alasan yang telah dikemukakan diatas, pengamat terdorong mengambil karangan yaitu “Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Menulis Teks Eksplanasi Kompleks dengan Model Problem Based Learning siswa Kelas XI SMA”.            Model pengembangani ini dikerjakan dengan metode 4-D (four D model) yang memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut: Pola penelitian yaitu: (1) difine (pendefinisian/kajian awal), (2) design (perancangan), (3) develop (pengembangan), dan (4) disseminate (penyebaran). Kerangka percobaan memakai 25 siswa, serta subjek uji coba produk memakai 20 siswa beserta pendidik Bahasa Indonesia terkait. Cara untuk mengumpulkan data menggunakan kuesioner berupa angket. Kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Berdasarkan hasil yang didapatkan pada validator dosen materi berupa skor 85,5% selanjutnya pada dosen media berupa skor 86% hal tersebut menunjukkan bahwa perangkat media yang dikerjakan pada menulis teks eksplanasi kompleks dengan model problem based learning siswa kelas XI dapat dikatakan bagus digunakan dengan sedikit revisi. Pada respon guru menunjukkan nilai 83,3%, sedangkan pada respon siswa menunjukkan nilai 75% siswa setuju apabila bahan ajar interaktif menjadi bahan yang mudah dimengerti dan boleh digunakan dalam proses pembelajaran menulis teks eksplanasi kompleks dengan model problem based learning. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif menulis teks eksplanasi kompleks yang sudah dikembangkan sudah valid tanpa revisi.Dari hasil para ahli, baik itu dari ahli isi, perancang, bahasa dan pelajar dapat disimpulkan menjadi media yang sudah dibuat peneliti dinyatakan layak untuk digunakan dan sudah memenuhi kriteria pada proses belajar siswa dalam pembelajaran.Kata kunci: Pengembangani, Bahan Ajar Interaktif, Teks eksplanasi Kompleks, Model Problem Based Learning.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK TEKS EKSPOSISI DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN KREATIF PRODUKTIF UNTUK SISWA KELAS X SMK BIDANG KEAHLIAN PERHOTELAN Emy Zuroidah; Nur Fajar Arief; Mochtar Data
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1) mendefinisikan kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan pada bahan ajar teks eksposisi yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, (2) merancang bahan ajar teks eksposisi sesuai kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, (3) menghasilkan bahan ajar teks eksposisi sesuai kebutuhan siswa SMK bidang keahlian perhotelan yang layak dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, dan (4) mengetahui efektivitas bahan ajar elektronik teks eksposisi kelas X SMK bidang keahlian perhotelan.            Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4-Model. Model ini terdiri dari tiga tahap yaitu (1) pendefinisian, (2) perancangan, (3) pengembangan. Uji validasi dilakukan dengan meminta penilaian dari ahli materi bahasa Indonesia, ahli pengembangan bahan ajar, dan praktisi. Sementara itu, uji coba dilakukan pada 26 siswa kelas X SMK Sahid Surakarta bidang keahlian perhotelan            Hasil uji coba menunjukkan peningkatan hasil belajar pada empat kompetensi dasar yang diujicobakan. Selisih rata-rata nilai pretes dan postes pada kompetensi dasar 3.3 yaitu 7,962. Nilai rata-rata pretes dan postes pada kompetensi dasar 3.4 memiliki selisih 7,077. Pada kompetensi dasar 4.3, selisih rata-rata nilai pretes dan postes sebesar 5,615. Sementara itu, pada kompetensi 4.4 terjadi peningkatan antara rata-rata nilai pretes dengan rata-rata nilai postes sebesar 11,50 pada 22 siswa dan empat sisanya memiliki nilai yang sama antara pretes dan postes. Kesemua hasil di atas menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar elektronik teks ekposisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMK bidang keahlian perhotelan.            Berdasarkan hasil pengembangan peneliti mengajukan beberapa saran pemanfaatan. Pertama, guru harus mempertimbangkan ketersediaan perangkat penunjang seperti gawai dan sambungan internet untuk dapat menggunakan bahan ajar elektronik ini. Ketiadaan perangkat penunjang ini akan membuat pengalaman belajar menjadi berkurang. Kedua, strategi kreatif-produktif  sangat mungkin untuk diterapkan pada teks-teks lainnya terutama kompetensi dasar yang memiliki tujuan akhir agar siswa mampu menghasilkan produk. Kompetensi dasar yang sifatnya hanya memberikan pemahaman membutuhkan adaptasi tersendiri. Ketiga, bahan ajar ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan pada satu sekolah sehingga penerapan pada sekolah lain membutuhkan penyesuaian lebih lanjut. Kata kunci: bahan ajar, teks eksposisi, strategi kreatif-produktif, SMK, perhotelan.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS STRATEGI BELAJAR AFEKTIF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS FABEL SISWA KELAS VIII SMP PGRI 01 WAGIR MALANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Istika Novitasari; Hasan Busri; Nur Fajar Arief
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Seorang guru di tuntut memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan di dalam kelas. Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas dapat membantu memudahkan peserta didik dalam menerima dan memahami sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati bersama untuk dapat melaksanakan tugasnya.               Beragam teks yang di disajikan pada pernbelajaran kelas VIII SMP/MTS diharapkan rnampu menggugah siswa untuk berfikir kritis dan kreatif, akan tetapi teks bacaan yang disediakan pada bahan ajar Kemendikbud maupun buku pendamping lain masih bersifat universal untuk semua jenjang sekolah rnenengah pertama. Bacaan yang disediakan yang disediakan pada buku teks siswa belum mencerminkan, rnasih sulit ditangkap maknanya oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang sekiranya memiliki kesamaan dengan permasalahan yang disesuaikan dengan konteks keseharian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif tentang bagaimana pengaruh penggunaan bahan ajar menulis teks fabel berbasis strategi belajar afektif untuk siswa kelas VIII SMP.               Strategi afektif adalah tindakan yang mengacu pada perasaan, sikap motivasi, dan nilai. Strategi-strategi afektif meliputi tiga rangkain strategi, yaitu: mengendalikan emosi, mengurangi ketegangan, dan mendorong diri.Penelitian ini dilaksanakan pada seluruh siswa kelas VIIIC berjumlah 31 siswa SMP PGRI 01 Wagir Malang. Hasil data dalam penelitian ini adalah hasil pretes dan postes. Hasil data penelitian sebelum menggunakan bahan ajar berbasis strategi belajar afektif, nilai peserta didik di bawah rata-rata yaitu 62,58 termasuk dalam kategori yang kurang. Sedangkan dari hasil postes setelah diterapkan strategi belajar afektif nilai peserta didik dapat dilihat dari rata-rata 83,55 termasuk dalam kategori yang baik. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum menggunakan strategi belajar afektif (pretes) dan sesudah menggunakan strategi belajar afektif (postes). Karena harga t-statistik=8.381> t-tabel 2,042, maka terdapat perbedaan yang signifikan anatara pretes dan postes.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi belajar afektif dalam pembelajaran menulis teks fabel pada peserta didik kelas VIIIC SMP PGRI 1 Wagir Malang Tahun ajaran 2018/2019 dapat dikatakan efektif.Kata kunci: Strategi belajar, afektif, Menulis, teks fabel.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMAN 1 KARANGREJO TULUNGAGUNG Chandra Herlambang; Nur Fajar Arief; Abdul Rani
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Era globalalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembagunan pendidikan yang berbasis teknologi informasi dapat memberikan keuntungan. Keuntungan terebut adalah 1) sebagai pendorong dalam lingkungan pendidikan  untuk lebih apresiatif dan produktif dalam memaksimalkan potensi pendidikan, dan 2) memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik dalam memanfaatkan potensi yang ada, yang dapat diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas.Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Karangrejo, menunjukkan bahwa peserta didik sering merasa kesulitan dalam menentukan kritik ataua sindiran dalam menyusun teks anekdot. Kesulitan yang dialami peserta didik disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sikap malas, kurangnya kepedulian atau perhatian peserta didik terhadap kegiatan menulis, dan kurangnya latihan. Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah produk pendidikan berbentuk media pembelajaran interaktif tentang menulis teks anekdot. Pemilihan media interaktif berbasis teknologi informasi dalam materi memproduksi teks anekdot dipilih karena saat ini perkembangan teknologi sudah semakin maju, di mana handpone  pun sudah semakin canggih, sehingga peserta didik nantinya mampu mengaksesnya lewat handpone. Selain itu pada umumnya media interaktif berbasis teknologi informasi ini lebih menyenangkan dan dapat lebih diminati oleh peserta didik. Harapannya, setelah menggunakan media pembelajran interaktif berbasis teknologi informasi ini peserta didik mampu memproduksi teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan.Adapun tujuan pengembangan media pembelajaran ini adalah untuk mendeskripsikan kebutuhan media, mendeskripsikan pengembangan media, dan mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran menulis teks anekdot untuk peserta didik kelas X SMA N 1 Karangrejo Tulungagung.Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah model pengembangan, yaitu pola atau prosedur pengembangan yang dipaparkan secara sistematis dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian dan pengembangan (research and development). Dengan menggunakan sebuah model pengembangan maka akan memberikan kemudahan bagi peneliti dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengembangan teori dan penelitian. Berdasarkan uraian di atas maka penelitian yang diteliti dan dikembangkan oleh peneliti adalah media pembelajaran berbasis TIK pada materi menulis teks anekdot.Proses pengembangan media pembelajaran interaktif teks anekdot pada kelas X SMAN 1 Karangrejo Tulungagung telah melalui uji kelayakan produk mulai dari validasi hingga efektifitas penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan proses yang telah dilakukan maka dapat diperoleh hasil dari beberapa aspek (1) Aspek penyajian produk, produk ini disajikan dalam bentuk media pembelajaran interaktif dengan menggunakan aplikasi penayangan media pembelajaran iSpring Sute 9,  (2) Uji coba produk, dalam proses uji coba produk yang digunakan untuk mengetahui tingkat kebutuhan peserta didik diperoleh hasil lebih dari 80%. Hal ini menunjukan bahwa pengggunaan media pembelajaran yang efektif sangat diinginkan oleh peserta didik (3) Revisi produk, tahapan revisi produk pembelajaran dilaksanakan melalui beberapa tahapan di antaranya dari validator ahli media dan validator praktisi. Dari dua validator tersebut didapatkan bahwa media pembelajaran tersebut layak untuk digunakan. (4) Efektifitas produk, tingkat efektifitas produk ditentukan berdasarkan angket yang diisi langsung oleh peserta didik. Dari tahapan tersebut didapatkan hasil penilaian peserta didik dari beberapa aspek penilaian sebesar lebih dari 85%. Berdasarkan jumlah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media tersebut layak untuk digunakan.Berdasarkan pemaparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebutuhan media pembelajaran interaktif teks anekdot pada kelas X SMAN 1 Karangrejo Tulungagung sangat singnifikan dengan kisaran prosentase sebesar 85%. Sehingga adanya pengembangan media pembelajaran interaktif ini dapat menjawab kebutuhan tersebut. Tingkat ketepatan media yang didukung dengan adanya validasi ahli dan validasi praktisi yang menempati kisaran angka di atas 75% di mana validator ahli pertama memberi skor penilaian sebesar 84,72% dan validator ahli memberikan penilaian sebesar 76,39% menyatakan bahwa media tersebut layak untuk digunakan.Kata kunci: Pengembangan, Media Interaktif Pembelajaran, Teks Anekdot
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS PERSUASI MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK SISWA KELAS VIII SMP Irfani Husnawiyah; Hasan Busri; Nur Fajar Arief
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian pengembangan ini dilakukan untuk menghasulkan produk berupa bahan ajar menulis teks persuasi dengan model problem based instruction untuk siswa kelas VIII SMP. Bahan ajar ini telah diuji kelayakannya baik dari aspek, isi/materi, penyajian, bahasa, dan aspek kergarfikaannya. Model penelitian yang digunakan pada pengembangan ini ialah model pengembangan Reseacrh and Development (R&D) Borg & Gall. Model penelitian tersebut kemudian dimodifikasi menjadi: (1) studi pendahuluan, (1) pengumpulan data dan informasi awal, (2) pengembangan produk, dan (3) uji coba validasi produk. Berdasarkan hasil analisis uji coba produk, diperoleh skor 79% yang berarti bahan ajar tersebut berarti layak untuk diimplementasikan. Hasil validasi produk oleh ahli materi memberikan skor 80%, yang artinya produk ini layak untuk diimpelementasikan. Validasi produk oleh ahli praktisi dengan skor 79%, yang artinya produk menulis teks persuasi dengan model prolem based instruction ini layak untuk diimplementasikan. Terakhir hasil uji kelayakan kepada siswa memperoleh skor 87%, yang berarti produk ini sangat layak untuk diimplementasikan. Dari hasil uji coba tersebut dapat dinyatakan bahwa bahan ajar menulis teks persuasi dengan model problem based instruction untuk siswa kelas VIII SMP ini layak untuk diimplementasikan.Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Teks Persuasi, Problem Based Instruction.
TINDAK.TUTUR.ILOKUSI.DALAM.INTERAKSI.JUAL.BELI SAPI.DI MADURA Sahrul Muzekki; Nur Fajar Arief; Moh. Badrih
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tindak tutur sebagai dari pragmatik merupakan penuturan kalimat untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar agar apa yang menjadi maksud dari pembicara dipahami oleh pendengar yang bisa berbentuk kalimat perintah, pertanyaan, pernyataan dan sebagainya.Penelitian yang dilakukan penulis bertujuan (1) Mendeskripsikan bentuk dari tindak.tutur.ilokusi.yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, (2) Mendeskripsikan fungsi dari tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, dan (3) Mendeskripsikan.makna dari.tindak.tutur.ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura            Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah penjual dan pembeli sapi di Madura. Objek penelitian ini berupa tindak tutur yang digunakan penjual dan pembeli dalam interaksi jual beli sapi. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura terdiri dari tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, ilokusi komisif. tindak tutur, dan tindak tutur deklaratif. Pada tindak tutur ilokusi terdapat 168 tuturan, yaitu tindak tutur ilokusi asertif 98 tuturan, tindak tutur ilokusi direktif 32 tuturan, tindak tutur ekspresif 20 tuturan, tindak tutur komisif 18 tuturan, sedangkan bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif adalah tidak ditemukan dalam interaksi. jual beli sapi di Madura. (2) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan juga bahwa terdapat 3 jenis fungsi tindak tutur ilokusi antara lain (1) Competitive, (2) Convival), dan (3) Collaborative. Dan (3) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan juga disimpulkan didapati 9 makna dalam interaksi jual beli sapi di Madura yang dikelompokkan menjadi beberapa bagian diantaranya (1) menyatakan, (2) mengeluh, (3) memberitahu, (4) memerintahkan, (5) meminta, (6) menolak, (7) berterima kasih, (8) menyarankan, dan (9) meminta maaf.Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Interaksi Jual Beli Sapi, Madura
EFEKTIVITAS STRATEGI BELAJAR DALAM KETERAMPILAN BERBICARA SISWA Muhamad Safi’i; Dyah Werdiningsih; Nur Fajar Arief
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berusaha untuk memastikan bagaimana strategi sosial mempengaruhi kemampuan berbicara. Dengan metode kuantitatif eksplanatori, desain ex post facto diterapkan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTs Darul Huda Blitar, sedangkan sampel penelitian adalah 53 siswa kelas IX A dan B. Tes dan kuesioner adalah alat pengumpulan data utama yang digunakan dalam penyelidikan ini. Regresi pada beberapa skala linier digunakan untuk menganalisis data. Menurut temuan penelitian ini, uji Anova dua arah dapat digunakan untuk menentukan apakah hipotesis benar jika n sig.(2-tailed) 0,05, dalam hal ini H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dengan tingkat signifikansi 0,042 (0,05), penggunaan metode sosial berdampak baik dan substansial terhadap penguasaan kemampuan berbicara siswa Kelas IX MTS Darul Huda Blitar. Selanjutnya, terdapat pengaruh yang menguntungkan dan substansial dari penerapan metode emosional terhadap penguasaan kemampuan berbicara siswa, dengan signifikansi 0,045 0,05. Penggunaan metode sosial dan afektif kemudian memiliki dampak yang menguntungkan dan substansial dengan tingkat signifikansi 0,001 pada penguasaan kemampuan berbicara siswa secara bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode sosial memiliki pengaruh yang menguntungkan dan signifikan terhadap penguasaan kemampuan berbicara siswa kelas IX MTs Darul Huda Blitar. Dengan kata lain, anak-anak yang menggunakan taktik pembelajaran sosial lebih sering menjadi lebih mahir dalam berbicara. Mengenai rekomendasi yang dibuat setelah penelitian, diperlukan studi tambahan, terutama untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk belajar melalui gaya belajar lain yang lebih beragam.Kata Kunci: Strategi Sosial, Keterampilan Berbicara,
ANALISIS SOSIOLOGIS PERSEPSI PADA BAIT LAGU #2019 GANTI PRESIDEN” KARYA JOHNY ALANG ( Kajian Resepsi Sastra ) Edi Kusnariyanto; Nur Fajar Arief; Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Analisis sosiologis dapat digunakan untuk melihat seberapa besar respon terhadap suatu sastra. Menurut Umar Janus dalam Resepsi Sastra teori resepsi sastra berkaitan dengan pendekatan pragmatik dimana peranan pembaca mendapatkan peranan utama dalam proses membaca. Dimana pembaca menjadi sentral dalam utama suatu karya sastra.Tujuan umum penelitian ini adalah analisis sosiologis persepsi pada Bait Lagu #2019 Ganti Presiden” Karya Johny Alang ( Kajian Resepsi Sastra ).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungan konteks keberadaannya. Landasan berpikir metode kualitatif adalah paradigma potivisme Max Weber, Imanuel Kant, dan Sugiyono (2009:15) menyatakan metode kualitatif di gunakan untuk meneliti objek yang alamiah. Di mana peneliti merupakan instrumen utama, sumber data di ambil dengan cara purposive dan snowball, menggunakan teknik trianggulasi (gabungan), dalam menganalisis data lebih menekannkan data yang bersifat deduktif atau induktif daripada yang bersifat generallis. Jenis penelitian ini adalah analisis teks, analisa hasil dari persepsi yang di timbulkan puisi #2019 Ganti Presiden. karena objek yang diteliti terdapat dalam jawaban dan tanggapan yang di berikan dan persepsi yang ada pada masyarakat.Resepsi sastra memberikan maksud bahwa “pembaca” merupakan komponen utama dalam karya sastra di mana pembaca bersifat katif dalam menilai atau memberikan respon terhadap karya sastra yang telah di bacanya. Ada beberapa hal yang di harapkan dari hasil membaca tersebut yaitu berupa tanggapan yang bersifat aktif dan tanggapan yang bersifat pasif, adapun tanggapan yang bersifat pasif yaitu harapan dimana pembaca dapat melihat karya sastra itu dengan pemahaman dan dapat melihat hakekat estetik yang terdapat di dalamnya. Sedangkan secara actif , yaitu sebebagimana pembaca dapat “Merealisasikannya” makadari hal tersebut dapat di berikan makna bahwa resepsi sastra memiliki jangkauan yang luas dan segalah kemungkinan-kemungkinan bagi penggunanya.Sebagai syarat terjadinya persepsi, pembaca harus mendapatkan slimulus/rangsangan melalui penginderaannya. Dalam prosesnya pembaca rangsangan penginderaan berlangsung kapan sajaPersepsi merupakan suartu proses dimana setiap manusia mendapatkan rangsangan/stimulus dari luar individu tersebut melalui pengindraan. Pengindraan tersebut dapat terjadi setiap saat sesuai dengan seberapa intens proses itu terjadi. Persepsi dapat di katakana sebgai pengorganisasian dari peristiwa dan cara menginteprestasikan stimulus yang terdapat di indra manusia karena hal tersebut merupakan respon dan tersambung dari semua sisi dalam individu (walgito,2004 :88) (1)Perhatian dan selektif (attention and selection ), (2) Organisasi (organization), (3) Interpretasi (interpretation),(4) Pencarian Kembali (Retrieval)Dalam penelitian terdapat beberapa hal yang di peroleh seperti, (1)terdapat pendapat yang mengindikasikan persepsi sejalan antara puisi #2019 Ganti Presiden dengan pendapat yang di sampaikan oleh pembaca. (2) Terdapat hubungan dua arah (dialektik) antara sastra dengan masyarakat. Hubungan dialektik harus terjadi dengan masyarakat dimana isi dalam puisi  dalam puisi ini #2019 Ganti Presiden mencoba untuk masuk kerana masyarakat. (3) Dalam penelitian juga terdapat pendapat yang mengindikasikan persepsi yang tidak sejalan, penilaian individu terjadi setelah adanya pengertian yang di dasari oleh pemahaman. Setiap individu memiliki norma dan kreteria sendiri sebelum membandingkan pengertian yang di dapatnya dan perbandingan tersebut di lakukan secara subjektif (4) Puisi #2019 Ganti Presiden merupakan puisi baru yang menggunkan genre Satire. Dan penempatan momentum yang tepat pada penciptaannya dimana puisi satire tersebut di buat dalam tahun pesta demokrasi Kata kunci: Sosiologis, Persepsi, Bait lagu, #2019 Ganti Presiden, Kajian Resepsi Sastra. 
Presuppositions Contain Code-Mixing in the Jeda Nulis Podcast and Their Implications in Expository Text Learning Abdullah Muntadhir; Nur Fajar Arief
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol 7 No 1 (2023): September 2023
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v7i1.733

Abstract

The Jeda Nulis podcast has become one of the channels that offers a lot of engaging discussions and interesting content related to current issues. The objectives of this research are to describe the types of presupposition containing code-switching in the Jeda Nulis podcast, explain the factors causing code-switching in presuppositions within the Jeda Nulis podcast, and discuss the implications of the Jeda Nulis podcast in teaching expository texts to high school students (Class X). This study utilizes a qualitative approach, and the data sources are the host Habib Ja’far and guest speaker Onad. The data were obtained from language activities in a video podcast that was aired on YouTube on December 31, 2021. The research data consist of presuppositional discourse containing code-switching and the factors causing code-switching in presuppositions. Data collection techniques include documentation, observation, and note-taking. The analysis of the data reveals various types of presuppositions containing code-switching, such as existential presupposition, factual presupposition, nonfactual presupposition, lexical presupposition, structural presupposition, and counterfactual presupposition. The factors causing code-switching in presuppositions include limitations in code use, the use of more popular terms, the speaker's characteristics, the desire for prestige, the main topic of discussion, language variety and register, the interlocutor, and the use of humor.