Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERDIFERENSIASI PADA MATERI MENULIS ARTIKEL UNTUK SISWA SMA Yuanita Widiastuti; Mohammad Rifki; Nur Fajar Arief
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 2 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Inovasi pembelajaran yang berpihak pada profil belajar siswa belum banyak diterapkan. Hal tersebut memberikan dampak terhadap penurunan minat belajar. Akibatnya siswa tidak mampu menghasilkan artikel yang berkualitas. Hal tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan mengembangkan bahan ajar berdiferensiasi pada materi menulis artikel untuk siswa SMA yang dapat dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aspek materi/isi, media, dan bahasa. Penelitian ini melakukan proses pengembangan produk model Borg dan Gall. Proses pengembangan dilakukan dengan tahapan analisis kebutuhan, perencanaan media, pengembangan produk, uji coba perseorangan, dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan rerata 88,41% uji ahli dan 92,23% uji rekan sejawat sehingga bahan ajar layak untuk diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran. Bahan ajar berdiferensiasi pada materi menulis artikel dapat direkomendasikan sebagai bahan ajar yang dapat diterapkan untuk memudahkan siswa dalam menulis artikel.Kata kunci:  Bahan Ajar Berdiferensiasi, Inovasi Pembelajaran, Menulis Artikel, Siswa SMA
Penerapan Teknik Mnemonic Kata Kunci dalam Pembelajaran Tarekh Kelas IV Madrasah Diniyah Azizah, Noor Laila; Arief, Nur Fajar
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4103

Abstract

Alasan dilakukannya penelitian ini adalah fenomena hasil belajar siswa pada pembelajaran tarikh yang berada di bawah KKM. Hal ini disebabkan kurangnya waktu, tenaga, dan kemampuan siswa untuk mengabdikan diri untuk belajar, serta kompleksitas materi yang melekat dan terbatasnya sumber daya yang tersedia bagi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana siswa kelas IV Madrasah Diniyah Nurul Ulum Putri Kebonsari Malang diajarkan tarrekh dengan memanfaatkan mnemonik. Jenis penelitian kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif (penelitian kelas). Data penelitian berasal dari apa yang diajarkan dan apa yang dipelajari di kelas. Wawancara, mengamati, dan menuliskan apa yang Anda lihat adalah semua cara untuk mengumpulkan data. Siswa kelas IV Madrasah Diniyah Kebonsari Malang mengikuti pembelajaran. Data penelitian dipecah, dipajang, dan ditarik kesimpulan. Teknik mnemonic kata kunci digunakan untuk membantu orang belajar tarikh. Hal ini dilakukan dengan merencanakan kegiatan dengan membuat RPP, lembar observasi guru dan siswa, dan evaluasi. Kemudian, RPP digunakan untuk melakukan perubahan implementasi. Dalam mempelajari Tarek, menggunakan kata kunci mnemonik dapat membantu siswa belajar lebih baik, dan mereka dapat memahami materi dengan lebih baik dalam jangka panjang.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Nubuwah, Nurun; Arief, Nur Fajar; Rodafi, Dzulfikar
Intizar Vol 29 No 1 (2023): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v29i1.14970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai-nilai pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMP Islam Al Maarif 01 Singosari Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi pasif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai pendidikan agama Islam yang diinternalisasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler meliputi nilai akidah seperti kegiatan membaca doa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan, Seni Baca Al-Qur’an, SKU (Syarat Kecakapan Ubudiyah) dan Keputrian serta peringatan hari besar Islam; nilai syariah seperti peduli kebersihan, salat Duha, salat Zuhur, amal hari Jumat, bakti sosial, dan nilai akhlak seperti disiplin, budaya 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan dan Santun), dan upacara bendera. Proses internalisasi terdiri dari 3 tahap yaitu tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai dan tahap transinternalisasi. Sedangkan metode internalisasi terdapat 3 metode, yaitu metode pemberian motivasi, pembiasaan, dan teladan yang baik keteladanan (uswatun hasanah).
Implementasi Reward dan Punishment untuk Meningkatkan Kedisiplinan Santri Martaki, Martaki; Arief, Nur Fajar; Afifullah, Mohammad
Intizar Vol 29 No 2 (2023): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v29i2.15499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi reward dan punishment, kendala, dan solusi dalam meningkatkan kedisiplinan santri di di Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik analisis domain, analisis taksonomi, dan analisis komponensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahw: 1) implementasi penghargaan dan hukuman dalam kegiatan-kegiatan santri dapat dikatakan baik, penghargaan dan hukuman diberikan agar santri dapat melaksanakan kedisiplinan dengan baik, di antaranya kedisiplinan terkait keamanan, bahasa dan belajar; 2) kendala implementasi penghargaan dan hukuman di antaranya: a) adanya wali santri yang tidak terima jika anaknya diberi hukuman, b) kurangnya kesadaran dalam diri santri, c) minimnya pengetahuan santri terhadap tata tertib pesantren; dan 3) solusi yang dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut di antaranya a) menanamkan disiplin kepada santri, b) mengadakan kerjasama dengan wali santri, c) mengadakan musyawarah kerja.
Implementasi Penguatan Materi Keagamaan Melalui Program Madrasah Diniyah Takmiliyah Safitri, Diana Dwi Oktafia; Arief, Nur Fajar; Mustafida, Fita
Intizar Vol 29 No 2 (2023): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v29i2.15506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, evaluasi, dan implikasi program madrasah diniyah di Madrasah Ibtidaiyah Tholabuddin Gandusari Blitar. Jenis pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Prosedur pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan menggunakan Miles dan Huberman. Pengecekan data menggunakan Triangulasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi penguatan materi keagamaan melalui program Madrasah Diniyah Takmiliyah dilatar belakangi oleh usaha penguatan PAI terhadap peserta didik sesuai visi misi lembaga. Pendidikan madrasah diniyah dilaksanakan setelah selesainya Pendidikan formal, menggunakan bahasa Jawa serta mengutamakan penguatan karakter dan juga penguasaan terhadap materi-materi praktek ubudiyah. Evaluasi terhadap pelaksanaan program dilaksanakan setiap akhir semester menggunakan penilaian tes maupun non test. Implikasi bagi lembaga adalah naiknya grafik jumlah penerimaan siswa baru setiap tahunnya, memudahkan para guru PAI di kelas formal untuk menyampaikan materi, serta mendogkrak prestasi siswa yang mengharumkan lembaga dalam kompetisi keagamaan. Sedangkan bagi peserta didik, program ini menjadikan peserta didik lebih paham hukum-hukum dasar, lancar dalam membaca Al-Qur’an serta menguasai tata cara peribadatan sehari-hari. Program madrasah diniyah juga menjadikan peserta didik mempunyai akhlak dan karakter yang baik serta kesadaran diri untuk beribadah.
Developing Case Study-Based Microlearning through V-Learn to Enhance Language Politeness in Students Putra, A.A. Putu Eka; Arief, Nur Fajar; Rani, Abdul; Tabrani, Akhmad
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 14 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jip.v14i1.9630

Abstract

The research will describe the development of case-based microlearning learning video media as well as the validity and effectiveness of the product to improve the understanding of politeness in students. This research is a developmental research (RnD) using the ADDIE model. The research subjects are one learning planner, one learning media expert, one study material expert, and twenty-five small-group experimental students. The data collection method uses documentation recording, interview methods, observation methods, and questionnaire methods. Research instruments use document recording sheets, questionnaires, and interview sheets. The data analysis used is qualitative descriptive analysis and quantitative description analysis. The results of the study were the development of a case study based microlearning video learning media using the ADDIE development stage, as well as the validity results on the learning planners obtained a score of 86% with good qualification, the learning media experts obtaining a rating of 96% with excellent qualifications, learning material experts obtaining a rate of 95% with excellent qualifying, the skilled professionals obtain the score of 93% with very good qualifications. So, the case study-based microlearning learning video media is worthy of use in learning.
Penerapan Teknik Mnemonic Kata Kunci dalam Pembelajaran Tarekh Kelas IV Madrasah Diniyah Azizah, Noor Laila; Arief, Nur Fajar
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4103

Abstract

Alasan dilakukannya penelitian ini adalah fenomena hasil belajar siswa pada pembelajaran tarikh yang berada di bawah KKM. Hal ini disebabkan kurangnya waktu, tenaga, dan kemampuan siswa untuk mengabdikan diri untuk belajar, serta kompleksitas materi yang melekat dan terbatasnya sumber daya yang tersedia bagi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana siswa kelas IV Madrasah Diniyah Nurul Ulum Putri Kebonsari Malang diajarkan tarrekh dengan memanfaatkan mnemonik. Jenis penelitian kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif (penelitian kelas). Data penelitian berasal dari apa yang diajarkan dan apa yang dipelajari di kelas. Wawancara, mengamati, dan menuliskan apa yang Anda lihat adalah semua cara untuk mengumpulkan data. Siswa kelas IV Madrasah Diniyah Kebonsari Malang mengikuti pembelajaran. Data penelitian dipecah, dipajang, dan ditarik kesimpulan. Teknik mnemonic kata kunci digunakan untuk membantu orang belajar tarikh. Hal ini dilakukan dengan merencanakan kegiatan dengan membuat RPP, lembar observasi guru dan siswa, dan evaluasi. Kemudian, RPP digunakan untuk melakukan perubahan implementasi. Dalam mempelajari Tarek, menggunakan kata kunci mnemonik dapat membantu siswa belajar lebih baik, dan mereka dapat memahami materi dengan lebih baik dalam jangka panjang.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Melalui Teknologi Augmented Reality Putri Oktaviana Nur Holida; Ahmad Tabrani; Nur Fajar Arief
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1040

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana AR dapat meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas, dan pemahaman kontekstual siswa dalam berbicara bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengumpulkan data dari siswa sekolah menengah yang menggunakan AR dalam pembelajaran bahasa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AR secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara, karena AR menyediakan lingkungan simulasi yang aman dan interaktif yang mengurangi kecemasan siswa. Selain itu, AR juga mendorong kreativitas siswa dalam penggunaan bahasa dengan memungkinkan mereka bereksperimen dalam berbagai situasi simulasi yang realistis. Pemahaman kontekstual siswa juga meningkat karena AR memberikan visualisasi yang membantu mengingat dan menerapkan kosakata serta struktur kalimat dengan tepat. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa AR adalah alat yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia, dengan memberikan lingkungan belajar yang interaktif, imersif, dan aman yang mendukung pengembangan keterampilan berbicara yang lebih kreatif dan kontekstual.
PENGUASAAN KALIMAT PADA ANAK HAMBATAN NEUROLOGIS DI SLB NEGERI BRANJANGAN JEMBER Kamiliyah, Zakiyah; Prasetyoningsih, Luluk Sri Agus; Arief, Nur Fajar
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v20i1.9409

Abstract

ABSTRAK: Seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan benar terhadap lingkungan sekitarnya apabila bisa menggunakan kalimat yang utuh dan mempunyai makna. Oleh karena itu, persyaratan yang harus dipenuhi dalam berkomunikasi yang baik adalah menguasai kalimat sehingga dapat diaplikasikan dalam berkomunikasi. Penguasaan kalimat merupakan penguasaan yang penting untuk dimiliki. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan penguasaan kalimat pada siswa tunagrahita dan siswa down syndrome. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Anak hambatan neurologis khususnya siswa tunagrahita dan siswa down syndrome di SLB Branjangan Jember merupakan sumber data penelitian ini, sedangkan datanya diambil dari kalimat-kalimat yang dihasilkan oleh anak hambatan neurologis dalam bentuk lisan dan tulis. Adapun hasil penelitian ini ditemukan penguasaan kalimat pada siswa tunagrahita dalam bentuk lisan adalah kalimat tunggal, kalimat majemuk, kalimat berita, dan kalimat perintah. Sedangkan dalam bentuk tulis adalah kalimat tunggal, kalimat majemuk, dan kalimat berita. Adapun penguasaan kalimat pada siswa down syndrome dalam bentuk lisan adalah kalimat tunggal dan kalimat berita. Sedangkan dalam bentuk tulis adalah kalimat tunggal dan kalimat berita.KATA KUNCI: Down syndrome; penguasaan kalimat; tunagrahitaSENTENCE MASTERY IN CHILDREN WITH NEUROLOGICAL BARRIERS AT BRANJANGAN STATE SLB JEMBER ABSTRACT: person can communicate well and correctly with the surrounding environment if they can use sentences that are complete and have meaning. Therefore, the requirement that must be met in good communication is to master sentences so that they can be applied in communication. Sentence mastery is an important mastery to have. Therefore, this research aims to describe and explain sentence mastery in mentally retarded students and Down syndrome students. This research is a qualitative descriptive study. Children with neurological disabilities, especially mentally retarded students and Down syndrome students at SLB Branjangan Jember, are the data sources for this research, while the data is taken from sentences produced by children with neurological disabilities in oral and written form. The results of this research found that mentally retarded students' mastery of sentences in spoken form were single sentences, compound sentences, news sentences, and command sentences. Meanwhile, in written form there are single sentences, compound sentences and news sentences. The sentence mastery of Down syndrome students in oral form is single sentences and news sentences. Meanwhile, in written form, it is a single sentence and a news sentence.KEYWORD: Down syndrome; sentence mastery; mentally disabled
Presuppositions Contain Code-Mixing in the Jeda Nulis Podcast and Their Implications in Expository Text Learning Muntadhir, Abdullah; Arief, Nur Fajar
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol. 7 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v7i1.733

Abstract

The Jeda Nulis podcast has become one of the channels that offers a lot of engaging discussions and interesting content related to current issues. The objectives of this research are to describe the types of presupposition containing code-switching in the Jeda Nulis podcast, explain the factors causing code-switching in presuppositions within the Jeda Nulis podcast, and discuss the implications of the Jeda Nulis podcast in teaching expository texts to high school students (Class X). This study utilizes a qualitative approach, and the data sources are the host Habib Ja’far and guest speaker Onad. The data were obtained from language activities in a video podcast that was aired on YouTube on December 31, 2021. The research data consist of presuppositional discourse containing code-switching and the factors causing code-switching in presuppositions. Data collection techniques include documentation, observation, and note-taking. The analysis of the data reveals various types of presuppositions containing code-switching, such as existential presupposition, factual presupposition, nonfactual presupposition, lexical presupposition, structural presupposition, and counterfactual presupposition. The factors causing code-switching in presuppositions include limitations in code use, the use of more popular terms, the speaker's characteristics, the desire for prestige, the main topic of discussion, language variety and register, the interlocutor, and the use of humor.