Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Transformasi Bentuk Ka’bah Sebagai Pendekatan Perancangan Bentuk Masjid Agung Darussalam Kota Palu Halima, Halima; Arifin, Rosmiaty; Arafat, Yasir; Tamimi, Nadil; Sudiyatama, Andi Farid; Irfandi, Irfandi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 19 No 1 (2025): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v19i1.233

Abstract

The Great Mosque of Darussalam in Palu suffered severe damage due to the 2018 earthquake, necessitating a redesign that not only meets functional needs but also reflects Islamic symbolism. This study aims to redesign the mosque by adopting a transformation approach based on the form of the Kaaba, the central spiritual symbol in Islamic architecture. The research employs a qualitative descriptive method through literature review, contextual observation, and morphological analysis. The transformation is carried out using subtractive and additive techniques applied to the basic cubic form of the Kaaba, resulting in a mosque design that is monumental, contextual, and rich in symbolic meaning. The final design also incorporates principles of tropical architecture and local elements of Kaili culture, creating a mosque that is not only aesthetically and spiritually significant but also relevant to the post-disaster social and geographical context of Palu City
Ketersediaan dan Kebutuhan RTH Publik sebagai Infrastruktur Evakuasi Bencana di Kawasan Perkotaan: Studi Kasus Kecamatan Palu Timur, Kota Palu Basri, Iwan Setiawan; Arifin, Rosmiaty; Sarifuddin; Pelealu, Regina Excelsia
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v4i2.65

Abstract

The demand for space in urban areas is significant due to population and economic growth. As a result, the need for space has increased sharply. The most obvious impact is the expansion of the existence of Green Open Space (GOS). This study aims to assess the availability of public GOS in East Palu District by examining its proportion relative to the total land area and population, its potential role in disaster evacuation, and the identification of land suitable for future development. A descriptive quantitative method is employed, referencing national regulations such as Law No. 26 of 2007 and Ministry of Public Works Regulation No. 5 of 2008. Geographic Information Systems (GIS) were used for land mapping analysis. The findings indicate that in 2023, East Palu has 44.11 hectares of public GOS. With the district covering 970 hectares, the ideal allocation for green spaces is 149.9 hectares (20%). Given a population of 44,491, the required GOS amounts to 889.82 hectares, revealing a significant shortfall of 845.71 hectares. Furthermore, the identification of only 44.85 hectares of land as suitable for further GOS development remains insufficient. GOS is essential not only for aesthetics and recreation but also as crucial infrastructure for enhancing urban resilience during disasters. It is therefore vital for agencies involved in land management, urban planning, and disaster response to collaborate, ensuring that public GOS is prioritized in sustainable city planning.
Perubahan Identitas Rumah Tradisional Kaili Di Kota Palu Rosmiaty Arifin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 1 Maret (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i1 Maret.109

Abstract

Jatidiri atau identitas karya arsitektur tidak dapat dilepaskan dari jati diri manusianya. Seiring perkembangan kehidupan manusia dalam proses menghuni rumah, identitas lokal pada rumah-rumah tradisional sudah mulai terkikis bahkan hilang sama sekali diganti dengan rumah-rumah gaya moderen. Bagaimana halnya arsitektur tradisional rumah Kaili di Kota Palu, apakah telah mengalami perubahan identitas? Tujuan penelitian ini adalah menguraikan identitas rumah tradisional Kaili berdasarkan unsur-unsur bentuk bangunan yang telah mengalami perubahan. Untuk menjawab pertanyaan dan mencapai tujuan penulisan digunakan metode survey atau pengamatan langsung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Kriteria rumah tradisional kaili yang diamati adalah dihuni sendiri oleh pemiliknya, serta memiliki ciri dan mengalami perubahan. Variabel perubahan identitas berupa bentuk bangunan, susunan tata ruang rumah, struktur & konstruksi dan bahan/material bangunan, ragam hias dan perletakan tangga. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa identitas rumah tradisional Kaili di kota Palu pada umumnya tetap walaupun beberapa unsur-unsurnya ada yang cenderung berubah, tetapi secara visual masih tetap.
Evaluasi dan Penguatan Amenitas–Homestay Berbasis CHSE, GSTC, dan SUPW: Studi Kasus Destinasi Wisata Danau Paisu Pok: Evaluation and Strengthening of Homestay Amenities Based on CHSE, GSTC, and SUPW: A Case Study of the Danau Paisu Pok Tourist Destination Setiawan Basri, Iwan; Arifin, Rosmiaty; Ilham, Muhammad; Sarifuddin; Ariesthy Djafar, Naila
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10376

Abstract

Destinasi wisata alam skala kecil sangat bergantung pada kualitas amenitas dan homestay, namun kinerjanya jarang dinilai dengan kerangka terpadu. Studi ini mengidentifikasi potensi dan masalah fasilitas di Danau Paisu Pok, menganalisis faktor internal dan eksternal, serta merumuskan strategi penguatan amenitas dan homestay berkelanjutan. Metode deskriptif evaluatif digunakan dengan instrumen CHSE SNI 9042:2021, kriteria destinasi GSTC v2.0, dan standar usaha pondok wisata (homestay) Indonesia. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, dianalisis deskriptif, lalu diuji melalui SWOT dengan dukungan matriks IFE dan EFE. Hasil menunjukkan mayoritas indikator CHSE terutama aspek keselamatan dan lingkungan masih belum memenuhi, sedangkan homestay baru sebagian memenuhi layanan dasar dan persyaratan keselamatan. Pemetaan GSTC menempatkan pilar tata kelola dan lingkungan pada tingkat awalmenengah. Skor IFE 2,68 dan EFE 2,64 menempatkan destinasi pada kuadran “grow-and-fix-essentials”, sehingga pengembangan harus berjalan paralel dengan perbaikan layanan esensial. Strategi prioritas meliputi pemenuhan layanan CHSE di koridor pengunjung, penguatan wayfinding dan fungsi visitor desk, penyusunan SOP homestay, penyediaan fasilitas cuci tangan dan pemilahan sampah, serta kemitraan dengan perguruan tinggi untuk dukungan desain dan pemantauan.
Dinamika Tutupan Lahan dan Respons Termal Arsitektur Lingkungan di Kota Pesisir Tropis Parigi Moutong Basri, Iwan Setiawan; Wulandari, Mega; Radhinal, Yan; Ahmad, Abdul Gani; Arifin, Rosmiaty
Jurnal Linears Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8fvsaz14

Abstract

ABSTRAK:  Parigi mengalami tekanan termal perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perubahan tutupan lahan, kerapatan vegetasi, intensitas keterbangunan, dan suhu permukaan lahan di Kota Parigi sebagai kota pesisir tropis kecil. Metode yang digunakan adalah analisis citra Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2014 dan 2021 melalui Google Earth Engine. Klasifikasi tutupan lahan dilakukan dengan algoritma Supervised Random Forest, sedangkan NDVI, NDBI, dan LST dihitung untuk membaca perubahan vegetasi, permukaan terbangun, dan respons termal. Analisis statistik dilakukan melalui korelasi Pearson, regresi linier berganda, serta analisis delta berbasis sampel spasial hasil thinning 150 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman meningkat 12,18%, area terbangun berbasis NDBI bertambah 2,77 km², vegetasi tinggi menurun 7,43%, dan rata-rata LST naik 2,57°C. Kenaikan suhu terutama terkonsentrasi di inti kota dan koridor pesisir. NDVI berasosiasi negatif dengan LST, sedangkan NDBI berasosiasi positif dengan peningkatan suhu permukaan. Kesimpulannya, intensifikasi permukaan keras dan penurunan vegetasi memperkuat tekanan panas permukaan di Parigi. Implikasinya, perencanaan kota pesisir tropis perlu mengintegrasikan strategi adaptif skala bangunan dan kawasan melalui vegetasi, koridor hijau-biru, material reflektif, ventilasi alami, serta instrumen RDTR, RTBL, dan perizinan bangunan.   Kata kunci: tutupan lahan; NDVI; NDBI; LST; arsitektur tropis adaptif   ABSTRACT:  Parigi is experiencing urban thermal pressure. This study aims to analyze the relationship between land cover change, vegetation density, built-up intensity, and land surface temperature in Parigi as a small tropical coastal city. Landsat 8 OLI/TIRS images from 2014 and 2021 were processed using Google Earth Engine. Land cover classification was performed using a Supervised Random Forest algorithm, while NDVI, NDBI, and LST were calculated to identify changes in vegetation, built-up surfaces, and thermal response. Statistical analysis was conducted using Pearson correlation, multiple linear regression, and delta analysis based on spatially thinned samples at 150 m intervals. The results show that settlement areas increased by 12.18%, NDBI-based built-up areas expanded by 2.77 km², high-density vegetation decreased by 7.43%, and mean LST rose by 2.57°C. The highest temperature increases were concentrated in the urban core and coastal corridor. NDVI was negatively associated with LST, whereas NDBI was positively associated with surface temperature increase. The study concludes that the intensification of impervious surfaces and the decline of vegetation have strengthened surface heat pressure in Parigi. These findings imply that tropical coastal urban planning should integrate adaptive strategies at building and district scales through vegetation, green-blue corridors, reflective materials, natural ventilation, and regulatory instruments such as detailed spatial plans, urban design guidelines, and building permits.   Keywords: land cover change; NDVI; NDBI; LST; adaptive tropical architecture