Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Konsep Fakir Dalam Persfektif Al-Qur’an Junet, Junet; Rusyd, Muhammad; Arifullah, Mohd; Wahyudi Diprata, Aprizal
Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah (Januari - Maret 2024)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jhesm.v2i1.232

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Konsep Fakir dalam Persfektif Islam yang mengajarkan kepada umatnya untuk berupaya menyeimbangkan kesejahteraan antara dunia dan akhirat. Kefakiran dapat menimbulkan bahaya yang bisa mengancam akidah, dan akhlak yang berdampak pada keluarga, masyarakat, dan negara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep al- Qur’an dalam menanggulangi kefakiran? Dalam penelitian ini, ditemukan pengungkapan kata faqr dalam al-Qur’an terulang sebanyak 14 kali. Hal ini menunjukkan bentuk perhatian Islam terhadap masalah pengentasan kefakiran tersebut sangat besar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa al-Qur’an sebagai pedoman dan pegangan hidup umat Islam, telah memberikan beberapa tuntunan dalam menanggulangi masalah kefakiran, antara lain: memperbaiki hubungan dengan sang Pemberi Rezeki (hablumminallah) melalui peningkatan kualitas ibadah kepada Allah secara terus menerus, meningkatkan etos kerja yang islami, memperbaiki hubungan sosial (hablumminannas) dan mempererat hubungan emosional melalui kesadaran mengeluarkan zakat dan shadakah. Di samping itu, keseriusan dari pihak pemerintah sangat dibutuhkan dalam merancang program- program pengentasan kefakiran, dan keterlibatan semua pihak dalam upaya menanggulangi kefakiran dalam bentuk sikap dan perbuatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), karena penelitian ini dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang kefakiran yang terjadi di kalangan masyarakat. Sumber data yang dipergunakan adalah al- Qur’an sebagai sumber data primer dan beberapa kitab tafsir sebagai sumber data skunder. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhû’î (tematik) dan metode deskriptif analisis. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data adalah observasi, Wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan
Contextualizing Fiqh al-Siyāsah in Indonesia: A Proposed Typology of Islamic Populism Ulum, Bahrul; Arifullah, Mohd
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol 24, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v24i2.37747

Abstract

Amid a political atmosphere increasingly polarized by various forms of populism, this article identifies the typology of Islamic populism in Indonesia from the perspective of Islamic political law. It reveals a new horizon by showing the adaptability of fiqh al-siyāsah to the variants of Islamic populism typology. Drawing from different approaches to Islamic populism studies in Indonesia, the article classifies three typologies of Islamic populism in Indonesia: economic-political populism, political Islamism, and political pragmatism. Each has different characteristics and missions of struggle in the political and social context. This article argues that fiqh al-siyāsah functions not only as a tool of legitimacy but also as an adaptive framework that responds to contemporary political dynamics. This adaptability not only refers to the contextualization of sharia principles but also involves adaptations that shape and give birth to more inclusive and beneficial political policies and practices within the framework of Islamic populism in Indonesia. This article expands the horizon of how the integration of political principles of Islamic law in populist movements can influence the dynamics and political policies in IndonesiaAbstrakDi tengah suasana politik yang makin terpolarisasi oleh berbagai bentuk populisme, artikel ini mengidentifikasi tipologi populisme Islam di Indonesia dari perspektif hukum politik Islam. Artikel ini mengungkap cakrawala baru dengan menunjukkan adaptabilitas fiqh al-siyāsah terhadap varian tipologi populisme Islam. Mengacu pada beberapa pendekatan studi populisme Islam di Indonesia, artikel ini mengklasifikasikan tiga tipologi populisme Islam di Indonesia: populisme ekonomi-politik, Islamisme politik, dan pragmatisme politik. Masing-masing memiliki karakteristik dan misi perjuangan yang berbeda dalam konteks politik dan sosial. Artikel ini berargumen bahwa fiqh al-siyāsah berfungsi tidak hanya sebagai alat legitimasi tetapi juga sebagai kerangka adaptif yang merespons dinamika politik kontemporer. Adaptabilitas ini tidak hanya mengacu pada kontekstualisasi prinsip-prinsip syariah tetapi juga melibatkan adaptasi yang membentuk dan melahirkan kebijakan dan praktik politik yang lebih inklusif dan bermanfaat dalam kerangka populisme Islam di Indonesia. Artikel ini memperluas cakrawala tentang bagaimana integrasi prinsip-prinsip politik hukum Islam dalam gerakan populis dapat memengaruhi dinamika dan kebijakan politik di Indonesia.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA KEPADA ANAK DALAM Q.S. LUQMAN AYAT 12-19 : (Telaah Penafsiran Al-Mawardi Dan Al-Maraghi) Gunawan, Nofri; Musli, Musli; Arifullah, Mohd; Setiawan, Heru
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 21 No. 2 (2022): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.152 KB) | DOI: 10.30631/tjd.v21i2.265

Abstract

Moral education is the main foundation in Islamic teachings and the foundation of belief to be used as a basis for all attitudes and behavior given through parents. Children are a source of happiness and conditioning and the most significant trust Allah SWT gives to every parent in the world. Therefore, children are the responsibility of parents. However, including parents, humans are not immune from mistakes, mistakes, and forgetfulness. Many parents need to remember the responsibility of fulfilling their children's rights. This research is library research that uses various sources of literature as a source of research data. Primary data sources are al-Mawardi's commentary, Al-Nukat Wa Al-'Uyun's interpretation, and Mustafa al-Maraghi's interpretation of al-Maraghi. In contrast, secondary data sources in research are books, articles, magazines, newspapers, or other sources. The results of this study are Al-Maraghi and Al-Mawardi. Both of them were reluctant that a child should be taught to worship Allah alone and not associate anything with Him. Then the responsibility of parents in educating children, according to surah Luqman, is by instilling the concept of believing in Allah by not giving Him glory, believing in the Prophets and Messengers, believing in the Books, obeying Allah by praying and doing good to parents, amar ma'ruf nahi mungkar. Luqman forbade his son not to associate partners with Allah with anything because there is no greater injustice than associating partners with Allah with others. Pendidikan akhlak merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam dan dasar-dasar pokok kepercayaan untuk dijadikan pijakan dalam segala sikap dan tingkah lakunya yang diberikan melalui orang tua.Anak sebagai sumber kebahagian dan penyejuk hati, dan amanah terbesar yang Allah swt berikan kepada setiap orang tua di dunia. Karenanya, anak adalah tanggung jawab orang tua. Namun, Manusia tidak luput akan kesalahan, kesilapan dan kelupaan termasuk orang tua. Banyaknya, orang tua yang lupa dengan tanggung jawab dalam menunaikan hak-hak anaknya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research) yang menggunakan berbagai sumber kepustakaan sebagai sumber data penelitian. Sumber data primer adalah buku tafsir al-Mawardi yaitu tafsir Al-Nukat Wa Al-‘Uyun dan tafsir al-Maraghi karangan Mustafa al-Maraghi, Sedangkan Sumber data sekunder dalam penelitian adalah buku, artikel, majalah, surat kabar, atau sumber lainnya. Hasil penelitian ini adalahAl-Maraghi dan Al-Mawardi. Keduanya telah sepakat, bahwa hendaklah seorang anak diajarkan untuk menyembah Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Kemudian tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak menurut surah Luqman yaitu dengan cara menanamkan konsep beriman kepada Allah dengan tidak menyukutakn-Nya, beriman kepada Nabi dan Rasul, beriman kepada Kitab-kitab, Ta’at kepada Allah dengan Shalat dan berbuat baik kepada orang tua, amar ma’ruf nahi mungkar, serta Luqman melarang putranya agar tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, karena tidak ada kazhaliman yang lebih besar daripada menyekutukan Allah dengan lainnya.
Homoseksual Dalam Islam: Analisis Q.S Al-A’raf Ayat 80-84 Dalam Perspektif Metode Double Movement Fazlur Rahman Mona Aripah; Abdul Ghaffar; Mohd. Arifullah
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2366

Abstract

Homoseksual adalah salah satu isu kontemporer yang kontroversial dan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma sosial di masyarakat. Dalam Islam Homoseksual sendiri dipandang sebagai sebuah deviasi dari fitrah manusia dan merupakan sebuah tindakan keji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Homoseksual dalam perspektif Islam berdasarkan penafsiran dari Q.s Al-A’raf ayat 80-84 dengan menggunakan metode penafsiran Double Movement yang berusaha menelusuri konteks sosio-historis kisah Nabi Luth dan kaumnya, dan mengkontekstualisasikannya dengan fenomena LGBT dalam masyarakat modern. Pengaplikasian metode Double Movement dalam memahami Q.S Al-A’raf 80-84 yaitu, pada gerakan pertama dalam metode ini adalah menulusuri sosio-historis kisah kaum Nabi Luth untuk mengungkap ideal moral yang terkandung dalam ayat tersebut. Ideal moral yang didapat dari ayat ini berupa larangan tegas terhadap Homoseksual karena dikategorikan sebagai perbuatan keji dan mendatangkan banyak mudharat. Gerakan kedua dalam metode ini adalah  mengkontekstualisasikan ideal moral tersebut dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan modern. Dalam konteks modern, penyimpangan seksual yang terjadi dikenal dengan istilah LGBT yang digolongkan juga sebagai perbuatan keji, melampaui batas, dan perbuatan yang sangat buruk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa larangan Homoseksual yang tertuang dalam Q.S Al-A’raf ayat 80-84 ini bersifat universal, artinya tidak terbatas pada situasi, kondisi, ataupun komunitas tertentu, sehingga larangan ini berlaku pada masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
Pengaruh Persepsi, Kelompok Referensi dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Nasabah Bank 9 Jambi Syari’ah Kota Jambi Afif Ridho, Ahmad; Ma’ani, Bahrul; Arifullah, Mohd.
Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah (April-Juni 2023)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jhesm.v1i2.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi kelompok referensi, dan gaya hidup terhadap keputusan nasabah pada Bank 9 Jambi Syariah Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian ini dilakukan di PT. Bank 9 Jambi Syariah Jl. Kapten Pattimura No. 70-71 Simpang IV Sipin Telanaipura, Jambi. Metode pengumpulan yang digunakan adalah studi kepustakaan dan kuesioner. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini; (1) Dengan menggunakan regresi linear berganda dalam menganalisa data, didapatkan hasil: Y = 2.085 + 0.417X1 + 0.181X2 - 0.476X3; (2) Hasil penelitian dengan menggunakan uji F terbukti bahwa variabel presepsi, kelompok referensi, dan gaya hidup secara bersama-sama akan mempengaruhi keputusan nasabah di Bank 9 Jambi Syariah, menunjukkan bahwa variabel independen memiliki nilai P-Value 0,000 dimana nilai probabilitas ini dibawah 0,05. Dengan demikian, maka sesuai dengan ketentuan dalam kriteria pengujian, jika nilai probabilitas < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variable presepsi, kelompok referensi, dan gaya hidup secara bersamasama berpengaruh terhadap keputusan nasabah; (3) Hasil penelitian dengan menggunakan uji t (Parsial) menunjukan bahwa nilai signifikan berpengaruh terhadap presepsi (X1), kelompok referensi (X2), gaya hidup (X3) terhadap keputusan nasabah (Y) adalah 0.000 < 0.05, maka nilai t hitung seluruh variabel presepsi (X1), kelompok referensi (X2), dan gaya hidup (X3) berpengaruh terhadap keputusan nasabah (Y) secara signifikan.
Hegemoni Sosial dan Politik Identitas Putra Daerah Jambi Ulum, Bahrul; Jannah, St. Raudhatul; Arifullah, Mohd.
Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol. 7 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.404 KB) | DOI: 10.15642/ad.2017.7.1.223-249

Abstract

Abstract: The article describes social hegemony and political domination of local people identity in Jambi. As elsewhere in Indonesia, Jambi is composed of locals and migrants. There is apparent hegemonic contestation between locals and migrants in Jambi. Migrants seems well-fit in Jambi and play significant role in urban context. In contrast, with exception of people of Kerinci and Malayu Jambi, locals seems to be marginalized especially people from Anak Dalam tribe who still hold on their primordial tradition. In political realm, locality and primordial sentiments still play major role during regional political election. The structure and use of politics of identity in Jambi is manifested by the occurrence of conflict of interest and sectoral ego which employs three main power instruments; bureaucracy, religion ad law. Abstrak: Artikel ini menggambarkan hegemoni sosial dan dominasi politik identitas putra daerah di Provinsi Jambi. Masyarakat Jambi terdiri dari warga pribumi dan pendatang. Hegemoni di masyarakat Jambi antara penduduk pribumi dan pendatang, secara kasat mata, kalangan pendatang tidak mengalami masalah sosial, penduduk pendatang justru memainkan peran penting di pusat-pusat perkotaan, sementara kebanyakan penduduk pribumi, kecuali Suku Kerinci dan Suku Melayu Jambi, menempati posisi yang agak termarjinalkan, terutama Suku Anak Dalam yang masih terlihat enggan untuk mengakomodir kemajuan dalam kehidupan mereka yang lestari. Dalam dimensi politik, isu kedaerahan ataupun sentimen primordialisme dalam kehidupan masyarakat Jambi sangat kentara. Bangunan pola operasionalisasi politik identitas dapat ditemukan pada berbagai realitas yang terjadi pada masyarakat Jambi yang ditunjukkan dari banyaknya benturan kepentingan (conflic of interest) dan fenomena ego sektoral dengan menggunakan tiga instrumen kuasa utama, yaitu (a) kuasa pemerintahan; (b) kuasa agama; (c) kuasa hukum.
Analysis of the Strength of Looks of Female Politician Candidates "Case Study of the Last Election in Jambi Province" Asriyadi, Asriyadi; Fradesa, Fiza; Arifullah, Mohd.
PERSPEKTIF Vol. 13 No. 1 (2024): PERSPEKTIF January
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v13i1.10524

Abstract

This study aims to analyze the impact of the strength of appearance capital on voter perceptions and its contribution to the success of female political candidates in the Jambi Province General Election. Appearance capital includes physical appearance, attractiveness, and other visual elements. This research uses a qualitative method with a descriptive type with a purposive sampling technique. Data collection was carried out through field studies and literature studies. Informants in this research included Jambi female politicians, academics, political observers, and the Jambi community. Researchers took these informants because they were considered the best in providing the information needed. The findings show that, although appearance capital can influence initial perceptions, other factors such as background, experience and political vision still play a crucial role in determining a candidate's success. This research can contribute in the form of new insights regarding the understanding of women's political participation in Jambi Province.
Contextualizing Fiqh al-Siyāsah in Indonesia: A Proposed Typology of Islamic Populism Ulum, Bahrul; Arifullah, Mohd
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v24i2.37747

Abstract

Amid a political atmosphere increasingly polarized by various forms of populism, this article identifies the typology of Islamic populism in Indonesia from the perspective of Islamic political law. It reveals a new horizon by showing the adaptability of fiqh al-siyāsah to the variants of Islamic populism typology. Drawing from different approaches to Islamic populism studies in Indonesia, the article classifies three typologies of Islamic populism in Indonesia: economic-political populism, political Islamism, and political pragmatism. Each has different characteristics and missions of struggle in the political and social context. This article argues that fiqh al-siyāsah functions not only as a tool of legitimacy but also as an adaptive framework that responds to contemporary political dynamics. This adaptability not only refers to the contextualization of sharia principles but also involves adaptations that shape and give birth to more inclusive and beneficial political policies and practices within the framework of Islamic populism in Indonesia. This article expands the horizon of how the integration of political principles of Islamic law in populist movements can influence the dynamics and political policies in IndonesiaAbstrakDi tengah suasana politik yang makin terpolarisasi oleh berbagai bentuk populisme, artikel ini mengidentifikasi tipologi populisme Islam di Indonesia dari perspektif hukum politik Islam. Artikel ini mengungkap cakrawala baru dengan menunjukkan adaptabilitas fiqh al-siyāsah terhadap varian tipologi populisme Islam. Mengacu pada beberapa pendekatan studi populisme Islam di Indonesia, artikel ini mengklasifikasikan tiga tipologi populisme Islam di Indonesia: populisme ekonomi-politik, Islamisme politik, dan pragmatisme politik. Masing-masing memiliki karakteristik dan misi perjuangan yang berbeda dalam konteks politik dan sosial. Artikel ini berargumen bahwa fiqh al-siyāsah berfungsi tidak hanya sebagai alat legitimasi tetapi juga sebagai kerangka adaptif yang merespons dinamika politik kontemporer. Adaptabilitas ini tidak hanya mengacu pada kontekstualisasi prinsip-prinsip syariah tetapi juga melibatkan adaptasi yang membentuk dan melahirkan kebijakan dan praktik politik yang lebih inklusif dan bermanfaat dalam kerangka populisme Islam di Indonesia. Artikel ini memperluas cakrawala tentang bagaimana integrasi prinsip-prinsip politik hukum Islam dalam gerakan populis dapat memengaruhi dinamika dan kebijakan politik di Indonesia.
Homoseksual Dalam Islam: Analisis Q.S Al-A’raf Ayat 80-84 Dalam Perspektif Metode Double Movement Fazlur Rahman Aripah, Mona; Ghaffar, Abdul; Arifullah, Mohd.
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2366

Abstract

Homoseksual adalah salah satu isu kontemporer yang kontroversial dan berbenturan dengan nilai-nilai dan norma sosial di masyarakat. Dalam Islam Homoseksual sendiri dipandang sebagai sebuah deviasi dari fitrah manusia dan merupakan sebuah tindakan keji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Homoseksual dalam perspektif Islam berdasarkan penafsiran dari Q.s Al-A’raf ayat 80-84 dengan menggunakan metode penafsiran Double Movement yang berusaha menelusuri konteks sosio-historis kisah Nabi Luth dan kaumnya, dan mengkontekstualisasikannya dengan fenomena LGBT dalam masyarakat modern. Pengaplikasian metode Double Movement dalam memahami Q.S Al-A’raf 80-84 yaitu, pada gerakan pertama dalam metode ini adalah menulusuri sosio-historis kisah kaum Nabi Luth untuk mengungkap ideal moral yang terkandung dalam ayat tersebut. Ideal moral yang didapat dari ayat ini berupa larangan tegas terhadap Homoseksual karena dikategorikan sebagai perbuatan keji dan mendatangkan banyak mudharat. Gerakan kedua dalam metode ini adalah  mengkontekstualisasikan ideal moral tersebut dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan modern. Dalam konteks modern, penyimpangan seksual yang terjadi dikenal dengan istilah LGBT yang digolongkan juga sebagai perbuatan keji, melampaui batas, dan perbuatan yang sangat buruk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa larangan Homoseksual yang tertuang dalam Q.S Al-A’raf ayat 80-84 ini bersifat universal, artinya tidak terbatas pada situasi, kondisi, ataupun komunitas tertentu, sehingga larangan ini berlaku pada masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
Kontribusi Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam Konteks Sosio-Historis: Analisis Pemikiran di Tengah Krisis Kekhalifahan Mamluk Saputra, Syahrin Rifal; Abbas, Pirhat; Arifullah, Mohd.
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i4.2551

Abstract

Pendidikan Islam merupakan aspek fundamental dalam pembentukan karakter dan peradaban umat. Salah satu tokoh penting yang memberikan kontribusi besar dalam pemikiran pendidikan Islam adalah Ibnu Qayyim al-Jawziyyah. Pemikirannya memiliki relevansi tinggi dengan tantangan pendidikan modern, khususnya dalam hal pembentukan moral dan akhlak peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pemikiran pendidikan Ibnu Qayyim dengan pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari karya-karya primer Ibnu Qayyim dan dianalisis secara sistematis melalui pendekatan hermeneutik serta analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Ibnu Qayyim mencakup berbagai aspek penting seperti tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan insan yang taat dan berakhlak mulia, metode pendidikan yang menekankan keteladanan dan pembiasaan, materi pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, serta peran sentral pendidik sebagai figur pembimbing spiritual. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi pemikiran klasik Ibnu Qayyim dengan perspektif pendidikan kontemporer, sehingga mampu memberikan solusi terhadap berbagai problematika pendidikan modern, termasuk degradasi moral dan krisis identitas. Implikasi dari penelitian ini membuka peluang pengembangan model pendidikan Islam yang holistik dan aplikatif, yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga spiritual dan afektif.