Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : BIMASTER

MODEL ANTRIAN PADA STASIUN PENGISIAN DAN PENGANGKUTAN BULK ELPIJI (SPPBE) PT USAHA GAS ELPINDO PONTIANAK DENGAN NOTASI KENDALL-LEE Marisi Aritonang, Yustina Titin, Helmi,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 4, No 03 (2015): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.538 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v4i03.13277

Abstract

Masalah antrian merupakan hal yang tidak bisa terlepas dari sistem pelayanan. Antrian terjadi karena banyaknya pelanggan yang membutuhkan jasa pelayanan pada waktu bersamaan. Terdapat dua ukuran dalam antrian yaitu antrian terbatas dan antrian tidak terbatas. Antrian dikatakan terbatas jika hanya sejumlah pelanggan yang bisa masuk ke dalam sistem antrian. Hal ini terjadi dikarenakan adanya  batasan kapasitas dan jumlah stok yang tersedia. Antrian tidak terbatas berarti tidak ada batasan jumlah pelanggan yang bisa masuk ke dalam sistem antrian. Pengisian ulang gas elpiji pada SPPBE PT Usaha Gas Elpindo Pontianak merupakan salah satu contoh antrian terbatas, jumlah truk yang bisa masuk ke dalam sistem antrian dibatasi, dikarenakan jumlah persediaan stok perhari yang tersedia terbatas. Penelitian ini menganalisis proses kedatangan truk, waktu pelayanan truk dan menentukan model antrian yang sesuai pada SPPBE PT Usaha Gas Elpindo Pontianak dengan notasi Kendall-Lee. Notasi Kendall-Lee dituliskan dalam format umum yaitu , dengan a adalah distribusi kedatangan, b adalah distribusi waktu pelayanan, c adalah jumlah fasilitas pelayanan, d adalah disiplin pelayanan, e adalah ukuran dalam antrian dan f adalah sumber kedatangan. Dengan uji Chi Kuadrat diperoleh proses kedatangan truk berdistribusi Poisson dan waktu pelayanan truk berdistribusi Eksponensial. Berdasarkan notasi Kendall-Lee, model antrian yang sesuai pada SPPBE PT Usaha Gas Elpindo Pontianak di tahap pertama (pengisian ulang) adalah model antrian dan pada tahap kedua (pengecekkan) adalah model antrian Kata Kunci : Sistem Antrian, Model Antrian Khusus Poisson
ANALISIS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN MODEL M/M/S PADA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk. KANTOR CABANG PONTIANAK (Studi kasus pada BNI Sultan Abdurrahman) Helmi., Rido Sunarya, Marisi Aritonang,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 4, No 2 (2015): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v4i2.10835

Abstract

Antrian merupakan orang-orang atau barang dalam barisan yang menunggu untuk dilayani dan kemudian meninggalkan barisan setelah dilayani. Pada kenyataannya, antrian diakibatkan waktu menunggu lebih lama dari pada waktu pelayanan. Untuk mengoptimalkan dan menentukan waktu pelayanan dari permasalahan tersebut salah satu model yang dapat digunakan adalah Multi Channel Single Phase (M/M/S). Pada penelitian ini menganalisis penerapan model M/M/S pada sistem antrian PT. Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk. KCP Sultan Abdurrahman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model M/M/S pada sistem antrian BNI KCP Sultan Abdurrahman. Langkah pertama yang dilakukan adalah menggambil data kedatangan antrian nasabah dan menggunakan standar rata-rata tingkat pelayanan. Hasil perhitungan dengan model M/M/S pada BNI KCP Sultan Abdurrahman menerapkan dispilin antrian yaitu First Come First Server (FCFS). Pola kedatangan nasabah berdistribusi Poisson dan pola pelayan berdistribusi Eksponensial. Jumlah teller yang optimal dalam memberikan pelayanan kepada nasabah adalah 3 teller dari hasil perhitungan rata-rata jumlah nasabah yang menunggu dalam sistem terpanjang pada periode waktu 11.00-12.00 yaitu sebanyak 4,4442 orang atau ≈4 orang. Sedangkan jumlah rata-rata nasabah yang menunggu dalam sistem terpendek terjadi pada periode waktu 15.00-16.00 yaitu sebanyak 1,2824 orang atau ≈1 orang. Rata-rata jumlah nasabah dalam antrian terjadi pada periode waktu 11.00-12.00 yaitu sebanyak 2,8442 orang atau ≈3 orang dapat disimpulkan kinerja sistem antrian BNI KCP Sultan Abdurrahman optimal.Kata kunci: Antrian, Poisson, Eksponensial, FCFS, M/M/S
MODIFIKASI ARITMETIKA INTERVAL DAN PENERAPANNYA PADA SISTEM PERSAMAANINTERVAL LINEAR Aritonang, Beni Irawan., Mika Lasni Roha Saragih, Marisi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 1, No 01 (2012): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v1i01.828

Abstract

Aljabar linear merupakan salah satu cabang ilmu penting yang dipelajari dalam matematika. Teori matriks merupakan salah satu pokok permasalahan utama yang dibahas dalam aljabar linear. Sebagai penerapannya teori matriks dapat digunakan untuk membantu dalam penyelesaian sistem persamaan linear. Secara umum entri-entri pada suatu matriks dapat berupa bilangan real ataupun bilangan kompleks, tetapi pada perkembangannya entri-entri matriks dapat juga berupa suatu interval. Pada matriks interval operasi-operasi yang berlaku sangat tergantung pada operasi-operasi aritmetika pada interval. Aritmetika interval adalah suatu aritmetika yang didefinisikan atas himpunan interval-interval. Pada aritmetika interval biasa tidak memenuhi sifat distributif, tetapi sifat subdistributif, sedangkan pada modifikasi aritmetika interval memenuhi sifat distributif. Modifikasi aritmetika interval dapat diterapkan untuk penyelesaian sistem persamaan interval linear, pada penelitian ini digunakan aturan Cramer. Kata kunci: Matriks, matriks interval, aritmetika interval.
PERBANDINGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (CDS) DAN PALMER DALAM MEMINIMASI TOTAL WAKTU PENYELESAIAN Studi Kasus : Astra Konveksi Pontianak Marisi Aritonang, Risa, Helmi,
BIMASTER Vol 4, No 03 (2015): BIMASTER
Publisher : BIMASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Campbell Dudek and Smith (CDS) dan Palmer merupakan teknik penjadwalan flow shop. Tujuan penjadwalan flow shop yaitu untuk mengetahui total waktu penyelesaian job minimal. Penelitian yang dilakukan di Astra konveksi Pontianak sebanyak 5 job yang diantaranya, kaos olahraga SMPN 2 Dedai Sintang, kaos olahraga SMA Immanuel Sintang, kaos olahraga SMA Nusantara Indah Sintang, kaos pembina MTS Nurul Fallah dan kaos santri taman pendidikan Qur’an masjid Alqudsy kayong Utara. Masing-masing job harus melewati setiap mesin secara berurutan. Mesin yang digunakan yaitu mesin pola dan potong, mesin sablon, mesin obras, mesin jahit dan mesin overdeck. Penelitian diawali dengan menghitung waktu proses masing-masing job disetiap mesin. Penjadwalan CDS didasarkan pada urutan job yang memiliki waktu proses minimal sedangkan penjadwalan Palmer didasarkan pada urutan job yang memiliki waktu proses maksimal dikerjakan terlebih dahulu. Berdasarkan urutan job yang dihasilkan, total waktu penyelesaian metode CDS selama 6 hari 1 jam dan metode Palmer selama 7 hari 8 menit. Metode CDS lebih cocok diterapkan pada Astra konveksi Pontianak karena memiliki waktu proses minimal dalam memproduksi kaos. Kata Kunci: Johnson rule, Slope indeks, Completion time.
MENDETEKSI OUTLIER DENGAN METODE MINIMUM COVARIANCE DETERMINANT M.Novitasari Mara., Mukti Kurniadi, Marisi Aritonang,
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 1, No 01 (2012): BIMASTER
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v1i01.651

Abstract

Keberadaan outlier pada data dapat mengganggu proses analisis data, sehingga pendeteksian outlier merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Ketika data yang digunakan adalah data multivariat, maka pendeteksian tersebut menjadi sulit untuk dilakukan.Pada umumnya, sebelum melakukan pendeteksian outlier pada data multivariat, terlebih dahulu perlu dilakukan peyederhanaan atau pereduksian dimensi data.Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Analisis Komponen Utama (AKU).Dalam penelitian ini, outlier dideteksi menggunakan metode Minimum Covariance Determinant (MCD).Prinsip metode MCD adalah mendapatkan subhimpunan dari keseluruhan pengamatan yang matriks varians-kovariansnya memiliki determinan terkecil diantara semua kombinasi kemungkinan data.Pendeteksian outlier dengan metode MCD dilakukan berdasarkan jarak robust dan nilai cut-offnya.Suatu pengamatan terdeteksi sebagai outlier ketika jarak robust lebih besar dari nilai cut-off. Sedangkan untuk mengklasifikasikan outlier tersebut dilakukan dengan cara membuat plot jarak mahalanobis versus jarak robust yang disebut dengan diagnostic plot. Pada penelitian ini dilakukan deteksi outlier untuk data tahun 1994 tentang gaji pegawai pada perguruan tinggi di Amerika. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan bantuan software R versi 2.13.2, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 309 pengamatan terdeteksi sebagai outlier, yang terdiri dari 48 pengamatan termasuk jenis bad leverage dan 261 pengamatan termasuk jenis outlier orthogonal. Bagi peneliti lain yang ingin meneliti tentang pendeteksian outlier pada kasus multivariat dapat menggunakan metode-metode lain seperti metode Minimum Volume Ellipsoid (MVE) dan metode Welsch untuk kemudian dibandingkan tingkat efisiensinya dengan metode MCD. Kata Kunci : Analisis Komponen Utama, jarak robust, diagnostic plot, nilai cut-off, outlier multivariate.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU AMPLANG “ALONG” DENGAN MODEL ECONOMIC ORDER QUANTITY Warzuqna Olyan; Marisi Aritonang; Shantika Martha
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 7, No 4 (2018): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v7i4.28275

Abstract

Amplang merupakan makanan khas kabupaten Ketapang yang bahan baku utamanya terbuat dari ikan. Amplang “Along” merupakan industri rumahan, bergerak di bidang makanan. Pengolahan bahan baku pembuatan amplang belum menggunakan perencanaan yang baik sehingga menyebabkan timbulnya masalah persediaan bahan baku amplang. Salah satu model persediaan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan persediaan adalah Model Economic Order Quantity (EOQ). Model EOQ digunakan untuk mengetahui kuantitas pemesanan optimal dan biaya total persediaan minimum. Jika ikan yang dipesan tidak tersedia maka model persediaan yang dapat mengatasinya adalah model EOQ Back Order. Hasil analisis persediaan bahan baku dengan model EOQ selama satu tahun kedepan adalah banyak ikan yang dipesan 210,9 kg, banyak tepung tapioka yang dipesan 22 karung, gula 80,14 kg, telur 316 butir, garam 157 pack, bawang putih 83,27 kg, vetsin 21 bungkus, minyak goreng 24 ken, dan soda 56 botol. Biaya total persediaan minimum bahan baku untuk membuat Amplang “Along” sebanyak Rp. 1.196.984. Kata kunci: pengendalian, persediaan, bahan baku, EOQ, back order
ANALISIS MODEL DISTRIBUSI JUMLAH KEDATANGAN DAN WAKTU PELAYANAN PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT Riska Sismetha; Marisi Aritonang; Mariatul Kiftiah
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 6, No 01 (2017): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.552 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v6i01.19739

Abstract

RSIA Anugerah Bunda Khatulistiwa merupakan rumah sakitkhusus pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak yang ada di Pontianak. Salah satufasilitas yang tersedia di RSIA Anugerah Bunda Khatulistiwa adalah pelayananpasien instalasi rawat jalan. Permasalahan yang sering terjadi pada pelayananpasien rawat jalan yaitu lamanya prosedur di beberapa fasilitas pelayananseperti pendaftaran, poli spesialis dan instalasi farmasi. Hal ini dapatdilihat dari barisan calon pasien yang berada di depan loket pendaftaran,pasien yang konsultasi ke dokter dan pasien yang mengambil obat di instalasifarmasi. Penelitian ini menganalisis proses kedatangan pasien, waktu pelayananpasien, menentukan model antrian dengan notasi Kendall-Lee dan menganalisiskinerja dari sistem antrian yang sesuai pada beberapa fasilitas pelayanan diinstalasi rawat jalan RSIA Anugerah Bunda Khatulistiwa. Notasi Kendall-Leedituliskan dalam format umum (a/b/c):(d/e/f) yaitu , dengan a adalah distribusikedatangan, b adalah distribusi waktu pelayanan, c adalah jumlah fasilitaspelayanan, d adalah disiplin pelayanan, e adalah ukuran dalam antrian dan fadalah sumber kedatangan. Dari hasil analisis, diperoleh model antrianuntuk bagian pendaftaran adalah (M/M/3):(FCFS/                         / ). Pada bagian spesialis anak, spesialis obstetri(kandungan) dan spesialis gigi diperoleh model (M/G/1):(FCFS/ / ), serta pada bagian Instalasi Farmasi diperoleh model(M/M/2):(FCFS/ / ). Berdasarkan kinerja dari sistem antriandapat disimpulkan bahwa sistem pelayanan instalasi rawat jalan meliputi bagianpendaftaran, poli spesialis dan instalasi farmasi di RSIA Anugerah BundaKhatulistiwa dalam kondisi baik dengan rata-rata tingkat kedatangan pasientidak melebihi kapasitas kecepatan pelayanannya. Katakunci: Teoriantrian, Rumah sakit, Model antrian