Claim Missing Document
Check
Articles

Found 42 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Uji Kualitas Minyak Goreng Berdasarkan Perubahan Sudut Polarisasi Cahaya Menggunakan Alat Semiautomatic Polarymeter Nuraniza, Nuraniza; Lapanporo, Boni Pahlanop; Arman, Yudha
PRISMA FISIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i2.3014

Abstract

Telah dilakukan uji kualitas minyak goreng dengan parameter perubahan sudut polarisasi cahaya menggunakan alat semiautomatic polarymeter. Minyak goreng yang digunakan adalah minyak goreng dari kelapa sawit dan minyak goreng dari kelapa. Minyak goreng yang diuji, dipanaskan terlebih dahulu sampai suhu 200 C, dengan variasi hingga lima kali pemanasan. Nilai sudut polarisasi yang diperoleh untuk minyak goreng dari kelapa sawit tanpa pemanasan yaitu 33,38, dan untuk 5 kali pemanasan yaitu 37,51, minyak goreng kelapa tanpa pemanasan sudut polarisasinya yaitu 26,83, dan dengan 5 kali pemanasan yaitu 29,55. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas minyak goreng yang paling baik adalah minyak goreng dengan sudut polarisasi yang paling kecil. Hal ini dibuktikan dengan nilai bilangan peroksida pada minyak goreng yang cenderung meningkat setelah minyak goreng dipanaskan. Untuk minyak goreng dari kelapa sawit, bilangan peroksida sebelum minyak dipanaskan sebesar 7,26 MgO2/Kg, setelah 5 kali dipanaskan sebesar 10,27 MgO2/Kg. Untuk minyak kelapa sebelum dipanaskan bilangan peroksida adalah 0,63 MgO2/Kg, dan setelah 5 kali dipanaskan sebesar 12,20 Mg O2/Kg. Kata kunci: Sudut Polarisasi, Minyak Goreng, Semiautomatic Polarymeter, Bilangan Peroksida.
Sebaran Mineral Logam Bijih Besi Berdasarkan Anomali Magnetik Daerah Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut Syaripudin, Syaripudin; Arman, Yudha; Muhardi, Muhardi
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51262

Abstract

Sebaran mineral logam bijih besi daerah Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut telah diidentifikasi berdasarkan nilai anomali magnetik. Penelitian ini menggunakan peta anomali magnetik lembar Banjarmasin yang telah dilakukan digitasi. Identifikasi sebaran mineral logam bijih besi dilakukan dengan menganalisis peta anomali magnetik regional dan residual, Horizontal Derivative, peta geologi, dan peta sebaran mineral logam lembar Banjarmasin. Sedangkan pemodelan inversi 3D dilakukan untuk mengidentifikasi sebaran nilai suseptibilitas batuan bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran mineral bijih besi primer terdapat di 5 (lima) lokasi, yaitu 4 (empat) lokasi di bagian selatan dan barat daya dengan nilai suseptibilitas -0,0016 SI hingga 0,0781 SI, sedangkan 1 (satu) lokasi di bagian timur laut dengan nilai suseptibilitas 0,0090 SI hingga 0,0781 SI. Lokasi penelitian didominasi bijih besi primer karena berada pada formasi batuan vulkanik purba yang ditandai dengan adanya dataran tinggi meratus. Adapun mineral bijih besi ini berasosiasi terhadap mineral magnetit yang termasuk dalam jenis ferromagnetik.
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Pada Lembar Kota Agung Menggunakan Data Global Gravity Model Plus (GGMplus) Putra, Nurdin Satria; Arman, Yudha; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49545

Abstract

Tersedianya informasi gravitasi di daerah Lembar Kota Agung pada kawasan yang memiliki potensi panas bumi memberikan peluang dilakukan pemodelan struktur bawah permukaan. Memanfaatkan data anomali percepatan gravitasi yang diperoleh dari Global Gravity Model plus (GGMplus) dengan spasi antar titik sejauh 220 m. Hasil penafsiran data gravitasi berupa Anoamli Bougeur Lengkap (ABL) pada  daerah Lembar Kota Agung menunjukkan bahwa nilai anomali daerah ini dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kelompok dengan nilai rendah dan nilai tinggi, yang masing-masing menggambarkan daerah busur vulkanik dan daerah lembah. Model gravitasi berbasis perhitungan dengan pemilihan nilai rapat massa dan geologi bawah permukaan menunjukkan bahwa struktur lapisan bawah permukaan di kawasan potensi panas bumi daerah Lembar Kota Agung berupa batuan pasir, batuan lempung, batuan andesit, batuan granit, dan untuk batuan breksi tersusun atas mineral penyusun berupa kuarsa dengan nilai densitas berkisar antara  2,314 g/cm3 hingga 2,782 g/cm3.Kata Kunci : Anomali Bougeur, GGMplus, Potensi Panas BumiTersedianya informasi gravitasi di daerah Lembar Kota Agung pada kawasan yang memiliki potensi panas bumi memberikan peluang dilakukan pemodelan struktur bawah permukaan. Memanfaatkan data anomali percepatan gravitasi yang diperoleh dari Global Gravity Model plus (GGMplus) dengan spasi antar titik sejauh 220 m. Hasil penafsiran data gravitasi berupa Anoamli Bougeur Lengkap (ABL) pada  daerah Lembar Kota Agung menunjukkan bahwa nilai anomali daerah ini dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kelompok dengan nilai rendah dan nilai tinggi, yang masing-masing menggambarkan daerah busur vulkanik dan daerah lembah. Model gravitasi berbasis perhitungan dengan pemilihan nilai rapat massa dan geologi bawah permukaan menunjukkan bahwa struktur lapisan bawah permukaan di kawasan potensi panas bumi daerah Lembar Kota Agung berupa batuan pasir, batuan lempung, batuan andesit, batuan granit, dan untuk batuan breksi tersusun atas mineral penyusun berupa kuarsa dengan nilai densitas berkisar antara  2,314 g/cm3 hingga 2,782 g/cm3.Kata Kunci : Anomali Bougeur, GGMplus, Potensi Panas Bumi
Studi Dinamika Molekul Terhadap Hidrat Metana Tipe MH-IV Jamilah, Syarifah Intan; Arman, Yudha; Hasanuddin, Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51256

Abstract

Dinamika hidrat metana tipe MH-IV pada berbagai kondisi termodinamika telah diteliti menggunakan metode dinamika molekul. Hidrat metana dikondisikan pada suhu 250 K dan tekanan 40 GPa, 70 GPa, 100 GPa, 140 GPa dan 150 GPa. Berdasarkan hasil perhitungan energi sistem, sistem hidrat yang disimulasi belum sepenuhnya mendekati hasil eksperimen yang ingin direplika. Fungsi distribusi radial dari sistem yang disimulasi menunjukkan pengaruh signifikan tekanan terhadap jarak koordinasi antar molekul penyusun hidrat. Sistem terlihat mengalami deformasi seiring dengan pertambahan tekanan. Beberapa bagian dari sistem terlihat mengalami deformasi yang diikuti dengan pemutusan ikatan hidrogen antar molekul air. Hal tersebut mengakibatkan sistem tidak lagi memiliki struktur kristal es seperti kondisi awal. Perubahan struktur yang dialami menyebabkan probabilitas molekul metana untuk berdifusi ke void baru menjadi semakin besar. Peningkatan tekanan yang diaplikasikan pada sistem menyebabkan kerusakan struktur semakin meluas yang diikuti dengan meningkatnya koefisien difusi molekul gas metana.Kata Kunci : Hidrat Metana MH-IV, Dinamika Molekul
Konduktivitas Termal Papan Komposit dari Sekam Padi dan Ampas Tebu Haisyah, Haisyah; Arman, Yudha; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.49856

Abstract

Setiap tahun jumlah limbah sekam padi dan ampas tebu semakin meningkat sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Kedua limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku papan komposit. Papan komposit banyak dimanfaatkan sebagai bahan dinding bangunan bertingkat karena konduktivitas termalnya yang rendah dibanding batako. Oleh karena itu, pada penelitian ini penulis membuat dan menganalisis papan komposit berbasis sekam padi dan ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai konduktivitas termal papan komposit terhadap berbagai perbandingan komposisi sekam padi dan ampas tebu serta untuk mengetahui perbandingan komposisi yang tepat agar nilai konduktivitas termalnya minimum. Pengukuran konduktivitas termal dilakukan menggunakan conductivy apparatus. Komposisi sekam padi dan ampas tebu yang digunakan memiliki perbandingan sebesar 100:0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50 dan 40:60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata konduktivitas termal yang didapat berkisar antara 0,029 W/m.K-0,069 W/m.K. Nilai ini jauh lebih rendah dibanding material bahan bangunan lain seperti beton, asbes dan kaca sehingga lebih nyaman digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa semakin banyak ampas tebu yang digunakan maka semakin tinggi nilai konduktivitas termal papan komposit dan perbandingan komposisi yang tepat agar nilai konduktivitas termal bahan minimum  adalah pada papan komposit yang semuanya diisi oleh sekam padi. Nilai konduktivitas termal minimum tersebut diduga dipengaruhi oleh kerapatan dan papan komposit pada sampel ini paling rendah dibanding sampel yang lain sehingga lebih banyak mengandung pori-pori terisi udara yang diketahui buruk mengantarkan panas.
Kajian Numerik Orbit Foton di Sekitar Lubang Hitam Bermuatan Netral Berotasi Herli Herli; Hasanuddin Hasanuddin; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53673

Abstract

Telah dilakukan kajian numerik lintasan orbit foton di sekitar lubang hitam bermuatan netral berotasi. Persamaan gerak untuk orbit foton di sekitar lubang hitam bermuatan netral dan berotasi dinyatakan dengan lintasan geodesik. Persamaan gerak tersebut selanjutnya diselesaikan secara numerik menggunakan metode Runge-Kutta orde-4. Hasil simulasi menunjukkan bahwa orbit foton yang bergerak di sekitar lubang hitam bermuatan netral dan berotasi dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu momentum sudut, parameter dampak, dan massa lubang hitam. Semakin meningkatnya nilai parameter momentum sudut maka foton semakin mendekati lubang hitam. Kemudian, semakin besar nilai parameter dampak maka foton semakin menjauhi lubang hitam dan yang terakhir semakin besar massa lubang hitam maka orbit foton semakin menunjukkan menuju lubang hitam. Orbit foton untuk lubang hitam Kerr ekstrim memiliki orbit di luar radius horizon peristiwa.
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Cekungan Pembuang Daerah Kalimantan Tengah Berdasarkan Data Gaya Berat Rika Kurniasih; Yudha Arman; Radhitya Perdhana
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.52209

Abstract

Data anomali gaya berat Free Air Anomaly (FAA) yang diperoleh dari satelit Topex digunakan untuk mengetahui struktur bawah permukaan Cekungan Pembuang di daerah Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Koreksi Bouguer dan koreksi terrain (medan) diterapkan pada data tersebut untuk mendapatkan anomali Bouguer lengkap. Anomali regional dan anomali residual dipilah menggunakan tapis Butterworth. Pemodelan dilakukan pada anomali regional untuk mendapatkan struktur bawah permukaan cekungan Pembuang. Hasil pemodelan menunjukkan terdapatnya 4 lapisan batuan, yang terdiri dari dua lapisan batuan dasar dan dua lapisan teratas. Lapisan dasar diduga merupakan intrusi kapur dan metamorf pra-tersier yang terdiri dari batuan granit dan batuan kuarsit, dengan densitas rata-rata 2,6 g/cm3 dan 2,8 g/cm3, sedangkan dua lapisan teratas diduga merupakan sedimen kuarter dan sedimen tersier, dengan densitas rata-rata 1,98 g/cm3 dan 2 g/cm3. Model yang dibuat menunjukkan adanya terobosan batuan basement (dasar) berupa granit, serta sesar normal dan sesar naik. Densitas rata-rata batuan di daerah penelitian sebesar 2,4 g/cm3.
Konduktivitas termal papan komposit berlapis dari ampas tebu dan serat sabut kelapa dengan variasi perekat urea formaldehida Julia Bela Kart; Azrul Azwar; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i1.53587

Abstract

Penelitian papan komposit berbasis ampas tebu dan serat sabut kelapa dengan variasi urea formaldehid telah berhasil dilakukan.Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh dari varisi perekat urea formaldehid terhadap konduktivitas termal pada papan komposit.Penelitian ini dilakukan menggunakan alat Thermal Conductivity Apparatus. Papan komposit dibuat struktur tiga lapis dengan perbandingan ampas tebu dan serat sabut kelapa 50:50 dengan tebunya sebagai face dan back sehingga perbandingan yang awalnya 50 dibagi menjadi dua. Variasi kadar perekat urea formladehida yang digunakan pada penelitian ini yaitu 6%,8%,10%,12%,dan 14%. Hasil penelitian menunjukan hasil konduktivitas termal dari setiap sampel berkisar antara 0,029 W/m.K. sampai dengan 0,069 W/m.K. Hasil nilai konduktivits termal dan kerapatan dari penelitian yang dilakukan bervariasi. Untuk nilai konduktivitas termal yang baik didapatkan pada sampel 3 dengan nilai 0,026 W/m.K. Untuk penambahan kadar perekat sangat berpengaruh terhadap nilai konduktivitas termal. Dan variasi dari hasil konduktivitas termal sampel Hal ini diduga pada proses pencampuran(blending) antara perekat dengan ampas tebu dan serat sabut kelapa  tidak tersebar secara rata pada seluruh bagian papan komposit dikarenakan proses pencampuran secara manual sehingga menyebabkan sebaran perekat pada serbuk tidak merata pada seluruh bagian papan komposit dan hanya terkonsentrasi hanya dibeberapa bagian.
Prediksi Awal Musim Hujan dan Awal Musim Kemarau di Ketapang Bagian Selatan Menggunakan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) Erna Wati; Yudha Arman; Riza Adriat
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.58142

Abstract

Kabupaten Ketapang khususnya bagian selatan termasuk daerah zona musim (ZOM) yaitu daerah yang memiliki perbedaan yang sangat jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau. Prediksi awal musim hujan dan kemarau diperlukan dalam berbagai hal. Metode yang digunakan untuk melakukan prediksi dalam penelitian ini adalah metode ARIMA. Data yang digunakan merupakan data curah hujan selama 11 tahun (2011-2020). Penelitian ini hanya dilakukan di wilayah ketapang yang memiliki zona musim yaitu Kabupaten Ketapang bagian selatan. Berdasarkan analisis yang diperoleh model terbaik yaitu ARIMA (0,1,2)(2,1,1,36) awal musim hujan terjadi pada bulan November 2020 yang jika dilihat pada data aktualnya model ARIMA memprediksi awal musim hujan terlambat satu dasarian dan awal musim kemarau terjadi pada bulan Juli 2020, model memprediksi awal musim kemarau satu bulan lebih awal dari aktualnya. Dengan tingkat keakuratan modelnya dalam memprediksi awal musim satu tahun kedepan yaitu sebesar MAPE 57,08%, koefisien korelasi 0,2.
Simulasi Orbit Planet dengan Metode Hermite Hasmiati Hasmiati; Yudha Arman
PRISMA FISIKA Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v10i3.60148

Abstract

Telah dilakukan simulasi orbit planet yang bergerak mengelilingi matahari melalui interaksi gaya gravitasi. Simulasi ini bertujuan untuk menghitung orbit planet dengan metode integrasi Hermite. Selain itu, dalam penelitian ini dibandingkan hasil simulasi orbit planet dan galat energi metode Hermite dan Metode Runge-Kutta orde 4 lintasan orbit yang dihasilkan berbentuk ellips yang sesuai dengan solusi analitik. Kedua metode menghasilkan galat orbit yang tidak jauh berbeda akan tetapi, galat energi dari metode Hermite lebih kecil dari galat energi metode Runge-Kutta orde 4.
Co-Authors . Antonius, . . Apriansyah . Faurizal . Hasanuddin . Kornellius A.A. Ketut Agung Cahyawan W Alexsianus Malujung Alhuda, Ervan alpiana, fila Andi Ihwan Artedi Asifa Asri Asifa Asri Asifa Asri Atang Rahma Agusta Azrual Azwar Azrul Azwar Bintoro Siswo Nugroho Boni Lapanporo, Boni Boni Pahlanop Lapanporo Catur Purwanto, Catur Cucu Suhery Dayang Samsul Hidayah Desi Saputri Sri REZEKI Devi Yulianti Dian Prawira Dian Prawira, Dian Dwiria Wahyuni Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo, Suci Lestari, Mukarlina, Erna Wati Eusebius, Agustinus Evi Noviani Ezra Andwa Heradian, Ezra Andwa Fajar Arianto Fajar Arianto Febriyadi Romadhan Fitriyadi Fitriyadi Gapar Gapar, Gapar Gusrizal Gusrizal H., Cindy Priscilla Haisyah, Haisyah Hakim, Yusuf Umar Al Handika Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasmiati Hasmiati Hendro Tira Herli Herli Hestivera, Eva Novianti Hezliana Syahwanti Hutabarat, Victor Ibnur Rusi Iis Solehati Iklas Sanubary Ismail Ismail Jamilah, Syarifah Intan Jennifer Sulastri Joko Sampurno Joko Sampurno Juari, S Julia Bela Kart Kaharudin Kaharudin Karno - Karno Kushadiwijayanto, Arie Antasari Latifah Maesaroh Mariana Bara’allo Malino Mathali'ul Anwar Muhammad Kholid Muhardi Muhardi Muhardi Mutiah, Nurul Nia Syafitri Nur Fadhila Nuraniza Nuraniza Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurul Mutiah Nurul Wahdah Okto Ivansyah Perdhana, Radhitya Pramesti, Meita Ananda Purba Santoso, Purba Putra, Nurdin Satria Radhitya PERDHANA Rahmatullah, Sigid Renny Puspita Sari Rezeki, Desi Saputri Sri Rifatul Auzan Rika Kurniasih Rindiani Rindiani Riska Dewi, Riska Riyan Dano Prasetyo Riza Adriat Rizki Fajania Rohyati, Eny Rumyati Pujiastuti S Juari Saron, Mawar Satria Sumarwan, Satria Sidi, Makarius Siti Helmyati Suci Fitri Nazila Suraina Suraina, Suraina Syaripudin Syaripudin Theresia Oktatriani Tiofi, Timothi Triandi Kuseno Veronika Pitri Vikki Vikki Waras Selviani Octavia Yeni Apriyanti Yesi Dwi Jayanti Yoga Satria Putra Yoga Satria PUTRA Yuris Sutanto Yusuf Umar Al Hakim Yuzika Pausa Zulfian Zulfian