Claim Missing Document
Check
Articles

Effectiveness of Dose and Application Interval of Ocimum sanctum Essential Oil as Bactrocera spp. Attractant on Siamese Orange Plants Amri, Lutfir Rahman; Arneti, Arneti; Reflinaldon, Reflinaldon; Syahrawati, My
Jurnal Proteksi Tanaman (Journal of Plant Protection) Vol. 8 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Plant Protection Department, Faculty of Agriculture, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpt.8.2.88-98.2024

Abstract

Fruit flies (Bactrocera spp.) are the most detrimental pests on siamese orange fruit (Citrus nobilis Linnaeus). One technique to control fruit flies that are safe for the environment and do not cause residues on plants is the use of attractants. The research aimed to study the effect of dose and application interval of basil essential oil for fruit fly control on Siamese orange plants. This research was conducted in citrus plantations of Gunung Omeh District, Lima Puluh Kota Regency, West Sumatra, Indonesia, and Insect Bioecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Andalas. The study used a separate plot design consisting of doses of basil essential oil as the main plot and application intervals as subplots. The observed variables were species and the population of fruit flies. The results of observations found Three species of fruit flies, namely Bactrocera dorsalis, Bactrocera carambolae, and Bactrocera umbrosa, were successfully trapped during the observation with the highest number of catches of 278.33 individuals/trap, 15.33 individuals/trap, and 2.67 individuals/trap, respectively. Basil essential oil with a dose of 1.5 ml and an application interval of 3 days proved to be the most effective combination in trapping fruit flies compared to other doses and intervals. These results indicate that basil essential oil can be a potential alternative attractant in managing fruit fly populations on Siamese orange plants
Efektivitas Pemberian Jeruk Nipis (Citrus Aurontifolia) Kombinasi Madu terhadap Frekuensi Mual Muntah Ibu Hamil M, Ghezi Lhoura.; Stellata, Alyxia Gita; Arneti, Arneti
Jurnal Bidan Mandiri Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Bidan Mandiri, Volume 3 No.1 Januari 2025
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v3i1.2520

Abstract

ABSTRAK Emesis Gravidarum tahun 2017 di dunia tercatat mencapai 12,5 % dari seluruh ibu hamil. Di Indonesia diperoleh data ibu dengan Emesis Gravidarum mencapai 10 % dari seluruh kehamilan. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra barat, emesis gravidarum pada tahun 2017 sebanyak 7,63 %. Dinas Kesehatan Kota Bukitinggi, tahun 2024 cakupan kunjungan K1 ibu hamil di Kota Bukitinggi mencapai 98 %. Di Kota Bukittinggi cakupan persentase tertinggi ibu hamil dengan masalah mual dan muntah terdapat pada Puskesmas Guguk Panjang 58 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Jeruk Nipis (Citrus Aurontifolia) Kombinasi Madu Terhadap Frekuensi Mual Muntah Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukitinggi Tahun 2025. Teknik pengambilan sampel dengan Simple Random Sampling. Teknik analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan Mann Whitney. Hasil analisis bivariat dengan uji mann whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam hal penurunan frekuensi mual muntah, dengan nilai p = 0,000 (α=0.05 atau p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pemberian jeruk nipis kombinasi madu lebih efektif dibandingkan dengan vitamin B6. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian jeruk nipis kombinasi madu lebih efektif dalam menurunkan frekuensi mual muntah ibu hamil trimester I. Saran dapat wawasan dan pengalaman terhadap eksperimen pemberian air perasan jeruk nipis pada ibu hamil.
Hubungan Dukungan Suami dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan Septia, Cheeqa Mardevi; arneti, Arneti; Khadijah, Siti
Jurnal Bidan Mandiri Vol 2 No 2 (2024): Vol. 2 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v2i2.2523

Abstract

Anxiety is an emotional condition characterized by feelings of worry or fear without a clear cause and is commonly experienced by pregnant women, especially in the third trimester. Anxiety during pregnancy can negatively affect maternal and fetal health, increasing the risk of pregnancy complications, impaired fetal development, and difficult labor. The World Health Organization (WHO) reported that approximately 15% of pregnant women experience anxiety, which may increase to 30% in first pregnancies. In Indonesia, the prevalence of anxiety among pregnant women is 28.7%, while in Sumatra it reaches 52.35%. Data from Baso Public Health Center in 2024 showed that 40% of third-trimester pregnant women experienced anxiety symptoms. One important factor influencing maternal anxiety is husband’s support. This study aimed to determine the relationship between husband’s support and anxiety levels among third-trimester pregnant women at Baso Public Health Center in 2025. This study used a quantitative cross-sectional design involving 30 third-trimester pregnant women selected through total sampling. Data were collected using a husband’s support questionnaire and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) and analyzed using Chi-square tests. The results showed that 56.7% of respondents did not experience anxiety and 53.3% received husband’s support. A significant relationship was found between husband’s support and anxiety levels (p = 0.001).
Hubungan Penggunaan Media Sosial dan Peran Teman Sebaya dengan Perilaku Seksual Remaja Fitriyah, Nurul; Arneti, Arneti; Rahmi, Sania Lailatu; Kornelia, Kori; Khadijah, Siti
Jurnal Bidan Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Bidan Mandiri, Volume 3 No.2 Oktober 2025
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jbm.v3i2.2538

Abstract

Adolescent sexual behavior is influenced by various factors, including the use of social media and the role of peers. Aim; To examine the association between social media use and peer influence with adolescent sexual behavior at SMA Negeri 1 Ampek Angkek in 2025. Method; This was an analytic quantitative study with a cross-sectional approach. The research population was 1,060 students of SMA Negeri 1 Ampek Angkek, with a sample of 100 respondents selected using cluster random sampling. Data was collected through questionnaires and analyzed univariately and bivariately with the Chi-Square test using SPSS 25. Results; The study showed that 74% of respondents exhibited positive sexual behavior, 69% frequently used social media, and 52% were influenced by peers. There was a significant relationship between social media use and adolescent sexual behavior (p=0.025), and a highly significant relationship between the role of peers and adolescent sexual behavior (p=0.000). Conclusion; Social media and peers play an important role in shaping adolescent sexual behavior. School-based interventions such as reproductive health education, peer counselor programs, and strengthening digital literacy are recommended. Further research is suggested to explore additional variables such as the role of the family and religiosity.
Peran Bundo Kanduang dalam Pencegahan Keterlambatan Kegawatdaruratan Kebidanan di Kota Bukittinggi Arneti, Arneti; Sefrina, Yosi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.446

Abstract

Kematian ibu seringkali dikaitkan dengan penyebab dari determinan sosial yaitu keterlambatan menyadari kebutuhan untuk perawatan dan tanda-tanda bahaya kehamilan; keterlambatan pelayanan karena akses pelayanan tidak tersedia, jarak jauh dan/atau biaya layanan atau hambatan sosial-budaya; dan keterlambatan perawatan yang di terima di fasilitas. Budaya dapat menjadi hambatan dalam pelaksanaan rujukan kebidanan jika komponen dalam kebudayaan tersebut tidak dirangkul dalam pelaksanaannya. Pada Budaya Minang kabau ada perempuan dengan kedudukan istimewa yang dijuluki dengan Bundo Kanduang. Bundo kanduang merupakan “pusek jalo kumpalan tali”, tempat berkumpulnya semua informasi dan permasalahan. Bundo kanduang dituntut mampu membentuk akhlak generasi muda dan menyelesaikan permasalahan – permasalahan sosial lainnya di lingkungan keluarga, sanak famili dan lingkungan tempat tinggal. Tujuan penelitian, menemukan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi tahun 2020. Rancangan penelitian kualitatif, dilaksanakan di kota Bukittinggi pada tahun 2020. Informan penelitian; bundo kanduang, tenaga kesehatan dan ibu PUS. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, Analisa data dilakukan dengan Analisa data kualitatif.Hasil Penelitian, Bundo kanduang sudah mengetahui kematian pada ibu hamil, bersalin dan nifas, tempat terjadinya kematian ibu, di rumah sakit namun belum sepenuhnya memahami faktor risiko terjadinya kematian ibu. Bundo kanduang mengetahui bahwa kegawatdaruratan kebidanan adalah keadaan berbahaya bagi ibu yang dapat mengakibatkan kematian; pengambil keputusan adalah ibu dengan dukungan suami dan keluarga terdekat. Bundo kanduang sudah mengetahui tempat pelayanan kegawatdaruratan adalah rumah sakit. Bundo kanduang berperan dalam upaya kesehatan ibu namun belum terfokus terhadap pengenalan tanda bahaya dan kegawatdaruratan pada ibu.Diharapkan agar dilakukan pelatihan kepada bundo kanduang terkait pengenalan dan deteksi dini tanda bahaya dan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai upaya pencegahan kematian ibu.
HARAPAN STAKEHOLDER TERHADAP PERAN BUNDO KANDUANG DALAM PENCEGAHAN KETERLAMBATAN KEGAWATDARURATAN KEBIDANAN Sefrina, Yosi; Bachtar, Fitrina; Arneti, Arneti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.852

Abstract

Latar Belakang Masalah: Setiap hari di dunia, ada 810 kematian ibu dengan determinan sosial keterlambatan menyadari kebutuhan untuk perawatan dan tanda-tanda bahaya kehamilan, keterlambatan pelayanan karena akses pelayanan mereka tidak tersedia, karena jarak dan/atau biaya layanan atau melakukan hambatan sosial-budaya, dan keterlambatan perawatan yang di terima di fasilitas tepat waktu dan efektif. Budaya Minangkabau menempatkan perempuan pada kedudukan istimewa yang dijuluki dengan Bundo Kanduang. Bundo kanduang merupakan “pusek jalo kumpalan tali”, tempat berkumpulnya semua informasi dan permasalahan. Bundo kanduang dituntut mampu membentuk akhlak generasi muda dan menyelesaikan permasalahan – permasalahan sosial lainnya di lingkungan keluarga, sanak famili dan lingkungan tempat tinggal. Pemerintah kota Bukittinggi sangat konsisten dalam peningkatan kesehatan masyarakat, salah satunya upaya pemerintah melalui peningkatan peran serta masyarakat yaitu bundo kanduang. Bundo kanduang sudah dilibatkan dalam berbagai program dan upaya kesehatan, termasuk program deteksi dini kegawatdaruratan kebidanan.Tujuan menemukan harapan stakeholder terhadap peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi tahun 2021. Metode  penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di kota Bukittinggi pada tahun 2021. Informan penelitian; Dinas Kesehatan sebagai pengampu kebijakan, tenaga kesehatan, bundo kanduang dan ibu pasangan usia subur. . Pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Hasil  Bundo kanduang dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi program kesehatan, pelaksanaan posyandu, pemberi edukasi dalam kesehatan serta dilibatkan secara aktif dalam pencegahan keterlambatan penanganan ibu bersalin, dilibatkan sebagai stakeholder, pelaksana kegiatan posyandu, dan volunteer kesehatan keluarga. melalui dasawisma dan majelis taklim serta penyuluh dalam penggunaan buku KIA dan P4K guna mencegah kematian pada ibu hamil, bersalin dan nifas. Harapan stakeholder agar bundo kanduang bisa menjadi fasilitator sebagai pemberi edukasi kesehatan kepada masyarakat, sebagai penggerak masyarakat dengan ikut terlibat langsung dalam setiap program kesehatan terkait kesehatan ibu dan anak, dan motivator yang bisa mendorong ibu dan keluarga untuk mencegah keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota BukittinggiSimpulan Bundo kanduang sudah berperan dalam upaya kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas namun belum terfokus terhadap pengenalan tanda bahaya dan kegawatdaruratan pada ibu. Agar melakukan sosialisasi kepada bundo kanduang pengenalan dan deteksi dini tanda bahaya dan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai upaya pencegahan kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, dan melibatkan bundo kanduang secara aktif dalam program pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan kegawatdaruratan kebidanan Arneti, Arneti; Sefrina, Yosi; bachtar, fitrina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.855

Abstract

Latar Belakang Masalah: AKI Indonesia sampai tahun 2019, 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan target sampai tahun 2015, 102 per 100.000 kelahiran hidup (Susiana, 2019). Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya tingginya Angka Kematian Ibu ini adalah karena adanya faktor keterlambatan dan hambatan sosial budaya. Untuk meningkatkan satus kesehatan masyarakat di Minangkabau dilakukan dengan menghidupkan kembali identitas kultural lokal dengan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui peran tokoh masyarakat. Salah satunya adalah Bundo kanduang. Bundo kanduang memiiki peran yang kompleks dalam massyarakat dan sangat dihargai di masyarakat. Bundo kanduang selalu mendapat tempat dan pengakuan dalam pelaksanaan program di Kota Bukittinggi termasuk program di bidang kesehatan. Hal ini terlihat dari keikutsertaan bundo kanduang dalam berbagai pelatihan dan kegiatan di berbagai bidang termasuk bidang kesehatan.Tujuan Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan kegawatdaruratan kebidanan di kota Bukittinggi.Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey eksplanasi.Penelitian dilaksanakan di Kota Bukittinggi pada bulan Januari sampai November tahun 2021 . Sampel pada penelitian ini adalah bundo kanduang yang ada di Kota Bukittinggi yang berjumlah 60 orang, dan diambil dengan menggunakan teknik randomize simple random sampling (acak sederhana). Data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk melihat hubungan antar variabel digunakan uji Chi- Square. Analisis multivariat dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik.Hasil Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas (p-value 0,000). . Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas (p-value 0,061). Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor peran serta dengan pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas (p-value 0,020). tidak ada faktor yang memiliki pengaruh dominan terhadap pelaksanaan peran bundo kanduang dalam pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan karena memiliki nilai signifikansi regresi >0,05.Simpulan: Penetahuan dan Faktor peran serta memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan peran bundo kanduang. Diharapkan Bundo kanduang agar lebih aktif untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan kegawatdaruratan kebidanan dengan aktif mengikuti pelatihan dan workshop yang diadakan oleh dinas kesehatan serta diharapkan pemerintah kota Bukittinggi melakukan sosialisasi kepada bundo kanduang pengenalan dan deteksi dini tanda bahaya dan kegawatdaruratan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai upaya pencegahan kematian ibu yang diakibatkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, dan melibatkan bundo kanduang secara aktif dalam program pencegahan keterlambatan kegawatdaruratan kebidanan di Kota Bukittinggi.
Effectiveness of a nanoemulsion formulation of Piper aduncum L. extract and Cymbopogon nardus L. hydrosol in controlling the main pests of broccoli: Efektivitas formulasi nanoemulsi ekstrak Piper aduncum L. dan hidrosol Cymbopogon nardus L. untuk pengendalian hama utama tanaman brokoli Eka Candra Lina; Arneti; Joko Prasetyo
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 23 No 1 (2026): March
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.23.1.30

Abstract

A nanoemulsion formulation of a mixture of Piper aduncum extract and Cymbopogon nardus hydrosol was evaluated for its effectiveness against the major broccoli pests, Crocidolomia pavonana and Plutella xylostella. The study was conducted in Alahan Panjang, West Sumatra, using a completely randomized design with four treatments (the nanoemulsion formulation, Bacillus thuringiensis, cypermethrin, and a control) and seven replications. Treatments were applied weekly from 21 to 70 days after planting (DAP). Larval population density and plant damage were recorded, and the data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by a least significant difference (LSD) test at a 5% significance level. Infestation by P. xylostella occurred earlier at 21 DAP, whereas infestation by C. pavonana began at 28 DAP. Overall, the population density of P. xylostella was higher than that of C. pavonana. The nanoemulsion formulation exhibited insecticidal activity, although its effectiveness was lower than that of cypermethrin and B. thuringiensis. The effectiveness rates against C. pavonana were 71.49%, 48.54%, 33.33%, and against P. xylostella were 73.49%, 60.88%, and 57.52% for cypermethrin, B. thuringiensis, and the nanoemulsion formulation, respectively.
Ketahanan Varietas Padi Lokal Asal Kabupaten Pesisir Selatan Terhadap Serangan Wereng Batang Coklat Nilaparvata lugens Stal. (Hemiptera: Delphacidae) Dea Safitri; Novri Nelly; Arneti Arneti
Jurnal Proteksi Tanaman (Journal of Plant Protection) Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Plant Protection Department, Faculty of Agriculture, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpt.9.2.72-82.2025

Abstract

The use of resistant rice varieties remains a key component in managing the brown planthopper (BPH), Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae). However, information on the resistance of indigenous rice varieties from South Pesisir Regency, West Sumatra Province, Indonesia, is still limited. This study aimed to evaluate the resistance levels of several local rice varieties from South Pesisir Regency to BPH. The experiment was conducted under laboratory conditions using a completely randomized design with seven treatments and four replications. The treatments consisted of five local rice varieties (Sarai Sarumpun, Kutu, Bakwan, Banang Salai, and Bujang Marantau), with TN1 and IR74 used as susceptible and resistant controls, respectively. Seven-day-old rice seedlings were infested with second–third instar BPH nymphs. Variables observed included BPH attack symptoms, mortality, attack percentage, and attack intensity. The results showed significant variation in resistance among the tested varieties. Banang Salai exhibited the highest resistance, with 83.13% BPH mortality, 68.75% attack percentage, and 50.34% attack intensity, indicating a resistant response. In contrast, Sarai Sarumpun showed the lowest resistance, with only 25.94% BPH mortality and the highest attack intensity (90.52%), and was classified as highly susceptible. These findings demonstrate that Banang Salai is a promising local genetic resource for BPH resistance, highlighting the potential of indigenous rice varieties to support sustainable pest management.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN OPT TANAMAN SAYURAN BERBAHAN BAKU RAMAH LINGKUNGAN DI KANAGARIAN LASI KECAMATAN CANDUANG KABUPATEN AGAM Ujang Khairul; Arneti Arneti; Reflin Reflin
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 1 No. 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan tentang pemanfaatan teknologi pengelolaan organisme penganggu tanaman (OPT) pada tanaman sayuran berbahan baku ramah lingkungan telah dilakukan di Kelompok Tani Mitra di Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam pada bulan September hingga November 2016. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang serangan OPT sayuran dan bagaimana mengelola OPT menggunakan biopestisida dan pestisida botani. Kegiatan ini meliputi: pemantauan tingkat serangan OPT di lahan mitra, penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil pemantauan tingkat serangan OPT pada tanaman sayuran mitra berkisar antara 18 - 27% untuk penyakit dan 15 - 20% untuk hama. Dari kegiatan dapat dikesimpulkaan yaitu: (1) tingkat OPT pada tanaman sayuran mitra cukup tinggi, (2) Petani belum memahami OPT yang menyerang tanaman sayuran mereka, (3) Petani tidak memahami metode pengelolaan OPT menggunakan biopestisida dan pestisida botani, dan (4) penyuluhan dan praktek lapangan, telah meningkatkan pengetahuan petani tentang pengelolaan OPT sayuran dengan menggunakan biopestisida dan pestisida botani.