Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Konflik Politik Pasca Pembentukan Daerah Otonomi Baru Lukman Rais; Umar Ramli; Wahyudin Halik; Uswatul Mardliyah; Nur Hidaya
Jurnal Sosiologi Andalas Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsa.9.2.106-124.2023

Abstract

This research aims at analyzing auses and impacts of political conflicts, as well as changes in the governance structure and conditions following the establishment of new autonomous regions. The study employs a mixed methods approach using an exploratory sequential design. The research is conducted in Sorong City, Southwest West Papua Province, utilizing cluster random sampling. Data collection techniques involve questionnaires, observations, interviews, document analysis, and triangulation. Data analysis follows an explanatory sequential mixed methods approach, involving descriptive statistical analysis and qualitative analysis. The research findings indicate that the causes of political conflict are attributed to changes in regional governance and power redistribution stemming from polarization based on social and cultural differences, as well as differences in political views and ideologies leading to conflicts among elite political parties competing for power. The impact of these conflicts has resulted in the instability of governance and hindered government decision-making, prompting government efforts to address these issues through dialogue and communication, with civil society playing a role as pressure groups and peace agents. Furthermore, there have been no structural changes in governance because the new autonomy policy primarily aims at political objectives to mitigate conflicts, with economic and administrative goals not yet being the primary focus. Additionally, the condition of governance is in the process of improvement as the new government is engaged in restructuring and infrastructure development, thus making the governance condition currently unstable.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di Pulau Dom Distrik Sorong Kepulauan Saragih, Fauziah; Halik, Wahyudin; Ali, Muhammad; Salmawati, Salmawati; Refra, Mohamad Saleh; Fikri, Awal; Rais, Lukman; Ayswhara, Halizah; Yekwam, Markus; Making, Michelle
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v7i2.4738

Abstract

This community service program was carried out to enhance knowledge, awareness, and community engagement in waste management on Dom Island, Sorong Islands District. The primary issue faced by the local community is a limited understanding of the negative impacts of waste and the lack of household waste sorting and recycling practices. To address these challenges, the implementation team employed a participatory approach through a socialization session held on June 16, 2025. The activity involved active participation from district government officials, community leaders, religious figures, and local residents. The materials presented included an introduction to types of waste, the dangers of pollution, and the implementation of the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle). The outcomes of the activity indicated an increased level of community understanding and commitment to environmental management, alongside the emergence of initiatives such as the formation of environmental volunteer groups and plans to establish a local waste bank. The synergy between government and community has proven to be a crucial factor in fostering collective behavioral change toward a cleaner and more sustainable environment
Antara Integrasi dan Resistensi: Dinamika Pola Interaksi Sosial Masyarakat Asli Papua Ali, Muhammad; Rais, Lukman; Halik, Wahyudin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i2.94859

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana integrasi sosial dan resistensi sosial berpengarih terhadap dinamika pola interaksi antara masyarakat asli Papua dan pendatang di Provinsi Papua Barat Daya. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan dalam penelitian sampel sebanyak 270 responden yang dipilih melalui teknik multistage random sampling dan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, penyebaran kuesioner, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan dan parsial integrasi sosial dan resistensi sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pola interaksi sosial. Secara parsial, nilai thitung variabel integrasi sosial (24,830) dan resistensi sosial (32,619), lebih besar dari nilai ttabel (1,960) dengan signifikasi 0,01 < 0,05, yang menunjukkan baik integrasi sosial atau resistensi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel pola interaksi sosial. Hasil uji simultan juga menunjukkan nilai fhitung (3379,052) lebih besar dari ftabel (3,04), dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 yang menunjukkan secara simultan variabel integrasi sosial dan resistensi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel pola interaksi sosial. Temuan penelitian mengindikasikan adanya hubungan sinergis antara keterbukaan terhadap keberagaman dengan upaya pelestarian identitas budaya lokal. Pola interaksi yang harmonis tidak hanya dibangun melalui proses integrasi, tetapi juga melalui bentuk resistensi. Implikasi sosial dari hasil penelitian menekankan pentingnya merancang kebijakan sosial yang berpijak pada budaya lokal dan sensitif terhadap dinamika relasi antaretnis. Kontribusi penelitian dalam pengembangan model teoritis interaksi sosial berbasis kearifan lokal sebagai acuan dalam membangun masyarakat multikultural yang adil dan berkelanjutan.
Sosialisasi Peningkatan Kapabilitas Aparatur Pemerintah Melalui Pendidikan Rekognisi Pembelajaran Lampau di Kabupaten Sorong Rais, Lukman; Halik, Wahyudin; Purnomo, Arie; Ali, Muhammad; Mardliyah, Uswatul; Banggu, Masni; Salmawati; Ramli, Umar; Wahid, Bustamin
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v6i2.3504

Abstract

Sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menjadi inisiatif Universitas Muhammadiyah Sorong dengan melakukan layanan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan membuka peluang bagi pegawai untuk mendapatkan pendidikan tingkat strata-1 (sarjana). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pegawai Pemerintah Kabupaten Sorong mengenai manfaat, prosedur, dan peluang yang ditawarkan oleh sistem RPL, dengan tujuan utama mengembangkan sumber daya manusia di bidang pemerintahan melalui program akademik sarjana yang fokus pada ilmu pemerintahan dan memberi peluang kepada lulusan program pendidikan dan pelatihan untuk memperoleh pengakuan kesetaraan dengan kualifikasi tertentu sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sosialisasi ini dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan sasaran utama kantor Distrik Kabupaten Sorong dengan 3 (tiga) bentuk kegiatan seperti pembuatan road map kegiatan, pembagian tim dan sosialisasi secara langsung. Sosialisasi ini menjelaskan 1) Asas utama pembukaan jalur RPL, yaitu memberikan kesempatan kepada pegawai yang telah berkarir profesional dan ingin memperoleh gelar sarjana, 2) Tujuan pembukaan jalur RPL, yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan sepanjang hayat melalui jalur pendidikan formal di Pendidikan Tinggi, dan mendorong individu yang mengalami putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, namun memiliki kompetensi dan pengalaman kerja yang relevan, untuk kembali melanjutkan studi ke jenjang Pendidikan Tinggi, dan 3) diskusi terkait dokumen atau portofolio yang dapat diakui dalam proses RPL yang memungkinkan untuk mempercepat kemajuan studi dengan mengakui pendidikan nonformal, informal, dan pengalaman kerja. Sosialisasi ini diharapkan akan meningkatkan minat pegawai untuk melanjutkan studi dan meningkatkan kapabilitas mereka dalam bekerja.
Strategi Pemerintah Kota Sorong dalam Mengatasi Tantangan Anak Putus Sekolah Limbong, Elsi Salu; Purnomo, Arie; Halik, Wahyudin
Jurnal Maladum Vol. 3 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : LRI Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jm.v3i1.4725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi strategi pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah menggunakan lima indikator, yaitu Tujuan, Lingkungan, Arah, Tindakan, dan Pembelajaran. Faktor-faktor yang memengaruhi strategi pemerintah Kota Sorong dalam mengatasi tantangan anak putus sekolah terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah keterbatasan anggaran dalam mendukung berbagai program pendidikan, efektivitas program yang belum maksimal. Perbedaan tingkat keberhasilan strategi di berbagai daerah dan kurangnya koordinasi antar instansi. Faktor eksternal meliputi faktor ekonomi, sosial, budaya, dan masyarakat serta organisasi pendidikan. Dengan strategi yang terencana dan kerja sama lintas sektoral, diharapkan angka putus sekolah di Kota Sorong dapat terus ditekan dan mutu pendidikan dapat ditingkatkan.
Sosialisasi Sistem Pendidikan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Pemerintah Kota Sorong Ali, Muhammad; Halik, Wahyudin; Ramli, Umar; Banggu, Masni; Salmawati; Rais, Lukman; Basri, La; Wahid, Bustamin; Hidaya, Nur; Sangadji, Ismail Munadi; Purnomo, Arie
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v6i1.3128

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman di Pemerintah Kota Sorong mengenai manfaat, prosedur, serta peluang sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). RPL adalah pengakuan terhadap Capaian Pembelajaran seseorang yang berasal dari pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja yang menjadi dasar melanjutkan pendidikan formal dan melakukan penyetaraan dengan kualifikasi tertentu. Program RPL merupakan inisiatif pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas masyarakat dengan menggunakan pendekatan pendidikan yang memberikan penghargaan terhadap pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang diperoleh seseorang melalui pengalaman belajar di luar lingkungan formal. Sosialisasi ini dilakukan pada bulan Juli 2023 dengan sasaran utama kantor Distrik Kota Sorong. Penerapan RPL diharapkan dapat membuka pintu akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif. Sosialisasi mengenai program RPL di Universitas Muhammadiyah Sorong mencakup penyampaian materi, diskusi, dan simulasi. Aspek yang dibahas melibatkan (a) Dasar Hukum dan konsep RPL yang berlaku di Universitas Muhammadiyah Sorong, (b) Rincian tahapan dari pendaftaran hingga pengakuan dokumen portofolio, serta proses perkuliahannya, dan (c) Keunggulan yang dimiliki oleh program RPL tersebut. Setelah sosialisasi, peserta diundang untuk mendaftar sebagai mahasiswa RPL di jurusan Ilmu Pemerintahan.
Transformasi Literasi Digital di Papua Barat Daya: Tantangan dan Strategi Pasca Pembentukan Daerah Otonomi Baru Halik, Wahyudin; Rais, Lukman; Parera, Fhilipus Nery Marianus Lagan; Wato, Felix Salmon
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): Desember in Process 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i2.4984

Abstract

The establishment of Southwest Papua Province through Law No. 29 of 2022 has created opportunities for digital literacy transformation, yet it continues to face complex structural, social, cultural, and geographical challenges. Disparities in internet access, limited digital devices, high data costs, low digital skills, and differing perceptions of technological benefits are primary obstacles to equitable digital literacy. This study aims to identify these barriers and formulate effective digital literacy strategies grounded in local wisdom. The research employs a mixed-methods approach with a Convergent Parallel design, combining a quantitative survey of 270 respondents and qualitative literature analysis to achieve a comprehensive understanding. Findings indicate that digital literacy among the population of Southwest Papua is hindered by economic factors, infrastructure limitations, technical capacity gaps, and cultural sensitivities. Effective strategies for enhancing digital literacy emphasize community participation, adaptation to local cultural values, gender inclusivity, youth empowerment, and the strengthening of technical, ethical, and digital cultural competencies. In conclusion, digital literacy transformation in Southwest Papua must adopt a holistic, contextual, and sustainable approach to empower communities, reinforce social cohesion, and support economic development and digital governance in the post-establishment era of the new autonomous region.